Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~1~


__ADS_3

 


CACA


 


Dipagi buta seorang gadis telah siap dengan seragam barunya, semuanya baru


gadis itu sedang menilai penampilannya sendiri di depan kaca rias, gadis itu terlihat sangat em, perfec. satu kata untuk gadis yang sedang tersenyum dibalik kaca rias itu


"kau sangat cantik caca"


ya, gadis itu adalah caca, gadis yang memiliki tingkat ke-PD annya sangat tinggi, dan jangan lupakan sifatnya yang polos itu


dia meneliti penampilanya mulai dari bawah hingga keatas


sepatu hitam dikaki dan kaus kaki putih sepanjang pertengahan tulang keringnya itu sebagai lapisan. Lalu rok pendek abu-abu selutut yang dijahit pias, gadis itu suka dengan model pias tidak terlalu ketat lagi pula sekolah membebaskan para murid ingin menjahitnya model seperti apapun itu dengan syarat harus pas untuk anak sekolah. Ikat pinggang yang sudah berada pada ditempatnya yaitu atas pinggang. Lalu seragam putih yang dimasukan kedalam dan dikeluarkan sedikit hingga menutupi ikat pinggangnya.


Jangan lupakan lapisan untuk baju berwarna abu-abu yang menutupi bagian samping yang diwajibkan bagi semua murid disana untuk dipakai. Lalu dasi yang sudah berada dilipatan baju bagian atas tetapi sedikit ia kendurkan dengan alasan gerah, namun tidak terlalu longgar karna caca juga tahu batasan seorang pelajar.


Caca hanya memakai bedak bayi tipis dan pelembab bibir berwarna merah muda namun sedikit oren yang ia oleskan dibibirnya. Rambut yang dipakaikan pencapit kecil dan ditarik kebelakang itu menambah kesah lucu dan sangat imut, rambut yang dicapit kebelakang itu dikepang agar sedikit rapi dan yang lainnya ia biarkan terurai begitu saja.


Setelah jam menunjukan pukul 05.25 caca bergegas menuju meja makan dan memakan nasi goreng yang sudah ia masak setengah jam yang lalu, setelah selesai makan caca memasukan nasi kedalam penghangat nasi agar bisa dimakan nanti pulang sekolah


Caca keluar rumah tepat pukul 05.30. Caca berjalan menuju garasi dan mengeluarkan sepedanya, jangan heran kenapa sepeda, tentu saja jawabnya satu 'caca tidak pernah naik motor ataupun mobil' catat itu 'TIDAK PERNAH'


Caca menggayuh sepeda dengan rileks, karna caca tahu ini masih pagi dan jarak rumah ke sekolah juga tak terlalu jauh, saat sampai dirumah yang sederhana caca turun dari dari sepedanya dan mengetuk pintu


'tok, tok, tok, tok'


"Assalamualaikum" Caca sedikit berteriak agar terdengan sampai dalam, dan bernar saja, tak lama kemudian keluarlah seorang pria berbaju kantor itu dan tersenyum kearah caca, sedangkan caca hanya melihat sekilas dan tersenyum tipis, sangat tipis.


"Waalaikumsalam caca, yuk masuk barangnya ada didalam" ucap lelaki itu dan jalan mendahului caca


" bang jev, tante mana?" tanya caca dengan nada datarnya, sedangkan pria yang dipanggil 'bang jev' itu tadi hanya tersenyum tipis dan berjalan keruang tamu

__ADS_1


"eh caca, udah datang ya ini barangnya seperti biasa ya ca" ucap seorang wanita paruh baya itu dan tersenyum ke arah caca


"iya, caca berangkat" pamit caca setelah mengambil barang itu, tak ada yang berubah dengan nada yang masih datar namun masih dianggap sopan.


Setelah caca berjalan keluar rumah, orang yang ada didalam rumah itu hanya tersenyum sendu ke arah caca, itulah yang tidak disukai oleh caca yaitu rasa kasihan.


Caca menggayuh sepedanya menuju kesekolah karna sudah pukul 05.40. Tidak lama, caca hanya perlu 15 menit untuk sampai disekolahan, tapi sebelum masuk ke gerbang sekolah caca berhenti di toko 'Semanis Coklat' dan memberikannya kepada salah satu pegawai yang bernama 'Sindi'.


Tugas caca telah selesai dia berjalan kearah sepedanya yang berada di depan gerbang sekolah, dan melihat sekolah masih sepi tak berpenghuni, caca menitipkan sepedanya di kedai mini yang tak jauh dari sekolah


pas sekali saat caca berjalan kearah sekolah pak satpam disana sedang membuka pintu gerbang


"permisi pak"


salam caca kepada pak satpam itu, caca tak mau melihat pak satpam itu caca hanya melihat kearah jalan, dibawah, caca hanya menunduk, satpam yang tadinya ingin mendorong gerbangpun diurungkan karna gadis itu


"MOS"


Jelas caca, karna caca tahu pasti pak satpam itu tak mengenalnya, setelah berkata seperti itu pak satpam pun segera membuka gerbangnya lebar lebar.


Caca masuk melewati gerbang yang menjulang tinggi itu, kini yang caca lihat sekarang adalah koridor yang sepi, bagunan yang tinggi menjulang, ruangan demi ruangan yang berjejeran dan bahkan caca tidak tahu dimana kelasnya sekarang.


Caca yang belum mengetahui apa apa pun hanya mencari namanya di bagian IPS 1 disana tercantum nama caca


'Cacaria Alfania Mahesa -> XD IPS I'


okey sekarang caca yang bingung mengapa caca selalu mendapatkan kelas D, dari banyaknya kelas mengapa harus D ? kini yang caca lakukan hanyalah berdoa agar kelas D yang sekarang 100% harus berbeda dari kelas D yang dulu.


Setelah berjalan mengelilingi koridor sekolah akhirnya bisa menemukan kelas yang 10 menit yang lalu ia cari.


Kini waktu menujukan pukul 06.38. sekolah sudah ramai dipenuhi para murid, dan dikelas caca belum ada yang masuk mungkin mereka belum berani


kini caca berada di kursi paling pojok dekat jendela namun jendela tidak caca buka karna masih banyak murid yang berjalan di koridor sekolah


Caca menundukkan kepala sambil bermain rabut, sampai suara sesuatu yang jatuh memecahkan fokus caca, saat itu juga caca mencari asal suara itu.

__ADS_1


Pandangan caca jatuh kepada seorang gadis yang sedang terduduk dilantai sembari menundukan kepala, 'mungkin suara itu berasal dari gadis ini, tapi tadi suaranya keras sekali' itulah yang ada dipikiran caca saat ini.


Caca berdiri dan keluar dari bangkunya, caca mendekati gadis itu dan tepat berada di depannya gadis itu mendongak dan


yap, gadis itu menangis dalam diam


Caca mengulurkan tangan kearah gadis itu, caca ingin membantunya berdiri namun gadis itu hanya menatap tangan caca tanpa menerimanya


Caca yang mempunyai sepertinya paham jika gadis itu masih canggung, dan caca mensejajarkan tingginya meskipun tetap saja masih tinggi gadis itu


Caca meraih tangan gadis itu dan membantu dia duduk dikursi sebelah tempat duduknya


"Apakah ini sakit? "


Pertanyaan bodoh seperti apa itu yang ditanyakan oleh caca kepada gadis di depannya itu.


"Tentu saja sakit, apa lo nggak liat sampek berdarah gitu, ini gue juga sampek nangis masak masih nanya sakit apa enggak"


Ucap gadis itu, dia masih berusaha menghapus air matanya dan merapikan rambut pendeknya yang sedikit berantakan


Caca yang sedikit lambat kalau sedang berfikirpun segera bangkit menuju kursinya, lebih tepatnya disebelah gadis itu.


Caca mengambil kotak yang didalamnya sudah ada tisu, obat merah, alkohol mini, air bersih dan plester (hansaplas)


Caca menddukkan diri dilantai dan membuka kotak obat nya, perlakuan yang dilakukan oleh caca itu mengejutkan gadis itu, mungkin karna tiba tiba caca duduk dibawahnya dan meniup luka dilututnya.


Caca mengambil air bersih dan dituangkan sedikit ketisu itu secara perlahan lahan dan lembut mengusap ke luka dan meniupnya agar tak terlalu perih, setelah membersihkan darah itu caca menuangkan obat merah ke tisu itu dan memoleskannya pada luka itu, sesekali caca meringis kecil karna mendengar rintihan pelan gadis itu, caca mengambil plester dan memasangkannya tidak sampai disitu saja, caca juga mengikat tali sepatu gadis itu, mungkin karna ini gadis itu terjatuh.


Setelah mengobati gadis itu caca membersihkah bercak darah yang ada dilantai agar tidak mengotori lantai di kelas barunya.


Gadis itu berdiri begitupun dengan caca


"Trimakasih" ucap gadis itu tersenyum tulus kepada caca, caca hanya membalasnya dengan senyum tipis bahkah hampir tak terlihat, tapi tidak dengan gadis itu, sepertinya dia bisa melihat senyuman tipis caca.


Dan kejadian itu tak luput dari pandangan seluruh murid dikelas itu yang entah sejak kapan sudah berada di dalam kelas, terutama kepada gadis yang berpenampilan seperti gadis tomboy itu yang berada di paling depan melihat mereka berdua terharu.

__ADS_1


Dan disana ternyata tidak hanya murid kelas XD bahkan ada beberapa kakak OSIS dan beberapa guru yang datang karna melihat kerumunan siswa didepan pintum


Tapi mereka semua justru mendapatkan tontonan gratis bahkan ada beberapa anak OSIS dan guru yang terharu melihat dua gadis yang tidak saling mengenal namun tetap saling tolong menolong.


__ADS_2