
Mereka berdua menuju pusat perbelanjaan menggunakan motor. Dian membonceng di belakang. Ia mengambil jarakmyang begitu jauh dari posisi duduk Sam. Duduknyapun sangat kaku. Bisa dimaklumi karena untuk pertama kali mereka bertemu dan berboncengan.
"Kemana dulu nih Yan ?" tanya Sam saat mereka sudah tiba di pusat perbelanjaan.
"Terserah Om saja. Dian ikut." jawab Dian singkat.
"Kita belanja sayur dulu yuk !" ajak Sam.
Diana menganggukan kepalanya. Mereka menuju ke bagian sayur mayur.
"Ayo ! Dian yang pilih, nanti Om yang bayar." kata Sam.
"Om pengin makan apa ?" tanya balik Dian.
"Sop boleh. Oseng-oseng juga boleh." jawab Sam sekenanya.
Berbagai jenis sayuran dipilih oleh Diana. Bahan untuk membuat sup dan oseng-oseng. Diana juga mengambil daging ayam dan daging sapi.
"Sudah Om." ujar Dian.
"Kita beli baju. Buat kamu." ajak Sam.
"Tapi Om." kata Dian sepertinya menolak.
"Kenapa Yan ?" sahut Sam.
"Saya lebih butuh daleman daripada baju." kata Diana malu-malu.
"Oh, ya udah. Kita langsung saja ke bagian itu." ajak Sam.
Mereka berdua menuju ke toko penjualan baju khusus daleman wanita. Malu-malu Diana memasuki toko itu. Dipilihnya ****** ***** yang dibutuhkan. Karena Sam menolak ikut masuk, maka Ia hanya menunggu di kasir. Habis membayar mereka segera pulang.
Dian segera membuka belanjaan isi daleman. Rupanya Ia betul-betul kehabisan pakaian jenis itu. Namun, setelah membukanya Dian merasa ada sesuatu yang salah. Belanjaannya keliru. Tasnya tertukar. Disampaikannya hal itu pada Sam.
"Tasnya tertukar Om." lapor Dian pada Sam.
Sam memeriksa tas belanjaannya. Ada lingerie. Ada bikini dan ****** ***** transparan yang seksi.
"Haduh. Ini tidak bisa ditukar atau dikembalikan. Ada tulisannya di situ." jelas Sam.
Dian terdiam. Ada rona kekecewaan dalam wajahnya.
"Sudah kamu coba ? Muat tidak ?" tanya Sam.
__ADS_1
"Sudah. Beberapa sudah saya coba. Pas ukurannya Om." jawab Dian.
"Lha ya sudah. Dipakai saja. Lain kali beli lagi." kata Sam.
"Tapi rasanya aneh. Transparan, jadi terlalu seksi." kata Dian.
"Lagi pula siapa yang mau lihat, wong dipakainya di dalam." jawab Sam sekenanya.
"Lagi pula harganya ini mahal-mahal, tidak seperti yang saya beli." lanjut Dian.
"Tidak apa-apa, itu bukan kesalahan kita." jawab Sam.
Diana membawa baju itu ke kamar dan mengenakan salah satu diantaranya.
"Gimana, pas dan nyaman kan ?" tanya Sam sekali lagi.
Dian hanya mengangguk dan tersipu malu.
Dian menuju ke kamar mandi. Rupanya Dia hendak mandi sore. Tak terasa waktu sudah menjelang senja.
"Saya mandi dulu Om." kata Dian.
"Ya." jawab Sam enteng.
Tiba-tiba ada suara teriakan dari dalam kamar mandi.
"Aaaaa !!!" teriak Dian sambil berlari keluar kamar mandi. Sam segera meloncat menuju kamar mandi.
"Ada apa Yan ?" tanya Sam yang juga ikut cemas.
"Ada kecoa Om. Di dalam." teriak Diana sambil menunjuk ke arah dalam kamar mandi.
Kecoa itu akhirnya tewas oleh gagang sapu yang di bawa oleh Sam.
"Hiaya. Tempatmu bukan di sini !" kata Sam.
Bangkai kecoa diguyur dengan air hingga masuk ke saluran pembuangan air. Setelah memastikan bangkai kecoa lenyap Sam segera keluar kamar mandi.
"Yan. Tuh sudah ma .." kata-kata Sam terhenti manakala hendak menyampaikan bahwa kecoa sudah mati. Mulutnya melongo dan matanya enggan terpejam. Diana berdiri mematung di depan kamar mandi hanya dibelit handuk. Tubuh seksi Dian terpampang dengan jelas membuat dada Sam bergetar. Karena tak ingin melewatkan momen indah ini, mata Sam enggan terpejam.
Sesaat kemudian Dian tersadar, lalu berteriak, "Aaaaa. Om." sambil berlari menuju kamar dan menutup pintunya.
Sam terpaku. Antara kelucuan dan kegairahan. Lama sudah Sam tidak melihat hal-hal seperti itu. Kini Dian memberikan kembali masa-masa romantis saat pertama kali bercengkerama dengan istrinya. Jantungnya berdebar kencang. Namun, Sam berusaha menguasai dirinya sekuat tenaga. Emosinya segera mereda dan diketuknya pintu kamar Dian.
__ADS_1
Tok. Tok. Tok.
"Yan. Kecoanya sudah mati." kata Sam.
"Biar saja Om." kata Diana sambil berteriak.
"Kamu kan belum selesai mandinya. Dijamin aman Yan !" kata Sam sekali lagi.
"Om masuk kamar dulu, aku mau lewat."
"Ya. Ini Om sudah masuk kamar." teriak Sam setelah masuk ke kamarnya. Namun, Sam sungguh penasaran. Ia ingin melihat apa yang dilakukan oleh Diana. Oleh karena itu, Sam mengintip ke luar dari celah ventilasi kamarnya.
Tak seberapa lama, Diana keluar dari kamar.
"Asem." kutuk Sam dalam hati. Dian keluar kamar menuju kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dipakai tadi. Sama persis seperti terakhir yang terlihat oleh Sam. Langkahnya yang sedikit tergesa membuat pantat Diana bergoyang seksi. Lenggak-lenggok tubuhnya yang polos, seksi dan langsing membuat dada Sam bergetar hebat. Sam sangat menikmati saat Diana berjalan dari kamarnya. Namun, Diana segera lenyap di balik kamar mandi.
Sam menepok jidatnya. Gairah yang menggebu itu sempat berusaha ia padamkan, tatkala istrinya menceraikannya. Sam juga tidak mau menikah lagi, lebih memilih untuk hidup sendiri. Namun, semua itu tiba-tiba terusik dengan hadirnya Diana di kehidupannya.
Pohon di luar rumah masih melenggak lenggok terkena angin. Liukan pohon di luar justru membuat ingatan pada Diana semakin lekat. Bagaimana Diana melangkah dengan goyang pinggulnya yang membiat cenut-cenuf beberapa organ tubug milik Sam.
"Aduh. Gimana ini ?" batin Sam berbisik. Untung saja radio kesukaan Sam segera melantunkan musik keroncong kegemaran Sam. Selimutnya kini menutupi tubuhnya. Berusaha untuk tidur.
Tapi tak semudah itu. Pikirannya masih melayang menduga-duga apa yang sedang dilakukan Diana di kamar mandi. Oleh karena itu Sam kembali lagi ke tempat Ia tadi mengintip. Ditunggunya sampai Diana selesai mandi.
Tak seberapa lama Diana keluar dari kamar mandi. Masih dengan hanya berbalut handuk. Pahanya yang putih mulus terlihat dengan jelas. Berjalan dengan santai menuju ke kamarnya. Pemandangan itupun segera berlalu. Namun masih menyisakan debaran di dada Sam.
Lagi-lagi Sam memilih bersembunyi di balik selimut dan mendengarkan lagu berirama keroncong. Lama sekali rasa debaran itu tak kunjung menghilang. Sampai pintu kamar Sam diketuk oleh Dian.
"Om, mau makan apa ?" tanya Diana.
Sam keluar kamar. Dilihatnya Dian mengenakan baju biasa. Kaos longgar dan celana hawai. Pikiran ngeres mulai terbersit manakala kejadian baru saja terjadi.
"Dian pengin makan apa ?" tanya Sam balik.
"Terserah Om saja, nanti Dian siapkan."
"Sop saja Yan. Sama goreng tempe." ujar Sam.
"Baik Om. Dian masak dulu ya ! Lho Om, dari tadi Dian lihat kayaknya belum mandi ya !" tanya Dian.
"He he." jawab Sam ketawa lalu bergegas ke kamar mandi.
"Habis, perhatianku hanya untuk kejadian kamu sih Yan." bisik Sam dalam hati.
__ADS_1