
Kaisar Han gu yao telah kembali dari kepergiannya dari luar kerajaannya, saat dia kembali dia mendapati kabar dari para pelayan nya, kalau Zheyra mencoba melarikan diri dari Kerajaan Han gu.
"Lalu di mana keberadaan istriku sekarang?" tanya Kaisar Han gu yao kepada para pelayannya.
"Di kamar, Tuanku. kami berhasil menangkap Ratu yang hendak melarikan diri. karena salah satu pengawal yang berjaga di sekitar kediaman Anda, menemukan kalau Ratu hendak melarikan diri." jawab para pelayan.
"Lalu apa yang kalian lakukan? jika istriku sampai bisa keluar dari tempat ini." Kaisar Han gu yao dengan suara yang sangat keras, dia memarahi seluruh pelayan yang berjaga di sekitar tempatnya.
Di tempat lain Zheyra yang tidak bisa kabur, karena dia berhasil dicegah oleh parah pelayan yang ada di kerajaan itu, dia nampak sangat kesal.
"Sebenarnya ini tempat apa, Kenapa tempat ini begitu menyeramkan." ucap Zheyra sambil berjalan mondar-mandir di kamarnya.
Zheyra terus mondar-mandir di dalam kamarnya sambil memikirkan bagaimana cara melarikan diri dari tempat yang aneh itu, apalagi dengan perlakuan aneh dari bos barunya yang ternyata pemimpin di tempat yang sangat aneh.
"Mimpi apa aku sekarang, Mengapa hidupku harus seperti ini, apalagi dengan keberadaanku di tempat asing seperti ini." guman Zheyra sambil mengigit jarinya.
Sesaat kemudian...
BRAKK...
suara pintu yang di buka secara kasar oleh Kaisar Han gu yao. sang kaisar masuk dengan wajah yang sangat murka setelah mendengar kabar Kalau. Zheyra ingin melarikan diri dari tempatnya.
"Aaa!!!!" Zheyra yang terkaget karena pintu kamarnya dibuka secara kasar oleh Kaisar Han gu yao, hal itu membuat Zheyra langsung terjatuh saat berdiri sambil berpegangan pada pembatas ranjang.
Zheyra menoleh dengan posisi yang masih terduduk di lantai. sedangkan Kaisar Han gu yao berjalan dan mendekati Zheyra.
"Yang aku dengar kau mencoba melarikan diri dari tempat ini?!" suara yang keluar dari mulut Kaisar Han gu yao begitu terdengar sangat menakutkan.
__ADS_1
Zheyra menatap wajah pria yang berjongkok di depannya. "Memangnya, kenapa aku tidak boleh melarikan diri dari tempat ini?" tanya Zheyra dengan ekspresi yang tak takut.
"Aku sudah bilang padam, kalau kau adalah istriku. jadi kau tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini." jawab Kaisar Han gu yao.
"Apa maksudmu aku adalah istrimu?" tanya Zheyra. terlihat dua bola mata Kaisar Han gu yao yang senduh kini beralih menjadi merah.
"Beberapa hari yang lalu, kau dan aku sudah melakukan upacara pernikahan. jadi kau tidak akan bisa lepas dariku." ucap Kaisar Han gu yao.
"Bahkan aku tidak pernah merasa pernah menikah denganmu ataupun melakukan upacara pernikahan." bantah Zheyra sambil berusaha berdiri.
Kaisar Han gu yao yang melihat hal itu, nampak emosinya sedikit demi sedikit mulai naik, sesaat kemudian Kaisar Han gu yao langsung menarik tangan Zheyra dan menciumnya dengan paksa. mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Zheyra langsung mendorong tubuh Kaisar Han gu yao dan ciuman Mereka pun langsung terlepas.
PLAKKK!!
suara tamparan yang mendarat di pipi Kaisar Han gu yao.
Kemarahan yang keluar dari dirinya, membuat Kaisar Han gu yao berubah wujud menjadi sosok yang sedikit menakutkan. wajah tampan yang selalu nampak kini berubah menjadi sosok pria yang menyeramkan.
"Kau kira aku akan percaya dengan semua kata-katamu!" seru Zheyra yang membuat Kaisar Han gu yao langsung terprovokasi.
Sesaat kemudian...,,Di kamar itu terlihat sebuah bayangan seperti cermin, yang terpantul di sana dan ada gambaran teman-teman Zheyra yang bekerja di perusahaannya dulu. terlihat jelas di gambaran ilusi itu nampak di sana ada Alan yang sedang bekerja.
Salah satu tangan Kaisar Han gu yao langsung bergerak ke udara. hall itu membuat salah satu teman Zheyra yang ada di seberang sana langsung terjatuh ke lantai, sedangkan teman-teman yang lain nampak histeris saat melihat salah satu temannya yang langsung tersungkur bersimbah darah.
"Kau kira aku akan bercanda dengan semua kata-kataku!" seru Kaisar Han gu yao yang kemudian melirik wajah Alan yang ada di pantulan bayangan di cermin.
"Apa yang akan kau lakukan!" seru Zheyra yang mulai ketakutan.
__ADS_1
"Selanjutnya aku akan membuat pria itu menyusul wanita itu ke alam baka." jawab Kaisar Han gu yao yang kemudian memutar tangannya.
"Hentikan, aku mohon hentikan, jangan lakukan itu." seru Zheyra yang menghentikan pergerakan dari Kaisar Han gu yao. hal itu membuat sang kaisar langsung berhenti dan berbalik menatap wajah Zheyra.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Kaisar Han gu yao kepada Zheyra. karena terlihat jelas wajah Zheyra sudah pucat pasi. saat melihat kematian dari salah satu temannya.
"Aku mohon, hentikan. jangan lakukan itu, aku akan melakukan apa yang kau inginkan. aku tidak akan pernah berusaha untuk melarikan diri lagi." jawab Zheyra .
Terasa bergetar kaki Zheyra, kedua kakinya seolah tidak mempunyai tulang. dia langsung terduduk setelah melihat kematian dari salah satu temannya yang ada di seberang sana.
Sebuah senyum terlihat jelas di wajah Kaisar Han gu yao. "Selamat datang istriku, ratuku, di kerajaan kita!" seru Kaisar Han gu yao yang kemudian mengangkat tubuh Zheyra yang sudah lunglai.
Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Zheyra, dia tidak ingin membantah kata-kata dari pria yang membopong nya. dia ingin teman-temannya yang selama ini memberikan semangat padanya terbebas dari pria yang bersamanya.
"Aku senang Kau tidak akan kabur dari tempat ini, karena mulai besok aku akan mengajakmu berkeliling kerajaan ini. akan ku perkenalkan dirimu sebagai Ratu kerajaanku." ucap Kaisar Han gu yao dengan lembut.
"Terserah padamu." jawab Zheyra tanpa ekspresi sama sekali.
Tak ada perlawanan yang dikeluarkan oleh Zheyra, tak ada lemparan barang yang ditunjukkan kepada Kaisar Han gu yao. yang ada hanyalah kepatuhan agar teman-temannya yang ada di seberang sana selama dan tidak akan celaka karena dirinya.
** BERSAMBUNG **
mohon dukungannya buat Kakak pembaca, semoga aku bisa membuat karya yang lebih baik. mohon tinggalkan komentar dan jejak ya. terimakasih banyak 😊😊
Baca novelku yang lain.
- mawar berduri
__ADS_1
- terlempar ke dunia sang kaisar