terjebak cinta sang mafia

terjebak cinta sang mafia
Kedatangan Dara


__ADS_3

Anya kini tengah berada Dirumah Alvaro kekasihnya.Wajahnya tampak seperti sedang sangat tertekan bahkan sejak tadi dia terlihat gelisah.


"Sayang,kau disini??.."Alvaro tiba-tiba muncul dan mengejutkan Anya yang sedang larut dalam pikirannya.


"Ada apa??..Kenapa kau terlihat khawatir??.."Tanya Al yang kini duduk tepat disamping Anya seraya memperhatikan wajah kekasihnya yang tampak gelisah.


"Al,bisakah aku bertanya sesuatu padamu??.."Wajah Anya tampak sangat serius menatap Al yang juga sedang menatapnya balik.


"Tentu saja.Kau ingin menanyakan apa??.."Tanya Al.


Sebelum bertanya pada kekasihnya itu,tampak keraguan diwajah Anya..."Kapan kau akan menikahiku Al??.."Tanya Anya kemudian.Ekspresi Al mendadak berubah mendengar pertanyaan Anya yang menurutnya sangat tiba-tiba.


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya hal ini padaku??.."Tampak jelas diwajah Al jika dia merasa kurang suka dengan pertanyaan yang dilontarkan Anya padanya.


"Aku hanya ingin memastikannya saja.Kita sudah lama berpacaran tapi kau bahkan tidak pernah mengenalkan aku pada orang tuamu..Jika kau memang serius kepadaku maka perkenalan aku dengan Papa mu?!.."Desak Anya.Sudah sejak lama Anya ingin memastikan hal ini namun dia merasa kurang percaya diri untuk melakukannya.


Al terdiam mendengar ucapan Anya.Bukannya dia tidak mencintai Anya ataupun tidak ingin menikahinya,tapi dia tidak ingin menikah dalam kondisi dirinya yang sedang melawan musuh yang berbahaya.


"Dengar Anya!!..Aku sangat ingin menikahimu,tapi tidak sekarang.Papa juga belum kembali dari luar negeri,jadi aku mohon bersabarlah.."Bujuk Al.Dia sangat mencintai Anya namun dia juga tidak ingin mengambil keputusan tanpa persetujuan dari Papanya.


"Baiklah,aku akan menunggu tapi aku mohon,jangan pernah membohongi aku karena aku benci itu.."Tegas Anya.Al langsung mengangguk dan menarik kekasihnya kedalam pelukannya.


***


Devan berjalan memasuki Mansion dengan wajah datar nya.Para pelayan menyambutnya dengan berbaris didepan pintu seraya menundukkan kepala mereka.


"Bersihkan Mansion ini dengan baik!!..Jangan biarkan ada sedikitpun debu yang menempel karena aku tidak ingin jika sampai adikku sakit karena banyaknya Debu yang menempel..Dan juga bersihkan kamarnya!!.."Titahnya dengan tegas.Devan memang orang yang dijuluki sebagai manusia yang tidak punya senyum tapi jika menyangkut orang tersayangnya maka dia juga bisa tersenyum meski tidak dilihat orang.


"Minta orang-orangmu untuk bersiap,kita akan menjemput Dara dibandara besok pagi!!.."Titahnya pada Kevin.

__ADS_1


"Baik tuan muda..."Jawab Kevin seraya menundukkan kepalanya.


Selepas memberikan titahnya pada semua.Devan pun berlalu menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Didalam kamarnya,hal pertama yang dia lakukan adalah menyapa kekasihnya.Hanya ini saja yang bisa Devan lakukan untuk mengobati kerinduannya pada sang Kekasih.


"Kau tau Helena??..Besok Dara akan kembali,andai kau disini dia pasti akan sangat senang.."Ujarnya.Mata Devan seketika berkaca-kaca saat menyentuh foto sang kekasih yang terpajang hampir diseluruh bagian kamarnya.


Diluar sana Devan dikenal sebagai manusia sedingin es,manusia yang tidak pernah tersenyum dan tidak punya hati.Namun nyatanya,Devan adalah seorang pria yang selalu lemah jika sudah menyangkut kekasihnya.


Sejak kematian Helena,Devan berubah 180°.Diluar sana dia akan selalu menunjukkan sikap dinginnya,tapi jika sedang sendiri dan menatap foto Helena,maka dia akan menjadi sosok pria rapuh yang membutuhkan seseorang sebagai tempat bersandar.


Waktu sudah berlalu cukup lama,tapi Devan masih setia memandangi foto kekasihnya yang seakan tak membuatnya merasa bosan.Namun sebuah ketukan di pintu membuatnya langsung menoleh.


"Masuk!!.."Titahnya seraya kembali memandangi foto Helena.


"Tuan muda,Nona Dara..."Kevin masuk dengan wajah yang tampak panik hingga membuat Devan menatapnya serius.


"Nona Dara ada dibawah tuan..."Jawab Kevin.Devan tampak terkejut mendengar ucapan Kevin dan sesaat kemudian langsung keluar dari kamarnya lalu masuk kedalam lift dan menekan tombol menuju lantai paling bawah Mansion nya.


Ting


Saat pintu lift terbuka,Devan dengan cepat keluar dari sana kemudian melangkah menuju ruang tamu.Dan benar saja,disana sudah tampak Dara yang sedang duduk seraya memainkan ponselnya.


"Dara.."Panggil Devan seraya berjalan mendekati adik tercintanya itu.


"Kak Devan..."Dengan wajah yang tampak girang,Dara langsung menghampiri dan memeluk erat tubuh kekar kakaknya.


"Apa ini Dara??..Kenapa kau pulang tanpa memberitahu kakak lebih dulu??..Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu??.."Tampak jelas diwajah Devan jika dia begitu mengkhawatirkan adik sematawayangnya itu.

__ADS_1


Tak ada yang salah dari kekhawatiran Devan itu karena sebagai seorang Mafia yang memiliki banyak musuh tentu saja dia akan merasa cemas kala salah satu anggota keluarga nya pergi tanpa pengawalan.


"Iya maaf..Dara cuma ingin kasih kejutan buat kakak..Lagipula kak Devan lihat sendiri kan kalau Dara baik-baik saja,jadi kakak tidak perlu khawatir seperti itu.."Dara tersenyum manis kearah Devan seraya mengajak sang kakak untuk duduk di sofa.


"Jangan lakukan ini lagi Dara!!..Karena aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu padamu.."Bagi Devan,Dara adalah segalanya untuknya.Karena setelah kehilangan Helena hanya Dara dan Kevin saja yang tersisa dan mereka adalah kekuatan sekaligus kelemahan Devan.


"Maafkan aku Kak,aku sudah membuat kakak merasa khawatir,tapi aku sudah dewasa sekarang dan aku merasa jika aku bisa jaga diri sendiri..Aku tidak membutuhkan Bodyguard lagi sekarang,aku bisa pergi kemanapun semau ku..Aku hanya ingin bebas tanpa ada yang selalu mengatur dan membatasi aku kak.."Ujar Dara dengan wajah yang memelas.


Devan terdiam dengan wajah yang tampak datar sedangkan Dara yang tak mendapat respon juga langsung diam tanpa berniat berkata-kata lagi.


"Dengarkan aku Dara!!...Bagiku kau tidak akan pernah dewasa,jadi jangan pernah berfikir untuk bisa bebas seperti orang-orang pada umumnya..Lagipula kau tau sendiri apa pekerjaan ku,aku memiliki banyak musuh yang selalu mengintai kita setiap saat dan kita tidak akan tau kapan mereka akan menyerang karena itu aku tidak mau jika kau pergi keluar sendiri.Aku ingin kau keluar dengan ditemani Bodyguard dan itu sudah jadi keputusan kakak dan tidak bisa dibantah lagi..."Tegas Devan.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Dara menjadi kesal,apalagi jika membayangkan dia akan keluar dengan bodyguard yang akan selalu mengikutinya apalagi jika bodyguard nya itu berwajah seram bisa-bisa semua orang akan menjauh darinya.


Namun seketika wajah Dara langsung berbinar kala otak cerdasnya menangkap sebuah ide yang menurutnya cemerlang.


"Baiklah,aku tidak keberatan punya Bodyguard.Tapi aku punya syarat..."Ujarnya dengan senyum diwajahnya.


"Apa??.."


"Aku ingin Bodyguard perempuan dan bukan laki-laki.."


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE!


__ADS_2