Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
Prolog


__ADS_3

Ditaman kota seorang gadis cantik berambut sepunggung berwarna hitam pekat yang dibiarkan terurai, manik mata coklat terang , bertubuh kecil, pipi cuby, ia jalan sendirian di taman itu


tak asing lagi jika ia selalu sendiri, ia tak suka dikasihani, dan satu fakta ia merasa sendiri jika berada di tempat yang ramai, dan dia akan merasa damai di tempat yang sepi


tapi kali ini ia ingin keluar karna ingin mencari ice crem sebab di lemari es nya kosong


saat dipertengahan jalan ia melihat penjual ice crem langsung saja ia berlari karna tak ingin kehabisan, dia menunggu terlalu lama karna berdesak desakkan, telah lama menunggu akhirnya dia bisa berada didepan. ralat,bukan berada di depan tapi memang dirinya yang paling akhir.


"Coklat vanila"


ucap seseorang berasamaan, sedetik kemudian mereka berdua menoleh dan saling memberika tatapan tajam, pria itu menunduk dan gadis itu sedikit mendongak. ralat, bahkan sangat mendongak, karna lelaki itu sangat tinggi dia hanya debatas bahunya


"Saya duluan"


kini mereka menjadi pusat perhatian para pedagang dan pembeli disekitarnya dan penjual ice crem itu justru menahan tawanya agar tidak pecah karna mendengar perdebatan mereka


"mas, mbak"


yah, penjual ice crem itu menjadi penengah perdebatan mereka, sedetik kemudian mereka menoleh ke penjual itu


"maaf mas, mbak, ice crem nya sudah habis, tadi itu yang terakhir dibeli sama adek nya tadi karna mas sama mbak nya berantem" jelas penjual ice crem


karna tak terima dengan apa yang diucapkan pedagang itu 'apa ice crem nya habis' pria itu justru menoleh ke gadis itu dan menyalahkannya


"heh lihat ini semua salah lo, andai saja tadi lo ngalah pasti nggak akan keduluan" ucap pria tadi sambil menunjuk gadis itu


gadis itupun tak terima dituduh seperti itu, bukannya membalas ucapan pria tadi gadis itu justru beralih kepada penjual ice crem itu


"aduh abang itu gimanasih, saya itu udah nunggu dari tadi, undah 20 menit saya nunggu bang, bukannya dikasih kesaya justru dikasih ke anak kecil itu gimana sih bang" ucap gadis itu, matanya sudah berkaca kaca penjual ice crem yang sadar bahwa gadis itu akan segera menangispun kelimpungan sendiri

__ADS_1


"aduh non cantik, anak nya tuan Rama Mahesa sama nyonya Quena Mahesa, yang hartanya nggak akan habis sampai tujuh turunan, jangan nangis ya, besok abang beliin ice crem deh, tapi hari ini ice crem nya sudah habis atu neng, neng cantik jangan nangis ya"


bukan, bukan penjual ice crem nya yang bicara tapi sebelahnya, abang penjual coklat


penjual coklat itu memang mengenal gadis itu, gadis itu sering mengantarkan pesanan coklat kepada nya, bahkan penjual coklat itu pernah diajak kerumahnya, makanya dia sampai tahu nama orang tuanya


"nggak bang, aku nggak mau, mau nya sekarang, mau ice crem nya hari ini, nggak mau besok"ucap gadis itu kepada penjual coklat


"aduh den tolong ya ini saya titip non nya, ini lagi ribet banget den, tolong ya den, aden bawa duduk dimana aja dulu gitu nanti kalok emang belum diem, nanti aden beliin apa gitu, contoh nya coklat, susu, atau apa aja deh, coklat saya juga udah abis, tolong ya den, dan trimakasih" pinta penjual coklat itu


dan mau tak mau pria itu membawa gadis yang sedang menangis itu duduk di kursi panjang depan air mancur dan kolam ikan itu


saat gadis itu sedang menangis, lelaki itu pergi entah pergi kemana, lalu setelah beberasa menit ia kembali tetapi ia menyembunyikan sesuatu


"udah nggak usah nangis" ucap pria itu datar, tak ada senyum, tak ada usapan, tak ada kelembutan, hanya ada nada datar, dan muka datar.


"nih"


pria itu menodorkan sesuatu didepan wajah gadis yang sedang menghapus air mata yang sedari tadi turun membasahi pipinya


tak ingin berlama lama gadis itu mengambil ice criemnya, ya pria itu memberikannya ice crem untuk gadis itu, karna dia masih punya perasaan, dia tidak tega melihat seorang wanita menangis


setelah menerima ice crem dari pria itu dia lari meninggalkan pria itu tanpa sepatah kata pun


sedangkan pria itu dia terbengong, dia masih dalam keadaan terkejut, sampai tepukan di bahunya membuyarkan lamunannya


"kakak ngapain disini? lalu mana ice crem ku? " tanya seorang gadis kecil sekitar 7 tahunan


"maaf ya dek tadi kakak cari disana habis, terus tadi kakak juga udah beli tapi tadi ada cewek yang nangis karna ice cremnya udah habis di penjual sana, yaudah karna kakak kasihan kakak kasih deh ice cremnya, nggak papa kan? " ucap pria itu kepada adiknya

__ADS_1


" iya nggak papa kok kak, kan bisa beli lagi nanti, kak itu kertas apa? " tanya gadis kecil itu kepada sang kakak


"kertas?" beo pria itu, karna jujur saja dia tak menyadari jika ada kertas disini


pria itu membuka sesobek kertas itu dan membacanya


'makasih kak ice cremnya, dan ini uangnya aku nggak mau berhutang sama siapapun, sekali lagi trimakasih dan maaf'


pria itu hanya tersenyum tipis dan mengajak adiknya pergi tanpa menjawab pertanyaan nya


sedangkan gadis itu dia berlari dari taman sampai ke dalam rumahnya, sesampai nya dia menaruh ice crem nya ke dalam frezer dan dia membersih kan diri terlebih dahulu


setelah bersih bersih dia mengambil ice crem nya berlari ke dalam kamar, dia menuju ke arah balkon dikamarnya, kamarnya berada di lantai atas, lantai dua, saat sedang memakan ice crem nya ia jadi teringat tadi saat dia memberikan surat tanda terima kasih


memang gadis itu jika pergi kemana mana selalu membawa not dan pulpennya itu, ia merasa itu sudah menjadi kewajiban untuk dibawanya


saat pria itu pergi tadi sebenarnya gadis itu mencarinya, dia menoleh kekanan dan kekirinya hingga dia menangkap seseorang yang berada di kedai ice crem


kedai itu termasuk mahal, dan gadis itu dengan tingkat ke-PD an nya yang sangat tinggi menuliskan tanda terima kasih dan uang, sebenarnya ia berharap kalau pria itu memberikan ice crem itu kepadanya, lalu ia menyembunyikan kertas itu di genggamannya


saat pria itu kembali dia menodorkan ice crem rasa coklat vanila kepada nya, jadi tak sia sia dia menulis surat dan meninggalkan uang didalamnya, dia menaruhnya di kursi dan langsung berlari cepat menuju ke rumahnya, karna hari sudah semakin gelap, dan alasannya karna gadis itu takut gelap


dan tanpa sadar gadis itu tersenyum tipis, senyuman untuk seorang pria, senyuman untuk seorang pria yang telah hilang bertahun tahun yang lalu, senyuman yang telah direnggut karna sebuah penghianatan, senyuman yang telah hilang karna kepergian seseorang yang sangat ia sanyangi


setelah ice crem itu habis dia berjalan menuju kasur nya dan mencoba untuk istirahat, karna dia besok harus berangkat pagi menuju sekolah barunya


gadis itu baru saja lulus dari kelas IX dan besok adalah hari MOS untuk para murid baru disekolah, tentu saja dia bersekolah di SMA CSC SCHOOL, sekolahan yang ia impikan, karna sekolahan itu adalah salah satu sekolahan yang pernah kedua orang tuanya ceritakan


dan keluarganya itu adalah penyumbang dana terbesar di sma itu, namun tak ada yang pernah tahu jika gadis itu adalah anak dari seorang Rama Mahesa dan Quina Mahesa

__ADS_1


__ADS_2