
setelah selesai makan Amira, Bagas dan kedua orang tuanya berkumpul di depan ruang tv sambil besanda gurau
"kakak sampai Kapan disini?" tanya Amira sambil memainkan ponselnya
" kenapa kamu tanyaa gitu,? apa gak seneng kakak u pulang?"balas tanya bagas kepada adiknya sambil mengacak rambut Amira
"ihhhh kakak seneng banget sih ngacak rambut aku" Amira sebel
"kan kamu adik kakak. jadi gak boleh perotes" goda Bagas membuat adiknya cemberut.
"ibu kakak Bagas nyebelin" adu Amira kepada ibunya
ibu dan ayah cuma menggeleng menyaksikan anaknya ribut
" nak gimana kuliahmu". tanya ayah
"Alhamdulillah ayah lancar sebentar lagi bagas akan magang yah" jawab Bagas
"rencana mau magang dimana nak" tanya ibu
" kayak nya bagas mau magang disini ajha Bu" jawab Bagas
" rencana mau magang di perusahaan mana kak?"tanya Amira kepo
" insyaallah kakak mengajukan di wijayagrub dek" jawab Amira
mereka bersanda gurau sampai lupa waktu tak terasa jam Sudak pukul 22.00 ayah dan ibu berpamitan ingin istrahat
"ak ayah dan ibu tidur dulu amira jangan tidur malam" yah besok sekolah gitu" perintah ibu kepada Amira yang masih asik bercanda dengan kakaknya
" ia Bu sebentar lagi Amira tidur. masih ada yg ingin Amira tanyakan ke kakak" jawab Amira
__ADS_1
" mau tanya apa sih.? udah tidur sama anak kecil jam segini gak tidur tidur" goda sang kakak
" kakak ada hubungan apa dengan Adel" tanya Amira seperti detektif meintrogasi pelaku
"kakak enggak ada hubungan apaapa. emangnya kenapa?" jawab Bagas sambil membalas wa temannya
"bohong kenapa sih gak jujur ajha Ama adek sendiri" tanya Amira.
"yahudah kalok gak percaya, tanya ajha ma Adelnya sendiri" jawab Bagas sambil meninggalkan adiknya
"kakak" teriak Amira sebel karna kakaknya enggan menjawab. bukannya Amira tidak setuju atau mau ikut campur dengan hubungan kakaknya dan Adel takut ada yg tersakiti dan membuat hubungan nya dengan Adel sahabatnya memburuk.
didalam kamar Bagas kembali menghubungi Adel tapi ia enggan memberitahu kalau dia sudah pulang kerumah karna bagas akan membuat kejutan ke Adel pas mereka bertemu nanti.
tapi naas panggilannya tak terjawab karna Adel sudah tidur dari tadi.
Amira kembali ke kamarnya dan teringat jas yang sudah terlipat rapi ia inin mengembalikan jas itu besok
akhirnya Amira ingat ia menyimpan kartu nama di buku hariannya ia begesas mengambil dan menyimpan didalam tas sekolahnya
Dimension Oma berpamitan meninggalkan 2 cucu kesayangannya untuk istrahat
" boy Oma udah ngantuk mau tidur dulu." oma bangkit dari duduk nya ingin kekamar nya untuk istrahat
" iyha Oma selamat istrahat"jawab adam
" selamat malam omah mimpi indah" goda Arya
"Arya nginep ajha disini udah malam gak usah kembali ke apartemen mu" pinta Oma
" siap Oma" jawab Arya
__ADS_1
meskipun Arya asisiten Adam tapi Oma sudah menganggap Arya seperti cucunya sendiri karna Adam anak dari mang Ujang. Arya disekolahkan sampai tamat S2 oleh Oma karna bentuk terima kasih mang Ujang sudah menolongnya dan Adam dulu.
Adam dan Arya menghabiskan malam mereka dengan berdiskusi masalah dunia hitam yg selama ini mereka sembunyikan dari sang Oma
ditengah obrolan mereka Adam menerima telfon dari Exel ayah angkat Adam sekaligus Arya
" assalamualaikum nak. ayah kangen sama kamu udah lama kamu nggak ngajak Oma kerumah ayah" tutur orang disebrang telfon
"waalaikumsalam ayah maafkan Adam yg masih sibuk mengurus perusahan di Indonesia. sampai enggak sempet nengok ayah disana"jawab adam
"ayah kira kamu sudah lupa dengan ayah." kata exal disebrang telfon
"ayah ngomong apa aku Oma Arya gak bakal lupa ayah. bulan depan kita akan berkunjung kerumah ayah" jawab Arya meyakinkan exal
"janji yha nak ayah menunggu kalian mengunjungi pak tua ini" goda exal
"Adam janji aaaaaaay" belum sempat adma menyelesakan kata katanya ponsel Adam di rebut oleh Arya karna. adma kesal dengan Arya yg main rebut ponselnya tanpa ijin terlebih dulu
Arya juga merindukan exal sudah lama ia tidak bertemu dengan exal
"assalamualaikum ayah Arya kangen ayah, gimana kabar ayah" Tanya Arya
"waalaikumsalam nak ayah baik gimana kabar mu. kamu dan adma sama saja melupakan ayah mu yg tua renta ini" jawab Exel sedih
"Alhamdulillah ayah Arya baik baik saja. ayah jangan sedih adam kan sudah bilang bulan depan kita semua akan kesana" jawab arya
"yasudah ayah tunggu kalian kemari. ayah ada pekerjaan yang harus ayah selesaikan." Exel berpamitan kepada Arya
"iyha ayah hati hati" jawab Arya dan Exel mengakhiri panggilan telfonnya
Arya tanpa bersalah mengembalika ponsel Adam tanpa besalahnya langsung pergi masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
tak lama adma pergi ke kamarnya untuk istrahat.