Tergoda Sekretaris Sexy

Tergoda Sekretaris Sexy
Mulai Tergila-gila


__ADS_3

Sore ini Darren pulang dengan membawa perasaan senang. Dua puluh menit sebelumya ia mengantarkan Erina ke kost-an. Ia senang karena wanita itu akhirnya kembali bekerja di perusahaan nya.


Pria itu hendak meniti anak tangga untuk sampai ke kamarnya, namun ia mendengar sayup-sayup suara seseorang tengah bicara di ruang keluarga. Lantaran penasaran, ia melangkah pergi ke sana.


"Pa, mama tidak ingin Darren dekat-dekat dengan sekretaris pilihan papa itu, pa. Mama hanya ingin Darren itu kembali sama Keylin," ucap wanita itu kukuh.


"Mama, kita tidak bisa mengatur hidup seseorang termasuk putra kita, ma. Sudah berapa kali papa bilang sama mama kalimat itu? Lagipula mama sudah bicara bukan dengan Keylin? Dan Keylin tidak mau kembali pada Darren," sahut pria yang menjadi lawan bicara wanita tersebut.


Darren tertegun sejenak mendengar kalimat papanya barusan.


"Jadi Keylin menolak permintaan mama? Baguslah kalau begitu," batinnya.


Sekarang ia sudah tahu jawaban Keylin tentang permintaan mamanya seperti yang ceritakan oleh Erina tadi. Sebelum mereka mengetahui keberadaan nya, ia pergi dari sana menuju kamar.


"Tapi Keylin mengaku jika dia masih cinta dan sayang sama Darren, pa. Itu artinya masih ada kesempatan untuk mereka bersama. Kita harus bujuk Darren, pa."

__ADS_1


"Sudahlah, ma. Jangan atur-atur hidup Darren maupun Keylin. Keylin sudah memiliki kehidupan baru, Darren juga. Sebagai orang tua seharusnya kita support apapun yang menjadi keputusan anak kita."


Adipati bangkit berdiri dan beranjak dari sana. Meninggalkan istrinya yang kesal lantaran ia tidak mau membantunya untuk membujuk Darren agar mau bersama lagi dengan Keylin.


Sementara di kamar Darren. Pria itu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi terlentang. Menatap langit-langit kosong dengan seulas senyum yang merekah di bibirnya.


Hatinya tengah berbunga-bunga. Rupanya ia benar-benar jatuh cinta pada wanita yang saat ini menjadi sekretaris nya. Erina, satu-satunya sekretaris yang berhasil mengikat hatinya. Bukan hanya sekedar tertarik berhubungan badan saja, melainkan tertarik untuk memiliki hubungan lebih.


Ia merogoh benda pipih di balik saku jas nya yang bernama navy, kemudian ia mendial nomer seseorang di sana. Sayangnya, ia tidak mendapat jawaban dari panggilan telepon nya barusan.


Lima menit sudah ia menunggu centang dua abu-abu berubah berwarna biru. Akan tetapi belum kunjung berubah warna juga.


Darren bangun duduk lalu menghembuskan napas sedikit kasar. Lantaran seseorang itu tidak kunjung membuka pesannya, apalagi membalasnya.


"Erina kemana, ya?" pikirnya.

__ADS_1


"Apa dia sengaja tidak menjawab telepon dan tidak membalas chat dariku?"


"Apa dia sedang tidur?"


"Atau dia sedang mandi?"


Darren mencoba menerka-nerka sedang apa Erina di sana sampai tidak sempat menjawab maupun membalas chat darinya.


"Ah ya ampun, kenapa aku sekarang terus merindukannya? Bahkan aku baru bertemu saja bertemu dengannya seharian di kantor."


Darren memegani kedua sisi kepalanya. Entah kenapa Erina membuatnya kini menjadi seseorang yang tidak waras karena tergila-gila padanya.


Pria itu memutuskan untuk mandi. Mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Berharap dengan itu ia tidak terus-terusan kepikiran Erina. Tapi ia berharap juga setelah mandi nanti Erina membalas chat darinya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2