Tergoda Sekretaris Sexy

Tergoda Sekretaris Sexy
Tertangkap Basah


__ADS_3

Darren semakin liar. Pandangannya kini sudah di penuhi oleh kabut hasrat sehingga ia tidak perduli dengan apapun yang ada di sekitarnya.


Ia membuka tiga kancing atas kemeja putih yang di kenakan oleh Erina dan menampakan bongkahan daging kembar yang menambah gairraahnya. Hasratnya semakin membara. Tanpa aba-aba ia langsung mencium belahan buah kembar tersebut dan tangannya ikut bergerak merremmas bongkahan tersebut.


"Aaahhhh ... Sshhh .. Tuanhhh ..."


Erina menjambak kecil rambut bosnya karena dengan kurang ajarnya dia menggigit putting buah dada dan memainkannya menggunakan ujung lidah.


"Mmmhhh ... Aahh ..."


Darren seolah memiliki mainan baru dan dengan asiknya ia memainkan dua boba berwarna pink buah dada Erina. Satu ia mainkan dengan ujung lidah, satunya lagi ia pelintir dengan tangannya. Ia memainkannya secara bergantian.


Setelah tangannya puas bermain dengan boba, kini mulai berpindah dan turun ke bawah. Kembali lagi pada gundukan kenyal yang tadi sempat di beri gesekan. Sementara ujung lidahnya masih asik dengan boba dan sesekali di emutnya.


Ternyata **** ***** Erina sudah basah. Cairan putih kental itu tidak membuat Darren merasa jijik. Justru ia senang lantaran Erina terrangsaang dengan permainannya.


Ia melepaskan emutan boba nya, mendongakan wajah dan melihat wajah wanita yang matanya masih terpejam. Erina tampak menikmati. Terlihat dari dia yang menggigit bibirnya bawahnya sendiri sembari mengeluarkan errangan dan dessahhan penuh kenikmatan.


Seorang wanita berjalan sembari membawa berkas yang tadi tidak sempat di berikan oleh pria yang menjadi klien meeting perusahaan tersebut. Wanita tersebut adalah Yopi, ia di beri perintah untuk memberikan berkas penting tersebut segera pada bosnya.


Ia berjalan menuju ruangan sang bos dan kini sudah berdiri di depan pintu ruangan. Tanpa mengetuk pintu ia langsung masuk begitu saja ke ruangan tersebut.


"Permisi, tuan."

__ADS_1


Langkah Yopi seketika terhenti di ambang pintu. Kedua matanya melebar dengan sempurna begitu ia melihat pemandangan yang ada di depan mata.


"Oh my god ..." ucapnya lirih dengan mulut yang terbuka lebar.


Dua orang yang terdapat di ruangan tersebut menoleh. Bukan hanya Yopi saja yang terkejut, mereka juga.


"Keluar dan tutup kembali pintunya!" seru bos nya namun tidak kelihatan marah.


"Tapi, tuan. Ini-"


"Keluar sekarang! Jangan kembali lagi ke sini dan jangan biarkan siapapun datang ke ruanganku."


Yopi mengangguk dan menatap Erina dengan tatapan sulit di artikan. Dia menutup pintunya kembali dan berdiri sejenak di sana membelakangi pintu ruangan.


"Oh my god. Mereka sedang bercummbu. Jadi apa yang di katakan oleh Tessa itu benar. Bahkan Tessa pun pernah melakukan hal itu dengan tuan Darren." Yopi bergidik sendiri lalu melipir pergi dari sana.


Erina mendorong tubuh Darren begitu pria itu hendak melanjutkan aksinya. Ia panik sekali lantaran apa yang tengah mereka lakukan tertangkap basah oleh orang lain.


"Tuan, stop. Bisa-bisanya kau terlihat santai saat ada orang lain memergoki perbuatan kita? Bagaimana kalau dia bicara pada seluruh karyawan yang ada di sini?" seru Erina.


"Baby, tidak usah pikirkan dia. Kita lanjutkan saja, okay!? Tanggung, sayang."


Darren meraih tangan Erina namun di tepis dengan kasar.

__ADS_1


"Aku tidak mau!" tolak Erina dan dengan cepat mengancingkan kemeja putih yang di kenakannya.


"Erina, sayang ..."


Lagi-lagi tangannya di tepis kasar oleh Erina.


"Stop, tuan. Aku tidak ingin melampai batas."


Erina membenarkan rambutnya dan pakaiannya yang berantakan.


"Baby, sebentar lagi saja. Okay?!" pinta Darren sedikit memohon.


Darren menarik pinggul Erina namun wanita itu mendorong tubuhnya sedikit kasar.


"Maaf, tuan. Aku tidak bisa."


Usai merapikan rambut dan pakaiannya, Erina segera keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan Darren yang sudah siap menyalurkan hasratnya dengan menancapkan benda pusakanya pada milik Erina. Namun semua itu gagal begitu Yopi datang.


Erina keluar dari ruangan bosnya dan pergi menuju ruangannya. Ia melewati kubikel pada karyawan yang lain. Semua orang yang ada di sana menatap dirinya. Bukan karena mereka sudah tahu dari Yopi tentang apa yang terjadi, melainkan bagian lehernya yang merah menjadi pusat perhatian mereka dan seketika menjadi tanda tanya besar.


Sebelum sekretaris yang dulu memutuskan untuk resign, seluruh karyawan yang ada di sana sudah tahu hubungan antara sekretaris tersebut dengan bosnya yaitu Darren. Mereka sudah terang-terangan melakukan hal itu dan sudah menjadi hal lumrah bagi mereka. Begitu di gantikan oleh Tessa sementara mereka juga menduga jika bos nya itu melakukan hal yang sama dengan Tessa. Saat ada sekretaris yang baru yaitu Erina, mereka berpikir tidak mungkin kejadian itu kembali terulang. Melihat Erina yang kelihatannya baik. Tapi tidak menutup kemungkinan, dan ternyata hal seperti itu kembali terulang.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2