terjebak cinta sang mafia

terjebak cinta sang mafia
Kalung Liontin


__ADS_3

"Aku Anya.."Ujarnya seraya menerima uluran tangan tersebut.


Dara menatap Anya dengan seksama seakan dia mengenal wanita yang ada didepannya itu.."Apa kita pernah bertemu sebelumnya??..Wajah kakak nampak tidak asing.."Tanya Dara.


Mimik wajah Anya mendadak berubah kala mendengar kata 'Kakak' dari Gadis yang baru saja dia temui itu.


"Kau memanggilku kakak??.."Tanya Anya balik.


"Iya..Maaf jika kakak tidak suka, sebenarnya aku sangat senang memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan kakak,itu sudah kebiasaan ku..Maaf jika hal itu membuatmu tidak nyaman.."Dara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa tidak enak apalagi raut wajah Anya berubah kala dia memanggilnya dengan sebutan kakak.


"Tidak..Justru aku senang karena ada seseorang yang memanggilku dengan sebutan kakak.. Sebenarnya aku tidak punya saudara jadi mungkin aku kaget karena tiba-tiba ada seseorang yang memanggilku seperti itu.."Jawab Anya.Entah kenapa meski baru pertama kali bertemu,Anya sudah sangat nyaman berbicara dengan Dara.


"Dara..."Baru saja Dara akan berbicara pada Anya,suara bariton dari arah belakangnya sudah menghentikan niatnya.


Raut wajah Dara seketika berubah kala dia mengetahui jika yang memanggilnya barusan adalah kakaknya.


"Apa yang kau lakukan disini??.. Bukankah sudah kakak bilang,kau tidak boleh keluar sampai kakak menemukan Bodyguard untukmu.."Tegas Devan yang kesal dengan adiknya yang keras kepala itu.


"Tapi Dara hanya ingin mengunjungi makan kak Helena..Apa salahnya dengan itu??.."Bukannya minta maaf,Dara justru malah beradu argumen dengan kakaknya itu.


"Jangan membantah!!.. Sekarang kamu ikut Kakak pulang.."Devan Menarik keras tangan Dara untuk ikut bersamanya namun seketika dia menghentikan langkahnya saat matanya sekilas melihat wajah Anya.


Devan segera menoleh kearah Anya namun ternyata gadis itu sudah berpaling bahkan dia sudah melangkah pergi menjauh dari mereka.


"Siapa gadis itu??.."Devan terus menatap kearah Anya yang kini sudah semakin jauh.


"Oh iya aku lupa.. Semua ini gara-gara kak Devan,aku jadi lupa minta nomor ponsel kak Anya.."Dara dengan kesal menarik tangannya dari Devan dan pergi meninggalkan kakaknya itu dengan wajah kesal.


Kenapa aku merasa seakan aku mengenal wanita itu" Gumam Devan.


***


Anya melangkah masuk kedalam Rumahnya dan menjatuhkan badannya diatas sofa usang miliknya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus mulai mencari pekerjaan sekarang..Uang tabungan ku semakin hari semakin menipis.. Tapi aku harus mencari pekerjaan dimana,aku tidak punya pengalaman sama sekali dalam hal ini.."Anya menghela nafasnya seraya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


Anya menatap sebuah liontin yang baru saja dikeluarkan nya dari dalam tasnya.Liontin tersebut adalah pemberian Ayahnya sehari sebelum kedua orang tuanya dibunuh.


"Ayah,aku tidak tau apa maksud Ayah saat ayah memberikan liontin ini kepadaku..Aku tidak tau kenapa ayah melarangku untuk membukanya sampai usiaku genap 22 tahun..Tapi sebentar lagi aku akan tau ada apa didalam liontin ini.."Ujarnya seraya terus menatap liontin tersebut.


Flashback on


Anya kecil tengah bermain ditaman Rumahnya saat Ayah dan Ibunya tiba-tiba datang dan duduk disampingnya.


"Sayang,Ayah ingin memberikan sesuatu kepadamu.."Ujar Andra ayah dari Anya.


"Apa itu Ayah??.."Tanya Anya kecil seraya tersenyum kearah kedua orang tuanya.


Andra tersenyum dan membuka sebuah kotak hitam yang dimana didalamnya terdapat sebuah kalung liontin.


"Ayah akan memberikan ini kepadamu.."Ucap Andra seraya memperlihatkan liontin tersebut kepadanya Anya.."Berjanjilah pada Ayah untuk terus menyimpan dan menjaganya dengan baik.."Ujarnya lagi.


"Jaga itu dengan baik sayang..Tapi berjanjilah pada Ayah satu hal lagi.."


"Janji apa ayah??.."


"Didalam kalung liontin itu ada sesuatu yang sangat berharga dan sesuatu itu akan sangat berguna untukmu namun itu juga bisa membahayakan dirimu,jadi sebelum umurmu menginjak 22 tahun maka berjanjilah untuk tidak pernah membuka kalung itu..Apa kau bisa berjanji??.."Tanya Andra seraya menatap serius putrinya.


"Baik ayah,Anya tidak akan membukanya sampai usia Anya 22 tahun..Tapi kenapa Ayah memberikannya sekarang??..Ayah kan bisa menyimpannya dan memberikannya pada Anya saat nanti Anya sudah dewasa.."Anya kecil menatap Ayahnya dengan tatapan polosnya.


Andra tersenyum seraya memeluk Puterinya itu.."Ayah hanya ingin memberikannya padamu agar kau bisa menjaganya sendiri..Jaga itu baik-baik,jangan pernah memberikannya kepada orang lain dan bukalah kotak yang ada dikalung itu saat waktunya tepat nanti,karena Ayah yakin kau akan bisa menggunakannya dengan baik.."Ujarnya seraya memeluk Isti dan anaknya.


Flashback off


Anya kembali menghela nafasnya pelan kala mengingat momen itu dimana itu adalah momen terakhirnya bersama dengan kedua orang tuanya karena tepat setelah itu,tepatnya saat malam tiba,dia sudah harus menyaksikan kedua orang tuanya meninggal secara mengenaskan didepan matanya sendiri.


"Apa mungkin itu alasan ayah memberikan kalung ini padaku waktu itu,mungkin ayah sudah tau jika ayah dan ibu akan meninggalkan aku dengan cepat.."Setetes air matanya meluncur membasahi pipinya.

__ADS_1


"Suatu saat nanti saat aku sudah memiliki kekuatan aku pasti akan mencari mereka,aku akan menemukan mereka yang telah membunuh kalian..Mereka tidak pantas hidup tenang setelah apa yang mereka lakukan..Aku harap Ibu dan Ayah mendukung ku agar aku memiliki keberanian untuk melawan mereka kelak.."Ujarnya seraya memeluk kalung liontin tersebut.


Setelah merasa cukup tenang,Anya lalu memasukkan kembali kalungnya kedalam tas lalu beranjak dari tempatnya menuju kamarnya.


Sedangkan ditempat lain,tepatnya diMansion yang megah,tampak Devan tengah duduk melamun dikamar nya seraya memikirkan sesuatu.


"Kenapa aku terus memikirkan wanita itu??.. Sebenarnya siapa dia??..Kenapa aku merasa seperti mengenalnya,meski hanya melihat wajahnya sekilas tapi rasanya aku seperti sangat mengenalnya.."Sedari tadi Devan tak henti-hentinya memikirkan wanita yang dilihatnya dipemakaman.


Lamunan Devan seketika buyar kala mendengar suara ketukan dipintu kamarnya.


Dengan malas Devan bangkit dan berjalan menuju pintu.Membuka sedikit pintunya,Devan dapat melihat jika adiknya lah yang sedang berada didepan kamarnya sekarang.


"Ada apa??.."Tanyanya dengan wajah datar.


"Apa kakak tidak akan membiarkanku masuk??..Kenapa membuka pintunya hanya sedikit??..Aku ingin masuk.."Dara berusaha mendorong daun pintu namun Devan menahannya.


"Katakan saja apa yang ingin kau katakan disini!!..Kau tidak perlu masuk kemari.."Dengan wajah yang datar,Devan keluar dari kamarnya dan segera menutup pintunya.


"Sebenarnya apa sih yang kakak sembunyikan didalam sana sehingga kakak melarang semua orang masuk??."


"Kau tidak perlu tau,dan ingatlah ini!!..Jangan masuk ke kamar ini tanpa seizin ku atau kau akan mendapatkan hukuman dariku!!.."


"Baiklah.."Ujar Dara dengan kesal.


.


.


.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE!

__ADS_1


__ADS_2