
Devan berjalan memasuki markas nya dengan diikuti Kevin dibelakangnya,Aura tempat itu sangat mencekam,disetiap lorong nya tampak temaram karena memang tidak terlalu banyak lampu disana.
"Cepat bersiap,tuan Malik datang.."Dalam Dunia mafia,Devan memang dikenal dengan nama Malik,nama yang begitu ditakuti oleh para musuhnya.
Sesampainya di ruangan nya,Devan atau yang sering dipanggil Malik pun langsung duduk dikursinya sedangkan para rekannnya pun ikut duduk setelah dia duduk.
"Bagaimana??..Apa kalian sudah mendapatkan kabar tentang dimana keberadaan pria tua itu??.."Tanya Devan.Wajahnya tampak datar hingga membuat para anak buahnya merasa takut.
"Sudah tuan,mata-mata kita memberi tahu jika tuan Andreas terlihat berada di Malaysia.."Jawab Damian,salah satu orang kepercayaan Devan.
"Bagus,terus awasi pergerakannya!!..Dan kita akan segera menangkapnya,aku ingin lihat sampai sejauh mana dia ingin menghindar dariku.."Nampak jelas ada kilatan kemarahan yang terpancar dari kedua bola mata Devan.Bagaimana tidak,orang yang sangat berarti didalam hidupnya harus tewas dihadapannya karena seseorang bernama Andreas.
"Satu lagi,cari tau siapa anak dari Andreas!!...Karena dia juga sangat penting untuk kita.."Ujarnya lagi.
" kami,sedang menyelidiki itu tuan.."Ujar Damian.
"Bagus,tapi ingat!!..Jangan terlalu lama,karena aku ingin segera memberi mereka pelajaran yang berharga..."Devan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi seraya kembali mengenang saat dimana Kekasihnya Helena tertembak tepat dihadapannya.
Flashback on
Helena berjalan memasuki aula gedung dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih,sedangkan Devan kini tengah menantinya diatas panggung dengan setelan jas berwarna putih.
Helena tampak sangat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih,dengan langkah perlahan,Helena mulai mendekat kearah panggung dimana disana sudah ada Devan yang sedang menantinya dengan wajah tersenyum.
Namun saat akan melangkah menaiki tangga kecil,tiba-tiba....
Dor
Terdengar suara tembakan yang membuat para tamu undangan berlarian,Sedangkan Helena tiba-tiba terdiam dengan wajah yang berubah.
Senyum di wajah Devan seketika berubah saat melihat darah yang mengalir dari arah perut Helena.
__ADS_1
"Helena...."Teriak Devan saat melihat Helena mulai oleng dan akhirnya terjatuh kelantai.
"Lindungi tuan muda!!..."Kevin berteriak pada para pengawalnya saat merasakan bahaya disana.
"Berpencar dan cari penembak itu!!..Pastikan tidak ada yang keluar sampai penembak itu ditemukan.."Kevin dengan sigap mencari penembak yang telah menembak Helena.
Sedangkan kini,Devan tengah memangku kepala Helena yang masih sadar namun nampak sedang menahan sakit pada bagian perutnya yang terkena peluru.
"Tahan sayang,aku akan segera membawamu Kerumah sakit..Aku mohon bertahan.."Devan menangis seraya mengusap air mata yang mengalir diwajah sang kekasih yang kini sedang merintih menahan tangis.
"Tidak perlu,aku sudah tidak sanggup lagi..Sebelum aku pergi aku ingin minta sesuatu dari kamu,jadilah laki-laki yang bertanggung jawab,jika suatu saat kau menemukan wanita yang baik maka jaga dia baik-baik sama seperti saat kau menjagaku dulu..Kau tau??..Aku sangat bahagia,meski waktu kebersamaan kita singkat namun semua kenangan indah itu akan aku bawa bersamaku..Sebelum aku pergi,aku ingin melihatmu tersenyum,aku mohon.."Helena tersenyum seraya mengusap wajah sang kekasih yang kini sedang memaksakan senyumnya.Dan tak lama kemudian,Helena menutup matanya untuk selamanya dipangkuan sang kekasih.
"Helenaaa..."Teriak Devan keras.Dia langsung memeluk erat serta menciumi kening kekasihnya yang kini telah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"Kami sudah menemukannya tuan.."Dengan keras Kevin mendorong seorang pria yang telah menembak Helena kedepan Devan.
Seketika raut wajah Devan langsung berubah,rahangnya mengeras dengan mata yang menatap tajam pada pria itu.
"Siapa yang menyuruhmu??...Katakan siapa yang menyuruhmu??.."Teriak Devan seraya menarik kerah baju pria itu.
"Aku tidak akan memberitahu mu.."Pria itu terlihat tenang dan tak takut sama sekali pada Devan.
"Baiklah,kau akan merasakan akibat dari perbuatanmu ini.."Devan bangkit kemudian meraih pistol yang disodorkan Kevin dan mengarahkannya tepat dikepala pria itu,namun belum sempat dia menekan pelatuknya,ponsel pria itu tiba-tiba berdering dan membuat Arga menghentikan niatnya.
"Ambil ponselnya!!.."Titahnya pada Kevin.
Dengan cepat,Kevin langsung merebut ponsel yang berusaha disembunyikan oleh pria itu dan menyerahkannya pada Devan.
Pada layar ponselnya tertera nama Tuan Andreas,tanpa menunggu lama Devan lalu menggeser tombol hijau pada layar ponsel tersebut.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai??..Apa kau sudah berhasil menghabisi Malik??..Saya harap kau bisa menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik karena kalau tidak kau akan menerima akibatnya.." Andreas terus berbicara sedangkan Devan mendengarkan dengan menahan amarahnya.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun,Devan langsung membanting ponsel itu hingga hancur berkeping-keping.Tidak hanya itu,Devan lalu menarik pria agar berdiri dan...
Dor
Devan menebak kaki pria itu hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Ini belum seberapa,karena mulai sekarang kau akan menghadapi penderitaan setiap harinya sampai kau memohon untuk mati,tapi aku akan membiarkan mu mati dengan mudah,aku akan membuatmu mati secara perlahan-lahan..."Devan adalah seorang Mafia yang memang banyak ditakuti oleh orang-orang,tapi Devan memiliki kelemahan dan kelemahannya itu adalah Helena.Dan sudah pasti pria itu akan sangat menderita,karena telah merenggut sesuatu yang sangat berarti dalam hidup hidupnya.
"Bawa dan masukkan dia kedalam ruang bawah tanah!!..Jangan memberinya obat apapun,dan biarkan saja dia merasakan sakit saat lukanya itu semakin parah setiap harinya.."Kevin langsung memerintahkan para anak buahnya untuk menyeret pria itu.Sedangkan Devan kembali menghampiri jasad sang kekasih yang sudah mulai memucat.
"Aku berjanji padamu Helena,aku akan membalas orang yang telah melakukan ini kepadamu,akan kucari dia meski sampai keujung dunia,akan kubuat dia membayar semua ini dengan berkali-kali lipat aku berjanji padamu.."Ucapnya dengan lantang didepan jenazah Helena.
Flash back off
Devan masih ingat betul janji yang telah dia ucapkan saat itu dan dia ingin segera menepati janjinya itu dengan cara membalas Andreas.
"Andreas cukup pintar menyembunyikan identitas puteranya..Tapi itu tidak akan bertahan lama,dan tugas kalian adalah mencari tau semua tentang puteranya itu,laporkan semuanya padaku dan aku juga ingin fotonya.."Ujarnya.
"Baik tuan muda,kami akan terus berusaha untuk mencari tau tentang putera tuan Andreas.."Jawab Damian.
"Jangan hanya berusaha,aku ingin hasilnya.."Devan memukul meja dengan sangat keras hingga membuat semua yang ada disana menundukkan kepala mereka.
"Baik tuan muda.."Balas Damian.Devan tau Damian tidak akan mengecewakan dirinya tapi jika menyangkut tentang Andreas dia selalu emosi.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE!!