
"Kalian berdua kenapasih kok nempel terus, nggung deh gue"
"yaelah lo nggak usah binggung kek gitu kali van, mami aja udah nyritain semuanya sama gue, makanya kalok mami cerita didengerin bukan malah ditinggal molor"
Plak
"Astaga bang jangan ditabok dong jidatnya, sakit tau nggak"
"aelah lebay lo"
kini mereka berada diruang keluarga setelah makan malam, dan kini yang sedang diributkan oleh gevan adalah kedekatan bara dan caca
"Wah kayaknya dua manusia es udah runtuh deh didingnya" Celetuk gevan kepada bara dan caca, justru kini dibalas tabokkan dari kevan di jidatnya, karna kepala gevan yang ditidurkan di paha kevan hanya meringis saja menahan kesal pada kembarannya itu
"Kalok seorang putri es bisa menangis karna tak mendapatkan ice crem coklat vanila, bagaimana seorang pangeran es tidak hancur dinding pertahanannya"
Celetuk seorang gadis kecil yang memegang kamera, siapa lagi kalau bukan kia.
"Apa yang kau katakan kia" tanya velin binggung dengan apa yang dikatakan putri kecilnya itu
"iya ma, kak caca itu gadis yang menangis karna nggak kehabisan ice crem waktu itu, dan kak bara yang ngasih ice crem nya"
jelas kia kepada mamanya.
Caca yang malu akan perkataan kiapun memeluk bara dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang nya.
Bara yang melihat tingkah caca pun hanya terkekeh geli dan membalas pelukan yang sudah tama tak durasakan bara.
"Tapi kok kalian tiba tiba sih, turun dari roftof udah pada peluk pelukkan, padahalkan tadi gue lihat pas kalian naik masih misah diri tuh" ucap gevan, memang kevan sempat keluar ingin ambil minum tapi justru melihat bara dan caca naik ke atap rumah, pas ingin menyusul dicegah oleh reta
"iya gimana ceritanya"
pertanyaan dari twins itu membuat caca dan bara saling pandang dan melempar senyum
"Karna caca adalah milikku"
perkataan bara membuat twins dan 2A mengernyit bingung, namun para orang tua sudah paham dengan apa yang dikatakan bara dan tersenyum.
"Jadi ini ceritanya anak papa udah ingat ya"
para orang tua tertawa karna godaan adres kepada bara, sedangkan bara dia hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan memperlihatkan deretan gigi putihnya karna gugup dan binggung.
"Bara kekamar aku yuk"
"Ngapain ca"
__ADS_1
"udah ayuk kekamar paling kamu disini juga digoda terus sama mereka"
"oky"
"Bunna bara aku ajak kekamar ya bun"
"iya terserah kamu, kan bara juga milik kamu"
setelah itu caca bangkit diikuti bara dan menuju kamar caca
"Maksudnya bara juga milik caca apa ma" tanya gevan yang sedari tadi ingin diketahuinya
"Jadi.....
Saat masuk dikamar caca, bara melihat lihat seluruh isi kamar caca dan, tak ada yang berubah
"Masih sama kan"
bara tersenyuk menanggapinya
"Bara kemarilah"
bara menuju ke arah caca, caca menyodorkan sesuatu kepada bara, bara mengernyit binggung dengan benda itu
"apa ini"
"Oh ya, aku tidak memperbolehkan kamu membuka buku diary itu?"
"iya nanti kamu malu katanya kalok aku baca"
"Memang apa isinya aku lupa"
"entahlah"
"bukalah"
"apa kamu nggak marah nanti"
"nggak aku nggak akan marah, kan tidak boleh ada rahasia diaantara kita"
bara dan caca memndudukan diri di tengah kasur, caca membuka halaman pertama, dihalaman pertama itu ada catatan, caca menoleh kearah bara meminta izin dan bara hanya menggangguk.
Jakarta,5 januari
'Tentang caca
__ADS_1
Memang benar yang dikatakan oleh tante Quin, bahwa caca adalah berlian yang harus dijaga dan dilindungi dengan baik agar tidak disakiti oleh siapapun, Caca itu permata bagi keluarga Mahesa, dan bidadari kecil untukku.,
Halaman selanjutnya dibuka
Bandung, 5 februari
' Hari ini aku tidak ada disamping caca, karna papa ada kerjaan di bandung, mama dan aku juga ikut kesana, malam ini sangat indah, bintang bertebaran menghiasi langit yang luas, dengan melihat bintang aku jadi ingat kepada caca, dulu caca pernah bilang kalok "Bara bintang itu kayak berlian ya cantik, dia terlihat sempurna namun tak bisa kita gapai" perkataan itu masih ku ingat sampai sekarang, memang benar bintang itu cantik dan terlihat sempurna namun tak bisa aku gapai, seperti caca, aku belum bisa menggapai caca, mungkin jika aku besar aku akan dengan mudah menggapai caca, itu karna caca sangat menyayangiku dan aku menyayanginya.'
Halaman selanjutnya
Jakarta, 5 Maret
' Hari ini weekend, aku dan caca berada di atap rumah, hari ini ada yang berbeda dari caca, caca terbangun tengah malam dan tak bisa tidur, caca membangunkanku dan aku hanya menurut saja, caca kengajakku untuk ke roftof dan mengajakku duduk disampingnya, entah apa yang mengganggu caca sampai terbangun tengah malam, caca berbaring di karpet yang sudah disediakan disana, caca memelukku sangat erat dan mencari kenyamanan didalam pelukanku, hingga caca terlelap di pelukkanku. '
Halaman selanjutnya
Jakarta, 5 April
' Aku sudah terbiasa dengan perubahan caca yang setiap tengah malam terbangun, sampai sampai aku juga terbiasa bangun saat tengah malam untuk mengecek caca, dan benar adanya, caca baru saja terbangun, aku mendekat kearah caca, menghampiri caca yang sudah terduduk dikasurnya. Saat aku sudah berada disamping caca, caca memelukku dan aku juga membalas pelukannya, lama lama aku merasa itu akan menjadi rutinitas ku sekarang, aku membaring kan caca agar dia tidur kembali, aku mengusap rambut caca lembut dengan caca yang memelukku, hingga kita berdua tertidur kembali hingga pagi '
Halaman selanjutnya
Jakarta, 5 Mei
' Hari ini adalah hari yang ku tunggu tunggu, yaitu hari ulang tahun caca yang ke 7 tahun yang akan dilaksanakan diroftof malam hari, saat persiapan di pagi hari aku menemui om",tante",papa, mama, kakak", dan sahabatku. Aku mengatakan kalok aku ingin mengatakan sesuatu dihari ulang tahun caca, setelah dipikir pikir kak cio memberitahukan kepada apa yang harus aku katakan kepada caca dan diangguki oleh semua keluarga, karna ini adalah rencana yang akan mereka lakukan nanti jika aku dan caca sudah besar yaitu, memiliki caca, namun aku masih ragu apakah caca mau menjadi milikku, dan apakah aku dan caca bisa bersama nanti jika besar, tapi kata om ram "biarkan waktu yang menjawab semuanya" lalu aku menerima ide dari kak cio, aku mengubahnya menjadi bahasa inggris dan menyusun kata kata yang pas.
hingga pada malamnya tiba, malam dimana diadakan acaranya, saat aku mengatakan itu kepada caca, caca menerimanya tanpa berpikir panjang, mulai dari situ aku selalu menganggap bahwa caca hanya milikku, dan aku hanya milik caca, untuk hari ini, besok, lusa, dan selamanya.
Ini akan aku jadikan catatan diary terakhir ku yang berisikan tentang Caca.
MY MINE♡
Caca menutup buku diary milik bara, caca menatap bara yang juga menatapnya dan tersenyum
"Trimakasih bara"
"iya, sama sama, pokoknya jangan sampai rahasia diantara kita oke"
"oke bara"
lalu caca menyimpan buku diary bara ditempat semula.
"Yaudah sekarang kamu tidur besok sekolah"
"tapi aku maunya sama bara"
__ADS_1
"baiklah ayo tidur, kalok yang lainnya terserah mau tidur di mana"
caca terkikik geli dan mulai membaringkan diri di membenarkan posisinya, dengan tangan kiri yang meneluk bara, menaruh kepala di tangan bara, dan dibalas pelukan oleh bara, hingga keduanya tertidur dalam posisi berpelukkan.