TERLEMPAR KE DUNIA SANG KAISAR

TERLEMPAR KE DUNIA SANG KAISAR
KESAL


__ADS_3

Terasa semuanya benar-benar begitu membingungkan, perasaan itu timbul tanpa ada yang bisa menyadari. Kaisar Han gu yao hanya bisa tersenyum ketika melihat kecemburuan itu nampak di wajah Zheyra. kaisar Han benar-benar begitu bahagia semuanya seperti yang dia harapkan.


Apakah Zheyra ada rasa kepada Kaisar Han gu yao? Zheyra tidak pernah mengerti tentang perasaan nya, gadis itu tidak pernah merasakan jatuh cinta. Karena baginya berjuang hidup adalah prioritas, mempunyai teman dan bahagia adalah keinginannya.


Zheyra lebih memilih untuk berdamai dengan Kaisar Han gu yao. Tidak ingin melawannya, tidak ingin membuat Kaisar Han gu yao marah, ataupun membuat pria itu menghabisi para teman-temannya.


Kekesalan Zheyra mulai muncul saat para wanita-wanita cantik mulai mendatanginya dan mengaku sebagai kekasih gelap atau kekasih dari Kaisar Han gu yao. Mungkin Zheyra masih belum mencintai sang kaisar, namun gadis itu merasa kesal saat para wanita genit itu selalu mengajaknya bertengkar karena Kaisar Han gu yao telah menikahinya.


"Lebih baik aku keluar berjalan-jalan dari pada aku harus meladeni para wanita-wanita yang tidak punya moral itu." guman Zheyra dalam hati, karena terkadang dadanya terasa sesak saat para wanita itu mengaku sebagai simpanan sang suami.


Fikiran Zheyra mulai membayangkan kalau suaminya berhubungan dengan para wanita itu ataupun bercinta ketika mereka bersama, fikiran-fikiran jelek itu mulai menghantui Zheyra. terkadang gadis itu tiba-tiba tidak bisa mengontrol emosinya.


Mungkin saja Zheyra sudah mempunyai rasa kepada Kaisar Han gu yao, namun gadis itu berusaha untuk menyangkal perasaannya. Memang terbilang sikap Kaisar Han gu yao sangat lembut pada Zheyra, walaupun gadis itu selalu membuatnya pusing tujuh keliling.


Hari ini Zheyra keluar dengan pakaian rapi nya dan makai riasan yang tipis.


"Apakah kau sudah lama menungguku?" Kaisar Han gu yao yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu kamar Zheyra.


"Tidak." jawab Zheyra yang kemudian berdiri dan menghampiri Kaisar Han gu yao.


"Kau tidak akan membohongi ku kan?" tanya Kaisar Han gu yao kepada Zheyra.


"Memangnya, aku akan membohongimu apa?" tanya Zheyra.

__ADS_1


"Oh..," ucap Kaisar Han gu yao.


"Tadi, kau bilang mengajakku keluar untuk berjalan-jalan?" tanya Zheyra.


"Tentu, aku tidak akan berbohong." jawab Kaisar Han gu yao yang kemudian memberikan tangannya kepada Zheyra.


"Mau apa?" tanya Zheyra yang melihat tangan Kaisar Han gu yao sudah terulur di depannya.


"Apakah kau mau berdiri di situ terus." tanya Kaisar Han gu yao.


"Masa bodoh, yang penting aku keluar dari tempat ini. dari pada aku harus melihat para wanita-wanita ular itu." guman Zheyra dalam hati.


akhirnya Zheyra memegang tangan sang kaisar dan berjalan bersamanya.


"Aku tak peduli, Yang penting aku bisa keluar dari kerajaan ini." guman Zheyra dalam hati.


Zheyra berjalan berdampingan dengan sang kaisar, gadis itu seolah tidak menggubris tatapan sinis dari para wanita yang selalu mendamba Kaisar Han gu yao.


Di sepanjang perjalanan Zheyra begitu bahagia. Senyumnya terus mengembang sepanjang perjalanan, entah hatinya begitu bahagia atau apa yang jelas Zheyra benar-benar tertekan dengan semua yang dia alami di negeri antah berantah itu.


"Apakah kau bahagia?" tanya Kaisar Han gu yao saat menatap wajah Zheyra, senyumnya terus mengembang saat dia berada di kereta kuda.


"Memangnya kenapa aku harus bahagia? apa aku tidak boleh diam atau melakukan sesuatu?" tanya Zheyra.

__ADS_1


"Aku kan cuma bertanya, lalu kenapa jawabannya seperti itu?" tanya balik Kaisar Han gu yao. senyum terus ditampakkan oleh sang Kaisar, senyum itu benar-benar membuat pria yang mempunyai tahta tertinggi di kerajaan itu hanya bisa menuruti kemauan istrinya.


Tatapan mata Zheyra terus menatap sekeliling tempat yang dia pijak, kerajaan tempat Kaisar Han gu yao benar-benar begitu luar biasa. pikiran jenuh yang selama ini dirasakan oleh Zheyra seketika sirna saat dia berjalan-jalan di sekitar tempat itu.


Langkah kakinya terus berjalan tanpa henti, entah mau ke mana Zheyra dengan tatapan mata yang begitu penasaran.


"Kerajaan ini sangat indah ya, yang mulia." ucap Zheyra.


"Tentu saja kerajaan ini adalah kerajaan yang paling indah, kerajaan ini adalah kerajaan yang paling makmur." jawab Kaisar.


senyum mencibir terlihat di bibir Zheyra ketika dengan bangganya Kaisar mengatakan hal itu.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Kaisar.


"Tentu saja aku tersenyum seperti itu, memangnya tidak boleh ya?" tanya Zheyra yang membuat Kaisar malah tersenyum menatap wanita yang sudah dia tulis dalam masa depannya.


* Bersambung *


Mohon dukungannya pada novelku yang lainnya 😊😊😊


- Mawar berduri


- Terlempar ke dunia sang kaisar

__ADS_1


- karena cinta


__ADS_2