terjebak cinta sang mafia

terjebak cinta sang mafia
Kedatangan Papa Al


__ADS_3

Devan dan Dara kini sedang duduk Diruang makan.Mereka menikmati makan malam mereka tanpa saling mengobrol satu sama lain.


Tak lama kemudian,Devan bangkit dari duduknya meninggalkan Dara yang masih sibuk menyantap makanannya.


"Setelah makan,temui kakak diruang keluarga!!.."Ujarnya lalu melangkah menjauh dari ruang makan.


Setelah usai dengan makanannya,Dara dengan malasnya melangkah menuju ruang keluarga dimana disana Devan telah menunggunya.


"Kak Devan pasti akan memarahiku Soal kejadian tadi.."Ujar Dara dengan perasaan yang sedikit takut.


Sesampainya disana,Dara dengan pelan duduk Disofa tepat didepan kakaknya yang kini sedang duduk seraya memainkan ponselnya.


"Kau tau kenapa kakak memanggilmu kemari??.."Tanya Devan tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Iya Dara tau,Dara minta maaf atas kesalahan Dara,tapi sebenarnya ini semua bukan murni kesalahan Dara,ini semua salah kak Devan yang selalu melarang Dara keluar dari Mansion.."Dara yang tidak mau disalahkan malah berbalik dan menyalahkan kakaknya.


Mendengar hal itu,Devan langsung menatap tajam pada Dara seraya meletakkan ponselnya diatas meja.


"Kau menyalahkan kakak??..Apa kau tau betapa berbahayanya diluar sana??..Bukankah sudah kakak bilang sebelumnya,sebelum kakak mendapatkan bodyguard untukmu kau tidak boleh keluar dari Mansion..Tapi belum satu jam kakak mengatakan itu padamu kau sudah melanggarnya.."Devan menghela nafasnya kasar seraya mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Tapi sampai kapan??..Apa kak Devan mau Dara mati kebosanan diMansion ini??.."Jawab Dara kesal.


"Tunggu saja sebentar!!..Kevin sedang mencari bodyguard wanita yang cocok untukmu sesuai apa yang kau minta,jadi bersabarlah..Lagipula kenapa kau harus kemakam Helena??..Kau bahkan belum pernah bertemu Helena.."Ingin sekali Devan marah besar pada adiknya itu tapi dia mencoba mengontrol emosinya agar tak melukai perasaan adiknya.


"Aku tau aku belum pernah bertemu atau melihat Helena.Tapi dia itu tetap orang yang hampir jadi kakak ipar ku,lagipula kenapa kakak tidak pernah memperlihatkan dia padaku setiap kita Video call dulu..Bahkan Kak Devan melarangku pulang meski sebentar saja.."


Sekali Lagi Devan harus menghela nafasnya menghadapi adiknya yang sangat keras kepala dan selalu membatah ucapannya.


"Sudahlah lupakan!!.. Kakak ingin tau siapa wanita yang kau temui dipemakaman tadi??..Apa kau mengenalnya??.."Tanya Devan dengan wajah serius.


"Tidak.. Sebenarnya aku bertemu dengannya tadi saat aku tidak sengaja menabraknya..Kami sempat berkenalan tapi aku tidak sempat meminta nomor ponselnya karena kak Devan yang tiba-tiba muncul.."Dara memutar bola matanya malas kala mengingat bagaimana Kakaknya datang dipemakaman tadi.


"Siapa namanya??.."


"Kenapa kak Devan ingin tau??..Apa kakak akan berbuat sesuatu padanya??.."Tanya Dara dengan wajah panik.."Jangan lakukan apapun padanya kak,dia itu nggak salah..Tadi aku yang menabraknya duluan dia tidak bersalah kak,kak Anya nggak bersalah.."Ujarnya dengan wajah panik.

__ADS_1


"Jadi namanya Anya??.."Devan tersenyum miring setelah mengetahui nama wanita yang membuatnya penasaran itu sedangkan Dara refleks menutup mulutnya saat tak sengaja menyebutkan nama Anya didepan kakaknya.


"Kak Devan jangan macam-macam yah sama kak Anya!!..Awas saja kalau kak Devan sampai ngapa-ngapain dia.."Teriaknya pada kakaknya yang sudah melenggang pergi begitu saja.


Meski baru bertemu sekali,namun Dara seakan merasa jika Anya memiliki hubungan dengannya yang membuatnya seakan ingin bertemu lagi dengannya.


"Itu bukan urusanmu.."Devan berjalan santai menuju lift dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celananya.


***


Sedangkan ditempat lain,tampak Anya tengah bersiap-siap tidur namun belum sempat dia berbaring ponselnya sudah berbunyi dengan nama yang tertera adalah Alvaro.


"Ada apa??.."Tanyanya setelah menjawab panggilan tersebut.


"Apa kau sudah mau tidur??"Tanya Al dengan Suara lembut.


"Iya..Ada apa menelfonku??..Apa ada hal penting??.."Tanya Anya lagi.


"Sebenarnya aku punya kabar baik untukmu..Papa akan kembali besok dan kau bisa menemuinya segera saat dia sampai disini..Jadi kita bisa meminta izinnya untuk segera menikah.." Ucap Al yang membuat Anya yang awalnya malas langsung bersemangat.


"Tentu saja,aku yakin papa akan sangat senang bertemu dengan calon menantunya yang begitu cantik.."Ucapan Al tadi sontak membuat wajah Anya memerah.


"Apa kamu yakin Papa kamu mau menerima kehadiran aku??.."Wajah Anya seketika berubah kala memikirkan bagaimana reaksi Papa Al nantinya saat mereka bertemu.


"Aku yakin Papa pasti akan menerima kamu,kamu tidak perlu khawatir dan sebaiknya kamu tidur sekarang atau besok akan ada lingkaran hitam dibawah matamu yang akan membuat mu mirip dengan panda" Ejek Al seraya terkekeh.


"Kau menyebalkan.."Ujar Anya langsung mematikan sambungan telfonnya.


***


Pagi harinya,sesuai dengan janji,Anya kini sedang duduk didalam sebuah restoran mewah yang sudah dipesan Al untuk mempertemukan Anya dengan Papanya.


Sudah 30 menit Anya menunggu,namun yang ditunggu tak kunjung muncul juga.


"Kenapa aku sangat gugup??.."Gumamnya seraya meminum jus yang ada diatas meja.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian,tampak Al tengah berjalan kearah Anya dengan senyum manisnya.Melihat itu sontak membuat Anya berdiri dari duduknya.


"Apa kau menunggu lama??.."Tanya Al saat sampai didepan Anya.


"Tidak,dimana Papamu??.."Tanya Anya balik.


"Dia akan segera datang..Apa kau sudah tidak sabar bertemu calon mertuamu??.."Goda Al.


Anya menepuk pelan lengan Al yang kini sedang terkekeh kerena berhasil membuat pipi Anya memerah.


"Itu papa datang.."Ujar Al kemudian.Anya sontak menoleh kearah pintu masuk dimana seorang pria berumur 50-an lebih tengah berjalan mendekat dengan diikuti beberapa Bodyguard dibelakangnya.


Namun beberapa saat kemudian,raut wajah Anya berubah seketika kala melihat pria itu semakin mendekat.Wajahnya tampak sangat familiar dan hal itu membuat Anya terkejut.


"Ada apa??"Al yang menyadari perubahan raut wajah Anya langsung bertanya pada gadisnya itu.


"A..apa dia Papamu??.."Tanya Anya balik.Al mengangguk dan hal itu membuat kedua bola mata Anya berkaca-kaca.


"Aku permisi ketoilet.."Ujarnya dan langsung pergi begitu saja.Tentu saja hal itu membuat Al merasa heran,apalagi raut wajah Anya yang tampak takut saat melihat Papanya.


Anya berlari masuk kedalam Toilet dan langsung menutup pintu dengan cepat.Kedua bola matanya tampak berkaca-kaca dengan nafas yang tidak beraturan.


Dengan tangan gemetar,Anya memutar keran dan mencuci wajahnya dengan air yang banyak,namun hal itu tidak mengubah apapun,tubuhnya malah semakin gemetar.


"P..pria itu,kenapa dia bisa ada disini??..Pria itu adalah Papanya Al,ini tidak mungkin,dia tidak mungkin Papanya Al..Pria itu adalah...."


.


.


.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE!!

__ADS_1


__ADS_2