
Healthy Hospital
Sebuah rumah sakit yang sangat terkenal, mempunyai pelayanan dan fasilitas yang sangat bagus. Sehingga di katakan sebagai rumah sakit termahal di antara semua rumah sakit yang ada di negara ini.
Bukan itu saja, tapi semua dokter yang bekerja di rumah sakit ini memiliki kemampuan yang sangat hebat dan gelar yang sangat tinggi. Termasuk para perawatnya.
Sehingga hampir 99% pasien yang di tangani atau di obati oleh dokter tersebut, pasti akan berhasil dan sembuh. Dengan di berikan obat atau penanganan yang baik.
Dan yang paling terkenal di rumah sakit ini adalah dokter spesialis bedah.
Seorang dokter bedah perempuan yang mempunyai paras yang cantik, baik, ramah, pintar atau cerdas. Dan selalu berhasil ketika melakukan berbagai operasi yang di tanganinya.
Dia adalah Olivia Sherly Kyra
Anak dari pasangan Carlos Louis, seorang jenderal tinggi tentara dan Friska Kyra, seorang direktur perusahaan fashion. Kedua orang tuanya mempunyai pekerjaan masing masing.
Selain terkenal sebagai dokter bedah, juga merupakan keponakan dari pemilik healthy hospital tempat dirinya bekerja. Sekarang berusia 23 tahun.
Sekarang oliv sedang berjalan menuju ruangannya, setelah melihat kondisi pasien yang dia operasi kemarin sore. Di sepanjang jalan, semua orang melihat dan tersenyum ke arahnya.
Baik itu pengunjung, pasien, perawat, dokter dan yang lainnya. Dan oliv membalas sapaannya dengan tersenyum atau menganggukan kepala ke arah mereka.
Ruang Dr. Oliv (bedah)
Setelah berada di dalam ruangannya, Oliv langsung duduk di kursi kebesarannya dengan menyandarkan punggung dan kepalanya ke sandaran kursi untuk istirahat.
Saat akan menutup matanya, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu ruangannya. Sehingga tidak jadi dan menengakan kembali posisi duduknya dan merapihkan jasnya.
"Masuk"
Kemudian pintu pun terbuka, masuklah seorang perempuan yang memakai seragam perawat dan oliv kenal, juga merupakan sahabatnya. Yaitu Ziya Clarrisa.
"Ziya"
"Maaf dok, sudah mengganggu waktu anda"
"Tidak, ada keperluan apa ke sini?"
"Saya ingin memberitahu, bahwa semua dokter sudah berkumpul di aula"
"Berkumpul? Aula? Untuk apa?" Oliv binggung.
"Iya, ada rapat untuk membahas mengenai relawan yang akan di kirim nanti"
"ASTAGA, saya lupa mengenai rapat ini" oliv terkejut.
Ziya tersenyum.
"Untung saja perawat ziya memberitahuku. Terima kasih"
"Iya, kalau begitu saya permisi untuk kembali bekerja"
"Silahkan, sekali lagi terima kasih"
Ziya mengangguk, lalu pergi keluar.
__ADS_1
Setelah itu, oliv pun berdiri dari duduknya dan merapihkan kembali jasnya. Kemudian bergegas pergi dari ruangannya menuju aula, tempat berkumpulnya semua dokter.
Aula
Semua dokter sudah berkumpul dan duduk di tempatnya masing masing.
"Untung saja belum di mulai rapatnya" batin oliv, setelah berada di dalam aula dan melihat sekelilingnya. Kemudian duduk di tempatnya.
Tak lama kemudian, pemilik dari rumah sakit tersebut tiba dengan asisten di belakangnya. Dan langsung naik ke podium yang sudah di sediakan, sedang kan asistennya berdiri menunggu tak jauh dari bosnya.
Dr. Elvina Safira kyra, pemilik healthy hospital.
Mempunyai paras cantik, walau pun di usiannya yang tidak muda lagi. Berusia 50 tahun, merupakan kakak dari momynya oliv, juga sebagai tantennya.
"Selamat siang semuanya"
"Siang" mereka.
"Langsung saja, pasti semuanya sudah tahu, kenapa saya mengumpulkan kalian di sini"
Semuanya mengangguk.
"Ini mengenai relawan yang akan kita kirim beberapa hari lagi, untuk menjadi perwakilan dari rumah sakit kita. Dan saya akan mengirim 5 orang sebagai perwakilan dan sudah termasuk ketuanya.
Untuk ketua, saya yang akan memilihnya. Karena yang dapat menjadi ketua dari tim relawan harus memiliki kemampuan bagus dan kuat. Supaya dapat mengatur bawahannya dan memberikan semua informasi yang terjadi selama di sana" jelasnya.
Semuanya mengangguk mengerti dan penasaran, siapa yang akan di pilih sebagai ketua relawan tersebut. Pastinya orang tersebut, sangat di percaya oleh pemilik rumah sakit ini.
"Baiklah, saya akan memilih... dokter spesialis bedah oliv, sebagai ketua dari tim relawan"
Karena di pilih oleh pemilik rumah sakit ini atau tantenya sebagai ketua dari tim relawan. Tapi tak lama kemudian tersenyum.
"Dokter oliv, apakah anda keberatan bahwa saya memilih anda sebagai ketua untuk tim relawan?"
Oliv berdiri dari duduknya.
"Saya tidak keberatan dan berterima kasih karena telah memilih, mempercayai saya untuk menjadi ketua tim relawan"
"Saya sangat percaya, bahwa dokter oliv bisa menangani semuannya dengan baik"
"Terima kasih banyak, saya pasti akan melakukan yang terbaik"
"Anda bisa memilih siapa saja yang akan ikut bersama anda untuk menjadi relawan. Setelah itu, segera kirim laporannya pada saya"
"Baik"
"Rapat selesai, silahkan semuanya kembali ke pekerjaannya masing masing. Terima kasih"
Semuanya mengangguk, kemudian vina dan asistennya pergi keluar aula lebih dulu. Lalu di ikuti yang lainnya, termasuk oliv.
Sebelum itu, beberapa dokter memberikannya selamat atas terpilihnya sebagai ketua tim relawan. Setelah berada di luar aula, pergi menuju ruangannya kembali.
Tiba tiba oliv di kejutkan oleh sahabatnya yang muncul di hadapannya.
"Selamat dokter oliv" mereka.
__ADS_1
"Oh astaga, kalian membuatku terkejut"
Mereka tersenyum, ziya dan seorang perempuan yang tak lain adalah Biaca Lisa, seorang perawat dan sahabatnya juga.
"Ciee, yang jadi ketua relawan" ledek ziya.
"Jangan ngeledek deh"
"Ketua, ketua, ketua" ziya.
Oliv tersenyum menanggapi ledekan ziya untuknya. Sedang kan lisa diam.
Mereka langsung menunggu oliv, di depan aula. Setelah mendengar gosip tentang sahabatnya yang terpilih menjadi ketua dari tim relawan, setelah rapat selesai di umumkan.
"Selamat ya liv" lisa.
"Terima kasih"
"Lalu siapa yang akan kau pilih dan ajak nanti? Aku dengar katanya hanya 5 orang, itu pun sudah termasuk kau?" Ziya.
Oliv mengangguk.
"Lalu siapa?" lisa. "Hm... siapa ya? Tentu saja aku akan pilih kalian berdua dong"
"Bagaimana ziya menurut mu? Apakah kita terima" lisa.
"Gimana ya?" Pikir ziya.
"Bolehkan, boleh..." mohon oliv.
Bagaimana pun oliv berharap cemas, karena takut sahabatnya itu menolak ajakannya. Mereka yang melihat raut muka oliv memohon, membuatnya merasa kasihan.
Hingga akhirnya mereka mengangukan kepala, tanda setuju menerima ajakan tersebut. Setelah mereka saling tatap mata terlebih dulu.
"Kita mau, masa tidak. Iyakan lis"
"Iya betul, kitakan sahabat"
"Serius? Kalian tidak terpaksakan?" Oliv memastikannya kembali.
Mereka menggeleng.
"Tidak kok, itu memang ke inginan kita berdua. Itung itung pergi berlibur" lisa.
"Benar, kapan lagi coba bisa seperti itu" ziya.
Oliv pun tersenyum, karena senang.
"Terima kasih, kalian memang sahabat terbaikku. Aku cinta kalian" oliv memeluk mereka.
"Kita juga" mereka, membalas pelukannya.
Mereka saling berpelukan, membuat orang orang yang berada di sekitarnya melihat ke arah mereka
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, share😊