Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~4~


__ADS_3

Setelah kejadian di halaman sekolah mereka memutuskan untuk memebolos, termasuk bara dkk, mereka bilang sudah biasa membolos jadi tak perlu takut, apa lagi ada anak pemikik dari sekolah, kini disinilah mereka berada disuatu tempat yang luas, sejuk dan menenangkan roftof.


Kini mereka sedang memakan makanan dikantin yang dibeli oleh gevan dan dibawa ke roftof


dan caca sudah berhenti menangis sejak ditaman tadi setelah diberikan permen coklat dan susu vanila oleh ana


posisis mereka sangat brantakan gevan yang sedang melakukan rutinitasnya yaitu tidur dipangkuan kevan ditemani oleh game online nya.


Kevan yang sedang bersandar didinding roftof dan sesekali memainkan rambut gevan, ditemani dengan cemilan cemilannya, dan tak lupa dengan kevan yang sekali dua kali menyuapkan cemilan di mulut gevan


Ara dia sedang duduk tak jauh dari kevan, di temani oleh ana yang sedari tadi cemberut karna digoda olehnya, ditemani oleh cemilan dan tontonan dua es batu yang sibuk dengan urusannya sendiri sendiri


Ana sedang menyantai bersandar di sudut tembok yang sama dengan ara dan kevan, di yang sedari tadi diganggu oleh ara padahal dia sedang melihat kelakukan 2 manusia itu didepannya itu, siapa lagi kalau bukan gevan dan kevan yang kelakuannya seperti orang pacaran, bahkan orang pacaran tak pernah seperti itu, dan ini lebih membingungkan


sedangkan caca dan bara?


Caca kini sedang menikmati permen coklat dan susu vanila yang ada digenggamannya yang sudah dihabiskan hampir 3 kotak susu vanila ukuran jumbo, 4 lolipop coklatnya, 5 bungkus bolu coklat vanila yang dibelikan kusus untuk caca, dan jangan lupakan earphone yang sudah terpasang di telinga kirinya ditemani oleh bara yang sibuk dengan game tanya jawabnya.


Bara dia duduk disebelah caca namun memberikan jarak yang lumayan jauh, bara sedang melakukan game tanya jawabnya, dan cemilan makroni disampingnya disertai kinuman dingin, lalu earphone milik caca yang dipasangkan ditelingan kanannya, karna earphone caca panjang dia dengan baik hatinya membagi musiknya dengan bara yang juga menerimanya.


Suasana di roftof sangat mendukung, matahari tak menampakkan wujudnya, langit yang tak terlalu cerah namun tak ada tanda akan hujan turun, angin yang kecang melengkapi kenyamanan mereka, terutama caca yang sangat menikmati angin karna caca memang menyukai alam dia sangat suka dengan angin dan hujan.


disini tak ada yang berbicara hanya sibuk dengan urusannya masing masing hingga getaran menandakan ada panggilan milik seseorang membuat mereka mangalihkan perhatiannya


Bara, itu suara getaran ponsel bara, caca yang berada disampingnya hanya menoleh keaarahnya dan memperhatikan dengan wajah polosnya, tangan yang masih memegang susu vanila dan bolu coklatnya


'drtt, drtt, drtt'


"Hallo"


"...."


Kenapa pa?


"...."


"Hah, untuk apa?"


"...."


"nih" Bara menodorkan hp nya kearah caca, caca yang ditodori hp bara hanya menerimanya dan ada panggilan suara dari papanya


"Ha-halo"


"...."


"Hah, i-iya"


"...."


"Memangnya kenapa om?"


"...."


"Baiklah aku akan datang bersama kak bara dan teman teman"

__ADS_1


"...."


"iya"


Caca mengembalikan hp itukepada bara, dan bara menerimanya kembali dan melanjutkan game nya yang sempat terhenti


"Ca, tadi lo bicara apa sama papanya kak bara"


"Semanis coklat" balas caca dan bara bersamaan


"HAH?"


Sesuai janji sepulang sekolah mereka akan datang ke toko semanis coklat, toko dimana caca yang selalu menitipkan dagangannya


"Caca"


Panggil seorang waiters di toko itu


"Sebentarya, kalian masuk dulu aja, aku mau kesana" tanpa menunggu jawaban dari mereka, caca berjalan mendekati waiters tadi.


Sedangkan double A dan bara dkk memasuki toko itu, mereka mengedarkan pandangan nya keseluruh toki itu hinga mereka menemukan sekumpulan orang dewasa yang merupakan orang tua mereka, disitu selain orang tua bara juga ada orang tua twins, ara dan ana.


"mami sama papi kok disini? " tanya gevan kepada kedua orang tuanya


"Sudah kalian duduk disini dulu, kalian hanya cukup melihat, dan mendengarkan, tidak usah banyak bicara, nanti kalian akam tahu jawabamnya seiring berjalannya waktu"


Penjelasan velin - mama bara, dan mereka hanya menurut saja, mereka duduk dan diam hingga suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.


"TANTE VELIN"


Velin yang melihat gadis itu datang tersenyum dan merentangkan tangannya meminta untuk dipeluk, gadis itu berlari kearah velin dan memeluknya sangat erat, seperti dia tak ingin ditinggal pergi oleh velin, velin yang dipeluk oleh gadis itupun mau tak mau membiarkan air matanya keluar dan membasahi pipi.


"Hiks, ta-tante kemana hiks, sa-saja selama in-ini, ca-caca kangen sama hiks, tan-te hiks" dia caca gadis itu caca, caca menenali merekka terutama velin, bahkan dulu dia memanggil velin bunna, tapi semenjak kejadian buruk menerima tak pernah ada yang namanya bunda maupun bunna.


"iya, tante tahu kok, tante juga kangen sama caca, sekarang caca udah besar ya, maafin tante yang udah pergi disaat hal buruk mendatangimu satu per satu, tante memang jahat maafin tante" ucap velin disela sela tangisnya


Caca yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya dan melepaskan pelukannya.


"Bunna nya caca nggak jahat, bunna nya caca pergi supaya bisa ketemu lagi sama caca, bunna nya caca pergi dan kembali lagi untuk caca, iya kan, bunna ingin bertemu untuk caca kan" ucap caca kepada velin


Velin yang dipanggil bunna oleh cacapun hanya mengangguk senang dan tersenyum tulus.


Caca menghapus air mata yang membasahi pipi velin, dan tersenyum tulus kepada velin, orang yang melihat senyum caca tercengang pasalnya mereka tak pernah melihat senyum itu.


"Kita makan siang bareng yuk sayang" ajak velin kepada caca, sedangkan caca hanya menurut dan memperhatikan wajah raut velin yang sudah lama tidak caca tamati


"Kamu mau makan apa sayang, biar bunna ambilkan" caca yang diberikan perhatian lebih oleh velin hanya tersenyum dan bersyukur


"Nasi goreng"


Jawab velin dan caca bersamaan, seelah itu mereka terkekeh bersama sama


"Kamu memang belum berubah jika soal makanan, apa semua yang kau sukai dan tidak masih sama seperti dulu" ucap velin hanya mengetes jika benar berarti dia tak perlu bertanya ulang


Caca hanya menganggukkan singkat kepalanya dan tak pernah memalingkan pandangannya dari velin, velin yang dilihati seperti itu bukannya risih justru nyaman, dan damai karna tatapan caca, velin sudah terbiasa ditatap seperti itu oleh caca.

__ADS_1


"Caca, apa yanna sama bunna bisa bertemu dengan keluargamu" tanya adres-papa bara


"Jika memang kalian ingin bertemu dengan keluargaku bisa kok, ayo kita berangkat sekarang aku sudah selesai makannya" jawab caca sambil membersikan tangannya


"Taudah ayo"


"Tunggu buna, tapi aku tak mau naik kendaraan, aku mau naik sepedaku saja, kumohon"pinta caca


"bukankah jauh"


"tidak kon yana"


"baiklah tapi kami akan mengikutimu dari belakang ya? " ucap buna sedikit khawatir


"iya buna terserah kalian"


Merekapun segera keluar dari toko itu, sesuai yang dikatakan caca tadi caca menggunakan sepeda dan diikuti mereka dibelakang


dipertengahan jalan caca berhenti di toko bunga yang membuat mereka heran, tapi mereka mencoba berfikir positif


setelah beberapa menit caca berhenti didepan gang pemakaman yang membuat mereka berfikir macam macam


"ayo buna, yana, om, tante, dan teman teman" ajak caca


Caca berjalan kearah makam keluarganya dengn senyum yang tak pernah luntur, sungguh itu bukan senyum palsu, tapi itu senyum bahagia


"Caca kenapa kita kesini"tanya agha-papi twins


"Kenapa om? kan mereka disini" ucap caca dan berjalan kearah makam bundanya sambil tersenyum


"Bunda kali ini caca sungguh tidak menangis saat datang ke makam bunda, ini untuk pertama kalinya lho bunda, dan caca juga udah tepati janji caca kepada bunda yaitu, membawa bunna dan tante reta kesini dengan putranya yang berarti bara yang baru aku ketahui kalau dia anaknya bunna, jadi otomatis dia adalah bara yang dulu menjadi sahabat kecilku, dan sama baby twins nya tante reta yang sudah dijanjikan akan dipertemukan oleh bunda jika ada waktu, sekarang baby twins sudah sangat besar meraka mirip sama om agha suka ngejek terutama kak gevan kalok kak kevan itu miripnya kalok lagi ketawa sok nenangin padahal dirinya sendiri masih ketawa. " ucap caca sambil tersenyum kepada mereka dan bara


Mereka para orang tua yang ada disana menangis mengetahui kebenaran bahwa sahabatnya telah tiada


"Ayah lihatlat sahabat ayah menangis, bukankah yanna dulu selalu bilang kalau lelaki tak akan menangis, lihatlah kini dia menangis ayah, dulu ayah pasti mengejeknya, tapi sekarang biarkan yanna menangis ya ayah"


Caca memberikan setangkai bunga mawar merah untuk ayah dan bundanya, lalu caca berdiri dan berpindah kesisi yang lain yaitu makam om dan tante nya


"Om, Tante mereka sudah datang kesini, dan apa mereka justru menangis dihadapan kalian, sekarang ejek lah om agha yang sedang menangis seperti itu, bukankah dulu om agha yang mengejek om, tante lihatdeh sahabatnya tante dia sahabat tante yang waktu itukan, yang sukanya ngelawak sampek nangis nangis kalok ketawa, tante vita sama tante rere, ternyata tante rere sudah menikah tan dan tapi tante nggak ngasih tahu caca dan dia juga udah punya anak seumuran sama caca" caca meletakkan bunga mawar merah ditanah dan menghapus air mata yang sempat keluar.


Caca berdiri dan menatap bara lalu berjalan kearah bara dan menarik tangannya, bara yang ditarikpun tak memberontak karna dia ingin tahu makam siapa yang akan ditunjukan padanya


"Hallo kakakku, nih aku udah baiwain baby boy nya kakak yang sekarang udah besar, katanya kakak kangenkan sama bara ini udah ada disamping kakak, kakak boleh kok ngapa ngapain bara aku nggak akan marah lagi kayak dulu" Caca meberikan mawar merah kepada bara untuk diberikan kepada kakaknya, caca memengang nisan kakak sepupunya


"Kak Cio" Ucap caca sambil menghapus air matanya, sedangkan 2A dan bara dkk terkejud dengan apa yang dikatakan caca, cio adalah orang dibahas tadi pagi, bara memegang batu nisan itu dan menaruh bunga di sampingnya dan caca tersenyum


"Sekarang kak cio istrirahat ya, pasti rasa rindu kak cio udah terobati, kakak selalu bilang kalau kakak rindu sama baby boy nya kakak hiks,sekarang dia ada disini kak hiks, dia udah ngasih bunga mawar merah untuk kakak supaya kakak nggak rindu lagi sama baby boy nya kakak hiks" caca mengatur nafasnya dan membawa bara pindah ketempatnya dan caca bergeser lagi agar mereka berhadapan


"Cia kamu disana udah tenangkan, kamu nggak sakit lagi kan, kamu udah kumpul sama keluarga kamu kan hiks, pasti kamu hiks, disana udah bahagia kak cio cinta pertama kamu, pasti kak cio juga udah bilang kalok kamu adalah cinta petamanya sebelum kak sea hiks, semoga kamu disana tenangya, aku sudah mendapatkan sahabat seperti yang kamu inginkan, dan bara udah ada disini hiks, udahudah jenguk kamu hiks, jadi jangan rindu lagi ya cia hiks, aku udah nggagap kamu kayak kakakku sendiri hiks, aku nggak mau kamu hiks sedih, sampai jumpa cia, suatu saat pasti kita akan bersatu seperti dulu lagi, aku, kamu, kak cio, bara, bunda, ayah, mama, papa, om, dan tante, sampai jumpa cia hiks" ucap caca sambil memeluk nisan sahabat kecilnya itu


sebenarnya caca belum bisa menerima jika cia sudah meninggal karna dia baru saja dipertemukan namun dipisahakan lagi, caca menaruh mawar putih di tanah cia dan berdiri diikuti bara


'Sampai jumpa kak cio, cia, kita pasti akan bertemu lagi' itu bukan batin caca namun bara


bara dan caca sudah kembali kesana dan giliran para sabahabat orang tuanya lah yang menghampiri nisan keluarga caca

__ADS_1


sedangkan caca semakin terisak, bara yang tak tahan dengan tangisan caca, ia mendekati caca dan menarik kedalam pelukan nya, caca yang awalnya terkejut pun langsung mengeratkan pelukannya pada bara, bara juga mengeratkan pekukamnya pada caca supaya dia tahu bahwa dia tidak sendiri, masih ada dirinya yang diakui sebagai sahabat kecilnya


__ADS_2