Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 26


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini, Naura baru saja tiba di sekolah dan di antarkan sang suami yang juga akan ke Kantor.


"Mau peluk dulu," pinta Naura kepada Reno, dan mereka memang masih berada di dalam mobil.


"Yaudah sini," ucap Reno, lalu Naura pun kini memeluk tubuh sang suami yang selalu wangi.


"Om jangan genit-genit ya di Kantor," ucap Naura kepada Reno setelah mereka melerai pelukan nya.


"Enggak bakalan lah. Kamu harus inget, jauhi Kenzo. Dan harus inget juga kalau kamu udah punya suami," ujar Reno.


"Siap Om suami tampan," balas Naura sembari memberikan hormat kepada Reno.


"Yaudah, kamu cepetan masuk kelas gih," titah Reno, lalu Naura pun langsung mencium tangan sang suami sebelum ia turun dari mobil.


"Semangat ya sekolah nya," ucap Reno kepada Naura yang sudah turun dari mobil.


"Iya, Om juga semangat kerja nya," balas Naomi.


"Iya sayang. Yaudah, cepetan masuk," perintah Reno, lalu Naura pun kini berjalan memasuki gerbang sembari melambaikan tangan kepada sang suami tampan.


Setelah Naura memasuki gerbang, Reno kini melajukan mobilnya meninggalkan sekolah itu.


Tak berselang lama, kini Kenzo datang dan langsung memasuki parkiran.


"Naura," ucap Kenzo ketika melihat Naura sedang berjalan melewati lapangan.


Dengan cepat Kenzo memarkirkan sepeda motor nya, lalu ia turun dan langsung berjalan cepat untuk menghampiri Naura.


"Nau, tunggu!" teriak Kenzo yang membuat Naura menoleh ke arah lelaki itu.


"Kenzo, gue harus cepet-cepet masuk kelas nih," ucap Naura yang kembali berjalan meninggalkan Kenzo yang juga sedang berjalan untuk menghampiri nya.


"Nau, tunggu," ucap Kenzo yang kini telah menghampiri Naura dan juga memegang pergelangan tangan nya.


"Apa, Ken?" tanya Naura kepada Kenzo.


"Aku perlu bicara sama kamu," ujar Kenzo yang masih memegangi pergelangan tangan Naura.


"Iya, bicara aja," jawab Naura.

__ADS_1


"Gue bener-bener gak tega bersikap seperti ini ke Kenzo. Maafin gue, Ken," ucap Naura dalam batin nya.


"Aku gak mau bicara disini," ujar Kenzo yang langsung membawa Naura untuk ikut dengan nya.


"Kita mau kemana, Ken?" tanya Naura.


"Aku mau bicara empat mata sama kamu dan aku mau kita bicara dari hati ke hati," jawab Kenzo. Dan Naura pun tetap mengikuti langkah lelaki itu yang masih memegangi pergelangan tangan nya.


Kini Naura dan Kenzo sudah berada di belakang sekolah, dan Kenzo kini sudah menggenggam tangan Naura.


"Nau, kamu kenapa? Kamu kenapa sekarang kayak gini?" tanya Kenzo sembari menatap lekat wajah Naura dan juga menggenggam tangan nya.


"Kayak gini gimana, Ken?" tanya Naura.


"Kamu berubah, Nau. Sikap kamu yang kayak gini, bener-bener ngebuat aku sakit. Aku sayang kamu Nau, bahkan kamu adalah segala-galanya bagi aku. Bukan nya kamu juga tau tentang itu. Tapi kenapa sekarang kamu seperti ini. Kamu janji gak akan berubah dan gak akan pernah ninggalin aku, tapi bukti nya sekarang apa? Sikap kamu seolah kamu udah gak mau kenal lagi sama aku dan kamu kayak udah gak mau mempertahankan hubungan kita," jelas Kenzo dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Karena Kenzo benar-benar merasa sakit hati dengan perubahan Naura yang berubah 99,9%.


Melihat ketulusan Kenzo dan melihat Kenzo sehancur itu karena sikap nya, Naura kini merasa begitu sakit ketika membayangkan jika ia ada di posisi Kenzo. Naura kini meneteskan air mata nya, tapi dengan cepat ia langsung mengusap nya.


"Lihat aku, Nau. Apa kamu gak bisa melihat kalau aku benar-benar tulus sama kamu. Dan jawab aku juga, apa penyebab kamu berubah seperti ini. Apa karena Om kamu?" tanya Kenzo. Namun Naura masih belum membuka suara.


"Aku bingung Ken, Aku gak tau harus gimana," ucap Naura yang langsung menangis.


Hikss... Hikss..


"Kamu bingung kenapa, cerita sama aku?" tanya Kenzo kepada Naura yang masih menangis di pelukan nya.


"Aku sayang kamu Ken, tapi aku_"


Hikss... Hikss...


Naura tidak melanjutkan perkataannya dan ia semakin terisak di pelukan lelaki itu.


"Iya Nau, aku lebih sayang sama kamu. Dan aku sama sekali gak mau pisah sama kamu," balas Kenzo.


"Sini, liat aku," perintah Kenzo, lalu Naura pun mendongakkan kepalanya nya melihat ke wajah tampan Kenzo.


"Kalau kamu takut sama Om kamu, karena dia ngelarang kamu untuk pacaran sama aku, sekarang kita pacaran backstreet aja, gimana? Apa kamu setuju?" tanya Kenzo, dan Naura menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Kita enggak pernah putus dan kita gak akan pernah putus," ucap Reno sembari mengusap air mata yang membasahi pipi Naura.

__ADS_1


Naura masih sangat labil, dan ia masih bingung dengan perasaannya sendiri. Sehingga gadis itu tetap memilih memepertahankan hubungan nya dengan Kenzo, karena ia benar-benar belum siap kehilangan orang yang sudah lama di kenal nya, dan selalu ada untuk nya sedari dulu.


"Yaudah kita balik kelas yuk," ajak Kenzo sembari menggenggam tangan Naura.


"Yaudah ayo," balas Naura, lalu mereka pun pergi dari sana untuk segera memasuki kelas nya masing-masing.


***


Sepulang sekolah, Windy memaksa untuk menginap di rumah Naura, karena ia merasa kesepian di rumahnya sendirian. Dan Naura pun tentu tidak mungkin untuk tetap bersikeras meminta Windy untuk tidak menginap di rumah nya, karena itu pasti akan membuat Windy sakit hati dan bahkan bisa saja membuat Windy curiga.


Sekarang Naura dan Windy sedang rebahan di ranjang empuk di kamar Reno dan Naura. Dan Naura masih memikirkan cara bagaimana agar Windy tidak curiga ketika nantinya ia dan Reno tidur bersama.


"Nau, ini sebenarnya kamar siapa, sih? Kok ada farfum cowok," tanya Windy.


"Ini kamar Om Reno, tapi gue suka tidur disini sama Om gue," jelas Naura yang membuat Windy merasa heran.


"Loh, maksudnya lo tidur bareng?" tanya Windy dengan tampang cengo nya.


"Iya, solanya dari kecil gue udah terbiasa tidur sama Om gue," jelas Naura.


"Oh gitu, emang gak pamali, ya?" tanya Windy.


"Enggak, solanya Om Reno suami gue," ucap Naura dalam batin nya.


"Emhh gak tau juga, tapi gue udah terbiasa," jawab Naura akhirnya.


"Wah... artinya nanti kita bakal tidur bareng Om Reno dong," ucap Windy dengan wajah yang terlihat senang.


"Ya enggak lah, lo tidur nya di kamar tamu aja. Lo kan bukan sepupunya," ujar Naura.


"Idih... gak mau, gue mau nya di sini," balas Windy.


"Yaudah tapi lo tidur nya di sofa."


"Iya deh gapapa, yang penting gue gak pisah kamar sama lo," terang Windy.


Saat mereka asik mengobrol, kini pintu kamar terbuka dan memeperlihatkan Reno di sana.


Reno mengernyitkan dahi nya, ia cukup heran kenapa bisa ada sahabat istrinya di sana. Dan Reno mengenal Windy karena Naura pernah melakukan panggilan video bersama sahabatnya itu. Dan saat itu ia pun di ajak Naura untuk melakukan panggilan video bersama sahabatnya.

__ADS_1


"OMG, itu Om Reno kan. Ternyata aslinya lebih handshome. Masa depan gue emang seganteng itu, Woi," ucap Windy dengan wajah yang terlihat berbinar-binar.


"Ih... lo apaansih," kesal Naura yang langsung turun dari ranjang.


__ADS_2