
"Jadi ternyata dia dan temannya itu seorang tentara. Sebagaikapten dan pria yang satunya adalah sersan. Aku harus segera pergi, sebelum dia bangun" batin oliv.
Dengan pelan membalikkan badan dan berjalan pergi. Tapi baru beberala langkah, suara deheman terdengar dari arah belakang, membuat oliv menghentikan langkahnya.
Theo membuka matanya, saat mendengar suara langkah kaki menjauhinya dan melihat punggung seorang perempuan yang terlihat familiar.
"Kamu?" theo.
Oliv merasa tertangkap basah, seperti seorang pencuri yang sudah mendapatkan sesuatu dan langsung pergi tapi ketahuan.
"Ha.. hallo" oliv kaku.
Setelah membalikkan badannya.
Theo sedikit terkejut, tapi tidak di perlihatkan. Ternyata sosok di hadapannya adalah oliv.
"Ada apa?" theo.
Oliv pun mencari alasan yang tepat untuk menjawab dan akhirnya sebuah ide terpikirkan.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda?" oliv.
"Silahkan" theo.
"Saya minta izin untuk pergi ke beberapa tempat di daerah ini, untuk melihat dan mengecek kondisi masyarakat di sini" oliv.
"Kapan?" theo.
"Mungkin 2 hari lagi" oliv.
"Baiklah, nanti saya akan antar anda ke tempat tersebut" theo.
"Terima kasih, sepertinya itu saja yang ingin saya bicarakan. Kalau begitu, saya permisi" oliv.
Theo mengangguk
Kemudian oliv pergi meninggalkan theo sendiri.
2 hari kemudian
Oliv, ziya dan lisa, sekarang mereka sedang berada di dapur. Sebelumnya, mereka tadi sudah selesai membuat sarapan untuk mereka dan juga 2 orang temannya, yaitu gerry dan candra.
Terlebih dulu mereka sudah selesai menyantap makan dan sekarang entah pergi kemana, meninggalkan ke tiga perempuan yang masih melahap makannya.
"Lihat itu" ziya.
"Apa?" lisa binggung.
"Lihat kearah sana" tunjuk ziya ke arah luar jendela.
Kemudian mereka melihat kearah di mana ziya menunjuknya yang tak lain adalah jendela yang terbuka lebar.
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." lisa tersedak setelah tahu apa yang di maksud ziya.
Sedangkan oliv hanya diam dan ziya yang paling heboh di antara mereka.
"Wow.. wow.. wowowww... Astaga, lihat tubuh mereka. Sangat seksi dan menggoda" ziya jerit.
Mereka melihat kumpulan tentara sedang berlari/olahraga dengan tubuh telanjang dada, sehingga memperlihatkan otot mereka yang kekar, sispek dan apalah itu.
"Ziya, kau ini yah" lisa kesal.
"Apa Hah?" ziya.
"Bisa tidak kau tak usah seperti ini, kau selalu heboh saat melihat pria seperti itu"
"Hei, itu reaksi setiap perempuan saat melihat keindahan ciptaannya. Wajarlah aku begini"
__ADS_1
"Cih, terserah"
"Sudah sudah, Ohya Setelah ini, aku akan pergi ke lokasi tempat kita nanti bertugas" oliv.
"Dengan siapa?" lisa.
"Kapten theo, dia menawari untuk mengantarku ke sana" oliv.
"Serius!!" ziya terkejut.
Oliv mengangguk.
"Hanya berdua?" ziya.
"Iya, kenapa memangnya?" oliv.
"Aku iri denganmu, bisa berjalan berdua dengan kapten theo yang tampan itu. Aku juga mau" ziya.
Lisa memutar mata bosan, jegah akan sikap ziya.
"Kau mau ikut?" oliv.
"Memangnya boleh?" ziya harap.
Saat oliv akan menjawab,
"Kau diam di sini, biar oliv saja yang pergi. Itu kan tugasnya" lisa.
"Tapi... baiklah" ziya.
"Kau pergi saja dengan kapten theo, kita akan menunggu hasilnya" lisa.
"Baiklah" oliv.
Theo yang baru turun dari tangga mendengar suara bunyi alarm peringatan.
"Siaga 1, sebaiknya kapten segera ke sini. Over" gerald.
"Baik, Over" theo.
Kemudian theo pergi ke tempat dimana gerald berada. Setelah sampai, gerald segera menjelaskan situasinya dan theo langsung memberikan perintah pada anak buahnya.
"Hormat" tentara.
"Siapkan senjata kalian, karena siaga 1 sudah di arahkan. Mengerti" theo.
"Mengerti" mereka.
Kemudian mereka mengambil senjata dan mulai menyebar untuk berjaga di setiap lokasi. Tim relawan yang sedang berkumpul duduk di luar, merasa aneh dengan situasi yang ada.
"Ada apa ini? Apa terjadi sesuatu?" Ziya panik.
"Tidak tahu, tapi sepertinya memang terjadi sesuatu. Karena tadi, suara alarm berbunyi" lisa.
"Bagaiaman ini?" ziya.
Tiba tiba patrick muncul di hadapan mereka.
"Semua tim medis harus segera berkumpul sekarang" patrick.
"Ada apa?" Candra. "Nanti di jelaskan" patrick.
Mereka menganggu, Kemudian pergi, mengikuti arahan patrick.
Ke tempat edwin.
Saat ini edwin sedang benar benar sangat sibuk, karena situasi yang sedang terjadi. Baru saja edwin selesai bertelepon dengan theo dan sekarang teleponnya kembali berbunyi.
__ADS_1
"Hormat" edwin.
"Bagaimana?" Carlos.
"Lapor komandan, pasien VIP sedang dalam perjalanan. Identitas pasien adalah seorang pangeran dari dubai, yang baru baru ini sedang melakukan kunjungan ke negara ini.
Tapi tiba tiba saat di perjalanan, ada sekelompok orang yang mengikuti dan mencelakainya. Sehingga pangeran dubai terluka akibat tembakan dari sekelompok orang tersebut. Sepertinya ada seseorang yang sedang mengincar pangeran dubai" edwin.
"Saya tahu, semua harus fokus dan siaga. Untuk masalah yang timbul akibat ini, saya akan mengatasinya. Terus informasikan lagi tentang situasi yang terjadi di sana" carlos.
"Baik komandan. Hormat" edwin.
Panggilan pun berakhir, edwin kembali meletakkan kembali teleponnya dan mendengarkan informasi yang masuk dari semua anak buahnya tentang situasi tersebut.
Di tempat theo dan yang lain.
Tim alpha dan tim lainnya sudah berkumpul, dimana mereka menunggu kedatangan seseorang. Theo tadi sudah bertelepon dengan atasannya, edwin tentang situasi yang terjadi.
Ya, area medicube yang akan di lindungi, karena akan kedatangan pasien Vip dari dubai yaitu pangeran dubai ketempat mereka, lebih tepatnya tim medis.
Itu adalah informasi yang di dapat.
Sekarang tim relawan/medis sudah berkumpul dengan para tentara dan ikut menunggu kedatangan pasien VIP tersebut.
"Ini catatan kesehatan pasien VIP sebelumnya" theo, memberikan kertas lembaran.
"Pasien tertembak saat di perjalanan" sambung theo.
"Baik, mergerti" oliv, menerimanya dan langsung membaca catatan tersebut.
Semua tim, mendekat ke arah oliv untuk melihatnya juga.
"Apa ini?" Ziya, setelah melihat isi catatan kesehatan pasien VIP tersebut.
"Kenapa semuanya di sensor seperti ini? Apa pasien juga mempunyai beberapa penyakit?" Lisa.
"Mungkin iya, mungkin juga tidak" oliv.
"Sepertinya ada beberapa data palsu mengenai catatan kesehatan pasien VIP" garry.
"Benar" oliv.
"Kenapa melakukan catatan kesehatan palsu? Siapa dokter yang berani melakukan ini?" Ziya.
"Aku" oliv.
Semua terkejut mendengar jawabannya.
"Karena bagi pasien VIP, akan membutuhkan seorang dokter khusus dan catatan medis sama saja kelemahannya. Karena itulah, catatan medis orang penting bersifat rahasia" oliv.
Mereka mengangguk mengerti.
Kemudian mobil VIP datang
"Bagaimana keadaannya?" Edwin.
"Dokter sedang memeriksanya" theo.
"Atasan sudah mengetahuinya dan akan mengatasi timbulnya akibat permasalahan ini. Jadi, pastikan melapor semua apa yang terjadi di sana" edwin.
"Baik pak" theo.
Mereka melakukan percakapan melalui radio telepon.
Bersambung...
Jangan lupa like, komen and share🙏
__ADS_1