
Lanjut gengs...
"Oliv" candra.
"Apa kalian mau pulang?" Oliv yang sudah berada di hadapan mereka.
Mereka mengangguk.
"Ada apa?" Candra.
"Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?" Garry.
"Iya, ini tentang rapat tadi" oliv.
"Oh itu, kekasih ku sudah memberitahu pada ku. Bahwa aku juga termasuk salah satu ke dalam daftar tim relawan" garry.
"Apa! Garry masuk dalam tim?" Candra terkejut.
"Iya, sebelumnya aku minta maaf, karena tidak langsung membicarakan itu dengan mu. Malah dengan kekasih mu" oliv, merasa tak enak hati.
"Tidak apa apa, aku senang bisa menjadi salah satu bagian dari tim relawan" garry.
"Terima kasih" oliv.
Garry mengangguk.
"Lalu siapa lagi, yang ikut ke dalam tim selain kau dan juga garry? Apakah sudah penuh atau masih kurang?" Candra penasaran.
"Selain aku dan garry, juga ada ziya, lisa dan... kau. Aku juga memasukan nama mu ke dalam daftar tim relawan" oliv, melihat ke arah candra.
"Aku?" Candra.
Oliv mengangguk.
"Yes, akhirnya aku juga masuk ke dalam tim relawan. Aku kira kau tidak akan memilih ku atau memasukkan ku untuk ikut" candra senang.
"Kau.. Apakah tidak apa apa?" Oliv risau.
"Tidak. Aku malah senang karena kau memilih ku. Aku juga sangat ingin ikut menjadi relawan di sana, bisa membantu dan yang paling penting juga, bisa menemani garry" Candra.
"Dih... Kau selalu ikut ke mana pun aku pergi. Apakah kau tidak bisa diam saja, tanpa mengikutiku?" garry kesal.
"Tidak bisa, karena kita adalah best friends forever" candra.
Garry merasa geli mendengar perkataan sahabatnya, sedangkan oliv tertawa.
"Kau menggelikan" garry.
"Aku..." candra terhenti, karena terpotong oleh oliv.
"Sudah sudah, kalian berhenti" oliv.
"Baik" mereka.
"Itu saja yang ingin aku bicarakan. Nanti aku kabari lagi pada kalian, apabila ada informasi mengenai selanjutnya" oliv.
__ADS_1
Mereka mengangguk.
"Ayo" ajak oliv.
"Kemana?" Candra binggung.
"Ya pulanglah, kau masih mau di sini terus? Menginap?Silahkan, biar aku dan oliv yang pulang. Ayo oliv, biar tinggalkan dia saja sendiri" garry.
Oliv mengangguk.
Kemudian mereka berjalan lebih dulu, meninggalkan candra yang terdiam dan tak lama akhirnya tersadar apa yang garry ucapkan.
"Kalian.. tunggu aku. Jangan tinggalkan aku" candra, sedikit berteriak sambil berlari menuju ke 2 temannya yang lebih dulu pergi.
Perjalanan
Oliv sekarang berada di dalam taksi, menuju ke apartemen tempat dirinya tinggal. Karena dirinya sedang malas mengemudi sendiri. Ya, setelah sedikit berbincang dengan garry dan candra saat dalam perjalan keluar dari rumah sakit.
Mereka berpisah.
Saat itu, tiba tiba taksi yang di tumpanginya berhenti, membuat oliv binggung karena belum tiba di apartemennya, melainkan masih di perjalanan atau jalan raya.
Oliv melihat kearah depan, di mana semua kendaraan berhenti.
"Ada apa pak?" oliv.
"Sebentar nona, saya cek lebih dulu" supir.
"Silahkan" oliv.
Kemudian sang supir pun keluar untuk melihat situasi yang membuat semua kendaraan berhenti dan kembali masuk setelah melihatnya.
"Di depan ada kecelakaan mobil" supir.
"Kecelakaan mobil?" oliv terkejut.
"Iya nona, mungkin akan memakan waktu cukup lama untuk jalan kembali normal" supir.
"Apa sudah ada pihak rumah sakit yang datang ke tempat tersebut?" oliv.
"Saya belum melihatnya, mungkin sedang dalam perjalanan" supir.
"Saya turun di sini saja pak" oliv.
"Baik nona" supir.
Setelah membayar ongkor taksi, oliv bergegas pergi menghampiri tempat kecelakaan tersebut.
Tempat kejadian
Dalam situasi kecelakaan mobil tersebut, Theo dan gerald sedang membantu mengawasi situasi kecelakaan tersebut bersama para polisi, untuk mengamankan korban, menertibkan jalan supaya kembali normal (tidak macet) juga hal lainnya.
Kecelakaan mobil membuat situasi kendaraan berhenti alias macet dan ramai akan masyarakat yang ingin melihat situasi tersebut (Penasaran), Ada sebagian orang yang membantu, juga ada yang sekedar menonton saja.
Theo dan gerald saat dalam perjalanan pulang, mereka tak sengaja melihat kejadian kecelakaan tersebut. Sehingga membuat mereka terpaksa harus berhenti, untuk melihat dan menolong. Karena pada saat kecelakaan, hanya ada masyarakat yang berada di sekitar kejadian tersebut.
__ADS_1
Theo langsung menghubungi pihak berwajib (polisi) dan gerald menghubungi pihak rumah sakit, untuk mengirim ambulan ke tempat kecelakaan, membawa korban supaya segera di tangani oleh dokter, tak lama setelah mereka datang di tempat kejadian.
"Permisi, permisi" kata seorang perempuan yang menerobos masuk kerumunan, untuk menghampiri korban. Siapa lagi kalau bukan oliv.
"Anda siapa? Di larang mendekat, selain petugas" polisi, saat melihat oliv.
Theo hanya diam melihat, ketika seorang perempuan menerobos masuk dan mendekati korban, begitu juga dengan gerald.
"Saya olivia, dokter dari healthy hospital" oliv, menunjukkan kartu identitas dokternya.
"Dokter?" polisi.
"Saya ingin memberikan pertolongan pertama dan memeriksa korban, sambil menunggu ambulan dari pihak rumah sakit sampai" oliv.
Polisi pun mempersilahkan oliv untuk menjalankan tugasnya. Oliv mulai melakukan tugasnya dengan fokus, menghiraukan keadaan di sekitarnya. Beberapa orang sedang menyaksikannya, ada pun yang mengambil gambarnya atau video.
Tak berapa lama, suara sirine ambulan terdengar dan berhenti di hadapan mereka. Setelah polisi memberikan jalan. Dan bertepatan dengan selesainya oliv. Keluarlah 3 petugas dari ambulan, menghampiri dengan cepat.
"Dokter oliv" salah satu petugas saat mengenali seseorang di depannya.
"Saya sudah memberi pertolongan pertama pada korban. Nanti saya akan menghubungi dokter gilang, untuk segera menanganinya" oliv.
"Baik dok, saya permisi dulu" petugas.
Oliv mengangguk, lalu petugas pun pergi. Sedangkan ke 2 temannya sudah masuk lebih dulu, setelah mengangkat dan memasukkan korban ke dalam mobil ambulan.
Kemudian oliv menghubungi dokter gilang sesuai perkataannya tadi.
Salah satu polisi menghampiri oliv.
"Terima kasih telah memberikan pertolongan pada korban" polisi.
"Itu sudah bagian dan kewajiban bagi saya sebagai dokter" oliv.
"Sekali lagi terima kasih" polisi.
"Iya, kalau begitu saya permisi dulu" oliv.
"Silahkan" polisi.
Kemudian oliv pergi, meninggalkan tempat tersebut dan melanjutkan kembali perjalanan pulangnya yang sempat tertunda. Sedangkan theo hanya diam melihat.
"Healthy hospital" gumam theo.
2 hari kemudian
Sejak kejadian kecelakaan tersebut, entah kenapa theo selalu memikirkan dokter dari healthy hospital. Padahal dirinya baru saja pertama kali bertemu dan itu pun tidak ada komunikasi di antaranya.
"Dokter olivia, healthy hospita? Sepertinya aku pernah mendengar namanya, tapi di mana ya?" theo berpikir dan mengingat, tapi tidak di temukan.
"Dia sangat cantik, apakah aku bisa kembali bertemu dengannya lagi?" harap theo.
Bersambung...
Mohon maaf ya, kalau mimin update nya tidak setiap hari atau tidak sesuai dengan jadwal🙏🙏. Karena ada beberapa ke sibukan yang harus mimin kerjakan😊.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan share🙏.
Terima kasih❤.