Tentara Vs Dokter

Tentara Vs Dokter
07.


__ADS_3

Posisi mereka adalah edwin duduk di tengah. Sebrang pertama ada oliv, ziya, lisa, candra, garry, kemudian para tentara. Sebrang kedua ada theo, gerald, patrick, kemudian para tentara.


Posisi oliv dan theo adalah saling berhadapan satu sama lain.


"Baiklah, pertama saya ucapkan terima kasih banyak pada semua yang sudah bekerja keras untuk ini. Kedua, kita merayakan pesta ini untuk menyambut ke datangan tim relawan dari healthy hospital.


Ketiga, terima kasih healthy hospital sudah mengirim beberapa dokter dan perawatnya untuk menjadi relawan di sini. Semoga kerja sama kita sampai ke depannya berjalan dengan lancar" edwin.


Semuanya mengangguk.


"Saya juga selaku perwakilan dari healthy hospital mengucapkan banyak terima kasih. Karena kalian sudah menyambut kedatangan kita dengan sangat baik dan memberikan pesta seperti ini.


Dan benar kata anda, semoga kerja sama kita ke depannya berjalan dengan lancar dan tim relawan akan mengerahkan semua kemampuannya dengan baik" oliv.


Edwin tersenyum, begitu juga dengan yang lainnya.


"Mari bersulang untuk kerja sama kita" edwin berdiri, sambil mengangkat gelasnya.


"Baik" mereka semua, sambil melakukan hal sama seperti edwin.


"1.. 2.. 3.. cheers" edwin.


"Cheers" semua.


Ting, suara detingan gelas bertabrakan pun terdengar cukup keras.


Pemberitahuan saja, untuk yang mereka minum ini bukan alkoholnya. Tapi, sirup buah yang mereka buat sendiri.


"Silahkan di makan" edwin.


Semua kembali duduk, lalu mulai mengambil dan menyantap makanan tersebut.


"Selamat makan" semua.


"Wah, enak" candra.


"Iya, rasanya sangat pas" lisa.


"Begitu juga dengan dagingnya. Matang merata" ziya.


"Sepertinya para tentara di sini, semuanya pandai sekali memasak" puji oliv.


Mereka mengangguk.


Para tentara yang mendengar itu, tersenyum senang.


"Terima kasih, memang semua tentara di sini pandai membuat masakan apapun. Di jamin semua rasanya enak dan nafsu makan pun meningkat" edwin.


"Anda benar, mungkin dalam beberapa hari kedepan berat badan saya bisa naik, karena terlalu senang dengan masakan disini" canda oliv.


"Anda bisa saja" edwin.


"Karena disini juga, jauh dari istri atapun keluarga. Jadi, harus bisa mandiri" ziya.


Semuanya mengangguk setuju.

__ADS_1


"Juga, bukan hanya perempuan saja yang harus bisa memasak atau mengurus rumah. Laki laki pun, juga harus bisa. Jangan mau kalah sama perempuan" oliv.


"Benar sekali" edwin.


Kemudian semuanya terus mengobrol hal lainnya, sambil menyantap makanan. Hingga tak terasa sudah berapa lama dan semua makanan di atas meja habis tak tersisa.


Langit pun sudah berubah warna gelap, menandakan sudah memasukki malam hari.


"Terima kasih makanannya" tim relawan.


Mereka mengangguk.


Acara pesta pun selesai, mereka semua mulai membereskan dan membersihkan peralatan makan, juga lainnya. Setelah semua selesai, semua orang kembali ke aktivitasnya masing masing.


Tim relawan pergi ke medicube untuk memeriksa semua peralatan dan lainnya untuk persiapan besok di gunakan.


"Kenapa? Saat pesta dimulai hingga selesai, kau diam saja. Apa yang sedang kau pikirkan?" gerald.


"Tidak ada. Ayo kembali" theo.


"Baik" gerald.


Kemudian mereka pergi.


Ke esokan harinya.


Tim relawan siap menjalankan tugasnya sebagai tim medis. Oliv dan yang lainnya berjalan menuju medicube, saat itu ternyata para tentara sudah berkumpul di depan medicube.


"Sejak kapan mereka semua sudah berkumpul di sana?" Candra.


Kemudian mereka menghampiri sekumpulan tentara tersebut.


"Selamat pagi" oliv.


"Pagi" tentara.


Semua tentara terpesona, mengagumi kecantikan oliv. Ternyata rumor yang beredar tidak bohong, benar. Bahwa dokter yang terkenal di healthy hospital sangatlah cantik.


"Baik, kalian semua di mohon untuk mengantri dulu. Nanti, akan kita panggil beberapa orang untuk masuk, sampai seterusnya" oliv.


"Baik" para tentara.


"Perawat lisa, tolong kau atur bagian antrian" oliv.


"Baik dok" lisa.


"Kita mulai" oliv.


Kemudian tim relawan masuk ke dalam medicube. Sedangkan para tentara menunggu di luar, menunggu panggilan.


Oliv, candra, garry bertugas bagian pemeriksaan. Ziya membantu para dokter. Dan lisa mengantur antrian. Beberapa orang pertama masuk, setelah lisa memanggilnya.


Tiba tiba theo dan gerald datang, masuk ke dalam medicube, setelah para tentara yang di luar memberinya hormat. Begitu juga dengan tentara yang berada di dalam.


"Kapten theo, sersan gerald" oliv.

__ADS_1


"Apa sudah di mulai pemeriksaannya?" Theo.


"Baru akan di mulai" oliv.


"Ya sudah, silahkan di lanjutkan" theo, membalikan tubuhnya untuk pergi.


"Tunggu" oliv.


Membuatnya kembali menghadap oliv dan yang lain.


"Ada apa?" Theo.


"Sebagai kapten mereka. Anda bisa menjadi yang pertama untuk di periksa. Begitu juga dengan sersan gerald" oliv.


Theo terdiam sebentar, sebelum menjawab.


"Baik" theo.


Kemudian mereka berjalan mendekat dan duduk di kursi untuk di periksa. Theo di periksa oleh oliv, sedangkan gerald oleh candra. Saat pemeriksaan, posisi mereka begitu dekat.


Sehingga theo bisa melihat dengan jelas wajah cantik natural juga aroma wangi oliv. Melihat raut wajah oliv yang serius, saat sedang melakukan pekerjaannya.


Hingga beberapa menit, akhirnya pemeriksaan selesai.


"Sudah, tinggal menunggu hasilnya beberapa hari lagi" oliv.


"Terima kasih" theo.


Oliv mengangguk, lalu theo berdiri dan berpamitan pergi keluar, di ikuti gerald seperti biasa. Setelah hampir seharian memeriksa kesehatan para tentara, akhirnya semuanya selesai.


Tim relawan membereskan dan merapihkan apa yang mereka gunakan tadi. Pergi ke tenda masing masing untuk istirahat.


Setelah cukup istirahat, oliv pergi untuk jalan jalan di kawasan area militer, tanpa di temani oleh sahabatnya, hanya seorang diri. Oliv ingin melihat bagaimana situasi dan pemandangan yang ada di kawasan area militer.


Oliv berjalan selangkah demi selangkah setiap perjalanannya, sesekali mengambil gambar untuk di simpan sebagai kenangan, bahwa dirinya pernah datang ke tempat ini. Mengagumi pemandangan yang di lihatnya.


Hingga tak terasa, oliv sudah berjalan cukup jauh dari area tempat dirinya tinggal. Dan tak sengaja melihat sesuatu di bawah pohon besar yang cukup rindang.


"Itu siapa?" oliv.


Karena penasaran, akhirnya oliv pergi untuk menghampiri dan melihat, siapa seseorang tersebut.


"Bukankah ini, kapten theo? Kenapa sendirian disini?" batin oliv, setelah berada di depannya dan melihat orang yang dimaksudnya sedang memejamkan kedua matanya, tidur.


"Siapa yang di sampingku? Apa mungkin gerald? Tapi kenapa diam saja?" batin theo.


Sebenarnya theo tidak tidur, hanya memejam kedua matanya saja. Tiba tiba dirinya mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat kearahnya.


Oliv menatap theo dengan pandangan yang sulit di artikan. Meneliti dengan begitu detail wajah tampan pria di hadapannya. Entah kenapa ada desiran aneh di hatinya.


"Sebentar, sepertinya aku pernah melihatnya. Tapi dimana? Astaga, Dia kan pria yang berada di kecelakaan mobil waktu itu. Bagaimana aku bisa lupa" batin oliv terkejut setelah mengingatnya.


Bersambung...


Jangan lupa like, komen and share🙏

__ADS_1


__ADS_2