
"NYET BALIKIN BUKU GUE ELAH"
"AMBIL SENDIRI KALOK MAU BALIK"
"GIMANA MAU GUWE AMBIL **** KALOK LO JUGA IKUTAN LARI"
"ITUMAH DERITA ELO OGEB, GUE MAH BODO AMAAT"
Itulah keributan yang terjadi setelah jam istirahat berbunyi
tak ada yang marah melihat keributan dikelas ini, justru mereka menikmatinya dan bahkan ada juga yang ikut ikutan.
dikelas itu yang paling diam dan menikmati keadaan itu hanya caca jika teman temannya pasti iku ikutan mengusili anak anak cowok yang sedang meributkan sesuatu yang tak perlu dieibutkan, karna sejujurnya hal kecil seperti itulah yang dapat mempererat petemanan mereka.
"Nggak ikutan kayak mereka"
caca yang sedari tadi fokus kepada temannya dikelas tersentak kaget karna ada yang duduk disebelah kursinya dan bertanya tanpa permisi
namun bukannya marah caca justru mendekat dan menyandarkan kepala pada bahu bara
ya, lelaki itu bara, mungkin sekarang bara akan membiasakan untuk menjemput gadis ini dikelasnya kalau tidak menemaninya dikelas karna bara tak mau terjadi sesuatu kepada caca dan tak mau kehilangannya untuk kedua kalinya.
Bara dengan senang hati menyambut sandaran caca dan memeluk pinggang caca erat, caca yang diperlakukan seperti itu hanya diam saja
"Wedeh pak bos langsung nempel aja kek prangko" celetuk kevan yang dihadiahi tatapan tajam bara karna merusak suasana
"bara kenapa nggak ke kantin"
"nggak papa ca, aku cuman mau sama kamu aja"
"cie elah, mainnya aku - kamu aja, ada apaan ini" sela gevan yang diberikan tatapan sinis oleh caca yang memasang wajah datar dan muka sebalnya
"eh curut sini lo" panggil gevan kepada anton yang barusan menjahili varo
"ada apa bang manggil manggil, ada maunya nih pasti" tebak anton dan tepat sasaran
gevan hanya cengengesan menunjukan deretan gigi putihnya "tau aja lo nyet"
"masyaalahh kenapasih orang orang itu suka bangat menggil gue nyet, dikira gue monyet apa kalik ya" ucap anton mendramatis
"LHA EMANG IYA" teriak gevan, kevan, dan jangan lupakan varo yang sudah jengkel kepada anton yang sedari tadi menjahilinya, dan sekarang dia ikut serta dalam hal meledek anton
"masyaallah bang, apa salah hayati kepada abang, hati hanyati terniskan" ucap anton alay yang membuat semua bergidik ngeri mendengarnya ditambah lagi denga gayanya yang seperti emmm begitulah, dan jangan lupakan caca dan bara yang diam diam memperhatikan tingkah mereka hingga mereka merasakan tubuhnya merinding seketika.
caca tertawa kencang karna ulah anton yang begitu konyol dan tak masuk akal, katakan saja caca itu receh, tapi memang terlihat lucu jika dilihat dari pandangan caca.
"bara"
"iya kenapa"
"dia beneran cowokkan bar? "
sontak anton mendengar caca mencibirnya menoleh pada dua mahluk yang secara diam diam memperhatikannya
"eh, eh, apaan ni lo pikir gue cewek apa, atau banci gitu? " sahut anton tak santai
"lah siapa yang bilang anton kayak gitu, orang caca belum ngomong apa apa iyakan bar" bela caca dan dibalas anggukan bara
memang benarkan caca belum mengatakannya? jadi tak ada salahnya dia melakukan pembelaan
"huh, sudahlah percuma saja debat sama lo nanti ujung ujungnya juga gue yang kalah" pasrah anton dengan wajah memelas
"Caca kok dilawan, hahahaa" sahut 2A dan caca yang diakhiri gelak tawa mereka
anton? dia hanya menatap datar kepada mereka
"ya,ya,ya, terserah kalian memang wanita itu selalu benar dan pria yang salah, kalok wanita nggak nglakuin kesalahan lelaki yang salah dan wanita nggak pernah salah, sekalipun kesalahan itu berada pada wanita balik aja keucapan ku yang pertama tadi" ucap anton sambil berjalan menuju keluar kelas.
Gevan yang sadar akan kepergian anton tiba tiba teringat alasannya memanggil anton tadi, bukannya menyuruh anton gevan justru berdebat dengan anton
gevan yang ingin memanggil anton diurungkan kembali karna anton sudah berteriak kepadanya
"BANG GEV, GUE TUNGGU KANTIN"
"OKE"
setelah itu gavin lari keluar kelas dan menyamakan langkahnya dengan anton
caca yang melihat perilaku aneh anton mengernyit bingung
"nggak usah dipikirin sampek segitunya ca, anton emang kek gitu orangnya" ucap varo yang seakan sadar akan gerak gerik caca yang merasa bersalah, setelah itu varo keluar menuju kantin
__ADS_1
"bara? "
"iya kenapa" jawab bara dan menyimpan hp disaku celananya dan menfokuskan diri ke arah caca
"bara maunggak ngasih hari ini khusus untuk caca, caca pengen pergi keluar berdua sama bara" tanya caca takut takut kalok bara menolaknya karna ada urusan menting misalnya
" boleh juga, hari ini aku sedang kosong dan nggak ada janji sama siapapun, sekalipun ada aku akan mengundur waktunya demi menemani kamu kemanapun kamu ingin pergi"
"makasih agam"
kringg
"yaudah ya, bel masuk udah bunyi, nanti pulang tunggu aku dikelas oke"
caca berdehem pelan sebagai jawabannya sambil mengeluarkan buku buku pelajaran untuk jam selanjutnya.
kini ana sudah berada disamping caca dengan ara yang berada di kursi depannya
drtt,drtt,drtt
"hallo ca, kamu jadi nggak"
"jadi"
"beneran ya,nanti aku tunggu di depan gerbang"
"hm"
"jadi ini besok melem apa ntar malem sih"
"ntar malem"
"emang nggak ada yang curiga gitu"
"nggak ada"
"masak sih, contoh nya bara gitu "
"bener"
"ca, mendingan kamu bilang aja deh sama bara, tentang semuanya"
"ck, dibilangin juga"
"iya kak, iya bawel banget sih"
"emangnya kenapa sih kok nggak bilang bara, nanti kalok dia kecewa sama kamu gimana"
"itu urusan ku"
"yaudah kamu yang sabar aja ya, nanti kalok kamu udah jelasin segalannya semoga saja bara mengerti keadaanmu"
"iya, mungkin ini yang terbaik"
"yaudah ca aku tutup telpon nya pasti bentar lagi guru kamu masuk kan udah bel, sampai ketemu nanti malam"
'Tut'
"siapa ca? " tanya ana yang sedari tadi memperhatikan nya
"eh , se-jak kapan kalian disini" ucap caca tegang sekaligus terkejud
"hahaha sedari tadi elah ca, kenapa muka lo tegang gitu, kayak orang ketahuan selingkuh" jawab ara diakhiri kekehan bersama ana, caca hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
"siapa tadi yang nelfon" tanya ana lagi
"eh, i-itu, tadi kak da- dava, ha iya kak dava tadi" gugup caca karna dipandangi ara seperti mengintrogasi
"kok lo kayak gugup gitu sih" tanya ara disertai anggukan dari ana
"i-itu
"Ara, ana kenapa kalian ribut sedari tadi dan mengajak caca berbicara" tegur bu wulam guru yang mengajar bahasa sekaligus guru bk
"kenapa lo nggak bilang caca" gemas ana dan ara
"kan kalian nggak nanya" jawab caca cengngesan
sedangkan 2A hanya menghembuskan nafas kasar karna ulah caca yang sulit ditebak seperti itu
"baiklah anak anak kita mulai pelajaran hari ini-"
__ADS_1
bel pulang telah berbunyi 15 menit yang lalu, dan bara belum menjemputnya di kelas, caca yang merasa bosan memasang earphone dan berjalan keluar kelas untuk menunggu bara
saat ingin melangkah keluar caca dikagetkan karna tiba tiba bara sudah ada didepannya
"mau kemana kok keluar duluan"
apa dia nanya mau kemana astaga, ini orang emang nggak mikir atau apa sih, 15 menit nunggu nggak dateng dateng dan sekarang, mau kemana?
"ya coba deh kamu tanya sama diri kamu sendiri kenapa aku keluar duluan"
"ya maaf ini tadi aku beli ini buat kamu"
bara menyodorkan plastik yang berisi susu vanila kesukaan caca dan permen lolipop nya, setelah menerimanya caca langsung berjalan kearah parkiran
disinilah bara dan caca berada mall setelah berdebat dijalan akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke mall
di mall caca benar benar menghabiskan waktu bersama bara, caca tidak membeli banyak barang, yang menghabiskan banyak waktu itu saat di time zone
hingga waktu menjelang sore kini mereka berada di taman kota di mana waktu pertama kali bertemu, mereka duduk di kursi yang sama.
Caca benar benar bahagia rasanya, dan caca benar benar takut untuk kehilangan bara lagi, dia nggak mau bara meninggalkannya untuk yang kedua kalinya.
"bara aku tanya boleh nggak? "
"lha itu kamu udah tanya" bara terkekeh dengan perkataannya sendiri
"bara ini serius"
"iya, iya, mau nanya apa memang"
caca membenarkan posisinya menghadap kedepan dan pandangan lurus
"misalnya jika suatu hari nanti aku pergi gimana"
bara menoleh kepada caca"kenapa nanya gitu"
"huh, jawab aja bara!"
"tentu saja aku nggak ikhlas"
"jika itu demi kebaikan kita? "
"nggak ada sejarahnya pergi demi kebaikan" tegas bara
caca tersenyum tipis
"bara jika nanti aku pergi gimana?"
"kan tadi aku udah bilang aku nggak akan ikhlas" tegas bara lagi
"alasannya? "
bara menghadap ke arah caca dan memegang tangannya, caca juga menoleh ke arah bara
"nggak ada alasan buat ngiklasin kamu pergi, nggak ada alasan buat relain kamu pergi, aku nggak mau kehilangan kamu lagi" jelas bara memandang caca lekat
caca tersenyum tipis ke arah bara
"namun jika aku nanti pergi tapi kembali lagi setelah sekian lama bagaimana? "
bara menarik nafasnya panjang
"kalok itu sampai terjadi maka akan aku" bara menggantung kalimatnya yang membuat kening caca mengkerut tipis
"akan kamu apakan? "tanya caca penasaran
"akan aku culik kamu, lalu aku kurung didalam kamar sekalian aja dipasung supaya nggak bisa keluar, lalu aku bisa bebas siksa kamu karna telah pergi ninggalin aku, hahaha hahahaha" sadis bara diakhiri dengan tawa iblis
"ihh kok bara sadis banget sih kejam aku nggak suka" sebal caca sambil memukuli bahu bara
"hahah aduh, aduh, nggak ca, nggak, hahah" tawa bara percah karna melihat ekspresi caca yang melotot, dan
'Hap'
bara memeluk caca erat dan membisikan sesuatu kepada caca, yang seketika membuat caca merinding
"dengarkan aku, jika itu sampai kamu lakukan, jika kamu kembali maka kamu akan aku bawa pergi dan akan kupastikan kamu akan segera menjadi milikku seutuhnya, dan kamu tidak akan aku biarkan untuk pergi lagi dari hidup ku" tegas bara dengan penuh penekanan disetiap kata
bara melepaskan pelukannya dan menangkup wajahnya
"jika suatu saat kamu pergi tolong kembalilah lagi untuk ku"
__ADS_1