
"Aku ingin Bodyguard perempuan dan bukan laki-laki.."Ujar Dara dengan penuh percaya diri.
"Perempuan tidak akan bisa melindungimu..Kakak akan mencarikan Bodyguard yang tepat untukmu,dan terima saja atau kakak tidak akan membiarkanmu keluar dari Mansion."Tegas Devan.
"Pokoknya aku tidak setuju kak...Aku mau punya Bodyguard asalkan dia perempuan..Aku mohon kak,aku sangat tidak menyukai para Bodyguard yang kakak rekomendasi,mereka terlalu menyeramkan dan membuatku takut,aku tidak suka..."Ujar Dara seraya membayangkan wajah Bodyguard yang dipilihkan kakaknya sebelumnya.
"Jangan keras kepala Dara!!...Ini semua demi kebaikanmu.."
"Kakak yang keras kepala,pokonya Dara tidak mau punya Bodyguard laki-laki,kalau kakak tetap bersikeras mencarikan aku Bodyguard maka Carikan aku Bodyguard perempuan atau aku tidak akan mau makan..."Dara berlalu dari hadapan Devan menuju kamarnya.
Devan menghela nafasnya kasar seraya menjatuhkan badannya Disofa.."Carikan beberapa Bodyguard wanita yang memiliki kemampuan khusus..Bawa mereka kemari lalu uji,cari yang paling cocok dan mampu untuk melindungi keselamatan Dara!!.."Titahnya pada Kevin.
"Baik tuan, saya akan langsung mencarinya..."Kevin menundukkan kepalanya lalu berlalu keluar dari Mansion.
Setelah kepergian Kevin,Devan lalu bangkit dari duduknya dan keluar dari Mansion.Pengawal yang melihat kedatangannya bergegas membukakan pintu mobil untuknya.
"Tidak perlu mengikutiku!!.."Titahnya lalu masuk kedalam mobil dan melajukannya keluar dari area Mansion.
Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju suatu tempat yang jauh dari kota.
***
Dimansion,tampak Dara tengah berjalan mondar-mandir seraya memikirkan cara untuk bisa keluar dari Mansion.
"Bagaimana caranya aku bisa keluar,aku yakin kak Devan pasti meminta penjaga untuk melarang ku keluar,tapi aku ingin keluar,bagaimana caranya aku bisa pergi dan mereka tidak menghentikan aku??"Ujarnya seraya terus berpikir keras.
Senyum mengembang diwajah Dara kala mendapat sebuah ide yang menurutnya sangat pas untuk dijadikan alasan agar dia bisa keluar.
Tanpa membuang waktu lama,Dara segera keluar dari kamarnya dengan wajah yang tersenyum senang.
"Anda mau kemana Nona??..Tuan melarang anda untuk keluar.."Ujar penjaga yang melihat Tiara keluar dari pintu Mansion.
"Aku ingin mengunjungi makan Kak Helena..Aku sudah meminta izin kak Devan dan dia sudah mengizinkanku..Lagipula kalian kan bisa ikut denganku dan melindungiku..Kalau tidak percaya tanya saja pada kak Devan!!.."Ujarnya seraya menatap pengawal itu.
Pengawal itu pun langsung mengeluarkan ponselnya dan berusaha menghubungi Devan namun sampai beberapa kali,Devan tak menjawab panggilannya.
__ADS_1
"Tuan tidak menjawab ponselnya.."Ucap Pengawal tersebut.
"Sudah aku katakan dia mengizinkanku pergi..Cepat lah atau aku akan membuat kalian dihukum oleh Kak Devan!!.."Ancamnya.
Akhirnya setelah berfikir keras,pengawal itu akhirnya setuju dan membukakan pintu mobil untuk Dara.
"Nah,gitu dong..."Dengan perasaan senang,Dara masuk kedalam mobil.
Karena merasa khawatir,pengawal itu mengirim dua mobil lain dibelakang mobil yang ditumpangi Dara untuk melindungi adik dari bosnya tersebut.
***
Ditempat lain,tampak Anya tengah berada ditempat dimana kedua orang tuanya dimakamkan.Setiap kali melihat makam kedua orang tuanya,bayangan kelam masa lalunya akan selalu melintas hingga membuatnya ketakutan.
"Ibu,Ayah.. Anya takut, seandainya kita tidak pernah datang kemari mungkin kalian masih akan bersamaku,maafkan Anya Ibu,Ayah..Anya terlalu takut untuk mencari siapa yang telah merenggut kalian dariku malam itu..Anya terlalu takut,Anya juga tidak bisa meminta bantuan Al,karena Anya tidak ingin kehilangan lagi untuk yang kedua kalinya,maafkan Anya.."Hati Anya hancur setiap mengingat malam tragis dimana dia melihat kedua orang tuanya dihabisi tepat didepan matanya.
Flash back on
Ditengah malam yang gelap,Anya kecil yang sedang tertidur seketika terbangun kala mendengar suara tembakan keras dari arah lantai bawah rumahnya.
"Ibu ada apa??..Anya takut.."Ujarnya seraya memeluk boneka miliknya.
"Dengar sayang,jangan takut!!..Sembunyilah dibawah tempat tidur dan jangan keluar ataupun bersuara apapun yang terjadi!!.."Ibu Anya berjongkok didepannya dengan wajah yang tampak takut.
"Tapi Ibu,ada apa??.."
"Ibu tidak bisa mengatakannya sayang..Tapi Ibu mohon berjanjilah,jangan keluar apapun yang terjadi,kau mengerti sayang!!..Berjanjilah pada Ibu.."Ujar Ibu Anya.
Anya yang tidak mengerti apapun akhirnya menurut dan kemudian bersembunyi dibawah tempat tidur.
Beberapa saat kemudian,pintu kamar Anya terbuka keras,Ayah Anya terjatuh kelantai dengan berlumuran darah dan beberapa saat kemudian kembali terdengar suara tembakan dan membuat Ibu Anya juga terjatuh dengan darah yang mengalir ditubuhnya.
Melihat hal itu,Anya kecil teramat sangat terkejut dan menutup mulutnya dengan kencang agar tak mengeluarkan suara.
Sebelum meninggal,Ibu Anya sempat menoleh kearah putrinya dan memberi isyarat untuk tetap diam dan akhirnya meninggal tepat disamping suaminya.
__ADS_1
Beberapa saat setelah kedua orang tuanya meninggal,Seorang pria bertubuh besar masuk kedalam ruangan dan berjongkok disamping mayat orang tua Anya.
"Seandainya kau mau menurutiku dan menyerahkan apa yang kuinginkan maka mungkin kau tidak akan berakhir seperti ini.."Ujarnya diiringi tawa yang menggelegar didalam kamar tersebut.
Anya terus berusaha menahan tangisnya agar para penjahat tidak bisa mengetahui keberadaannya.
Saat bersembunyi,Anya dapat melihat jelas wajah penjahat yang kini sedang tertawa disamping mayat orang tuanya itu.
Setelah kepergian para penjahat,Anya baru keluar dari persembunyiannya dan menghampiri tubuh orang tuanya yang tak lagi bernyawa.
"Ayah,Ibu bangun!!..Jangan Tinggalkan Anya,Anya takut..."Anya Kecil menangis keras disamping mayat kedua orang tuanya yang berlumuran darah.
Flash back off
"Anya tidak akan pernah melupakan malam itu..Dan seandainya Anya berani mungkin Anya akan membalas kematian kalian tapi sayangnya,Anya tidak memiliki keberanian itu,Anya juga tidak memiliki kekuatan untuk membalas orang orang itu,tapi Anya janji,Anya akan berusaha keras,Anya yakin,suatu saat nanti Anya akan bisa membalas perbuatan mereka kepada kalian.."Ujarnya seraya memegang kedua Nisan Ayah Ibunya.
Saat akan berdiri,tidak sengaja Anya ditabrak oleh seorang gadis yang terlihat sedikit ketakutan.
"Maafkan aku,aku tidak sengaja..."Ujar Wanita itu meminta maaf.
"Tidak masalah,tapi apa kau baik-baik saja??..Kau terlihat ketakutan.."Tanya Anya yang sedikit heran.
"Tidak, sebenarnya aku sedang melarikan diri dari para Bodyguard ku..Mereka sangat menyebalkan,mereka tidak membiarkan aku sendiri sedetikpun karena itulah aku berusaha kabur dari mereka.."Ujar gadis itu.
"Benarkah..Siapa namamu??.."Tanya Anya.
"Namaku Dara..dan kau??.."Tanya gadis yang tak lain adalah Dara seraya mengulurkan tangannya kearah Anya.
"Aku Anya..."Ujarnya seraya menerima uluran tangan tersebut..
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG