
Seorang pria memakai setelan jas hitam berjalan menuju sebuah ruangan yang bertuliskan “Ruangan CEO”. Pria itu mengetuk pintu, lalu masuk ke dalam setelah mendapat sahutan. Pria itu melangkahkan kakinya mendekat ke arah atasannya, yang tak lain adalah Hans. Hans tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tumpukan berkas di mejanya.
“Ada apa, Keenan?” tanya Hans dengan pandangan matanya tetap terfokus pada tumpukan berkas di hadapannya.
“Satu jam lagi Tuan ada pertemuan penting dengan Tuan Vladimir dari Rusia,” lapor Keenan.
“Ya,” jawab Hans singkat.
“Ada informasi dari Indonesia, Tuan,” ucap Keenan yang seketika membuat Hans menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam ke arah Keenan.
“Anak buah kita yang ada di Indonesia melaporkan jika Nona Ara telah diwisuda. Mereka juga mengatakan bahwa kondisi Nona Ara baik-baik saja, Tuan,” lapor Keenan.
Selama ini Hans sengaja memerintahkan beberapa anak buahnya untuk terus mengawasi Ara dari jauh dan memastikan keadaan Ara baik-baik saja.
“Baiklah. Kau bisa kembali ke ruanganmu. Dan katakan kepada mereka untuk tetap mengawasi Ara,” ucap Hans.
“Baik, Tuan.” Keenan segera keluar dari ruangan CEO AH Corps tersebut.
Hans menghela napas panjang dan mengambil ponselnya.
“Ken, perintahkan Marco untuk menggantikanku menemui Tuan Vladimir dan siapkan private jetku. Aku akan pergi ke Indonesia sekarang juga.”
Setibanya di Indonesia, Hans langsung mendatangi kediaman Tuan Bayu. Hans bertekad akan mengatakan yang sebenarnya kepada orang tua Ara. Saat Hans tiba di kediaman Tuan Bayu, ia dikejutkan dengan suara bentakan dan teriakan Tuan Bayu dari lantai atas.
“Ayah tanya sekali lagi Ra, katakan siapa ayah dari bayi itu?” tanya Tuan Bayu sambil menitikkan air mata.
Hans membulatkan matanya. Dia langsung mengambil langkah lebar. Dia berlari menaiki tangga dan menuju kamar Ara.
“Aku, Uncle. Aku adalah ayah dari bayi yang sedang dikandung oleh Ara,” ucap Hans dengan lantang.
Semua mata langsung tertuju ke arah sumber suara itu. Ara membelalakkan matanya tak percaya.
“Hans!” seru Tuan Bayu.
“Kau?!”
“Benar Uncle. Aku adalah ayah dari bayi itu,” jawab Hans.
“Apa benar yang dikatakan oleh Hans, Ara?” tuntut Nyonya Alexa.
Ara tak bisa berbohong lagi. Dia mengangguk pelan.
Bugh... (Tubuh Hans terhuyung ke belakang)
Sebuah pukulan keras menyentuh pipi mulus Hans. Pukulan itu bukan dari Tuan Bayu, melainkan dari Bagas. Bagas yang tengah tersulut emosi terus memukuli Hans tanpa ampun. Ujung bibir kiri Hans sampai sobek dan mengeluarkan darah segar. Hans tetap diam tanpa membalas ataupun menangkis serangan Bagas.
“Cukup Bagas!” teriak Tuan Bayu.
Hans berusaha untuk berdiri tegak dan menghadap Tuan Bayu yang tengah memberikan tatapan membunuhnya.
“Aku minta maaf, Uncle,” ucapnya.
Plak!!!
Sebuah tamparan keras menyentuh pipi Hans lagi.
“Uncle Bayu dan aunty Alexa berhak marah. Kalian juga boleh memberikan hukuman apapun kepadaku. Aku akan menerimanya. Tapi izinkan aku menjelaskan semuanya terlebih dahulu,” pinta Hans.
“Katakan!” bentak Tuan Bayu dingin.
Hans menarik napas panjang, kemudian menceritakan kejadian yang terjadi di malam kelam itu. Berawal dari pertemuan antara Hans dan Ara yang tak terduga di pesta pernikahan Anna dan Ian, sampai keduanya terbangun di satu ranjang yang sama dan dalam keadaan polos. Hans juga menunjukkan rekaman cctv hotel tempat mereka menginap. Dari rekaman cctv itu terlihat jika Hans dan Ara berjalan dengan terhuyung saat memasuki salah satu kamar hotel bersama-sama.
__ADS_1
“Aku bersumpah Uncle, pada malam itu aku tidak minum minuman beralkohol,” ucap Hans.
“Lalu bagaimana kejadian buruk itu bisa terjadi?” cerca Tuan Bayu.
“Hans tidak tahu, Uncle. Sepertinya ada yang telah sengaja menjebak kami,” jawab Hans.
Tuan Bayu menajamkan tatapan matanya. Dia tidak melihat adanya kebohongan dari tatapan mata Hans. Ara sangat syok.
“Benarkah ada orang yang tega berbuat sejahat itu, Bun?” lirih Ara yang membuat Nyonya Alexa semakin terisak.
“Apa kau tahu siapa pelakunya?” tanya Tuan Bayu.
Hans menggeleng. “Aku masih belum tahu, Uncle.”
“Mengapa Kak Hans tidak langsung mengatakan dengan jujur kepada kami dan mempertanggung jawabkan perbuatan kakak?” cerca Bagas yang masih tersulut emosi.
“Bukannya aku tidak mau bertanggung jawab. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Uncle Bayu dan Aunty Alexa, sekaligus mengungkapkan niatku untuk menikahi Ara. Tapi Ara menolak. Dia melarangku dan mengancam akan mengakhiri hidupnya jika aku melakukannya.”
Tuan Bayu langsung menatap tajam ke arah putrinya.
“Ara tidak sudi menikah dengannya, Yah,” ucap Ara.
“Diam kau!” bentak Tuan Bayu.
“Apa kau ingin melahirkan seorang anak tanpa suami?”
Ara tidak berani menjawab. Dia bahkan tidak berani mengangkat wajahnya dan menatap ayahnya kembali.
“Apa kau serius dengan ucapanmu, Hans?” tanya Tuan Bayu.
“Aku serius Uncle. Aku akan bertanggung jawab dan menikahi Ara,” jawab Hans dengan tegas.
“Buktikan!” tantang Tuan Bayu.
...***
...
Plak!!!
Plak!!!
Tamparan-tamparan keras harus Hans dapatkan lagi. Dan kali ini Hans dapatkan dari tangan ayahnya sendiri, Tuan Narendra.
“Suamiku, sudah hentikan. Lihatlah wajah Hans yang sudah lebam seperti ini,” pinta Nyonya Charlotte, ibunya Hans.
“Dia memang pantas mendapatkannya,” sahut Tuan Narendra marah.
“Tapi semua itu terjadi bukan sepenuhnya kesalahan Hans. Ada yang sengaja menjebak mereka. Seharusnya kita mencari solusinya dengan kepala dingin dan bukan dengan kekerasan,” bela Nyonya Charlotte.
“Apa yang dikatakan Mommy itu benar, Dad. Sebaiknya kita bicarakan baik-baik masalah ini dengan keluarga uncle Bayu,” ucap Axel yang juga telah kembali dari Amerika bersama keluarga kecilnya.
Keluarga besar Hermawan dan Alvaro tiba di kediaman Tuan Bayu. Tuan Narendra meminta maaf kepada Tuan Bayu dan Nyonya Alexa, dan juga kepada keluarga besar Hadinata atas kesalahan putranya. Pertemuan antara ketiga keluarga besar itu untuk membahas pernikahan Hans dan Ara. Mereka sepakat jika pernikahan Hans dan Ara akan digelar tiga hari lagi.
Malam hari, Tuan Bayu menghampiri istrinya yang sedang duduk melamun.
“Ada apa istriku? Apa yang kau pikirkan?” tanya Tuan Bayu.
“Apakah ini yang disebut dengan karma?” ujar Nyonya Alexa dengan air mata berlinang.
“Apa maksudmu? Karma apa?” Tuan Bayu tak mengerti.
__ADS_1
“Apa yang menimpa putri kita adalah karma atas kejahatan yang dulu pernah aku lakukan kepada adikku, Aline. Apa yang dulu dialami oleh Aline, sekarang dialami oleh putri kita, Ara.” (Baca Novel : Menikahi Ayah dari Anak GeniusKu)
“Tuhan telah mengatur segalanya. Aline dan suaminya, Tuan Zayn, telah memaafkanmu. Tak lama lagi putri kita juga akan menikah. Jadi buang jauh-jauh pikiran burukmu itu. Sebaiknya kita istirahat sekarang,” ucap Tuan Bayu seraya menghapus air mata istrinya dengan lembut.
Di dalam kamarnya, air mata Ara semakin berlinang setelah membaca pesan singkat dari kekasihnya, Beryl. Beryl memutuskan hubungan mereka dan memblokir nomornya, sehingga Ara tidak bisa menjelaskan kebenarannya kepada Beryl. Sahabatnya Mira juga tidak bisa dihubungi. Hati Ara benar-benar hancur sekarang.
Tibalah di hari pernikahan. Hans dan Ara resmi menjadi suami istri, setelah Hans dengan suara lantang dan dalam satu tarikan napas mengucapkan akad nikahnya. Ara mencium punggung tangan pria yang telah resmi menjadi suaminya dengan hati yang hampa. Keduanya mendapatkan ucapan selamat dan pelukan penuh kebahagiaan dari seluruh anggota keluarga besar mereka. Ara berusaha memaksakan senyumnya di hadapan keluarga besar mereka.
Pada malam harinya, diadakan pesta pernikahan yang sederhana di kediaman Tuan Bayu. Semua itu atas keinginan Ara yang tak menginginkan pesta pernikahannya digelar dengan mewah. Ara terus menampilkan senyum palsunya di depan para tamu undangan. Tanpa Ara duga, Beryl datang bersama seorang wanita cantik. Jantung Ara berdegup kencang saat mantan kekasihnya itu berjalan ke arahnya.
“Selamat ya, Ra. Semoga kau hidup bahagia,” ucap Beryl dengan tatapan mencemooh.
“Terima kasih,” jawab Ara dingin.
Hans yang langsung memeluk pinggang Ara dan membuatnya tersentak. Hans memberikan tatapan tajamnya kepada Beryl. Beryl dan teman wanitanya pun segera pergi. Hans segera melepaskan pelukannya. Pesta pernikahan hanya berlangsung selama 2 jam, karena mengingat Ara yang sedang hamil muda dan tidak boleh terlalu lelah.
Ara terkejut saat Hans membuka pintu dan masuk ke dalam kamarnya, yang kini telah menjadi kamar pengantin mereka.
“Mau apa kau datang kemari?” bentak Ara.
“Ini kan kamar pengantin kita, tentu saja aku datang kemari. Memangnya aku harus masuk ke kamar yang mana lagi?” jawab Hans dengan wajah dinginnya.
Hans melepas jas pengantinnya dan meletakkannya di atas sofa.
“Meskipun kita sudah resmi menjadi suami istri, jangan harap kau bisa menyentuhku dan memaksakan keinginanmu kepadaku. Jika bukan karena bayi ini, aku tidak sudi menikah denganmu,” ucap Ara dengan tatapan penuh kebencian.
Hans menghela napas panjang. Dia mendekat ke arah Ara dan membuat Ara gelagapan.
“K-kau mau apa?” Ara terbata-bata.
“Kau jangan terlalu percaya diri, istriku. Aku juga tidak ingin menyentuhmu. Jadi, jangan terlalu tinggi hati. Aku melakukan semua ini untuk anakku, buah dari kesalahan yang telah aku perbuat pada malam itu,” jawab Hans dengan wajah dinginnya.
Hans melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tak lupa dia membawa baju ganti yang dia ambil dari dalam kopernya. Selesai membersihkan diri, Hans langsung melaksanakan ibadah sholatnya. Hal itu cukup mengejutkan bagi Ara. Pasalnya pria bule yang telah menjadi suaminya itu ternyata pria yang taat beribadah. Selesai dengan ibadahnya, Hans berjalan menuju ranjang pengantin mereka.
“Kau mau apa?” teriak Ara.
Hans tak menjawab. Dia mengambil sebuah bantal dan pergi ke sofa. Hans menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dengan posisi membelakangi Ara. Tubuhnya terasa lelah karena serangkaian acara pernikahannya. Ara segera membaringkan tubuhnya setelah memastikan jika Hans sudah benar-benar tertidur. Ara menangis lirih membayangkan bagaimana dia akan menjalani pernikahan yang terjadi karena keterpaksaan.
Bersambung ...
...***-❤❤❤-***...
Baca juga novel author :
1. Menikahi Ayah Dari Anak GENIUSKU
2. Terpaksa Menikahi Sahabat (Kecil) Ku
3. I'm The Unstoppable Queen
Jangan lupa selalu dukung author agar semakin bersemangat dan lebih baik lagi dalam berkarya dengan :
✔Klik favorite❤
✔Tinggalkan comment✍
✔Tinggalkan like👍
✔Tinggalkan vote🔖
✔Beri hadiah🎁🌹
__ADS_1
Terima kasih🙏🥰