
WARNING kekerasan jangan ditiru yha🙏
perjalan pulang amira masih terbayang kejadian yang baru saja ia alami. seperti mimpi entah mimpi indah apa kah mimpi buruk Amira tak dapat mendeskripsikan nya.
"kepada jantungku berdetak kencang saat dalam dekapannya. apa aku punya masalah jantung karna aku terlalu takut yha" gumam Amira sambil memegang dadanya.
setelah sampai di rumah Amira langsung pergi kekamar nya karna orang tuanya sedang pergi dan kakak nya ada didalam kamar.
Amira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil memandang langit" kamarnya
Amira diam dengan pemikirannya hingga ia tertidur pulas.
Dilain tempat sama halnya Amira Adam terus terus saja memikirkan kejadian yg baru saja ia alami. hingga ia meminta Arya untuk mencari tau segalanya tentan gadis yg ada di ruangannya tadi. Adam menelfon Arya, belum sempat arya bertanya Adam sudah memberi pernyah
" Carikan informasi tentang gadis kecil tadi. dan aku mau nanti malam kamu serahkan semua padaku" panggilan terputus
Arya hanya geleng kepala karna ulah sahabat nya itu
Arya menyuruh anak buahnya untuk menari tau semua informasi tentang Amira. tak butuh waktu lama semua informasi yang dibutuhkan sudah ditangan Arya dan langsung dikirim ke email Adam
"halo tuan sudah saya kirim ke email anda" kata Arya disebrang sana
"ok " jawaban singkat dari Adam
ia langsung membuka email yang masuk dari Arya. setelah selesai membaca nya iya menyuruh anak buahnya untuk menjaga Amira dari jarak jauh
"suruh anak buahmu yg paling bisa diandalkan untuk menjaga gadis itu" perintah Adam
"baik tuan" jawab anak buahnya
" jangan sampai terjadi sesuatu dengannya kalau sampai terjadi sesuatu maka nyawa kalian taruhannya" ancaman Adam
membuat anak buahnya takut
"baik tuan saya kan suruh anak buah saya untuk menjaga nona itu tuan" jawab anak buah Adam.
Adam bersiap untuk pulang kerumah tiba" Arya menghampirinya untuk mengajak nya pulang
"taun sudah waktunya pulang apakah anda akan lembur apa pulang sekarang" tanya Arya
"siapkan mobil sebentar lagi aku akan pulang
"baik tuan" jawab Arya sambil meninggalkan ruangan Adam
dilobi Arya menunggu Adam keluar. tak lama kemudian Adam keluar dari dalam lift kusus Presdir. dan menghampiri aryA
dengan cekatan Arya membukakan pintu mobil untuk Adam. setelah Adam masuk mobil. barulah iya masuk mobil dan menjalankan mobil menuju Mension. ditengah perjalan adma menerima telefon dari anak buahnya di markas bahwa ada penyusup masuk ke parkasnya
__ADS_1
"ada apa" tanya Adam dingin
"itu tuan kami menemukan menyusup sekaligus penghianat di markas kita tuan"
jawab lukman tangan kanan Adam yg bertanggung jawab di Maskar.
"bawa merek keruang bawah tanah" perintah Adam
" baik tuan" jawab panggilan berakhir dan Lukman menyeret penghianat itu ke ruang bawah tanah. terlebih dulu Lukman mengajak para penyusup itu untuk bermain" main terlebih dulu sebbelum di eksekusi Adam.
"siapa yg menyuruh kalian?" tanya Lukman dengan suara lantang ya. tapi suara Adam tak mereka hiraukan. mereka mengacuhkan Lukman begitu saja. hingga Lukman menghadiah kan pukulan kemuka salah satu dari mereka. darah segar mengalir dari sudut bibir nya.
"cuih... gak semudah itu kami buka mulut. mending kami mati dari pada berhianat ke tuan kami hahhahahahah" dengan sombongnya membuat Lukman naik pita.
buck buck...
pukulan, tendangan membabi buta menjadi hadiah kecil untuk mereka, sebelum mereka dimasukan ke ruang tahanan yg sangat gelap dan lembab bau anyir mendominasi ruangan itu.
" kita kemarkas" perintah Adam kepada Arya
tak banyak berkata karena Arya hafal betul dengan ekspresi adaM saat ini.
"baik tuan" jawab Arya
Arya mengemudi dengan kecepat tinggi untu menuju markas utama iya ymtak mau menjadi sasaran kemarahan Adam.
setiba di sana Adam langsung menuju ruang bawah tanah dengan diikuti Arya.
" dimana mereka bawa kehadapan ku, aku ingin bersenang" malam ini hahahahhaha" suara tawa Adam membuat seluruh anak buahnya di ketakutan meskipun mereka tak berbuat salah,
"baik tuan" jawab lukman.
"bawa mereka keruang exekusi sekarang tutp mata mereka" perintah Lukman dan diiyakan oleh beberapa anak buahnya.
Sambil menunggu Adam duduk di kursi kebesarannya sambil menghisap rokok faforitnya sebelum melakukan exekusi.
setelah sampai mereka berjongkok sambil tetap tertutup matanya. Adam dengan mata elangnya terus memandang tajam para penghianat itu.
adam mengakkat dua jarinya dan Lukman sigap langsung ngambil apa yg di butuhkan Adam saat ini.
Lukman memberikan belati kecil kesayangan Adam yg sering kali Alia gunakan mengesekusi para penghianat.
suasana kembali mencekam ketika Adam bangkit dari duduknya menghampiri mereka.
" buka penutup mata mereka agar mereka menyaksikan malaikat pencabut nyawa didepan mereka" perintah Adam membuat semua gemeteran ketakutan
siets...
__ADS_1
goresan kecil dilayangkan di muka salah seorang dari mereka
"aaaaaau" ia merintih kesakitan darahnya bercucuran
"sampai mati pun kami nggak bakal buka mulut" teriak preia yg tersayat
"bunuh saja kami. dari pada kalian membuang" tenaga menyiksa kami" trleriak kawan pemberontak beraninya
tanpa basa" dan bertele" Adam memotong pergelangan tangan penghianat itu dan mencongkel mata yg lainnya
"aaaaaaaaa" teriakan kesakitan dan suara tembakan memecahkan kesunyian ruang esekusi
dor dor dor dor
suara tembakan mengenai pas di jantung 2 orang tersebut hingga mereka kehilangan nyawa. tak cukup disitu jasat keduanya dibakar didepan temannya. tersisa 2 orang yg dibiarkan tetap hidup,
melihat rekannya disiksa dan ditembak salah seorang dari mereka angkat bicara dengan nada ketakutan
"baa baaik tuutuuuan saaaya akkan biicaaara. asssal tolong bebaskan saat yya" salah seorang dari mereka memohon
" dasar kou penghianat beraninya kau akan buka mulut" bentak kawannya
"saya mau tetap hidup saya nggak mau mati sia" anakq masih kecil" jawab temannya
"tunggu saja apa yg akan bos besar lakukan padamu sampai kau berani buka mulut" ancam temanya
melihat perdebatan keduanya membuat Adam naik pitah
" Lukman seret dia keruangan biasa" perintah Adam sambil menunjuk penghianat yg memohon tadi
" baik tuan." Lukman langsung menyeretnya dan membawanya ke ruangan introgasi.
tinggallah penghianat yg tetap tutup mulut itu seorang diri.
Adam memutar Vidio anak penghianat itu yg sudah di tangan anak buah adam.
"bajingan kau beraninya kau menyiksa anak ku" bentak penghianat itu
" kalau kau tetap tutup mulut aku tak menjamin anak mu akan selamat" jawab Adam sambil memainkan belatinya
"lepaskan anak ku! biar aku saja yg mati asal kau lepaskan anak ku" jawabnya membentak Adam
"baiklah kalau itu mau mu" jawab Adam
Adam mendekati penghianat itu dan mulai menguliti kulit wajahnya,
"aaaaaaaaaa" teriak kesakitan. Adam tak menghiraukan teriakan kesakitan dan cucuran darah membuatnya bersemangat. ia kembali memulai aksinya memotong setiap inci jari tangan nya 1 persatu hingga ia puas dan dia menyuruh anak buahnya melempar kannya ke kandang buaya miliknya agar jadi santapan makan malam buaya kesayangannya.
__ADS_1
jangan lupa like komen biar tambah semangat nulisnya...
next episode........