TERLEMPAR KE DUNIA SANG KAISAR

TERLEMPAR KE DUNIA SANG KAISAR
BERDEBAR


__ADS_3

DEG..


DEG..


Sesaat kemudian, entah apa yang dirasakan Zheyra. Gadis itu mempunyai indra keenam yang bisa terbilang sangat kuat. Saat berada di pasar, disudut tempat yang sedikit menyeramkan. Zheyra nampak berhenti, bulu kuduknya terus merinding. Dadanya berdebar tidak karuan, rasa takut tiba-tiba muncul dan menyelimuti dirinya. raut wajah yang tadinya tersenyum kini berubah menjadi sedikit ketakutan. Zheyra nampak menempel erat pada sang kaisar, hal itu membuat Kaisar Han gu yao menatap wajah ketakutan yang terlihat di diri Zheyra.


Terlihat sang kaisar mengerutkan keningnya. Senyum yang dari tadi keluar dari bibir Zheyra, kini sirna seketika.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Kaisar Han gu yao yang menatap wajah Zheyra.


"Oh ya, kaisar. Apakah di sini ada tempat yang menyeramkan atau tempat yang menakutkan?" tanya Zheyra sambil memegang lengan Kaisar Han gu yao.


"Memangnya ada apa? kamu kan sering melihat hantu, Apakah kamu masih ketakutan?" tanya Kaisar Han gu yao penasaran.


"Aku ini sedang berbicara beneran, apakah di sini banyak setannya?" tanya Zheyra.


"Memangnya kenapa?" tanya balik Kaisar.


"Aku tanya lagi, apakah di sini banyak setan soalnya? bulu kudukku merinding semuanya." jawab Zheyra.


"Dunia kerajaan itu adalah dunia yang kejam, jika di sini ada setan itu itu sudah biasa. Karena Kamu tahu kan di sini begitu banyak arwah gentayangan dari para prajurit yang meninggal akibat berperang." jawab Kaisar.


"Kalau arwah seperti itu sih aku tidak takut, tapi ini entah kenapa aku tidak bisa merasakan sesuatu." jawab Zheyra.


"Maksudmu?" tanya Kaisar Han.


"Pokoknya aku tidak bisa mengatakannya." jawab Zheyra yang bingung untuk menjelaskan apa yang ada di pikirannya.


"Mungkin kamu hanya takut dan memikirkan sesuatu." ucap kaisar Han.


"Aku tidak tahu, tapi entah kenapa jantungku ku berdebar sangat kencang. aku sangat ketakutan." jawab Zheyra yang memegang tangan sang kaisar lebih erat.


Keringat mulai keluar dari wajah Zheyra, wajahnya menjadi sedikit pucat. Tangannya gemetar saat memegang lengan sang kaisar, hal itu membuat Kaisar Han gu yao merasakan rasa ketakutan yang ada di diri Zheyra.

__ADS_1


"Sebaiknya kita kembali saja ke kerajaan, kau terlihat tidak enak badan, istriku." ucap Kaisar Han gu yao sambil memegang tubuh Zheyra.


DEG..


DEG..


Tiba-tiba Zheyra merasakan aura yang sangat kuat mendekati mereka.


"Yang mulia, sebaiknya kita pergi dari sini. aku takut akan ada sesuatu yang mencelakai kita." ucap Zheyra sambil mencengkram tangan Kaisar Han gu yao, hal itu membuat sang kaisar langsung menganggukkan kepalanya.


Kaisar Han gu yao tidak ingin sesuatu terjadi kepada istrinya, akhirnya pria itu lebih memilih untuk membawa Zheyra segera kembali ke kerajaan.


"Baiklah, kita akan kembali. kau jangan takut seperti itu, aku akan selalu bersamamu." jawab Kaisar Han gu yao yang kemudian mengangkat tubuh Zheyra dan menggendongnya.


Terlihat Zheyra tidak berusaha melawan ataupun berteriak seperti biasanya, bahkan Zheyra menyilangkan kedua tangannya di leher sang kaisar dan menempelkan kepalanya di pundak suaminya. Hal itu membuat Kaisar Han gu yao langsung tersenyum karena perlakuan dari Zheyra.


"Yang mulia, Apakah kamu mempunyai musuh?" Zheyra yang tiba-tiba bertanya kepada suaminya.


"Aku takut para musuh-musuhmu akan tiba-tiba menyerang kita." jawab Zheyra yang masih menempelkan kepalanya di dada sang suami.


"Walaupun musuh-musuh ku menyerang kita, Aku tidak akan membiarkan mereka untuk menyentuh seujung rambutmu. karena hal itu itu akan membuatku membinasakan mereka semuanya." jawab Kaisar Han gu yao dengan raut wajah yang yang sangat dingin. Hal itu membuat hati Zheyra berdebar tidak karuan.


DEG..


DEG..


"Kenapa dia selalu mengeluarkan kata-kata seperti itu, Aku ini wanita normal. bisa-bisa aku jatuh hati padanya." guman Zheyra dalam hati.


"Yang mulia..," ucap Zheyra yang menggantung.


"Ada apa?" tanya Kaisar Han gu yao.


"Apakah kau akan selalu bersamaku?" tanya Zheyra.

__ADS_1


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya balik sang kaisar.


"Apakah kau tidak akan meninggalkanku?" Zheyra yang bertanya kembali.


"Tentu saja tidak, memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Kaisar Han.


"Tentu saja aku bertanya seperti itu, takut-takutnya kalau kamu tiba-tiba meninggalkan aku, yang mulia. Aku ini sudah kamu culik dari tempatku, masa kamu terlantarkan aku di tempat yang tidak aku kenal." jawab Zheyra.


Mendengar perkataan dari Zheyra, sontak Kaisar Han gu yao langsung menghentikan langkah kakinya.Dia menatap wajah Zheyra yang berada di gendongannya.


"Aku sudah lama mencintaimu dalam diam, cinta yang begitu dalam padamu dari kejauhan, aku selalu menatapmu walaupun kau tidak pernah melihatku, jadi jangan pernah kau mempertanyakan cintaku kepadamu. Sampai matipun aku akan selalu bersamamu. Seberat apapun jalan yang akan ku tempuh, aku akan tetap mempertahankan mu." jawab Kaisar Han gu yao sambil menatap wajah Zheyra.


DEG..


DEG...


Sedangkan Zheyra yang mendapat tatapan seperti itu, mukanya langsung bersemu merah. Debaran jantungnya semakin tak terkendali, tubuhnya serasa panas seperti disiram air panas.Terasa desiran hangat yang masuk ke dalam jiwanya saat mendengarkan kata-kata dari pria yang telah menikahinya.


"Kamu ini pria aneh, tapi ngomongnya suka memberikan harapan pada setiap wanita." cipir Zheyra.


"Memangnya wanita mana yang aku beri harapan? aku tidak pernah melakukan hal itu kan?" tanya Kaisar Han.


Seketika Zheyra memalingkan wajahnya karena tidak ingin terlihat konyol di depan Kaisar.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar


- karena cinta

__ADS_1


__ADS_2