Terpaksa Menikah : Suami BuleKu

Terpaksa Menikah : Suami BuleKu
BAB 2. Hamil


__ADS_3

...***...


Andara Gantari Saputra (Ara) merupakan anak pertama dari pasangan Bayu Saputra dan Alexa Putri Hadinata (Sequel Novel “Menikahi Ayah dari Anak GeniusKu). Ara adalah gadis yang ramah dan periang. Ara telah mempunyai seorang kekasih bernama Beryl dan sahabat bernama Mira. Ara memiliki semacam alergi atau phobia terhadap pria bule. Sikap ramahnya berubah dingin jika sedang berhadapan dengan pria bule.


Chezian Hafizh Hermawan (Hans) adalah adik ipar dari saudara sepupu Ara. Hans merupakan pria bule berdarah campuran Indo-Perancis. Saat ini Hans berkedudukan Direktur Utama di HH Corps., mega perusahaan IT yang berpusat di Eropa. Selain itu Hans juga menjadi CEO dari AH Corps., salah perusahaan IT di Amerika yang dia bangun bersama kakak iparnya, Axello Zyan Alvaro.


...***


...


Dua bulan telah berlalu sejak peristiwa malam kelam itu. Ara telah melakukan prosesi wisuda dan mendapatkan gelar sarjananya. Peristiwa malam kelam itu tetap menjadi rahasia antara dirinya dan Hans. Ara juga sudah tidak pernah mendengar kabar atau bertemu dengan Hans lagi. Ara berbohong kepada Beryl dan Mira jika malam itu sedang tidak enak badan dan pulang lebih dulu.


“Mengapa tubuhku terasa lemas dan mudah lelah ya? Perasaan aku tidak pernah telat makan dan tidurku selalu cukup,” gumam Ara saat dia bangun tidur.


Ara merasakan perutnya bergejolak. Dia langsung berlari ke kamar mandi. Ara memuntahkan semua yang ada di perutnya. Tubuhnya terasa semakin lemas. Dia berpegangan pada wastafel agar tidak jatuh. Ara terus merasa mual dan muntah.


“Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Mengapa aku mual dan muntah terus? Badanku lemas sekali,” gumam Ara yang tengah meringkuk di atas ranjang sambil memegangi perutnya.


Tiba-tiba Ara teringat dengan kejadian di malam kelam itu. Ara membulatkan matanya.


“Itu tidak mungkin!” serunya sambil menggelengkan kepalanya.


Ara mengambil kalender di atas nakas. Matanya melebar saat mengetahui dirinya telah terlambat datang bulan. Ara segera mengambil ponselnya dan memesan alat tes kehamilan secara online. Saat barang yang dia pesan datang, Ara langsung masuk kamar mandi dengan alat tes kehamilan di tangannya. Ara menggigit jarinya dengan hati tak karuan menunggu hasil dari alat itu. Setelah cukup lama menunggu, Ara mengambil alat tes kehamilan itu dengan tubuh gemetar. Tangisnya langsung pecah saat dia melihat dua garis biru.


“A-aku hamil,” lirihnya sambil terisak.


“Tidak!” teriak Ara sambil melempar testpack itu.


“Non Ara. Buka pintunya, Non!” salah satu pelayan mengetuk pintu kamar Ara begitu mendengar teriakan Ara.


Orang tua Ara yang juga mendengar teriakan Ara segera berlari menuju kamar Ara.


“Non Ara, buka pintunya Non!” teriak pelayan itu sambil tangan mengetuk pintu dengan keras.


“Ada apa ini, Bu Indah? Mengapa Ara berteriak?” tanya Tuan Bayu kepada pelayan yang bernama Indah itu.


“Saya tidak tahu, Tuan. Saya tadi mendengar Non Ara berteriak. Saya berusaha memanggil Non Ara tapi tidak ada sahutan, Tuan,” terang Bu Indah dengan wajah cemas.


Tuan Bayu mengetuk pintu Ara dan memanggil putrinya dengan keras, namun tak terdengar sahutan dari dalam kamar.


“Ara! Buka pintunya, Nak.”


“Ara!”


“Dobrak saja, Yah! Aku takut kak Ara kenapa-kenapa,” seru Bagas, adik Ara.


Tuan Bayu segera mendobrak pintu kamar Ara dengan dibantu oleh putranya. Saat pintu kamar itu berhasil dibuka, Tuan Bayu dan Nyonya Alexa segera masuk.


“Ara!” teriak Nyonya Alexa begitu mendapati putrinya tergeletak di dalam kamar mandi.


Tuan Bayu langsung berlari ke dalam kamar mandi dan segera mengangkat tubuh Ara lalu meletakkannya di atas ranjang.


“Ara bangun. Kamu kenapa Nak?” panggil Nyonya Alexa sambil menangis.


“Bagas sudah menghubungi dokter Rahma, Yah,” ucap Bagas.


“Terima kasih, Bagas.”


Bagas masuk ke dalam kamar mandi karena penasaran. Dia berpikir mungkinkah kakaknya jatuh karena terpeleset. Bagas terdiam saat kedua netranya menatap benda pipih berwarna putih tergeletak di bawah wastafel. Bagas segera mengambil benda itu dan membelalakkan matanya.


“Kak Ara,” lirihnya sambil menutup mulutnya tak percaya.


Bagas Gantara Saputra yang sudah duduk di kelas 12 (3 SMA) tahu betul benda apa yang ada di tangannya itu. Dokter Rahma telah datang dan langsung memeriksa keadaan Ara.


“Bagaimana keadaan Ara, dokter? Putriku baik-baik saja, kan?” tanya Nyonya Alexa.

__ADS_1


Dokter Rahma menarik napas panjang sebelum menjawab.


“Dari hasil pemeriksaan saya, putri kalian sedang hamil saat ini. Dan usia kandungannya masih sangat muda.”


Jederrrr!!!


Bak disambar petir, tubuh Nyonya Alexa langsung terkulai lemas. Beruntung Tuan Bayu dengan sigap menangkapnya lalu membantunya duduk di tepi ranjang.


“Apa yang dokter katakan? Tidak mungkin anak saya hamil. Dia masih gadis dan belum menikah?” Tuan Bayu tak percaya.


“Suamiku benar, Dokter. Aku mengenal putriku dengan baik. Tidak mungkin dia melakukan perbuatan terlarang itu,” sahut Nyonya Alexa dengan terisak.


“Saya minta maaf karena harus menyampaikan hal ini kepada kalian. Tuan dan Nyonya sebaiknya membawa Ara ke dokter kandungan, supaya mendapatkan hasil yang lebih jelas dan akurat,” saran dokter Rahma.


Tak lama kemudian, dokter Rahma pun pamit. Nyonya Alexa terus menangis di pelukan suaminya.


“Ini tidak benar kan, suamiku? Tidak mungkin putri kita hamil tanpa suami.”


Bagas yang sejak tadi diam berjalan mendekat ke arah kedua orang tuanya.


“Apa yang dikatakan oleh dokter Rahma itu benar, Yah, Bun,” ucap Bagas.


“Apa maksudmu, Bagas?”


Bagas mengeluarkan alat tes kehamilan dari dalam saku celananya dan menyerahkannya kepada Tuan Bayu.


“Bagas menemukan ini di bawah wastafel yang ada di kamar mandi Kak Ara, Yah.”


Tuan Bayu dan Nyonya Alexa terperangah melihat alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil dua garis. Mata keduanya membulat tak percaya.


“Yaa Allah, Ara.” Nyonya Alexa berteriak histeris.


Tuan Bayu mengepalkan tangannya dan menggenggam testpack itu dengan kuat.


“Aku akan menemui Beryl. Dia harus bertanggung jawab.”


“Apa yang kau lakukan, Bagas? Turun!” bentak Tuan Bayu.


“Izinkan Bagas ikut dengan Ayah.”


Tuan Bayu tak menjawab dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah Beryl.


“Beryl! Keluar kau!” teriak Tuan Bayu saat tiba di depan rumah keluarga Beryl.


Beryl dan kedua orang tuanya segera keluar. Mereka terkejut melihat Tuan Bayu yang datang dengan wajah penuh amarah.


“Ada apa ini Om? Mengapa Om berteriak seperti itu?” tanya Beryl.


Bugh!!!


Tuan Bayu memberikan bogeman yang keras ke wajah Beryl.


“Beryl!” teriak ibunya.


Bagas langsung memegangi tubuh ayahnya.


“Hentikan, Bayu. Mengapa kau memukul putraku?” tanya ayah Beryl tak terima.


“Putramu ini harus bertanggung jawab, Fajar. Dia telah menghamili putriku, Ara,” jawab Tuan Bayu sambil berteriak.


Beryl dan kedua orangnya tercengang.


“A-apa Om? Ara hamil?” tanya Beryl terkejut.


“Benar. Putriku saat ini tengah hamil, dan kau harus bertanggung jawab,” jawab Tuan Bayu dengan rahanga mengeras.

__ADS_1


“Apa benar yang dikatakan Bayu, Ryl? Apakah kau adalah ayah dari bayi yang dikandung Ara?” tanya Tuan Fajar.


“Tidak Pa. Itu tidak benar. Beryl berani bersumpah,” jawab Beryl.


“Dasar baj* ngan! Beraninya kau mau lepas tanggung jawab!” teriak Tuan Bayu.


“Yah tenang. Jangan sampai lepas kendali.” Bagas berusaha menenangkan ayahnya.


“Apa kau berkata jujur?” tanya Tuan Fajar lagi.


“Beryl jujur Pa. Beryl tidak pernah menyentuh Ara.”


“Kalau Om Bayu tidak percaya, silakan tanya langsung kepada Ara siapa ayah dari bayi itu. Aku bersumpah Om, bukan aku orangnya,” tegas Beryl.


Darah Tuan Bayu semakin mendidih. Dia mengepalkan tangannya dan hendak memukul Beryl lagi.


“Hentikan Bayu! Kau dengar sendiri kan apa yang dikatakan putraku. Sebaiknya kalian pergi dari rumahku atau aku akan melaporkan kalian ke polisi!” ancam Tuan Fajar.


“Sudah, Yah. Ayo kita pulang. Kita tanya langsung kepada Kak Ara.” Bagas menarik ayahnya meninggalkan rumah keluarga Beryl.


Bagas mendudukkan ayahnya di kursi samping kemudi, dan dirinya yang mengambil alih kemudi.


“Segera putuskan hubunganmu dengan Ara. Papa tidak sudi kau berhubungan dengan jal *ng seperti dia,” ucap Tuan Fajar yang diangguki oleh Beryl.


Beryl mengepalkan tangannya. Dia sangat marah karena telah dikhianati oleh kekasihnya.


Sesampainya di rumah, Tuan Bayu dan Bagas langsung melangkahkan kaki mereka menuju kamar Ara. Ara sudah siuman dan menangis di pelukan ibunya.


“Katakan siapa ayah dari bayi itu, Ra?!” bentak Tuan Bayu yang mengagetkan Ara dan ibunya.


Ara langsung menunduk. Dia tak berani menatap wajah ayahnya.


“Angkat wajahmu dan katakan siapa ayah dari bayimu, Ara? Apakah pria itu Beryl?”


Ara menggeleng pelan.


“Lalu siapa? Katakan Ara! Siapa pria yang sudah tidur denganmu?” tuntut Tuan Bayu yang sudah diliputi amarah.


Ara tetap bungkam dalam tangisnya.


“Ayah tanya sekali lagi Ra, katakan siapa ayah dari bayi itu?” tanya Tuan Bayu sambil menitikkan air mata. Hati Tuan Bayu benar-benar hancur saat ini.


“Aku, Uncle. Aku adalah ayah dari bayi yang sedang dikandung oleh Ara.” Terdengar pengakuan seorang pria dari arah pintu.


Bersambung ...


...***-❤❤❤-***...


Baca juga novel author :


1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU


2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku


3. I'm The Unstoppable Queen


Jangan lupa selalu dukung author agar semakin bersemangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :


✔Klik favorite❤


✔Tinggalkan comment✍


✔Tinggalkan like👍


✔Tinggalkan vote🔖

__ADS_1


✔Beri hadiah🎁🌹


Terima kasih🙏🥰


__ADS_2