Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~2~


__ADS_3

Kini waktu menunjukan pukul 08.00 upacara telah selesai dan yang semakin membuat caca lelah yaitu dia berada dibaris paling depan, karna apa? ya sudah jelas karna dialah yang paling pendek dari semua teman teman dikelasnya.


Saat ini mereka bertiga berada dikantin, ya mereka bertiga caca, gadis yang terluka itu dan gadis yang tomboy


para OSIS memberikan waktu untuk istirahat sebentar dikantin yang diberikan arahan oleh salah satu anggota OSIS dan dilanjutkan setelah istirahat di kantin.


Mereka sekarang disini duduk di meja yang lumayan besar namun hanya ditempati oleh 3 orang saja, kini suasana sangat canggung untuk mereka berdua, untuk si gadis yang sama sekali tak diketahui namanya oleh caca.


"Kenapa pada diem? Nama kalian siapa? Kalian saling kenal? Atau kalian udah kenalan? Katakan!" Tanya caca secara beruntun membuat 2 gadis yang ada didepannya itu pusing dan gugup


berbeda dengan caca yang terlihat sangat santai seolah olah sudah kenal


mereka menatap caca yang sedang meminum susu vanilanya, caca yang merasa diperhatikanpun mengalihkan pandangannya menatap kedua gadis itu bergatian meminta jawaban


"Sebelumnya kita diem karna kita masih canggung dan kita sulit untuk menyesuaikan keaadan, terus yang kedua nama gue Kiara Kanalia Alexsa dan ini Abelana Cantikalia amord, kita udah saling kenal, dan kita emang udah kenal duluan, karna kita itu sahabatan dari kecil" jelas gadis yang berpenampilan tomboy yang diketahui bernama kiara kanalia alexsa itu.


"oh"


'What, hanya oh, astaga gue udah jelasin panjang kali lebar kali tinggi balasannya cuman oh? ' itulah yang ada dipikiran ara saat itu, dia binggung dengan gadis didepannya ini


bagaimana tidak bingung, tadi saat bertanya saja dia langsung memberikan beberapa pertanyaan dan setelah dijawab dia hanya membalas 'oh' dan apa ini dia justru sibuk dengan buku kecilnya itu, dan untuk apa? apakah kakak OSIS yang menyuruhnya untuk membawa buku kecil itu


"Kalian kenapa? kok gitu" Tanya caca kepada ara dan ana yang diam dan menatap caca serius


"Itu buku apaan kakak OSIS nggak nyuruh buat bawa apa apakan termasuk buku kecil yang lo bawa itu" kini ana giliran yang bertanya


"Nggak, ini buku pribadiku" jawab caca tampa mengalihkan fokus nya yang masih di buku kecil itu


"Hah, buku pribadi? apaan tuh buku pribadi" tanya ara dan ana bersamaan yang hanya diacuhkankan oleh caca.


Caca hanya mengendikan bahunya, lalu caca pergi untuk membeli sekotak susu vanila ukurang jumbo dan dibawa ke arah ara dan ana


"Ca lo minum susu terus kok lo bertumbuhnya lambat banget sih" ucap ana dengan tampang tak berdosa sama sekali dan termasuk blak blak an


"Hah maksudnya?, bertumbuhnya lambat" ucap caca bingung dengan apa yang ditanyakan oleh ana, sedangkan ana hanya menganggukkan kepalanya


"Ini itu susu vanila coklat, susu nya enak,rasanya manis, lemaknya sedikit, bisa nambah nafsu makan juga" jelas caca setelah lama berfikir lama apa yang dimaksud bertumbuh lambat.


Sudahlah tak ada gunanya berdebat dengan seorang caca, jika dilanjutkan maka tak ada ujungnya dan pasti caca yang akan memenangkan perdebatan itu

__ADS_1


'Panggilan untuk murid baru pelaksanaan pengenalan sekolah akan dimulai, disegerakan berkumpul pada kakak OSIS yang memberikan arahan untuk per kelas'


"Eh udah panggilan saja, yaudah yuk, kita kesana sebelum terlambat dan dihukum" Ucap caca kepada mereka berdua


tanpa basa basi caca berjalan duluan dan diikuti oleh dua temannya dan menyamakan langkahnya


'Berikan aku waktu tujuh hari kawan.'


Mereka ber tiga sudah berada pada barisannya dan mulai mengelilingi sekolahan, dan didampingi oleh makanan dan minuman, contohnya saja caca, susu vanila caca bahkan masih minum saat kakak OSIS sedang menjelaskan, namun caca memperhatikannya


dan hampir dua jam mereka mengelilingi sekolahan itu, sekarangjam istirahat telah tiba, murid murid di sekolah itu berbondong bondong menuju kantin


begitu juga dengan caca dan teman temannya, sesampainya dikantin


'Bruk'


dan lagi suara sesuatu yang jatuh, seketika kantin menjadi hening dan karna suara tadi yang bisa dibilang sangat keras mengalihkan perhatian murid dikantin dan guru sekalipun.


Seorang gadis berkaca mata jatuh tepat didepan caca, dan itu justru mengejutkan mereka bertiga hingga mereka mundur beberapa langkah


sepertinya itu kakak kelas, dan kini caca tak tahu apa penyebabnya.


Caca berjongkok, kaki kiri sedikit kebelakang seolah olah menggunakan heels, dan kaki kanan yang dimanujukan sedikit, lalu paha kanan dan kiri menjadi tumpuan tangan.


tanya caca kepada seorang gadis berkaca mata itu, dan jangan lupakan andalannya hanya datar, tak ada ekspresi lain


gadis yang diketahui bernama 'Sia' kakak angkatan kelas XI IPS1, itu yang diketahui caca, karna dia sempat menjadi pembicaraan orang orang saat dipertengahan jalan tadi.


"Ta-tadi kakiku terplintir karna nggak bisa menyeimbangkan tubuh" Jawab sia terbata karna mendengar nada datar pada diri caca


"Sini aku bantu berdiri" Ajak caca kepada sia tak ber ekspresi sama sekali, sia yang melihat uluran tangan itu ragu ragu membalasnya


setelah sia membalas uluran tangannya, caca membantunya untuk berdiri


"Ma-makasih" ucap sia kepada caca yang masih dalam posisi yang menunduk


sedangkan caca yang bingung dengan perilaku sia hanya mengendikkan bahu dan berjalan menuju meja kosong diikuti oleh ke dua teman barunya.


"Wow, caca lo seperti malaikat penolong saja, hari ini lo sudah menjadi topik pembicaraan disekolah ini, gila baru pertama masuk saja langsung famous" heboh ara sambil mengotak atik Hp nya

__ADS_1


"bagaimana bisa? dan bagaimana kau tahu namaku dan itu tadi?" tanya caca kepada ara karna sejauh ini memang caca tidak tahu kalau dirinya menjadi topik pembicaraan di sma barunya.


"Astaga ca, lo nggak tahu? di instagram sekolah ini pada membicarakan lo, bahkan sampai kita juga ikut serta, banyak yang memotret kejadian barusan dan tadi pagi, dan bagaimana gue bisa mengetahui nama lo juga karna topik ini, karna kan sejauh ini lo belum kasih tahu nama lo" jelas ana, karna ana juga sedang mengotak atik Hp nya


disekolah ini memang diperbolehkan membawa Hp asal digunakan saat diluar jam pelajaran agar tidak mengganggu konsentrasi.


Caca yang mendengarkan penjelasan mereka hanya mengangguk anggukan kepala tanpa menjawab apapun, justru caca memasang Earphone di telinganya dan berjalan menju salah satu penjual dikantin.


Kantin ini bisa dikatakan cukup besar, karna kantin ini untuk para murid di bloc IPS I maupun IPS 2 dari kelas X sampai kelas XII,di kantin ini terdapat beberapa warung berukuran sedang salah satunya untuk membeli makanan, muniman dan snak itu berbeda warung.


Setelah antri panjang caca datang kekursinya tadi dengan membawa 2 kotak susu vanila berukuran jumbo dan beberapa permen lolipop rasa coklat, bahkan caca tak ada bosan nya dengan susu itu, tadi pagi dia sudah membeli susu yang sama dengan ukuran besar dan ini lagi


bersamaan dengan itu ara dan ana juga kembali dengan membawa roti isi dan teh kotak


"astaga ca, lo beli itu susu lagi yaampun" ucap ana tak percaya sambil menggeleng nggelengkan kepalanya, dan caca hanya mengendikkan bahunya acuh


mereka ber tiga makan dengan tenang terutama caca, bertepatan saat makanan mereka habis bel masuk berbunyi menandakam pelajaran selanjutnya akan dimulai.


Dan untuk murid yang melaksakan MOS dilanjutkan dikelasnya, contohnya perkenalan diri, pembahasan materi, permainan, dan lain lain yang di isi secara gilir oleh para OSIS.


Hari sudah semakin siang siswa siswi di SMA CSC SCHOOL berbondong bondong keluar kelas setelah bel pulang berbunyi, tak terkecuali dengan Caca dan kedua temannya.


Kini ara dan ana menunggu jemputan mereka dan caca pamit duluan dengan alasan masih mempunyai urusan di tempat lain.


Caca mengayuh sepedanya hingga ke ketoko bunga dan membeli beberapa tangkai bunga mawar merah dan satu mawar putih, setelah membeli bunga mawar caca melanjukan sepedanya ke suatu tempat yang banyak pepohonannya dan masuk di gang tersebut


caca berjalan lurus hingga dipertengahan dekat kursi panjang, dia berjongkok, dan memberikan bunga mawar disana


"Ini bunga untuk bunda, dan ini untuk ayah, ini untuk kakak, ini untuk tante, yang ini untuk om, dan yang satu lagi ini untuk kamu kamu"


ucap caca sambil meletak bunga mawar ditanah dan mengusab batu nisan disitu.


ya, di pemakaman sudah menjadi kebiasaan caca untuk datang kemakam satu bulan sekali jika sepulang sekolah untuk menjenguk keluarganya


"Maaf ya aku baru sekarang datangnya, kan hari ini hari pertama sekolah di SMA CSC SCHOOL yang pernah ayah adan bunda ceritakan, hari ini aku sedang menguji ke dua temanku kak, supaya aku tidak salah pilih lagi seperti dulu, dan aku yakin bahwa mereka akan menjadi sahabat sejatiku, dan kamu, aku sudah mengikuti saranmu dengan menggunakan cara seperti itu biar aku mendapatkan teman yang sejati ci. Cika aku merindukanmu, aku ingin ada kamu yang menemani disetiap langkah ku, hari ini aku mulai melangkah disekolah impianmu dan impianku, semoga kamu senang disana ya.


Kakak aku juga merindukanmu, aku ingin kakak selalu ada disampingkun dan memberikan nasehatmu kepada ku, aku ingin kakak mengajarkan aku menjadi gadis yang lebih baik lagi, kak cio, aku juga udah masuk kesekolah itu dan aku juga udah bertemu dengan cinta pertama kakak, kak sia kan namanya, dia cantik meskipun berkaca mata, aku janji kak aku akan menyampaikan pesan kakak kepada kak sia dan memberikan barang yang sudah kakak siapkan untuk kak sia di hari ulang tahunnya, satu minggu lagi adalah harinya.


Ayah, bunda, om, dan tante, kalian baik baik disana ya, caca berjanji akan menjadi gadis yang baik, dan aku juga akan menemukan cinta yang kalian tinggalkan kepadaku, caca akan mencari sahabat kalian dan menyampaikan pesan yang telah kalian tulis.

__ADS_1


yaudah ya, caca pamit pulang sampai jumpa lain hari"


ucap caca sambil berdiri dan berjalan menunduk, hingga dia melihat seorang ibu ibu terduduk dipinggir jalan dan memegang perutnya, caca meringis melihat itu, lalu caca mengahampiri ibu ibu itu dan mengajaknya pulang bersama, dan mungkin caca akan menjadikan ibu ibu itu sebagai ART di rumahnya nanti jika dia mau.


__ADS_2