
" Saya tidak melihat siapapun "
Setelah mendengar jawaban dari mulut Bu Ani, ia merasa sangat heran karena bagaimana mungkin Bu Ani tidak melihat anak kecil yang berlari di belakang nya.
" Oh begitu ya "
Bagas yang wajahnya tadi terlihat berseri tiba-tiba berubah menjadi murung.
Bu Ani yang melihat Bagas yang murung pun berusaha untuk menghibur nya.
" Mungkin mas Bagas masih lelah karena perjalanan semalam jadi mas Bagas pagi ini melihat hal aneh "
Bagas hanya menatap wajah Bu Ani tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
" Apa mas Bagas mau saya buat kan Susu Coklat Kocok? "
Bu Ani benar-benar tidak tau harus bagaimana agar Bagas tidak murung lagi.
Bagas masih saja terdiam sabil melihat ke arah Bu Ani.
" Baiklah kalau begitu Bu Ani buat kan Susu Coklat Kocok dulu buat mas Bagas ya "
Bu Ani akhirnya meninggalkan Bagas sendiri di meja makan untuk membuatkan Susu Coklat Kocok di dapur.
Bagas yang sendirian masih saja tetap terdiam dan memikirkan kejadian aneh pagi ini.
Saat Bagas sedang melamun tiba-tiba tempat duduk tepat di samping Bagas bergeser sendiri seolah olah ada yang menarik nya.
__ADS_1
" Lho kok bergerak? "
Bagas hanya menatap tempat duduk yang bergeser itu tampan ekspresi di wajahnya.
Bagas tidak peduli dengan tempat duduk yang bergerak itu, sama sekali tidak ada rasa takut di hati Bagas yang ada hanya rasa heran kepada tempat duduk itu bergeser sendiri.
Tanpa pikir panjang Bagas meninggalkan meja makan dan pergi menuju dapur untuk melihat Bu Ani yang membuat Susu Coklat Kocok.
Karena bagi Bagas lebih menarik Susu Coklat Kocok daripada tempat duduk yang tiba-tiba bergeser tanpa alasan itu.
" Bu Ani,,,,,,,,, "
Bagas pergi ke dapur untuk mencari Bu Ani sambil memegang boneka beruang di tangannya.
Ia merasa seperti ada tangan yang menarik boneka di tangan nya.
Ia merasa sangat kesal seperti sedang di permainan kan pagi ini.
" Ahhhhh pagi ini aneh sekali! "
Kata Bagas dengan nada sedikit tinggi sambil melempar boneka beruang di tangannya kearah lantai dengan sekuat tenaga.
Bu Ani terkejut mendengar suara Bagas dan memutuskan untuk segera menghampiri Bagas.
" Mas Bagas kenapa? "
Bu Ani sangat khawatir dengan Bagas, ia merasa ada sesuatu yang tak kasat mata sedang mengganggu nya.
__ADS_1
" Mas Bagas sepertinya kita perlu bicara sekarang! "
Tanpa basa basi Bu Ani langsung menarik tangan Bagas.
Bagas hanya menurut saat tangannya di tarik oleh Bu Ani dan ia hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata.
Setelah tiba di luar rumah, lebih tepat nya di depan gerbang rumah, Bu Ani melepas tangan Bagas yang ia tarik.
" Mas Bagas ada sesuatu yang perlu saya sampaikan! "
Bagas hanya menatap wajah Bu Ani sambil terdiam.
" Saya merasa Mas Bagas sedang di ganggu sesuatu yang tidak kasat mata! "
Bu Ani mengatakan hal ini bukan untuk menakuti Bagas akan tetapi ia ingin menolong Bagas.
" Maksudnya tidak kasat mata Angin? "
Dengan sangat santai dan wajah polos ia mengatakan hal tersebut.
" Haduh Mas Bagas ini yaa,,, "
Hanya senyuman yang dapat Bu Ani ekspresi kan saat ini.
Sebenarnya Bu Ani kesal mendengar perkataan Bagas tadi tapi ia tidak bisa marah karena wajah Bagas yang terlihat konyol.
" Apa ada yang salah? "
__ADS_1
Lagi-lagi Bagas mengatakannya dengan santai dan dengan wajah polos seperti tidak bersalah.