
Gerald berjalan ke arah kaptennya, setelah membantu yang lainnya. Ya, mereka sudah kembali ke barak beberapa hari yang lalu, untuk menjalankan kembali tugas mereka.
"Ada apa?" Theo.
"Tidak. Aku dengar daftar nama tim relawan sudah ada. Apa kau sudah melihatnya?" Gerald.
"Sudah" theo.
"Katanya, ketua dari tim relawan tersebut adalah dokter terbaik dan terkenal di healthy hospital. Kalau tidak salah namanya olivia, sebagai dokter spesialis bedah" gerald.
"Aku baru tahu, ternyata kau suka bergosip juga" theo.
"Tidak, aku hanya mendengar para tentara membicarakan dokter itu. Makanya aku tahu" gerald.
"Lalu?" Theo.
"Juga, dokter itu cantik. Siapa tahu kau dan dokter itu bisa..." gerald terhenti.
"Apa yang mau kau bicarakan?" Theo, memotong perkataan gerald sambil tersenyum.
Melihat senyum theo yang terkesan aneh, gerald tidak melanjutkan perkataannya lagi.
"Tidak, tidak apa apa" gerald.
"Kau bisa..." theo terhenti, karena kedatangan patrick yang di hadapan mereka.
"Hormat" patrick.
"Ada apa?" Theo.
"Mayor edwin memanggil anda kapten dan sersan gerald untuk ke ruangannya" patrick.
"Mayor edwin?" Gerald.
Patrick mengangguk.
"Ada apa mayor edwin memanggil kita?" Theo.
"Saya tidak tahu" patrick.
"Baiklah, saya dan sersan gerald akan ke sana" theo.
Kemudian patrick pergi, setelah memberi hormat pada theo.
"Menurut mu ada apa kira kira?" Gerald.
"Tidak tahu, kita lihat saja nanti" theo.
Kemudian bergegas pergi menghampiri atasan mereka.
R. Mayor
Sekarang mereka sudah berada di dalam ruangan edwin, di mana atasannya itu sedang duduk di hadapan mereka. Dan mereka tidak tahu, ada apa atasannya itu memanggil mereka.
"Hormat" theo.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan kalian" edwin.
"Tentang apa pak?" Theo.
"Tim relawan dari healthy hospital" edwin.
Mereka mengangguk mengerti.
"Kemungkinan siang nanti tim relawan tersebut akan datang. Dan saya minta, kalian pergi untuk menjemput mereka. Karena mereka akan melakukan tugasnya di sini selama beberapa bulan" edwin.
"Baik pak" mereka.
__ADS_1
"Satu lagi, sambutlah dengan baik dan siapkan pesta kecil" edwin.
"Pesta?" mereka terkejut.
Karena tidak biasanya mengadakan pesta kecil atau besar ketika kedatangan pendatang atau tamu.
"Iya, untuk menyambut tim relawan" edwin.
"Mau siapkan pesta seperti apa pak?" Theo.
"Terserah" edwin.
"Lalu untuk kapan?" Theo.
"Sore, setelah tim relawan datang. Kita akan berpesta bersama" edwin.
"Baik pak" theo.
Kemudian mereka keluar dari ruangan edwin, setelah pembicaraan selesai dan memberi hormat.
Siang hari, pangkalan bandara militer.
Oliv dan yang lain sudah tiba beberapa menit yang lalu, setelah penerbangan selama 7 jam dan sekarang sedang menunggu jemputan dari tempat di mana mereka semua akan tinggal nanti.
Sebelumnya pihak Healthy Hospital sudah memberitahu bahwa akan ada jemputan untuk tim relawan. Makanya tim relawan sekarang sedang menunggu.
"Astaga, cuaca di sini lumayan panas" ziya.
"Kenapa? Kau menyesal telah ikut ke sini?" Lisa.
"Tidak, aku tidak menyesal sama sekali. Hanya saja, aku tidak tahu bahwa cuaca di sini akan seperti ini" ziya.
"Bersabarlah, mungkin orang yang menjemput kita sedang dalam perjalanan" oliv.
Mereka mengangguk.
"Kita akan menunggu" candra.
"Iya benar" garry.
"Sepertinya, ini mobil jemputan kita" oliv.
"Astaga, serius kita akan naik mobil seperti ini?" Ziya tak percaya.
"Sepertinya begitu. Kenapa?" Lisa.
"Tidak" ziya tertawa miris.
Saat itu, pintu mobil pun terbuka. Tiga orang pria berseragam tentara keluar dan berjalan kearah mereka. Kemudian berhenti di hadapan oliv dan yang lain.
Siapa lagi kalau bukan theo, gerald dan patrick.
"Astaga, mereka tampan. Aku tidak tahu bahwa tentara ada juga yang seperti mereka" bisik ziya.
"Sttt... nanti mereka dengar" bisik lisa.
"Baik" ziya.
"Selamat siang. Saya theo vincent kyler, kapten dari tim alpha" theo.
"Selamat siang juga. Saya olivia, selaku ketua tim relawan dari healthy hospital dan mereka adalah tim ku" oliv.
"Hallo" tim relawan.
"Hallo, senang bisa bertemu kalian" theo.
"Kita juga" tim relawan.
__ADS_1
"Ke datangan saya ke sini adalah untuk menjemput kalian, tim relawan" theo.
Mereka mengangguk.
"Saya yang akan bertanggung jawab atas keamanan kalian semua, selama kalian tinggal di barak nanti" theo.
Mereka mengangguk.
"Dan sekarang kita akan berangkat, tapi sebelumnya naikan dulu barang barang kalian ke mobil" gerald.
"Baik" mereka.
Kemudian tim relawan mulai mengangkat koper dan tas untuk di naikan ke mobil, di bantu oleh ketiga pria tersebut. Setelah selesai, semuanya naik dan masuk ke dalam mobil.
Posisi mereka adalah theo duduk di depan samping kemudi, sedangkan gerald duduk di kursi kemudi, samping theo. Oliv, ziya, lisa, duduk di kursi penumpang belakang.
Lalu patrick, candra, garry duduk di kursi terbuka bersama koper dan tas mereka. Sudah tidak ada tempat lagi selain itu, karena tidak mungkin mereka menyuruh perempuan duduk di sebelah itu.
Kemudian mobil pun berangkat, pergi melaju ke tempat tujuan.
Barak, kawasan area militer.
Setelah menempuh waktu yang cukup lama, akhirnya tiba di tempat tujuan. Tempat di mana tim relawan akan tinggal selama beberapa bulan ke depan.
Semua turun dari mobil, setelah berhenti. Dan menurunkan semua koper dan tas bawaan tim relawan. Kemudian, theo mengajak semuanya untuk masuk.
Setelah sampai di tempat untuk tim relawan dari healthy hospital, tim relawan tersenyum. Karena melihat para tentara yang menunggu kedatangan mereka, menyambut mereka dengan baik.
"Selamat datang tim relawan healthy hospital" para tentara.
"Terima kasih" tim relawan.
Kemudian tim relawan melihat sekelilingnya, dimana suasana tempat yang berbeda sekali dengan tempat tinggal mereka (kelahiran).
"Lihat, itu medicube kita" tunjuk candra.
Mereka pun melihat kearah tersebut.
"Tempat bekerja kita nanti selama di sini" oliv.
"Coba lihat sebelahnya, sepertinya itu tempat tinggal kita" lisa.
"Astaga. Serius, kita akan tinggal di tenda itu selama di sini?" Ziya tak percaya.
"Dan kita seperti sedang pergi camping" candra.
"Camping kepala mu" ziya.
"Kenapa? Itukan seru tahu" candra.
Saat ziya akan membalas perkataan candra, garry sudah lebih dulu menyela perkataannya. Sehingga ziya tidak jadi bicara.
"Sudah, kalian ini. Coba lihat, semua orang sedang melihat ke arah kalian" relai garry.
"Maaf" mereka.
Oliv hanya tersenyum menanggapinya.
"Bicara tempat tinggal, itu benar adalah tempat tinggal kalian selama di sini. Tapi kalian tidak perlu khawatir, di sini aman dan tidak akan terjadi sesuatu" theo.
"Kita percaya kok" oliv.
"Iya benar" garry. Yang lain menagngguk setuju.
"Apabila kalian membutuhkan sesuatu, kalian bisa mengatakannya padaku atau sersan gerald" theo.
"Baik" Mereka.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, komen dan share🙏