TEMANI AKU BERMAIN

TEMANI AKU BERMAIN
7


__ADS_3

" Hah kalau tadi bukan Bu Ani lalu tadi siapa? "


Bagas merasa sangat bingung siapa yang berdiri di sebelah tempat tidurnya tadi.


Awalnya ia mengira bahwa perempuan yang berdiri tadi adalah Bu Ani akan tetapi mamanya mengatakan bahwa itu bukan Bu Ani.


" Sayang jangan bercanda, kalau itu memang teman kamu ya bilang aja mama gak bakalan marah kok "


Bu Laura mengira bahwa perempuan yang berdiri di samping tempat tidur tadi adalah teman dari putranya dan sekarang perempuan itu di bersembunyi karena takut di ketahui olehnya.


" Hah teman? "


Bagas tidak tahu harus menjawab bagaimana karena ia tidak tahu siapa yang berdiri di sebelah tempat tidurnya itu.


" Mana teman kamu ayok ajak makan malam di bawah bersama "


Bu Laura masih mengira itu adalah teman putranya dan ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari perempuan yang ia kira sedang bersembunyi.


" Tapi maaa Bagas tidak tahu siapa yang berdiri di sebelah tempat tidur Bagas dan Bagas kira itu Bu Ani tapi mama bilang itu bukan Bu Ani, jika itu memang teman Bagas lalu untuk apa Bagas sembunyikan dari mama "


Dengan wajah sangat heran Bagas mengatakan hal itu karena ia tidak tahu siapa orang yang berdiri di sebelah tempat tidurnya.


" Ehhh sudahlah mungkin mama yang salah liat sekarang ayok turun untuk makan malam "

__ADS_1


Bu Laura berusaha mengubah topik pembicaraan karena ia merasa sedikit aneh dengan suasana kamar putranya yang tiba-tiba terasa sedikit menyeramkan.


Leher nya merasa dingin dan buku kudunya berdiri semua, dengan cepat Bu Laura menarik tangan putranya untuk segera turun ke bawah dan makan malam.


" Mama kenapa tiba-tiba menarik tangan Bagas begini? "


Sekali lagi Bagas di buat bingung oleh mamanya yang tiba-tiba menarik tangannya.


Akan tetapi Bu Laura sama sekali tidak menjawab pertanyaan putranya itu dan tetap menarik tangan putranya dengan sangat erat sambil berjalan dengan sedikit cepat.


Setibanya di meja makan barulah Bu Laura melepaskan tangan putranya itu.


" Tangan Bagas jadi sakit kan gara-gara mama "


Sambil memegang tangannya yang terasa sakit karena mamanya Bagas pun segera duduk di sebelah papanya.


Pak Alfin hanya tersenyum melihat kelakuan dua orang yang sangat ia cintai itu dan mengira mereka berdua sedang bercanda padahal yang sebenarnya terjadi bukan seperti itu.


" Eh gapapa kok pa "


Bagas berusaha menutupi kejadian di kamar dari papanya karena ia tidak ingin memperbesar masalah sepele ini sehingga merusak waktu makan malam bersama keluarganya.


" Ya sudah kalu begitu ayok kita makan "

__ADS_1


Hanya perasaan senang saja yang Pak Alfin rasakan karena bisa menghasilkan waktu bersama keluarga.


Bagas tersenyum melihat kearah papanya karena papanya tidak mengetahui apapun, ia takut jika papanya mengetahui hal tersebut makan akan merusak momen indah ini.


Tapi di sisi lain Bagas merasa mulai sedikit takut dan di dalam pikirannya ia mengingat percakapan nya dengan Bu Ani saat di depan pintu gerbang tadi pagi.


Ia memikirkan apakah hantu itu memang ada dan apakah seorang perempuan tadi adalah hantu?.


" Jika perempuan tadi memang seorang manusia pasti mama akan tahu kalau dia keluar "


Tidak sengaja Bagas mengatakan itu dan Pak Alfin mendengar suaranya karena tempat duduk Pak Alfin sangat dekat dengan Bagas.


" Apa yang barusan Bagas katakan? "


Walaupun tepat duduk Pak Alfin sangat dekat dengan Bagas akan tepat ia tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan putranya itu.


" Bu,,, bu,,, bukan apa-apa kok pa cuman ini apa itu anu masakan buat mama enak "


Bagas berusaha mengalihkan pembicaraan agar tidak merusak momen berharga bersama kedua orang tuanya.


" Dari tadi pagi kamu bilang masakan buatan mama enak padahal kan bukan mama yang masak tapi Bu Ani, kamu juga tahu sendiri masakan buatan mama tidak mungkin seenak ini "


Sahut Bu Laura karena ia merasa tidak pantas mendapat pujian dari putranya itu tapi yang menurutnya yang pantas mendapatkan pujian adalah Bu Ani.

__ADS_1


" Ba,,,Ba,,,Ba,,, Bagas ki,,,kira mama yang memasak makanan ini "


Badan Bagas berkeringat karena mamanya, sebenarnya dari awal Bagas sudah tahu kalau yang memasak makanan ini adalah Bu Ani dan bukan mamanya karena mamanya memang tidak pandai memasak.


__ADS_2