
Beberapa jam kemudian
Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya pintu ruangan terbuka. Oliv dan yang lainnya keluar.
"Bagaimana keadaan pangeran?" asisten.
"Operasi berjalan dengan lancar. Kita hanya tinggal menunggu pasien sadar. Tapi mungkin, pasien akan memiliki bekas operasi tersebut" oliv.
"Tapi bagaimana kalau pangeran tidak kembali sadar?" asisten.
"Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya. Jadi, anda tak perlu khawatir. Saya tidak akan lepas dari tanggung jawab" oliv tegas.
"Baik, saya pegang perkataan anda" asisten.
Oliv mengangguk.
"Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan mengenai pangeran?" Oliv.
"Mengenai apa?" Asisten.
"Sebenarnya apa yang terjadi sebelum pangeran tertembak? Juga dengan sesuatu di dalam perutnya? Apa orang orang yang mengejar pangeran mengincar sesuatu yang ada di dalam tubuh pangeran itu?" Berbagai pertanyaan langsung oliv lontarkan.
Sang asisten terdiam sebentar sebelum menjawab.
"Untuk itu saya tidak bisa menjawabnya" asisten.
"Baik saya mengerti, Untuk sementara anda hanya bisa menjaganya di luar, tidak bisa di dalam" oliv.
Asisten tersebut menngangguk.
"Nanti saya akan kembali lagi kesini untuk pengecek pasien dan melihat perkembangannya" oliv.
"Baik" asisten.
Kemudian oliv dan yang lainnya pergi, begitu juga theo dan temannya.
3 hari kemudian
Ruang pasien
Oliv dan garry sedang menjaga pasien VIP, setelah bergantian dengan ziya dan candra. Tiba tiba jari pasien bergerak pelan dan menggerang.
"Anda sudah sadar? Anda bisa melihatku?" Oliv.
Pasien tersebut sudah membuka kedua matanya. Melihat kedepan, dimana ada oliv dan garry berada.
Pasien mengannguk pelan.
"Syukurlah, anda sudah sadar. Saya akan periksa anda dulu" oliv, memeriksa.
Pasien diam dan menurut.
"Bagaimana?" Garry.
"Sudah membaik, hanya butuh istirahat beberapa hari lagi" oliv.
"Aku panggil dokter dan asistennya" garry.
Oliv mengangguk.
***
Pangkalan bandara militer
Sebuah helikopter mendarat dengan sempurna di landasan. Dan saat itu beberapa orang keluar dan turun dari helikopter tersebut. Yaitu jenderal tinggi carlos, di susul oleh anak buahnya di belakang.
Sedangkan beberapa orang tentara berbaris rapih dan berdiri tegak dengan hormat, untuk menyambut komandan mereka yang datang, bersama pasukannya.
"Perhatian, hormat pada komandan" edwin, setelah carlos berdiri di hadapan mereka.
__ADS_1
Mendengar perintah edwin, semua mengangkat tangan kanan untuk memberinya hormat.
"Hormat" mereka.
Carlos hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepala.
"Tegak gerak" edwin.
Semua menurutkan tangannya, setelah mendengar perintah edwin kembali.
"Terima kasih atas kerja sama kalian semua" carlos.
"Iya" mereka.
"Sebelum rapat, saya ingin berbicara terlebih dulu dengan kapten theo, sersan gerald, Dr. Kia dan... Dr. Oliv. Bisa panggilkan dia" carlos.
"Baik komandan" edwin.
"Yang lainnya bisa tunggu di ruangan rapat" carlos.
"Siap komandan" mereka.
Ruang carlos
"Silahkan duduk" carlos, yang duduk di hadapan mereka.
"Tidak pak" mereka, berdiri di hadapan komandan yang hanya terhalang oleh meja.
"Bagaimana..." carlos terhenti, karena mendengar suara ketukan pintu.
"Masuk" carlos.
Kemudian pintu terbuka perlahan, masuklah oliv dengan raut wajah terkejut.
"Dady" batin oliv.
Saat melihat carlos ada di dalam ruangan, duduk melihat kearahnya.
"Tidak" carlos.
Dalam hati, mereka tersenyum dan menggerakkannya lewat tatapan mata.
"Baiklah langsung saja pada intinya. Kalian sudah bekerja keras untuk membantu masyarakat akibat gempa yang terjadi sebelumnya, juga tim medis dari hospital healthy yang membantu memberikan perawatan bagi masyarakat yang terluka atau meninggal. Saya mengucapkan banyak terima kasih" carlos.
"Iya pak" mereka.
"Apa kalian ada yang terluka?" Carlos.
"Tidak pak" mereka.
"Bagus, itu saja yang ingin saya sampaikan. Silahkan kembali, kecuali dr. Oliv tetap disini. Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda" carlos.
"Baik pak" mereka.
"Dr. Kia" carlos.
"Saya mengerti pak" kia.
Membuat theo dan gerald di landa binggung.
"Hormat" mereka.
Sedangkan oliv hanya mengangguk.
Kemudian mereka keluar dari ruangan tersebut, tanpa oliv.
****
Rumah sakit
__ADS_1
Oliv sedang istirahat di ruangannya, setelah beberapa menit melalukan operasi dadakan. Lalu ponselnya tiba tiba berbunyi, pesan masuk yang ternyata dari kekasihnya, theo.
Oliv membaca pesan tersebut yang berisi, bahwa kekasihnya ada di luar/depan rumah sakit sedang menunggunya untuk bertemu dan tanpa lama, oliv langsung bergegas pergi untuk menghampiri.
"Theo" oliv
Setelah berada di depan kekasihnya dengan penampilannya seragam khas tentara, menandakan bahwa ada sesuatu yang ingin disampaikan padanya. Karena setiap theo datang dengan seragamnya pasti ada urusan penting.
"Kenapa tiba tiba datang dan ingin bertemu? Apa terjadi sesuatu?" Oliv.
Theo menghela nafas dengan raut berbeda.
"Ada apa?" Oliv mulai khawatir.
"Malam nanti aku tidak bisa pergi bersamamu, ada urusan penting yang harus aku lakukan" theo.
"Apa kau," oliv terpotong.
"Aku akan pergi melaksanakan tugas" theo.
"Berapa lama?" Oliv.
"3 bulan" theo.
"3 bulan?" Oliv.
Theo mengangguk.
"Kenapa sangat lama? Apa sangat urgent sekali, sampai 3 bulan lamanya?" Oliv.
"Iya" theo.
Oliv terdiam, merasa sedih dan juga khawatir karena dirinya tidak akan bertemu dan berpisah selama 3 bulan dengan kekasihnya, menurutnya itu adalah waktu yang cukup lama.
"Jadi, aku datang ke sini ingin bertemu, melihat wajahmu sebelum aku pergi" theo.
"Kau akan pergi sekarang?" Oliv.
"Iya, setelah dari sini aku dan yang lainnya berangkat" theo.
Oliv langsung berhambur ke arah theo untuk memeluknya dengan erat. begitu pun sebaliknya, theo membalas pelukannya dengan tak kalah erat sambil mengelus kepala kekasihnya dengan lembut, sesekali menciumnya.
Ya, theo tahu bahwa sekarang kekasihnya sedang sedih, menahan air matanya untuk tidak menangis di hadapan dan pelukkannya.
"Cepatlah kembali. Jangan sampai terluka" oliv.
"Aku pasti akan kembali secepatnya, setelah urusan selesai. Aku tidak akan terluka atau pun mati. Aku janji padamu" theo.
Oliv mengangguk
"Aku pasti akan merindukanmu" theo.
"Aku juga, pasti akan merindukanmu" oliv.
Theo melonggarkan sedikit pelukkannya untuk melihat oliv, sehingga sekarang mereka saling bertatapan.
"Aku mencintaimu" theo, mengecup lembut kening oliv dengan sayang.
Sedangkan oliv menutup matanya, untuk meresapinya. Setelah itu, pelukkan mereka pun terlepas.
"Aku pergi" theo.
"Iya, hati hati" oliv.
Theo pun mengangguk dan tersenyum, sambil berjalan masuk ke dalam mobil. Lalu pergi meninggalkan area rumah sakit, dan oliv menatap kepergian sang kekasih sampai tak terlihat lagi sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Aku juga mencintaimu" oliv lirih.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, komen, share🙏