Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 11


__ADS_3

"Yang, kamu kenapa? Apa kaki kamu ada yang sakit?" tanya Kenzo ketika ia melihat Naura berjalan dengan pincang.


"Emh... itu, semalem aku jatuh," jawab Naura.


"Yaudah nanti kita ke rumah sakit, kalau di biarin takut nya bahaya ," ujar Kenzo.


"Enggak, kita ke tukang urut aja."


"Yaudah, berarti sepulang sekolah kita nyari tukang urut terbaik," timpal Kenzo.


"Iya, sayang," balas Naura.


"Kamu kenapa semalem ninggalin aku? Kenapa kamu percaya sama Claudia. Udah jelas dia tuh gak suka sama hubungan kita. Bukan nya kamu juga tau," ucap Kenzo yang mengingat kejadian malam tadi.


"Iya maaf, aku juga nyesel udah pulang duluan," balas Naura dengan wajah yang berubah menjadi muram.


"Nyesel kenapa?" tanya Kenzo.


"Emh... e-enggak," balas Naura gelagapan.


"Sayang, kamu tunggu di sini aja ya. Aku mau ambil tas dulu," sambung lagi Naura yang langsung berjalan ke dalam kosan nya.


Kenzo kini memasuki kosan Naura, dan itu tentu membuat Naura menjadi was-was, karena ia takut jika Reno keluar dari kamar mandi.


"Sayang, aku mau ke kamar mandi dulu, aku kebelet," ujar Kenzo.


"Aduh, gimana nih gue," ucap Naura dalam batin nya.


"Sayang, kamu tahan dulu aja deh, sampai nanti nyampe sekolah," sahut Naura.


"Loh... kenapa?" tanya Kenzo heran.


"Kamar mandi aku lagi rusak, gak bisa di pakai. Aku juga tadi mandi di kosan sebelah," jelas Naura dengan berbohong.


"Ini anak lama banget, pegel juga gue berdiri di sini," kesal Reno yang sedari tadi berdiri di kamar mandi.


"Hm yaudah, ayo kita berangkat," ajak Kenzo yang mengulurkan tangan nya untuk menggenggam Naura.


"Let's go baby," balas Naura yang langsung pergi dari kosan nya.


Setelah tidak terdengar ada suara, kini Reno keluar dari kamar mandi, lalu ia mengambil jas nya untuk segera pergi dari sana.


Saat Naura dan Kenzo sudah di bawah, Kenzo baru tersadar bahwa ada mobil mewah terparkir di samping bangunan kosan itu, dan ia tidak pernah melihat mobil itu di sana sebelum nya.


"Ternyata ada orang kaya ngekos juga, ya," ujar Kenzo ketika melihat mobil mewah itu.


"Iya, orang kaya gabut kayak nya," balas Naura.


"Udah ayo kita jalan, bukan nya kamu kebelet," sambung lagi Naura yang ingin secepatnya meninggalkan kosan itu.


Saat akan keluar kosan, Reno melihat dulu dari kaca jendela saat Naura telah berangkat bersama seorang lelaki, lalu ia pun keluar dari kosan untuk segera pulang ke rumah nya.


Selama menyusuri jalanan 20 menit, kini Kenzo dan Naura baru saja tiba di sekolah nya. Dan mereka selalu menjadi pusat perhatian karena sepasang kekasih itu memang di kenal pasangan fenomenal di sekolah nya.

__ADS_1


Banyak gadis yang ingin menjadi Naura, karena mereka ingin mempunyai pacar se tampan dan se setia Kenzo. Dan banyak juga lelaki yang ingin menjadi kekasih Naura, karena gadis itu sangat lah cantik.


Naura dan Kenzo kini sedang berjalan menuju kelas nya, dan terlihat Windy dari belakang berlari kecil untuk menghampiri mereka, dan gadis itu langsung memposisikan dirinya di tengah-tengah Naura dan Kenzo.


"Maen nyempil aja lo," ucap Naura kepada Windy yang langsung menggandeng tangan nya.


"SSWDKN," balas Windy.


"SSWDKN, maksu nya apa?" tanya Naura yang baru mendengar kata itu.


"Suka-suka Windy dan keluarga nya," terang Windy yang membuat Kenzo tersenyum kecil ketika mendengar ucapan sahabat kekasih nya itu.


"Hhh... Iya serah lo," kesal Naura yang langsung mendekat ke arah Kenzo.


"Sayang, aku ke kelas, ya. Kamu hati-hati, kan di kelas kamu ada ulat keket," ujar Naura karena ia telah tiba di kelas nya, sedangkan kelas Kenzo masih berada lumayan jauh.


"Hah... lo bener? Kok bisa itu ulat ada di kelas kak Kenzo," timpal Windy, sedangkan Kenzo hanya mengulum senyum nya, lalu lelaki itu memberikan hormat kepada Naura. Dan ia pun kembali berjalan menuju ke kelas nya.


"Aaaa... meleleh gue. We love you kak Kenzo" ucap Windy dengan centil, ketika ia tak kuasa melihat senyuman manis Kenzo.


"Lo mau jadi ulat bulu juga?" tanya Naura.


"Mana bisa, kan gue manusia," balas Windy yang tidak mengerti ulat apa yang di maksud sahabat nya.


"Iya Windy cantik, gue tau lo manusia. Tapi lo tuh udah belajar gatel kayak si Claudia, jadi nama nya itu ulet bulu," balas Naura yang langsung meninggalkan sahabat nya.


"Oh, jadi maksud Naura itu," ucap Windy yang telah mengerti.


***


"Iya, Ma," balas Reno yang berbalik badan melihat ke arah wanita itu yang tak lain Ibu nya.


"Kamu dari mana aja? Kenapa baru pulang?" tanya sang ibu.


"Nanti Reno jelasin, sekarang Reno harus segera ke kantor, Ma," terang Reno.


"Yaudah deh," pungkas sang ibu.


"Kak Reno udah pulang, Ma?" tanya gadis yang bernama Agnes.


"Udah sayang. Kamu hari ini gak ngampus?"


"Enggak Ma, aku lagi gak enak badan," jawab Agnes.


"Yaudah kamu istirahat, jangan kemana-mana."


"Iya siap Mama ku," timpal Agnes yang langsung mencium pipi Ibu nya itu, lalu ia berjalan menaiki anak tangga untuk ke kamar nya yang juga berada di lantai atas.


Sebelum ke kamar nya, kini Agnes menuju kamar Kakak nya.


Tok... Tok... Tok...


Agnes mengetuk pintu kamar Reno, dan Reno dari dalam menyaut untuk menyuruh nya masuk.

__ADS_1


"Kak," panggil Agnes kepada Reno yang sedang memakai dasi.


"Apa?"


"Kakak mau cewek gak? Kan Kakak udah lama jadi duda tuh. Apa Kakak gak kepikiran buat punya pendamping lagi?" tanya Agnes.


"Kakak udah punya," jawab datar Reno.


"Siapa? Siapa?" tanya Agnes dengan wajah kepo nya.


"Nanti juga kamu tau, dan nanti Kakak jelasin semua nya. Kakak udah kesiangan mau ke kantor," terang Reno yang langsung keluar dari kamar nya.


"Maksud kak Reno jelasin apaan," ucap Agnes yang masih berada di kamar Reno.


Agnes keluar dari kamar itu, lalu ia turun menuju ke lantai bawah untuk mencari Ibu nya, karena ia akan bertanya apa yang ingin di jelaskan Kakak nya tadi.


"Ma, kak Reno mau ngejelasin apa?" tanya Agnes ketika ia telah menghampiri Rita yang berada di ruangan utama.


"Mama juga gak tau, Kakak kamu cuman bilang kalau dia mau ngomongin sesuatu, tapi nanti. Emang suka buat penasaran aja tuh anak," ujar Rita.


"Yaudah, kita tunggu nanti aja deh," pungkas Agnes.


Kini Reno telah tiba di perusahaan nya, dan karyawan yang berlalu lalang menyapa Reno sebagai atasan nya.


"Ren, semalem Tante Rita nelepon gue, nanyain lo. Emang nya semalem lo nyangkut dimana?" tanya seorang pria yang juga tak kalah tampan, dan itu adalah Gilang, Asisten sekaligus sahabat dekat Reno semasa SMA.


"Ikut ke ruangan gue," ajak Reno yang berjalan lebih dulu.


"Ada apa? Gue nanya, bukan nya jawab malah suruh ikut ke ruangan," dumel Gilang ketika mereka telah tiba di ruangan luas itu.


"Gue semalem nikah," terang Reno secara tiba-tiba.


"Hah?! nikah," pekik Gilang dengan wajah terkejut nya.


"Iya."


"Sama siapa? Kok lo gak ngudang gue," timpal Gilang dengan bertanya.


"Sama bocah SMA."


"Wah, lo hebat bisa dapetin anak SMA. Ajarin dong puh... sepuh," ucap Gilang yang memang absurd, berbeda dengan Reno yang dingin dan bicara sepenting nya saja.


"Gue terpaksa, karena gue di nikahin warga. Gue di tuduh berbuat sesuatu sama tuh bocah, padahal gue cuman bantuin dia yang gak bisa jalan, dan pas itu resleting gue kebuka, jadi udah deh, gue di bawa paksa," jelas panjang Reno kepada Asisten sekaligus sahabat nya itu.


Hahahaha...


Gilang tertawa renyah dan entah apa yang di rasa lucu oleh nya.


"Aduh, parah banget tuh warga. Tapi lo hoki, soal nya yang nikah sama lo anak SMA, coba kalau nenek-nenek," ujar Gilang sembari terkekeh.


"Sekali lagi lo ketawa, gue potong gaji lo," ancam Yuda, lalu Gilang pun memberhentikan tawa nya.


"Iya, enggak. Btw, anak SMA nya cantik gak?" tanya Gilang.

__ADS_1


"Gak tau. Udah deh, lo kerja sana!" perintah Reno.


"Siap, Pak Bos," sahut Gilang sembari memberikan hormat kepada Yuda, lalu ia pun keluar dari ruangan sang atasan.


__ADS_2