Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~7~


__ADS_3

Pagi hari sudah tiba, namun matahari belum menampakkan wujudnya, ayam jantan belum membunyikan suaranya, gadis cantik yang menggunkan baju tidur pannjang itu sudah bangun dari tidurnya dan menuju ke dapur untuk membuat Bolu coklat untuk dijualkan.


saat caca turun disana sudah ada bi sum yang menyiapkan bahan bahan jya untuk membantu caca membuat bolu coklat nya.


"Pagi bibi"


sapa caca kepada bi sum, karna caca memang sudah mulai menerima bi sum sejak kemarin pagi


"pagi non, non ini bahan bahannya sudah bibi siapkan tinggal pembuatannya aja non"


"iya bi, ini caca mau ambil barang barangnya dulu"


setelah caca mengumpulkan peralatannya, caca mulai menuangkan baham bahannya, mulai dari tepung, telur, air, pengembang, coklat batang, mentega, dan yang lainnya


sudah hampir setengah jam, caca dan bi sum berkutat dengan peralatan dapur, akhirnya bolu coklatnya caca sudah berada pada kotak ovennya, setelah menunggu beberapa menit, oven pun berbunyi menandakan bolu sudah siap untuk dikeluarkan


'Ting'


Caca mengambil sapu tangan untuk mengeluarkan bolu itu dan ditaruh di loyang yang masih panas.


Saat menaruh bolu dimeja dapu tangan caca tak sengaja menyenggol tempat sensok dan hasilnya


'Prang'


suara sendok jatuh membisingkan satu rumah, sampai semua orang berlari keluar kamar, bahkan para lelaki yang tadi nya masih berada di alam mimpinya pun terbangun karna bunyi berisik dari luar, lebih tepatnya didapur


'Sret, brak, teng, tuk, bruk'


suara ribut ribut di mulai terdengar dari arah tangga dan mereka semuanya para berdatangan ke dapur.


"Ada apa?,kenapa?,dimana?,kemana?" heboh gavin yang dibalas toyoran dari kevan


"Apanya yang kemana pinter"


"hehehe nggak ada sih"


semuanya menatap caca dan bi sum meminta penjelassan karna bising bising dipagi buta, pasalnya ini masih jam 05.10 pagi.


"Maaf caca membangunkan kalian ya, tadi caca nggak sengaja njatuhin tempat sendok dan isinya makanya brisik"jelas caca dan senyum canggung karna tak enak


"nggak papa sayang, memang kamu lagi ngapain kok pagi pagi didapur" tanya reta sambil mendekat ke arah caca disusul oleh velin, vita,dan rere


"ini tan,bun, caca sama bibi lagi buat bolu coklat buat dijual di toko dekat sekolah"


"oh, jadi bolu coklat yang ada disana itu buatan kamu caca, tante kemarin kesana katanya ada menu baru yaitu bolu coklat, rasa nya enak lagi" ucap rere heboh dan dibalas senyuman dan anggukan dari caca


"udah jadi belum bolu nya"


"udah yanna, yang ini untuk dijual, dan yang ini untuk di makan dirumah"


caca menunjukan roti bolu yang dibagi menjadi dua

__ADS_1


"jadi kurang apa lagi" tanya vita karna yang vita lihat dapur masih bersih dan tidak meninggalkan jejak sama sekali kalau sedang membuat bolu


"udah selesai kok tan, tinggal masukin kewadah, tapi ini nunggu dingin dulu"


mereka hanya menggukan kepala, caca melihat jam yang ada ditangannya jam menunjukan pukul 05.29, berarti satu menit lagi jam setengah enam


"kalok gitu caca mau keatas dulu ya, caca mau siap siap"


setelah diangguki caca berlari menuju kamar ya, dan caca baru sadar kalau dia masih menggunkan baju tidur


caca menuju kamar mandi untuk bersih bersih, setelah 15 menit caca keluar menggunakan seragam sekolahnya


karna hari rabu caca menggunakan seragam putih, rok kotak kotak berwarna oren dan hitam lalu lapisan seragam berwarna oren yang sama seperti roknya, caca menggunakan bandana kotak kotak yang ia samakan dengan rok nya yang menyisakan rambut depan sebagai poni , dan menggunakan polesan bedak bayi tipis dan pelembab bibirnya.


Setelah caca menilai penampilannya, dia keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan.


Meja makan yang biasanya sepi kini kembali ramai dan dipenuhi candaan dari para twins dan 2A


saat ingin menuruni tangga pertama, caca dikejutkan oleh tangan yang melingkar dipinggangnya, saat metahui tangan siapa itu caca menghembuskan nafas pelan dan tersenyum ke ara bara


mereka berdua berjalan menuruni tangga hingga suara sepatu mengalihkan perhatian mereka yang ada di meja meja makan


"Wah ada pasangan baru ni" goda velin,reta, vita, rere, dan bi sum bersamaan


dan seketika gelak tawa menghiasi rumah itu.


Caca mendongak kearah bara dan disambut dengan senyuman tulus bara yang hanya ditunjukan untuk caca dan keluarganya


"Selamat pagi semua"


Saat sedang melamun caca dikejutkan oleh orang yang tiba tiba mencium kedua sudut bibirnya, bukan hanya caca namun para twins dan 2A yang belum mengenalnya, jika bara dia sudah ingat dengan segalanya diwaktu masih kecil, dan saat caca ingin marah langsung ia urungkan setelah melihat orang yang menciumnya


sosok itu tersenyum tulus kepada caca, mata yang mengisyaratkan kerinduan, caca sangat merindukan sosok itu, dia kakak sepupunya, dava dan angkasa yang berdiri bersebelahan.


Caca yang melihat orang itu segera menghamburkan diri di pelukan keduanya, mereka juga sangat merindukan baby girl nya.


"Apa kamu lupa jika hari ini kami pulang girl"


caca tak mampu berbicara, dia hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan dava, lalu caca memeluk kakak sepupunya erat menyalurkan rasa rindu yang telah ia pendam dalam.


"Apa kamu nggak mau peluk kakak juga, kan kakak juga kangen sama baby girl nya kakak"


ucap angkasa yang dibalas pelukan yang erat oleh caca


"caca juga kangen sama kakak"


setelah itu caca melepaskan pelukannya dari angkasa dan beralih menatap bara, bara yang ditatap tersenyum tipis dan mendekat kearah mereka dan


'greb'


mereka berdua memeluk bara erat, bara yang dipeluk pun juga membalas pelukannya, bara tahu jika mereka juga merindukkannya dan mengaharapkan kehadiran bara dihidup mereka.

__ADS_1


"Boy bagaimana keadaanmu, kamu sudah besar sekarang, padahal aku menginginkan baby boy ku"


Ucap angkasa cemberut kepada bara, bara yang melihat kelakuan orang yang sudah dianggap sebagai kakak nya itu terkekeh geli.


"Kabarku baik, dan aku baru bisa datang sekarang"


"itu tak masalah" ucap dava sambil memukul pelan bahu bara


Setelah acara peluk pelukan mereka melanjutkan sarapannya karna waktu sudah menujukan pukul 06.10


dan kini mereka diributkan oleh caca yang masih takut jika naik kendaraan, akhirnya mau tak mau caca duduk diboncengan honda bara


tak mudah membujuk caca bara harus mengeluarkan segala cara dan caca mau menerima tawaran dari bara yaitu jika caca mau naik keboncengan motor bara dan segera berangkat ke sekolah, bara berjanji akan membelikan 2 kotak susu vanila berukuran jumbo, 3 permen lolipop coklat, 2 bolu coklat vanila dan tak lupa dengan ice crem nya.


diperjalanan caca memeluk bara erat selain masih takut caca juga merindukan setiap saat bersama bara


mereka ber enam menjadi pusat perhatian seluruh penghuni sekolah yang ada di sekitar parkiran dan yang melihat kearah parkiran dari lantai atas


Caca bersama bara, ana bersama gevan, dan ara bersama kevan


merema jalan beriringan menuju kantin untuk memenuhi janji mereka


gevan yang menjanjikan ana untuk membelikan nasi goreng jika mau berangkat bersamanya, dan kevan yang harus membelikan coklat dan es kelapa untuk ara jika mau berangkat bersamanya


disanalah mereka berada ditempat duduk paling pojok, para lelaki sedang membelikan makanan dan minuman, sedangkan para wanita duduk bersantai di kursinya


caca yang memasang earphone sambil melihat tingkah kedua orang yang sudah menjadi sahabat caca sejak kemarin, sedangkan 2A sedang meributkan COGAN yang mereka temui, lebih tepatnya ana,karna ara hanya protes dan memasang wajah jengah kepada ara, karna semenjak datangnya gevan ana menjadi membahas coal cogan terus.


secara bersamaan mereka bertiga datang kemeja makan, ara yang melihat menatap tajam kepada mereka bertiga yang baru saja datang, lebih tepatnya kepada gevan, tangan ara sudah geram ikin menabok wajah gevan yang sok kegantengan itu


'plak'


suara itu menjadi pusat perhatian untuk sebagian orang yang ada disekitar meja mereka, memang suara tabokan dari ara bisa dibilang sangat kencang.


Gevan yang diperlakukan seperti itupun melayangkan protesnya


"Maksud lo apaansih main nabok muka gue sembarangan aja dikiran muka gue nyamuk kalik main ditabok sembarangan"


"iya emang baru nyadar?"


"apaansih maksud lo, lo ngiri sama gue, karna gue lebih ganteng dari bang kevan, iya, itu sebabnya lo nabok gue?" ucap gevan dengan percaya dirinya


"yeeeh, sembarangan kalok ngomong, masih mendingan juga kak kevan dari pada elo, taunggak gara gara muka sok kegantengan lo padahal lebih ganteng muka nya kak kevan itu, yang membuat sahabat gue jadi stres tau nggak dari tadi sia ana muji muji kegantengan lo yang nggak seberapa dengan kak kevan, dan dengan pedenya lo nyebut muka lo ganteng, cih, jijik kalik yang ada" sewot ara dan tak lupa dengan rumus yang selalu ia gunakan panjang kali tinggi kali lebar bagi satu. sedangkan kevan menahan tawa dan malu atas pujian ara seacara bersamaan.


Seolah olah sadar dengan apa yang dia katakan tadi kepada gevan tentang kevan jadi merasa malu hingga wajahnya menjadi merah padam


"oh jadi ada yang barusan mengakui kalok abang gue itu ganteng ya, jadi ceritanya mbanding mbandingin gue sama abang gue ya, emangsih gue akui abang gue itu lebih ganteng dan gue itu cuman duplikatnya aja, jadi ini toh yang dimaksud 'mengungkapkan cinta melalui ejekan untuk orang lain' Cie ciee" goda gevan cecengengesan


"Cieee cieee ara suka sama kak kevan"


celetuk sebagian penghuni kantin yang sedari tandi mendengarkan dari awal hingga akhir

__ADS_1


caca yang melihat itu hanya tekikik geli dengan tingkah sahabatnya itu dan memandangi bara yang sedari tadi memperhatikan caca saat tertawa.


Dan tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh dengan senyum sendu dan iri melihat kebersamaan mereka, namun dia hanya bisa diam tanpa berbuat apapun.


__ADS_2