Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta

Tentang Caca, Sahabat, Dan Cinta
TCSDC ~5~


__ADS_3

"Caca, kamarnya bunna masih ditempat yang sama kan ca"


"iya bunna masih kayak dulu"


Memang setelah dari pemakaman tadi caca meminta mereka semua untuk tinggal dirumahnya selama beberapa hari atau minggu saja, dan mereka tentu saja langsung menuruti kemauan ponakannya itu


dan caca sekarang masih sedikit takut karna tadi dia pulang disuruh untuk memboceng bara menggunakan hondanya dan membiarkan sepedanya diantar pulang oleh orang suruhan agha.


Tetapi bara mau tanggung jawab, buktinya sekarang bara duduk disamping caca dan memberikan air untuknya agar lebih tenang


setelah tenang caca masuk kedalam kamarnya namun sebelum itu caca memberutahu tempat tudur mereka


2A tidur dikamar caca, twins tidur dikamar bara, agha dan adres tidur dikamar velin, velin tidur dikamar reta, rere dan vita tidur dikamar tamu.


Rere dan vita memang memilih untuk tidur diruang tamu karna yang tersisa hanyalah kamar kedua orang tua caca, kamar cio, dava(kakak sepupu caca dan cio, lalu kamar om dan tantenya.


Saat semua sedang istirahat dan bersih bersih, para ibu ibu memasak di dapur dibantu oleh bi sum untuk makan malam, para ayah sedang tidur dan yang lainnya juga, namun tidak dengan caca dan bara


kini caca dan bara berada dilantai atas lebih tepatnya roftof dirumahnya yang memang sengaja dibuat saat weekend, disitu terdapat kolam renang yang sudah lama tak dipakai namun tetap dibersihkan dan diganti ulang airnya jika sudah kotor,karna terkadang caca suka main air dikolam itu meski tidak masuk kedalam kolam karna tidak bisa berenang, caca mungkin hanya duduk ditepia dengan kaki yang dimasukan kedalam air sambil menikmati cuaca sore hari dari roftof rumah.


Sama pada saat itu juga yang dilakukan oleh caca dipinggir kolam renang namun yang membedakan sedikit adalah dia berdua dengan bara


Caca yang sedang meminum susu vanilanya dan mendengarkan musik lewat earphone nya sambil menikmati hembusan angin sore


Bara dia sedang berkutik dengan pikirannya, dia ingin menanyakan sesuatubkepada caca namun rasa gengsinya membuatnya semakin pusing


"Sedekat apa kita dulu"


dan caca menoleh kearah bara dan tersenyum karna bara menanyakan sesuatu yang ditunggu tunggu oleh caca dari tadi


bara yang melihat caca yang justru tersenyum bukannya sedih karna mengungkit masa lalunya itu hanya mengernyit binggung


"tunggu sebentar"


lalu caca berdiri menuju kearah lemari kecil yang diisi oleh handuk, caca membuka tumpukan handuk itu dan dia mengambil Netbook lalu dia bawa menuju bara dan duduk disebelahnya.


Caca menghidupkan netbook itu dan dibukanya bagian album disana sudah menampakkan gambar gambar seorang gadis dan pria yang ber foto, bahkan hampir seluruh isi album itu bergambar seorang berbeda kelamin sewaktu masig kecil


Bara yang melihat foto yang dibuka oleh caca mengernyit bingung dan meminta untuk dijelaskan oleh caca


"mereka siapa"


"kita"


"kita? terus yang satunya? "


"kakak"


"Aku yang mana, kakak yang mana"


Caca menoleh kearah bara setelah mendengar perubahan bahasa itu caca tersenyum menanggapinya, saat caca akan menjekaskan orang yang ada di foto itu bara mendekat dan meranggul pinggang caca, caca yang awalnya terkejutpun membiarkannya karna itu memang sudah kebiasaan bara sejak kecil jika kepada caca


"Ini kamu"


Caca menunjuk foto lelaki yang berada disaping kanan gadis itu yang tak lain adalah caca, bara kecil disitu duduk disebelah kanan caca menggunakan celana hitam panjang dilipat sampai atas mata kaki, baju putih polos yang dilipat sedikit sampai bawah siku tangan, rambut yang sedikit acak acakan, tangan kiri merangkul pinggang caca tangan kanan memegang kedua pipinya, posisi bara saat itu sedang mencium sudut bibir milik caca sebelah kanan.


"Yang ini kak cio"

__ADS_1


Caca menunjuk lelaki yang yang tersenyum lebar menggunakan pakaian santainya, cio duduk di sebelah kiri caca, tangan kirinya memeluk leher caca dan tangan kanannya mengacak rambut bara gemas.


"Ini aku"


Caca menunjuk dirinya sendiri, saat itu caca menggunakan baju yang sama seperti bara, caca menggunakan celana jeans hitam panjang baju putih polos lengan pendek, rambut digerai bebas, posisi caca saat itu leher dipeluk oleh cio, pinggang dirangkul oleh bara dan sudut bibi yang dicium olehnya


"Kamu ingget nggak"


tanya caca kepada bara, bara yang ditanyai berusaha berfikir keras hingga muncul kerutan tipis didahinya, setelah itu bara mengangguk dan menatap caca yang mengembangkan senyum lebar yang selama ini dia sembunyikan


"Aku inget, dulu itu


*Flashback on


Disore hari setelah mandi 3 orang duduk berdampitan di sofa, dia bara, caca, dan cio. semua orang yang melihatnya hanya menggelngkan kepalanya melihat tingkah mereka


Caca yang duduk diantara mereka berdua pun terusik karna dia sedang melihat cia sahabatnya sedang bermain kamera bersama angkasa kakak sepupunya


"Aduh kalian berdua kenapa sih"


pertanyaan caca berhasil menghentikan kegiatan mereka semua termasuk bara dan cio


"itu loh dek, si bara nggak mau ngalah sempit ni"


"nggak bara nggak boleh pergi, kalok gitu kakak aja sana yang pergi"


gelak tawa menghiasi seluruh ruangan disitu melihat caca yang lebih memilih sahabatnya dari pada kakak sepupunya itu


dan cio sedang memikikan rencana jailnya dan


"Ca lihat deh itu tikus terbang"


tunjuk cio di sebelah kirinya, dan reflek caca mengikuti arah yang ditunjuk kakaknya, dan sedetik kemudian cio langsung saja mencium sudut bibir caca dan karna kaget caca menoleh kearah cio dan yang terjadi adalah


Caca mencium pipi cio, seketika itu cio langsung kembali ketempat duduk nya disebelah kiri caca dan tertawa keras karna berhasil menjahili adik kesayangannya itu


sedangkan caca yang mengerucutkan bibirnya kesal pada kakak nya itu pun malah mengadu kepada bara


"Bara lihat kak cio nyium aku masak, kan aku kesel"


"yaudah sini, sini, aku ilangin bekasnya"


Setelah bica begitu caca mendekat kebara dan bara merangkul pinggang caca langsung saja bara mencium sudut bibir caca balik dan sedikit lama dari biasanya


bukannya marah caca justru mengembangkan senyumnya


bara masih dalam posisi yang sama, cio yang melihat itu langsung memeluk leher caca dan mengacak rambut bara gemas dengan tingkah anak dari sahabat orang tuanya yang sudah dianggap adik sendiri oleh cio


disaat bersamaan cia yang sedang menggunakan kamera memotret mereka bertiga dalam posisi yang terlihat sangat mnggemaskan


bara yang terlihat menikmati, caca yang merasa senang dengan perlakuan bara, dan cio yang gemas akan kelakuan kedua adiknya itu


"Nah itu bara nyium kamu kok kamu nggak marah malah senyum, terus kalok kak cio yang cium kamu kok kamu malah marah kenapa"


Pertanyaan itu keluar dari adres mewakili pikiran semua orang, sekalian menggoda ponakannya yang menggemaskan itu


"Itu karna aku lebih suka bara dari pada kak cio, kalok sama bara lembut kalok sama kak cio mainnya iseng isengngan"

__ADS_1


alasan yang diberikan caca mengundang gelak tawa mereka semua, dan seketika wajah caca menjadi merah padam menahan malu karna godaan dari keluarganya


"Ciieee"


flashback of*


Caca dan bara terkikik geli mengingat kejadian bertahun tahun yang lalu


"Mungkin ini sebabnya kakak pergi dan menyisakan dirimu karna kamu yang ku pilih waktu itu" ucap caca menjadi sendu dan melihat lihat foto yang lain


bara yang mendengar perkataan caca berusaha meyakinkan caca, bara membawa caca dalam pelukannya, kini kepala caca bersandar pada dada bidang milik bara, dan tangan bara masih dalam tempatnya memeluk pinggang caca hingga menyalurkan kehangatan didalamnya


mereka berdua masih fokus pada foto foto yang di geser geser oleh caca, hingga berhenti pada sebuah foto mereka berdua di roftof rumah ini saat hari ulang tahun caca yang ke 7 tahun disitu bara mengatakan sesuatu yang membuat kedua hati itu berdetak dua kali lebih cepat dan seakan kejadian itu terulang kembali, dimana bara mengatakan hal yang paling diingat oleh caca dan bara tentunya, tak mungkin jika bara melupakan kalimat yang ia suusn sensiri sewaktu kecil


*flashback on


Dihari ulang tahun caca, dihadapan banyak orang, di roftof rumah caca, bara ingin mengatakan sesuatu yang sudah ia rencanakan dan setelah ia berbincang panjang dengan kakak kakaknya dan para ayah.


Seketika lampu menjadi mati yang ada hanya lampu yang menyorot kearah caca dan seorang pria yang tak lain adalah bara


bara tersenyum tulus kepada caca, bidadari kecil bara yang akan menjadi milik bara sampai kapanpun


bara yang menggunkan setelah jas yang pas dibadan kecilnya membawa bunga untuk caca yang kini menggunakan dres pendek selutut menggunakan mahkota bunga yang melingkar dikepalanya, caca menerima bunga itu, lalu bara mengatakan sesuatu kepada caca


"Caca dengarkan aku you are mine for today, tomorrow, the day after tomorrow, and forever okay"


"Okay, I am yours for today, tomorrow, the day after tomorrow and forever


klic


lampu yang tadi padam kini menyala


Pertanyaan dari bara dan jawaban dari caca, menimbulkan pekikan tertahan oleh para tamu undangan


Cekrek


Siapa lagi pelakunya kalau bukan si cia, setelah memotret mereka berdua, foto ia kirimkan ke netbook nya caca untuk kenang kenangan


lalu mereka berpelukan, dan para tamu bertepukan tangan memeriahkan acara


flashback of*


"Untuk selamanya"


Perkataan bara membuat caca mengangkat kepalanya dan mendongak menatap bara yang sedang tersenyum, caca pun ikut tersenyum mendengar perkataan bara


Cekrek


Kini bukan lagi cia, yang tak lain adalah adiknya bara yang tak lain adalah 'kia' Arcia Kiamin adreson "


Tring


Sebuah notifikasi muncul di layar netbook, saat dibuka mata mereka terbelalak melihat foto yang dikirm ke netbook nya


yang ada dipertanyaan mereka 'siapa orang yang memotret kejadian itu, yang pasti itu bukan cia, berarti jawabannya aladah kia adik bara


seolah sudah tak peeduli lagi, bara dan caca berjalan menuju ruang tempat makan dan menghiraukan tatapan binggung untuk mereka dua.

__ADS_1


__ADS_2