TERLEMPAR KEZAMAN KERAJAAN KUNO

TERLEMPAR KEZAMAN KERAJAAN KUNO
BAB 36 TENGGELAM DALAM SUMUR


__ADS_3

"Hiks, hiks. Kau pembohong Pangeran. Hiks, kau janji tidak akan pernah menghianatiku, tapi sekarang apa, hiks," Ucap Putri Khina menangis.


"Bukankah Ibunda sudah bilang, kalau Pangeran Arjuna tidak tulus mencintaimu. Buktinya dia cari pelampiasan n4fsunya ke wanita lain," Ucap Ratu Revi.


"Hiks, hiks," Tangis Putri Khina.


"Cup, cup. Jangan menangis untuk orang yang tidak pantas kita tangisi. Kau masih bisa mendapat pria yang jauh lebih baik dari dia," Ucap Ratu Revi.


"Hiks, hiks. Ibunda benar," Ucap Putri Khina sembari memeluk Ratu Revi.


"Sekarang apakah kau mau mewujudkan mimpimu sedari kecil untuk menjadi Putri Mahkota sekaligus calon Ratu?" Tanya Ratu Revi.


"Iya, Ibunda. Mulai sekarang aku akan berusaha mewujudkan impianku waktu kecil. Aku akan merebut cinta Putra Mahkota Ilyas," Tekat Putri Khina.


"Ini yang dari dulu Ibunda ingin dengar," Ucap Ratu Revi.


"Bunda benar, harusnya dari dulu aku mewujudkan impianku," Ucap Putri Khina.


...Flasback Of...


○○○○○○


"Yang merancanakan semua ini, ialah wanita jah4nn4m itu," Tunjuk Pangeran Arjuna pada Putri Andini.


"Heh, maksud Lo, apa! Gue kagak ngerti," Ucap Putri Andini.


"Hah!" Ucap Pangeran Arjuna melongo bingung dengan bahasa Putri Andini.


"Maksud Putri Andini ialah dia tidak tau maksud dari perkataan, Pangeran Arjuna," Ucap Putri Irha.


"Semua ini terjadi akibat ulahnya. Dia yang sudah memberi ob4t per4ngs4ang ke makananku. Aku sampai terpaksa menikahinya akibat rencana liciknya," Ucap Pangeran Arjuna.


Satu tahun yang lalu :


"Aku sudah berusaha mendapatkan cinta Pangeran Arjuna, tapi dia selalu saja memikirkan Putri Khina. Selalu saja Putri Khina yang ada dalan otaknya itu! Padahal aku sudah mencampur makanannya 6 tahun yang lalu dengan obat per4ngs4ng. Tapi sekarang apa! Dia sama sekali tidak mau melihatku!" Kesal Putri Andini.


"Kau yang sabar, nanti juga Pangeran Arjuna jatuh cinta padamu," Ucap Putri Izza.


"Prok! Prok! Wah-wah, jadi yang menarih obat perangsang itu, kalian berdua! Kalian wanita-wanita licik. Demi keegoisan kalian semata, kalian merusak hubunganku dengan Putri Khina. Ckck, mulai sekarang aku akan menceraikanmu! Akan ku kirim kau kembali ke kediamanmu!" Ucap Pangeran Arjuna berlalu pergi.


"Tidak, tolong jangan tinggalkan aku. Maafkan aku, Pangeran. Tolong maafkan kekhilafanku. Tolong maafkan aku, demi anak kita," Ucap Putri Andini.

__ADS_1


"Heh, anak kau jadikan perantara! Jangan harap!" Ucap Pangeran Arjuna yang tadi sempat berbalik. Lalu melanjutkan langkahnya.


"Aaarrrkkkhtttt! Aku tidak mau pisah! Aku tidak mau, hiks," Ucap Putri Andini.


'Aha, aku punya ide,' Batin Putri Izza tersenyum jahat.


"Putri....emmm aku punya ide," Ucap Putri Izza.


"Ide? Apa?" Tanya Putri Andini.


"Bagaimana kalau kita singkirin Putri Khina untuk selama-lamanya, dengan itu Pangeran Arjuna pasti akan menjadi milikmu seorang," Ucap Putri Izza. 'Dan keinginanku buat jadi calon ratu masa depan, akan segera terwujud.'


"Kau benar. Jika Putri Khina m4ti, Pangeran Arjuna pasti tidak akan menceraikanku dan dia pasti bakal cinta mati padaku," Ucap Putri Andini sembari berlalu pergi.


``````````````


"Putri Andini?" Ucap Putri Khina bingung.


"Aku mau bicara sesuatu padamu! Ini penting!" Ucap Putri Andini.


"Apa?" Ucap Putri Khina.


"Sudahlah, kau ini banyak bicara!" Ucap Putri Andini menarik paksa Putri Khina. Dia membawa Putri Khina kesuatu tempat.


"Lepas! Kau tidak berhak menarikku seperti ini! Aku ini calon ratu! Kau bisa dihukum atas sikap lancangmu ini!" Ucap Putri Khina.


"Ini tentang Pangeran Arjuna," Ucap Putri Andini.


"Aku tidak mau membahas Pangeran penghianat itu!" Ucap Putri Khina hendak melangkah pergi.


"Pangeran Arjuna sama sekali tidak pernah menghianatimu. Aku lah yang berbohong waktu itu. Aku juga yang memberi obat perangsang padamu dan Putra Mahkota Ilyas hingga kalian melewatkan malam panas itu. Sedangkan aku melewatkan malam panas dengan Pangeran Arjuna akibat pengaruh obat yang ku berikan juga padanya," Ucap Putri Andini.


"PLAK!" Tamparan tepat mengenai wajah Putri Andini.


"Jadi kau yang merencanakan semua ini, hah! Kau yang membuatku pisah dengan Pangeran Arjuna! Kau yang membuatku membenci Pangeran Arjuna! Kau benar-benar wanita iblis!" Ucap Putri Khina mulai tesulut emosi.


"Ya, aku yang merencanakan itu semua. Kau tidak bertanya kenapa aku melakukan itu semua? Semua itu ku lakukan karena aku sangat-sangat tergila-gila oleh pesona Pangeran Arjuna. Sejak kecil, dia selalu bermain dengamu. Dia bahkan tidak pernah mau bermain denganku. Menatapku saja dia merasa jijik. Ini semua karena kau! Harusnya kau tidak hadir di dunia ini! Kau lah pembuat masalah dalam hidupku! KAU HARUS MATI!" Ucap Putri Andini yang lansung mendorong Putri Khina kedalam sumur.


"AAAAAAAA!" Teriak Putri Khina yang kaget dengan dorongan tiba-tiba. Dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Namun dia juga menarik selendang Putri Andini.


"AAAAAA," Ucap Putri Andini yang ikut terjatuh kedalam sumur.

__ADS_1


"ADIK KHINA! ADIK ANDINI!" Teriak Putri Irha berlari kearah sumur. Dia menurunkan selendangnya kedalam sumur.


"AAAAA."


"KALIAN PEGANG SELENDANGKU INI BAIK-BAIK, JANGAN DI LEPAS. AKU AKAN MENYELAMATKAN KALIAN BERDUA," Teriak Putri Irha. Dia berusaha menolong kedua adik tirinya.


Namun tiba-tiba seseorang mendorongnya dari belakang.


"Brush." Putri Irha terjatuh dalam sumur.


"Hahahaha, mati kalian bertiga," Tawa Ratu Helena puas melihat ketiga saudara tiri itu tenggelam.


"Rencana kita berjalan lancar, Bibi. Sebentar lagi aku jadi Ratu di kerajaan ini dan akan ku singkirkan Panglima Ans," Ucap Putri Izza.


"Kau benar, Ponakanku. Akhirnya kita bisa menyingkirkan para benalu itu," Ucap Ratu Helena.


"Gara-gara Imel, ibunya Putri Irha, Ibuku menjadi gila. Mereka yang telah merebut kebahagiaan Ibuku. Harusnya Ibuku yang menjadi Ratu di kerajaan Tasikmalaya, bukan Imel. Harusnya aku yang menjadi anak Raja Temmy, bukan Putri Irha dan adik-adik tirinya itu!" Ucap Putri Izza penuh dengab dendam.


"Raja Temmy terlalu di butakan oleh cinta, hingga dia lebih memilih wanita dari kerajaan biasa, dibanding dengan Ibumu yang berasa dari kerajaan Borkal. Kerajaan yang jauh lebih kaya dari kerajaan Sultan itu. Sungguh malang nasib adikku yang lamarannya ditolak oleh Raja Temmy," Ucap Ratu Helena.


"Sekarang semua keturunan Raja Temmy sudah tiada, tinggal para cucu-cucunya yang harus di musnahkan," Ucap Putri Izza tersenyum jahat.


"Tinggal selangkah lagi. Raja Temmy itu akan membayar semua akibat dari perbuatannya pada adikku. Akan ku pastikan dia menjadi gila sama seperti adikku," Ucap Raru Helena dengan mata penuh kebencian.


"Ratu Revi dan selirnya juga harus di basmi, biar Raja Temmy menjadi gila akibat kehilangan segalanya. Kadang aku berfikir, kenapa tidak dari dulu saja kita musnahkan mereka?" Ucap Putri Izza.


"Kalau kita musnakan mereka langsung, itu tidak menarik. Mereka harus saling membenci satu sama lain, itu yang jauh lebih seru," Ucap Ratu Helena.


"Benar kata, Bibi," Ucap Putri Izza.


"Andai adikku berfikir sama sepertimu, mungkin kondisinya tidak akan seburuk itu. Tidak sia-sia Bibi merawatmu dibawah asuhan orang kepercayan kerajaan Borkal," Ucap Ratu Helena memeluk sang keponakan tersayang.


"Aku beruntung karena memiliki bibi sebaikmu. Kau juga yang membantuku masuk kekerajaan Tasikmalaya. Kau yang membuatku menyamar jadi pengemis dijalanan hingga akhirnya Raja Temmy itu mengangkatku jadi anaknya," Ucap Putri Izza.


"Oh iya, bagaimana kabar ayahmu?" Tanya Ratu Helena.


"Tidak perlu membahas Pria sialan itu. Dia itu tidak pantas menjadi ayahku. Dia hanya seorang pengawal biasa yang dengan licik melecehkan Ibuku," Kesal Putri Izza.


"Mau bagaimana pun, dia tetap ayah kandungmu. Dia yang telah membuatmu hadir didunia ini," Ucap Ratu Helena.


"Jangan bahas dia lagi, Bibi. Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita," Ucap Putri Izza.

__ADS_1


Keduanya berjalan meninggalkan sumur tersebut.


...¤BERSAMBUNG¤...


__ADS_2