Terjebak Cinta Putri Sahabat

Terjebak Cinta Putri Sahabat
Bag. 7 Perawatan Diri


__ADS_3

Hari Minggu, Toko Sam libur. Pagi itu mereka bedua ada di rumah. Tak ada yang mereka kerjakan. Sam ingat ada satu kewajiban yang belum Ia tunaikan pada Diana. Selama ini Diana membantu menjaga toko, seharusnya mendapatkan apa yang menjadi haknya.


Tok. Tok. Tok. Sam mengetuk pintu kamar Diana.


"Sebentar Om, lagi ganti baju !" jawab Diana setengah berteriak.


Sam menunggu di depan kamar Diana. Tak seberapa lama Diana keluar.


"Ada apa Om ?" tanya Diana.


"Yan, ini uang buat kamu !" kata Sam memberikan uang pada Diana.


"Uang apa Om ?" tanya Diana mengerutkan dahinya.


"Uang jasa. Kamu sudah bantu Om di toko. Yah, semacam gaji lah. Cuma tidak sebesar gaji UMR." jelas Sam.


"Wah, tak perlu repot-repot begitu Om. Sudah seharusnya saya bantu Om." jawab Diana.


"Oh, tidak mau. Ya sudah." sahut Sam menggoda Diana.


"Mau Om. Mau. Wah, terima kasih Om." sambut Diana gembira.


"Oh ya Yan. Kamu pegang kunci rumah ini satu ya ! Jadi kalau mau keluar masuk tidak harus tunggu Om." kata Sam.


"Oke Om." sambut Diana kegirangan.


"Sama ijin ya Om. Aku mau ke pasar sebelah sebentar." ijin Diana.


"Ya ya." kata Sam sambil mengangguk.


"Mau beli apa Yan ? Aku antar yuk !" ujar Sam menawarkan diri.


"Nggak ah Om. Aku sendiri saja." tolak Diana.


"Oke kalau begitu. Om juga mau pergi ke kebun sebelah. Katanya di sana lagi panen buah jeruk. Sekalian kulakan." ujar Sam pada Diana.

__ADS_1


"Baik Om. Eh, Om. Diana bonceng sampai pasar ya ! Daripada ngojek !" pinta Diana.


"Nggak minta diantar Janson saja. Asyik lho Yan." goda Sam.


"Ah, Om nggak lucu. Tadi nawarin buat ngantar." sahut Diana cemberut.


"Iya ya. Ayo Om antar sampai tujuan. Tapi nanti pulangnya sendiri ya ?" balas Sam.


"Oke Om." sahut Diana dengan muka gembira.


Sam dan Diana bersiap-siap. Mereka pergi bersama untuk tujuan berbeda. Mereka pergi bersma dengan tujuan masing-masing. Membawa kunci masing-masing, jadi tidak saling mengganggu satu sama lain.


Diana diantar Sam sampai pasar. Namun setelah itu Sam pergi ke perkebunan sebelah untuk membeli hasil pertanian. Biasanya ada tengkulak yang menawarkan ke toko Sam. Namun kali ini Sam ingin bertemu langsung dengan petani. Membeli langsung dengan petani bisa mendapatkan harga lebih murah sehingga keuntungan yang didapat lebih banyak.


Namun, langkah Sam kedahuluan tengkulak. Sampai di perkebunan ternyata sudah habis diborong oleh tengkulak. Sam memilih pulang saja ke rumah. Ternyata Sam lebih cepat selesai urusannya. Buah jeruk dan sayur mayur lainnya siap dikirim ke toko Sam oleh para tengkulak.


"Ternyata lebih mudah urusannya. Tak apa beli ke tengkulak biarpun mahal sedikit." batin Sam.


Sam lalu pulang ke rumah. Sepi. Pintu rumahpun terkunci.


Sam segera masuk. Namun Sam merasakan bahwa rumah tidak dalam keadaan kosong. Ternyata benar dugaan Sam. Dilihatnya Diana dalam kamar. Sedang berbaring di ranjang tidurnya.


"Ops ! Diana di dalam. Pakai earphone. Pantas saja tidak dengar aku masuk." batin Sam.


Satu hal yang membuat Sam melongo, Diana hanya mengenakan jeans hot pant dan kaos tangtop. Seksi sekali. Apalagi dalam posisi seperti itu. Tidur terlentang di atas kasur. Matanya ditutupi timun. Mukanya bermasker. Telinganya mengenakan earphone dari walkman milik Diana. Dadanya terlihat membusung hanya berbalut kaos tangtop. Kakinya begitu mulus dan seksi. Orang bilang seperti gunting padi.


Kaki Sam seperti di paku. Enggan melangkahkan kaki. Sepertinya ada yang memaku kaki Sam. Sam ingin terus disitu melihat Diana yang perlahan menjelma menjadi bidadari.


Perlahan Diana bangkit, lalu mulai melumurkan lulur ke seluruh tubuhnya. Rupanya tadi ke pasar membeli lulur. Selama ini Sam salah menduga. Pertama datang ke rumah dalam kondisi kucel, bukannya tidak bisa merawat diri tapi tidak ada dana untuk itu.


Seluruh tubuhnya sudah tertutupi oleh lulur. Warna tubuhnya jadi coklat seperti dibalur temulawak. telaten sekali Diana membalur tubuhnya. Mungkin, tidak ada bagian yang terlewatkan dari tubuh Diana yang tidak terbalur. Namun tiba-tiba Diana berteriak.


"Siapa itu ?" teriaknya.


Sam kaget. Jatuh terduduk. Namun anehnya Diana berlari ke arah jendela. Artinya ada orang lain yang juga mengintip aktivitas Diana.

__ADS_1


"Hei, jangan lari. Awas ya !" ancam Diana sembari berlari meloncat lewat jendela dan mengejar orang itu. Diana keluar rumah lewat jendela. Memburu orang yang mengintip aktivitasnya.


Sam terduduk lemas. Melongo seperti maling tertangkap. Sam sangat takut kalau Diana juga tahu bahwa Dia ikut mengintip aktivitas Diana.


"Mudah-mudahan Diana tidak tahu apa yang kulakukan." bisik Sam dalam hati.


Lagi bengong dengan kondisi dirinya, tiba-tiba Diana nongol dari kamar.


"Om lagi apa ?" tanya Diana nongol dari kamar yang membuat Sam terloncat. Diana sudah masuk lagi dari jendela.


"Tidak apa-apa. Lagi ngadem saja." jawab Sam sekenanya.


"Kamu kenapa ?" tanya Sam lebih lanjut.


"Ada yang ngintip Om. Dua orang."


Deg.


"Aduh ketahuan." batin Sam pasrah.


"Aku kejar, tapi larinya kencang banget." jelas Diana.


"I ... i ya." jawab Sam masih gugup.


Diana menatap Sam tajam. Sam mencoba melengos. Lalu Diana masuk kamar. Kali ini semuanya ditutup rapat. Termasuk celah tempat Sam tadi mengamati aktivitas Diana. Sam mengelus dada, tapi duduk di sofa menenangkan diri.


Sementara itu Diana meneruskan aktivitasnya di kamar sembari bersenandung kecil. Sam masih duduk bersandar di sofa. Rupanya suasana di hatinya belum tenang sepenuhnya. Tiba-tiba Diana keluar dari kamarnya. Hanya berbalut handuk sempit sehingga pangkal paha ke bawah terlihat dengan nyata. Namun sayang masih terbalut dengan lulur sehingga kemulusan kulit Diana tidak terlihat.


Diana melirik Sam dengan tajam. Tatapan mata mereka beradu. Sam menunduk tak kuasa menandingi tajamnya tatapan mata Diana seolah sedang menunjuk dirinya. Diana dengan santainya berjalan ke kamar mandi. Sekilas Sam masih melihat goyang pinggul Diana yang membuat Sam enggan memejamkan mata.


"Harusnya kamu menikah lagi Sam." bisik Sam pada dirinya sendiri.


Sam masih duduk bengong di sofa. Dia merasa serba salah. Mau ini atau mau itu sepertinya salah. Dalam kondisi bengong, Diana keluar dari kamar mandi.


"Wow. Kulit ini jadi putih bersinar." batin Sam. Walau tubuhnya berbalut handuk tapi tubuh molek Diana tidak bisa disangkal.

__ADS_1


Diana berjalan dengan santai, tak peduli ada Sam sedang duduk di sofa. Sampai depan kamar botol sampo Diana jatuh. Dengan cueknya Diana langsung memungutnya. Sam mendelik, ****** ***** Diana terlihat mengintip dari balik handuk yang dikenakannya. Perlahan Sam menelan ludah. Diana hilang dibalik kamarnya. Namun semuanya masih menyisakan gairah yang selama ini terpendam. Gairah yang dibuang jauh-jauh oleh Sam, semenjak ditinggal istrinya menikah lagi.


__ADS_2