Tentara Vs Dokter

Tentara Vs Dokter
4.


__ADS_3

Healthy hospital, kantin.


Oliv dan yang lainnya sedang melakukan makan siang, sebelumnya oliv sudah mengirim pesan pada mereka untuk berkumpul di kantin pada saat jam istirahat nanti.


"Aku baru mendapatkan informasi tentang itu" oliv.


"Apa? Informasi apa?" Ziya.


"Begini..." oliv, mulai menjelaskan semua informasi yang di dapatkannya mengenai relawan tanpa terkecuali.


Yang lain mendengar dan menyimak informasi yang sedang di jelaskan oliv. Hingga beberapa menit kemudian, akhirnya oliv selesai menjelaskannya.


"Nah itu informasi yang baru aku dapatkan tadi pagi, mungkin nanti akan ada informasi selanjutnya yang akan datang" oliv.


"Kita mengerti" garry, yang lain mengangguk setuju.


"Mengenai negara yang akan kita kunjungi, lebih tepatnya kota tersebut. Aku sebelumnya sudah mencari informasi terlebih dulu. Aku ingin tahu bagaimana dan seperti apa tempat yang akan kita tinggali nanti selama beberapa bulan ke depan di sana" candra.


"Aku pun sama" lisa.


"Lalu bagaimana situasi di negara dan tempat tinggal kita nanti?" ziya.


"Yang aku ketahui adalah ternyata di negara bagian timur, ada sebuah kota terpencil dengan tingkat ke miskinannya cukup tinggi. Masyarakat di kota tersebut kondisinya cukup memprihatinkan" lisa.


"Benar, selain itu ternyata kota tersebut adalah perbatasan. Di mana tempat tersebut adalah tempat terjadinya peperangan selalu terjadi" candra.


"Astaga, pasti masyarakat di sana terkena imbasnya, akibat peperangan tersebut" ziya.


"Bukan itu saja, batin dan mental mereka juga kena" garry.


"Kasihan sekali. Kalau aku di sana, aku pasti sudah gila" ziya.


"Makanya, beberapa tentara dari negara kita di kirim ke sana" garry.


"Untuk membantu melindungi masyarakat di sana" oliv.


"Ngomong ngomong soal itu, apakah di sana ada rumah sakit atau klinik?" Ziya.


"Ada. Tapi kan harus dengan biaya untuk pergi ke sana. Sedang kan ada sebagian orang tidak mampu untuk membayar biaya tersebut. Mereka juga berpikir, lebih baik uang yang mereka punya di gunakan untuk menghidupi kebutuhan mereka sehari harinya" lisa.


"Lalu bagaimana kalau misalnha mereka sakit? Dan ternyata sakitnya itu parah, Apakah hanya diam dan membiarkannya saja?" ziya.


"Mereka hanya mengobati dengan seadanya dan sebisanya" lisa.


"Maka dari itu healthy hospital mengirim kita sebagai relawan. Setidaknya membantu masyarakat yang ada di kota tersebut. Bukan hanya untuk para tentara saja" oliv.


"Benar" garry.

__ADS_1


"Kita nanti, akan berkunjung ke beberapa daerah kota ini. Untuk melihat, bagaimana kondisi masyarakatnya" oliv.


"Baik" mereka.


Mereka pun melanjutkan obrolan lainnya, hingga jam istirahat berakhir dan mereka kembali ke pekerjaannya masing masing.


Hari sebelum keberangkatan, besok.


Apartemen


Oliv sedang mengemas semua barang barang ke dalam koper untuk di bawa besok. Mulai dari pakaian, make up dan lainnya. Oliv dan tim akan berangkat besok pagi.


Setelah semuanya selesai, oliv menaruhnya di samping meja riasnya. Kemudian langsung berbaring di tempat tidur dan menutup mata untuk bergegas tidur.


"Semoga besok lancar, tidak ada kendala apapun. Amiin" doa oliv.


Oliv tinggal sendiri di sebuah apartemen terkenal dan mahal. Apartemen yang di beli dengan hasil jerih payahnya selama kerja di healthy hospital sebagai dokter.


Setelah satu tahun bekerja, akhirnya oliv sudah bisa membeli apartemen sendiri. Setiap hari minggu, libur kerja, cuti oliv selalu berkunjung ke rumah orang tuanya atau menginap.


Pagi


Sekitar jam 5 pagi, oliv sudah bangun dan langsung membersihkan diri alias mandi. Setelah rapi, oliv membuat makanan untuk sarapannya, sebelum berangkat.


Hari ini adalah hari keberangkatannya ke negara tersebut atau kota yang akan mereka kunjungi sebagai relawan bersama teman dan sahabatnya selama beberapa bulan.


Setengah jam kemudian, oliv sudah selesai sarapan dan lainnya. Lalu langung bergegas pergi berangkat. Tak lupa dengan koper yang di bawanya.


Kurang lebih 20 menitan, oliv sampai di tempat tersebut dan melihat sahabat dan temannya sudah datang dan menunggu.


"Selamat pagi" oliv.


"Pagi" mereka.


"Maaf, telah membuat kalian menunggu" oliv.


"Tidak ko, kita juga baru sampai" garry. Yang lain mengangguk setuju.


"Ya sudah, ayo kita masuk. Pesawat akan berangkat sebentar lagi" oliv.


Mereka mengangguk, mereka sedang ada di bandara internasional.


Di negara lain


R. Mayor


Seorang pria dewasa sedang duduk dan berkutat dengan beberapa lembar kertas di atas mejanya.

__ADS_1


Dia adalah edwin cullen


Seorang tentara dengan berpangkat mayor. Mempunyai wajah tampan yang bahkan tidak memudar, walau pun di usianya yang sudah 35 tahun.


Tiba tiba suara telepon berbunyi, menandakan ada panggilan masuk. Tanpa basa basi lagi, edwin mengangkat teleponnya dan saat seseorang di sebrang telepon bicara.


Edwin mengenali suara tersebut, yang tak lain adalah komandannya.


"Hormat" edwin.


"Hari ini adalah hari ke datangan tim relawan dari healthy hospital. Apakah kau sudah tahu?" Seseorang.


"Iya komandan, pihak healthy hospital sudah memberitahu dan mengirimkan laporannya" edwin.


"Bagus. Salah satu dari daftar nama tim relawan tersebut, ada anakku" seseorang.


"Anak anda komandan?" Edwin terkejut, karena selama ini edwin tidak pernah tahu, bahwa komandannya mempunyai seorang anak.


"Namanya olivia, sebagai ketua dari tim relawan. Saya minta, kau menjaga dan melindunginya dari bahaya yang akan menyerangnya selama di sana. Juga, teman tim relawannya" seseorang.


"Baik komandan" edwin.


"Satu lagi, jangan sampai ada yang tahu identitasnya. Bahwa dia adalah anakku, karena hanya kau saja yang tahu. Itu untuk ke selamatannya. Kau mengertikan?" seseorang.


"Mengerti komandan" edwin.


"Itu saja yang ingin di sampaikan" seseorang.


"Baik komandan, hormat" edwin.


Kemudian panggilan pun berakhir.


Edwin kembali meletakan gagang teleponnya.


"Jadi, selama ini komandan merahasiakan keberadaan anaknya. Dan itu hebat sekali, karena sampai sekarang belum ada yang mengetahuinya" edwin kagum.


Juga penasaran bagaimana paras wajah dari anak komandannya itu, lalu kemudian edwin menyuruh patrick untuk memanggil theo dan gerald untuk keruangannya.


Di tempat yang tak jauh dari R. Mayor, hanya berjarak beberapa meter.


Theo sedang duduk sambil melihat semua anak buahnya yang sedang membuat tenda untuk para tim relawan. Mereka semua sudah tahu, bahwa akan ada tim relawan dari healthy hospital yang akan bekerja sama selama beberapa bulan ke depan.


Memberikan bantuan untuk memeriksa semua kesehatan para tentara, juga masyarakat yang ada di kota tersebut.


Dan bukan hanya itu saja, tapi ada tugas lain yang akan mereka kerjakan juga. Selain, untuk memeriksa kesehatan para tentara dan masyarakat.


"Aku tidak menyangka bahwa aku akan kembali bertemu dengannya lagi. Apakah ini hanya kebetulan atau takdir? Yang pastinya ini adalah salah satu rencanamu tuhan dan itu aku sangat suka" batin theo.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, komen dan share🙏


__ADS_2