Tentara Vs Dokter

Tentara Vs Dokter
2.


__ADS_3

Lanjut ya...


"Ehem,,, sebaiknya kita hentikan ini. Orang orang sedang melihat ke arah kita" lisa.


Kemudian mereka melepaskan pelukan dan tertawa pelan, karena masih berada di area rumah sakit.


"Baiklah, nanti aku kasih kabar pada kalian, apabila ada informasi tentang kapan akan berangkat dan informasi lainnya mengenai itu" oliv.


Mereka mengangguk.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke ruangan ku. Mau membuat laporan, supaya lebih cepat selesai"


"Benar. Lebih cepat lebih baik" lisa.


"Semangat" ziya.


"Kalian juga semangat" oliv.


Mereka mengangguk, kemudian oliv pergi lebih dulu meninggalkan mereka.


"Kita juga harus kembali bekerja" ziya.


"Ayo" lisa.


Kemudian mereka kembali ke pekerjaannya masing masing.


Ruang Dr. Oliv (bedah)


Setibanya di dalam ruangan, tanpa membuang waktu lagi. Oliv langsung membuat laporan yang di minta tantenya. Dan berpikir, siapa lagi yang akan ia pilih untuk jadi relawan lainnya.


"Masih kurang 2 orang. Kira kira siapa lagi yang cocok dan mau jadi relawan?" Pikir oliv.


Lalu mengambil ponsel dari dalam saku jas dokternya. Kemudian mencari nomor seseorang untuk di hubungi.


Hingga panggilan pun tersambung.


"Hallo"


"Iya hallo liv, ada apa?" Seseorang.


"Maaf, aku sudah menganggu waktu mu"


"Tidak, aku sedang istirahat" seseorang.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu?"


"Apa? Kau mau membicarakan apa dengan ku?" Seseorang.


"Kapan kau akan kembali? Apakah masih lama?"


"Mungkin seminggu lagi, memangnya kenapa? Apakah ada masalah?" Seseorang.


"Tidak ada, Aku tadinya ingin mengajak mu untuk ikut menjadi relawan, tapi sepertinya kau tidak bisa"


"Masalah itu, aku sudah tahu. Dan sepertinya memang aku tidak bisa ikut bersama mu. Aku minta Maaf" seseorang.


"Tidak apa apa kok, kau tidak perlu minta maaf"


"Lalu siapa saja yang akan ikut nanti? Dan berapa orang?" Seseorang.


"Hanya 5 orang, itu pun sudah termasuk aku. Ziya, lisa, dan masih kurang 2 orang lagi"


"2 orang lagi" seseorang.


"Iya"

__ADS_1


"Hm.. kalau begitu masukkan saja kekasih ku. Biar kekasih ku yang ikut serta" seseorang.


"Serius? Apakah tidak apa apa? Takutnya tidak mau, bagaimana?"


"Mau kok, urusan itu biar aku yang jelaskan padanya nanti. Kau tidak perlu khawatir" seseorang.


"Kau... serius tidak keberatan?"


"Tentu saja tidak, itung itung menggantikan posisiku" seseorang.


"Tega sekali, mengorbankan kekasih mu" oliv canda.


"Tidak apa apa, sekali kalilah" seseorang.


Mereka tertawa bersama di telepon.


"Ya sudah kalau begitu, itu saja. Nanti aku hubungi lagi, bagaimana selanjutnya"


"Iya" seseorang.


"Terima kasih dan maaf telah merepotkan mu"


"Tidak apa apa kok, kitakan sahabat" seseorang.


"Kau sahabat terbaik ku, begitu juga dengan mereka"


"Iya" seseorang.


"Aku tutup dulu teleponnya dan semangat untuk mu"


"Kau pun semangat" seseorang.


Kemudian panggilan pun berakhir.


"Bertambah 1 dan tinggal 1 lagi. Ohya dia, pasti dia juga mau ikut. Iya benar, dia saja. Nanti aku tinggal konfirmasi saja dengannya, bahwa aku memilihnya. Baiklah, soal tim sudah lengkap" oliv, sambil mengetik hal lainnya supaya cepat selesai dan cepat di kirim laporannya.


"Akhirnya selesai juga, tinggal aku kirim saja" oliv lega dan mengirim langsung laporannya melalui email.


Karena zaman sekarang teknologi sudah canggih, mengirim apapun tidak perlu bertemu atau menghampirinya langsung. Setelah emailnya terkirim, hanya tinggal menunggu jawabannya.


Kemudian oliv merengangkan ototnya yang lumayan pegal dan mengistirahatkan.


Di tempat lain, coffe shop.


Dua orang pemuda dewasa sedang menikmati waktu santainya dengan di temani secangkir kopinya masing masing.


Theo Vincent Kyler


Seorang kapten tentara yang memimpin timnya, yaitu tim alpha. Mempunyai wajah tampan, gagah, kekar berotot, menawan. Berusia 25 tahun.


Anak dari pasangan Dareen Kyler, seorang direktur PT. D Kyler yang bergerak di bidang IT. Dan Yasmin, seorang desainer pakaian dan pemilik dari butik kyler.


Gerald Bastian


Seorang sersan tentara dari tim alpha. Mempunyai wajah dan bentuk tubuh seperti kaptennya, theo. Berusia 25 tahun.


Mempunyai seorang kekasih. Orang tuanya sudah meninggal 5 tahun lalu, akibat kecelakaan pesawat yang mengakibatkan mereka meninggalkannya seorang diri.


Mereka adalah sahabat, sejak kuliah di akademi militer bersama kekasihnya gerald.


Tiba tiba ponsel milik gerald berbunyi dan nama kekasihnya tertera di layar ponselnya setelah melihat siapa yang menghubunginya.


"Siapa?" Theo.


"Kekasih ku" gerald.

__ADS_1


"Angkatlah. Barang kali ada sesuatu yang penting" theo.


Lalu tanpa menunggu lama, gerald langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo sayang, ada apa?" gerald.


"Sayang, kau sedang ada di mana?" Seseorang.


"Sedang di coffe shop bersama theo. Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" gerald.


"Tidak, aku hanya ingin tahu, kau sedang apa di sana" seseorang.


"Dasar kau ini" gerald tersenyum, sedangkan seseorang di sebrang telepon cekikikan.


"Baiklah, aku tutup teleponnya. Nanti di sambung lagi. Aku harus segera pergi" seseorang.


"Iya, hati hati" gerald.


"Iya, I love you" seseorang.


"I love you too" gerald.


Kemudian panggilan pun berakhir.


"Ada apa?" Theo.


"Tidak ada apa apa, dia hanya menanyakan aku sedang di mana dan bersama siapa" gerald.


"Astaga, semakin lama dia semakin over pada mu" theo.


"Wajar, dia melakukan itu. Karena dia takut, kekasihnya sedang bersama perempuan lain. Kau juga pasti akan mengalami hal seperti itu, ketika kau mempunyai kekasih nanti" gerald.


Theo memutar matanya bosan dan acuh.


"Besok kita sudah harus kembali" gerald.


"Iya, dan aku masih belum puas untuk itu. Hanya 1 bulan? Yang benar saja" theo kesal.


"Aku pun sama seperti mu, tapi mau bagaimana lagi" gerald.


"Kita hanya bisa menuruti aturan dan perintah" theo.


"Kau benar" gerald.


Kemudian di lanjut dengan obrolan lainnya.


Rumah sakit


Oliv berjalan di lorong rumah sakit menuju area keluar untuk pulang. Karena jam kerjanya sudah selesai dan langit pun sudah berwarna jingga, menunjukan waktu sore hari.


Tiba tiba di depannya dengan jarak beberapa meter, oliv melihat temannya sedang berjalan menuju arah yang sama sepertinya. Mereka adalah orang yang ada di dalam daftar timnya.


Kemudian oliv memanggil mereka untuk berhenti berjalan.


"Dokter candra dan garry" oliv.


2 orang yang di panggil namanya oleh oliv pun berhenti berjalan dan menengokan kepala mereka ke belakang, di mana oliv berada. Melihat itu, oliv pun segera berjalan untuk menghampiri mereka.


Michael candra dan Garry Adelard


Mereka adalah dokter umum, yang sama bekerja di healthy hospital. Mempunyai wajah yang cukup tampan, berusia 24 tahun. Mereka berteman cukup dekat dengannya.


Karena salah satu di antara mereka, ada kekasih dari sahabatnya. Yaitu gerald Adelard.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen and share🙏


__ADS_2