Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~3~


__ADS_3

Sekarang masa MOS telah habis, dan mereka semua sudah resmi menjadi murid di SMA CSC SCHOOL sudah beberapa hari caca menjadi topik di sma itu bahkan hampir setiap hari, caca bahkan sampai dikenal di seluruh penjuru sekolah dan kini genap satu minggu mereka menjadi murid di sana


dan kehidupan caca kini sedikit berubah karna kedatangan orang baru dirumahnya, iya, ibu ibu yang caca tolong waktu itu, ternyata perempuan itu sangat baik dan lembut, dan mungkin sekarang wanita itu belajar meneriman sifat caca yang dingin, namun perlahan lahan juga caca mulai luluh dengan wanita itu, bi sum panggilannya, bibi itu yang sekarang membantu caca masak membersihkan rumah


pagi ini tidak mengambil coklat dan hari seterusnya juga tidak, karna bi sum mengajarkan kepada caca membuat coklat yang enak dan akhirnya caca belajar membuat coklat untuk dijualkan ditoko yang biasanya ia titipi


pagi ini caca berangkat sedikit siang karna sepeda caca rusak dan belum diperbaiki dan akhirnya dia berjalan menuju sekolah hanya butuh waktu 18 menit saja karna caca mengambio jalan pintas


saat memasuki gerbang entah kebetulan atau tidak ara dan ana juga juga datang dari arah gerbang, mereka ber tiga berjalan beriringan


saat dipertengahan jalan terdengar derungan motor


'Brum brum brum'


semua murid yang ada di sekitar sana termasuk caca dkk mengalihkan fokusnya ke arah suara derungan motor di arah parkiran


disana terdapat 3 motor ninja merah dan tidak lupa dengan 3 pria tampan yang mengendarainya


mereka turun dari honda dan membuka helm nya, suasana yang tadinya ramai menjadi hening,mereka tak berani kepada tatapan tajam mereka, wajah tegasnya, mata elangnya.


Mereka berjalan menuju halaman namun ditengah perjalananya


"WHAT, MIMPIM APA GUE SEMALEM BISA LIAT COGAN KAYAK DIA PAGI PAGI GINI, ASTAGA SENYUMNYA EM"


Heboh seorang gadis cantik berambut pendek yang sekarang menjadi pusat perhatian bersama dengan teman temannya


sedang dua gadis yang berada disampingnya hanya menutupi wajah dengan tangan kanannya


dan tak lama pria yang dipuji oleh gadis itu berjalan mendekati mereka dan tak lupa 2 orang pria yang masih setia berada disampingnya


"Ana, apa yang kau lalukakan bodoh" tegur caca kepada ana yang masih dalam keadaan kagum, mulut yang terbuka lebar menampakkan senyuman dan mata yang sedari tadi tak berkedip, tangan yang secara reflek memegang lengang caca


"Hallo cantik" Ucap lelaki itu didepan ana ditambah senyuman yang membuat ana tenggelam dalam pesonanya, kedua teman ana berjaga jaga sampai ide bagus muncul dipikiran caca agar ana sadar.


Caca melihat ana serius, lalu caca mengangkat tanganya dan mengusap wajah ana kasar dari atas sampai bawah dan yang terjadi


"CACA APA YANG LO LAKUIN"


Teriakan ana membuat telinga siapa saja mendenggung sedang kan caca hanya memejamkan mata nya dan mengisyaratkan pada ana untuk menoleh didepannya menggunakan dagu, dan ana, ana justru menggangkat kedu alis nya bertanya 'apa' sekali lagi caca mengisyaratkan untuk menoleh kesamping nya dan


Kedua mata ana membola lebar setelah mengetahui siapa yang ada di depannya dan lelaki didepannya justru tersenyum manis kepada ana


tangan lelaki itu bergerak keatas seperti ingin menyentuh kepala ana, dan dengan kesadaran cepat ara menyenggol tanggan caca, dan caca yang sadar akan apa yang akan dilakukan lelaki itu dia segera menarik ada kebelakang sedikit, hingga kesadaran ana kembali penuh dan yang dilihat ana setelah sadar adalah tatapan tajam dari kedua temannya itu, sedangkan yang ditatap seperti itu hanya nyengir tak berdosa.


Caca menatap tajam lelaki yang hampir menyentuh ana itu

__ADS_1


"Jangan sentuh ana" ucap caca dengan cepat jangan lupakan wajah datarnya


"Apaansi CEPEN" Ucap lelaki itu menekan kata terakhirnya sambil mengangkat dagu nya tinggi


"cepen? " beo caca, ara dan ana bersamaan


"iya, cepen alias cewek.pendek" jelas lelaki itu dan menekan kata 'cewek pendek'.


Caca yang dikatai seperti itu hanya membolakan matanya dan menahan amarah serta malu secara bersamaan, sampai wajahnya merah padam, pipi digembungkan menahan kesal


sedangkan yang lainnya menahan tawanya agar tidak pecah dan


"Ppffrrttt Bwahahahahaa"


Semua orang yang mendengarkan mereka sedari tadi memecahkan tawa mereka kecuali seorang lelaki yang berada di hadapannya itu


"Udah udah, itu mukanya udah merah padam kek gitu masih mau lo godain apa? " dan seketika semua orang kembali mengendalikan tawanya


" Oh ya kita belum kenalan kenalin nama gue Kevan Aldelio Alexcander, anak nya papi Agha Alexcander, anak pertama dikeluarga alexcander" ucap kevan yang mempunyai wajah sama dengan lelaki yang mengejek caca tadi yang membedakan gaya rambut, wajahnya yang terlihat kebih dewasa, dan kulitnya yang lebih putih


"Dan kenalin, gue Gevan Eldalio Alexcander, anaknya mami Reta Alexcander, gue anak kedua dari alexcander dan insyaallah jadi yang terakhir, gue kembarannya bang kev oke" ucap gevan sambil melirik ke arah ana


"Oh ya gue lupa, ini ni yang dari tadi diem dan wajahnya datar kek tembok ni, namanya Baralio Keamon Adreson, anaknya papa Adres Mahersanio dengan mama Velincia Keani Mahersanio, kami bertiga sebenarnya sepupuan makanya bisa barengan"


jelas gevan yang diangguki oleh ara dan ana, sedangkan caca, dia sedang berfikir keras dengan nama kedua orang tua para lelaki itu.


"Ca, ayo kita kekelas" ajak ara kepada caca, caca hanya mengangguk singkat saja


dipertengahan jalan yang dilihat oleh caca adalah sia, gadis yang pernah jatuh dikantin itu, seketika caca tersenyum tipis dan maju beberapa langkah lebih cepat untuk menggapai tangan sia


"Kak sia"


Panggil ana kepada sia saat berada ditengah halaman dan yang terjadi


"Apa caca memanggil kakak kelasnya secara langsung"


"Astaga dunia sudah terbalikkah"


"Apa hubungannya o'on"


"Itu caca yang megang tangan sia"


"Itu benar astaga nggak boleh dilewatkan ini"


deseluruh koridor ada siswa dan siswi yang berhenti dan melihat interaksi mereka berdua dan

__ADS_1


'Kling, kling, kling'


Suara notifikasi di hp para murid yang berada disana, dan ana, ara, dan bara dkk pun juga mengecek instagram mereka bahkan mereka terkejut karna followers mereka bertambah pesat karna foto yang tersebar di instagram sekolah mereka bahkan sampai luar sekolah.


Teman teman caca mendekat kearah caca, dan caca berjalan mendekat kearah sia dan memelukanya seketika yang terjadi dan


'Duar'


Suara balon metetus mengagetkan semua murid yang sedak menonton interaksi mereka berdua, balon yang meletus itu menjatuhkan bunga mawar merah kepada mereka berdua


sedangkan sia yang tiba tiba dipeluk oleh cacapun hanya diam karna dia terkejut, lalu caca melepaskan pelukannya


"Selamat ulang tahun yang ke 17 tahun kak sia, dan selamat kakak berhasil, usaha kakak selama satu tahun ini berhasil, kak sia berhasil mendapatkan hatinya, aku salut sama kak sia yang bisa mendapatkan hati pria itu, pria yang sangat aku sayangi"


Ya, hari ini adalah hari ulang tahun sia, sesuai janji caca, hari ini caca akan menyampaikan pesan seseorang untuk sia


"Da-dari mana k-kau tahu? " tanya sia kepada caca, karna sejauh ini sia tak pernah memberitahukan kepada siapapun tentang tanggal lahirnya kecuali 'dia'


"Aku tahu semua tentang kakak, dan perjuangan kakak selama satu tahun iya kan" ucap caca dengan suara yang bergetar


ara dan ana yang mendengarnyapun menghampiri ana dan merangkulnya, seakan menyalurkan kekuatan untuk caca


"Kakak berhasil mendapatkan hatinya, bahkan seluruh jiwa dan raganyakak, kakak berhasil, perjuangan kakak selama satu tahun ini, menghasilkan buah manis, dia yang sangat aku sayangi, mencintai kak sia"


Jelas caca kepada sia, dan tak terasa air matanya jatuh begitu saja


"Ap-apa maksudmu di-dia? " tanya sia kepada caca, ia terkejud, dan dia juga belum mengerti maksud orang yang caca sayangi itu apa


"Iya, dia kak, lelaki yang selama satu tahun kakak kejar, kak cio, dia kakak ku" akhirnya rahasia yang terkubur selama beberapa tahun terakhir ini terbongkar


dan sia dia terkejud sangat, ini adalah satu rahasia yang belum bisa sia pecahkan berarti ini, jadi dia gadis yang selama ini cio ceritakan padanya, gadis yang selama cio cintai adalah adiknya sendiri.


"Kakak adalah wanita yang hebat, kakak bisa menggambil hati kak cio, bahkan hampir setiap waktu kak cio bercerita tentang kakak, tapi sekarang tidak akan bisa lagi, kak cio tidak akan bercerita tentang kakak lagi"


ucap caca sembari sesegukan dirangkulan ana dan ara, sia yang mendengarkan apa yang caca katakan bingung sendiri, apa maksudnya tidak bisa


"Apa maksudmu ca, kenapa kak cio nggak bisa cerita lagi, dan kemana cio hilang selama beberapa bulan yang lalu" tanya sia sambil memegang pergelangan caca dan meminta penjelasan.


"Mungkin ini memang udah saatnya kak sia mengetahui ini, aku yakin kok kak sia itu wanita yang tegar dan kuat, kakak pasti bisa, dan ini hadiah dari kak cio, dijaga baik baik yakak, disitu juga ada surat dari kak cio, hadiah ini sudah kak cio siapkan jauh sebelum hari ini" ucap caca sambil menyodorkan bukusan kotak tebal didalam tas, seperti kotak roti sedikit tinggi dan panjang nya bisa menyamai tas sekolah


"Ca, kak sia tanya, kak cio kemana?" tanya sia dengan mata yang berkaca kaca


"kak cio sudah tiada"


Ucap caca dan langsung lari menuju taman belakang sekolah, meninggalkan luka dan banyak pertanyaan untuk sia

__ADS_1


"CACA"


teriak ara dan ana, mereka berlari mengikuti ke arah caca pergi dan diikuti bara dkk yang menyusul dari belakangnya


__ADS_2