
"Tolong! Panas," Ucap Putri Irha.
"Jiwa kelakianku meronta," Ucap Pangeran Bobby.
"Tolong...panas!" Ucap Putri Irha.
"Sadar Bobby, sadar. Dia itu calon istri Kakak tirimu sendiri. Jangan sampai kau melakukannya. Putra Mahkota bisa murka," Gumam Bobby menyadarkan dirinya sendiri. Dia sempat keluat kamar, namun pintu terkunci dari luar.
"Ini kenapa tidak bisa dibuka!" Panik Pangeran Bobby.
"Gawat, aku bisa-bisa tidak terkendali jika terus menerus disini," Gimam Bobby mencari jalan lain. Dia melihat kearah jendela, saat hendak membuka jendela, tiba-tiba Putri Irha memeluknya dari belakang.
"Tolong, aku," Ucap Putri Irha.
"Jangan seperti ini, Putri Irha. Nanti aku tidak bisa mengendalikan diriku jika kau memelukku seperti ini," Ucap Pangeran Bobby.
"Tolong, bantu aku," Ucap Putri Irha.
"*Kau calon Putri Mahkota, besok kau dan Putra Mahkota akan segera menikah. Aku tidak bisa melakukan hal yang membuat Raja, murka," Ucap Pangeran Bobby melepaskan tangan Putri Irha yang melingkar di pinggangnya. Dia hendak teriak, namun Putri Irha tiba-tiba menci*mnya*.
"Tolong," Ucap Putri Irha.
"Kau tidak akan menyesalinya?" Ucap Bobby memastikan.
"*Tidak akan. Tolong bantu aku, ini sungguh panas," Ucap Putri Irha sembari menci*m Pangeran Bobby lagi*.
*Runtuh sudah pertahanan Pangeran Bobby, dia membalas ci*man Putri Irha. Hingga akhirnya mereka melakukannya hingga lebih jauh lagi*.
`````````
Didepan kamar Putra Mahkota Ilyas, Putri Izza tampak senang karena keinginannya akan tercapai.
"Ceklek." Dia membuka pintu kamar.
"Kenapa gelap? Ah, mungkin saja Putra Mahkota merasa kepanasan akibat obat perangsang itu, makanya dia matikan lantera," Gumam Putri Izza sembari menutup pintu kamar Putra Mahkota rapat-rapat.
Setiap penjaga di kamar Pangeran Bobby, Putra Mahkota Ilyas, Pangeran Arjuna dan kamar istirahat calon menantu kekaisaran tidak di jaga oleh prajurit yang bertugas. Putri Andini dengan sengaja memberi para penjaga itu obat tidur, hingga mereka tertidur dengan pulasnya. Dengan itu orang suruhan Putri Andini bisa dengan mudah memasuki kamar Pangeran Bobby sekaligus menguncinya. Begitupula dengan kamar Pangeran Arjuna, yang para penjaganya diberi obat tidur.
"Putra Mahkota?" Panggil Putri Izza.
*Tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang. Pria itu menci*m leher Putri Izza dari belakang*.
"*Ah, kau ternyata ada disini," Ucap Putri Izza senang. Dia membiarkan Pria yang dalam kegelapan itu terus menci*m-nya*.
Hingga mereka akhirnya melakukan hubungan yang tak semestinya.
```````
Dikamar khusus calon menantu kekaisaran. Putri Khina tampak gelisah saking panasnya. Dia juga tanpa sengaja meminum obat perangsang yang di berikan untuk Pangeran Arjuna.
"Panas, aduh....gerah," Ucap Putri Khina yang sudah menanggalkan selulur pakaian-nya.
Seseorang tiba-tiba memasuki kamar dimana Putri Khina berada. Kondisinya saat itu dalam keadaan tidak sadar. Dia juga meminum obat perangsang tersebut.
"Putri Irha," Ucapnya yang langsung memeluk tubuh Putri Khina. Dia menci*m bibir Putri Khina dengan rakusnya. Sampai dia mengangkat dan membaringkan Putri Khina ke atas kasur. Dia memulai menci*m, setiap jengkal t*b*h Putri Khina. Hingga mereka melakukan hal selayaknya hubungan suami-istri.
***Keesokan harinya, para pelayan berteriak histeris saat melihat keadaan kamar Para Pangeran, Putra Mahkota dan kamar milik Putri Irha***.
"***AAAAAA," Teriak para pelayan***.
"***KENAPA KALIAN BERTERIAK!" Ucap Raja Dayat dingin***.
"***Itu..itu..di kamar Pangeran Bobby...itu," Ucap Pelayan gagap. Dia tidak tahu harus menjelaskannya***.
__ADS_1
***Raja Dayat berlari kekamar Pangeran Bobby. Dia seketika terkejut dengan apa yang dilihatnya***.
"***PANGERAN BOBBY! PUTRI IRHA!" Teriak Raja Dayat murka***.
"***Eughh," Pangeran Bobby teebangun. Dia membulatkan matanya saat melihat sang Ayahanda***.
"***Aya..handa," Ucap Pangeran Bobby takut***.
***Putri Irha yanh tersadar mendengar suara teriakan. Dia perlahan membuka mata***.
"***Ada apa?" Tanya Putri Irha yang kebingungan melihat apa yang terjadi***.
"***KALIAN SUNGGUH MENJIJIKAN! KALIAN AKAN DIHUKUM DENGAN PERBUATAN TERCELA YANG KALIAN PERBUAT!" Murka Raja Dayat***.
"***KENAKAN KEMBALI PAKAIAN KALIAN SECEPATNYA!" Ucap Raja Dayat keluar dari kamar Bobby***.
"***Ada apa ini? Kenapa aku ada disini? Kenapa aku tidak memakai baju?" Ucap Putri Irha yang masih bingung dengan apa yang terjadi***.
"***Maafkan aku, Putri Irha. Aku telah melakukan hal yang tidak seharusnya kulakukan padamu," Ucap Pangeran Bobby***.
"***TIDAK! HIKS, HIKS. KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU, HIKS," Tangis histeris Putri Irha***.
***Diluar kamar tampak seorang pelayan berlari dan menghadap kearah Raja Dayat***.
"***YANG MULIA," Teriak para pelayan berlari kearah Raja Dayat***.
"***Ada apa***?" **Tanya Raja Dayat**.
"***Putri Izza...dia...dia ada di kamar Putra Mahkota...mereka...mereka...melakukan" Ucap Pelayan terbata-bata***.
"***Kalian tetap disini dan bawa mereka ke ruang aula!" Pintah Raja Dayat***.
"***Siap, Yang Mulia," Ucap para pengawal serentak***.
***Raja Dayat bergegas pergi kearah kamar Putra Mahkota Ilyas. Sesampainya didepan kamar Putra Mahkota, Raja Dayat mendobrak pintu. Dia membulatkan matanya saat melihat dua manusia beda jenis tanpa sehelai benang berpelukan diatas ranjang***.
"***PUTRI IZZA!" Teriak Raja Dayat***.
__ADS_1
"***Eughhh," Putri Izza tersadar. Dia melihat Raja Dayat. Lalu mulai mengingat malam panjangnya semalam***.
"***APA YANG KAU LAKUKAN, PUTRI IZZA!" Teriak Raja Dayat***.
"***Kami melakukannya atas dasar suka sama suka, Yang Mulia. Kami saling mencintai, hingga kami melakukan hubungan selayaknya suami-istri," Ucap Putri Izza tersenyum ke arah Raja Dayat. Dia tidak menoleh kearah pria yang menghabiskan malam panjang dengannya***.
"***JIKA KALIAN SALING MENCINTAI, KENAPA KALIAN MELAKUKAN HAL MENJIJIKAN ITU DI KAMAR PUTRA MAHKOTA ILYAS!" Ucap Raja Dayat***.
"***Apa salahnya jika kami melakukannya disini?" Ucap Putri Izza***.
"***DASAR TIDAK TAU MALU KALIAN. KENAKAN PAKAIAN KELIAN CEPAT. DAN KAU PANGLIMA ANS, CEPAT KE AULA SEKARANG JUGA!" Pintah Raja Dayat***.
"***Apa maksud, Yang Mulia? Putra Mahkota...," Belum sempat Putri Izza berbicara, dia terkejut melihat Panglima Ans yang berada didekatnya tampa sehelai benang***.
"***KAU KENAPA DISINI? DIMANA PUTRA MAHKOTA ILYAS? JANGAN BILANG KALAU SEMALAM KAU YANG...AAAAA TIDAAAK!" Teriak Frustasi Putri Izza***.
***Raja Dayat tidak memperdulikan teriakan Putri Izza, dia bergegas keluar***.
"***Brengsek! Berani sekali kau melakukan ini padaku!" Marah Putri Izza. Dia melempar barang-barang yang ada didekatnya kearah Panglima Ans***.
"***Maaf," Panglima Ans berlari dengan cepat mengenakan pakaiannya dan berlari keluar kamar***.
***Diluar kamar, tampak Raja Dayat masih marah besar atas apa yang dilihatnya sendiri. Tiba-tiba seseorang memanggilnya***.
"***Yang Mulia.....hosh...hosh," Ucap Ratu Helena memanggil suaminya. Dia terengah-engah berlari kearah Raja Dayat***.
"***Yang Mulia, aku sudah mencari Yang Mulia kemana-mana. Ternyata Yang Mulia ada disini," Ucap Ratu Helena***.
"***Ada apa, Ratu Helena?" Tanya Raja Dayat***.
'**Sekarang saatnya aku menjatuhkan harga diri Putra Mahkota. Raja Dayat pasti murka melihat keadaan Putra Mahkota saat ini,' Batib Ratu Helena tersenyum jahat**.
"***Ratu Helena?" Ucap Raja Dayat***.
"***Hiks, Putra Mahkota melakukan hal menjijikan, Yang Mulia. Hiks, hiks, Putra Mahkota berada dikamar Putri Irha....hiks, mereka...hiks," Ucap Ratu Helena sembari mengeluarkan air mata buaya***.
...**¤BERSAMBUNG¤**...
__ADS_1