Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 15


__ADS_3

Setelah sarapan, kini Naura langsung pamit kepada mertua nya untuk segera pergi sekolah, lalu itu ia langsung keluar rumah karena Reno sedari tadi telah menunggu nya di mobil.


Agnes menatap tidak suka kepada Naura yang sudah pergi. Karena ia merasa semenjak ada Naura, kedua orang tua nya menjadi lebih perhatian kepada Naura di bandingkan dirinya. Tapi itu hanya perasaan gadis itu saja, karena kedua orang tua nya sama sekali tidak membeda-bedakan antara anak dan menantu nya.


Di luar kini Naura telah naik ke mobil suami nya, dan ia duduk di jok depan di sebelah suami nya itu.


"Ini farfum wangi banget," ucap Naura dalam batin nya ketika ia mencium aroma farfum yang di pakai Reno.


"Lama banget," protes Reno.


"Ya nama nya juga sarapan, pasti lama," jawab Naura, dan Reno tidak lagi menyauti nya. Lelaki itu langsung melajukan mobil nya keluar dari gerbang rumah besar itu.


Naura yang gabut di dalam mobil, ia membuka tutup, laci dashboard. Dan ketika Naura melihat-lihat isi di dalam nya, ia menemukan sebuah pas foto berukuran kecil di sana.


"Ekhem... Ini foto siapa?" tanya Naura ketika ia menemukan foto di laci dashboard mobil milik Reno.


"Foto siapa?" tanya balik Reno yang belum melihat foto nya.


"Malah balik nanya."


"Ya karena saya gak liat," balas Reno.


"Ini." Naura langsung menyimpan foto itu di sebelah Reno, dan Reno juga heran kenapa ada foto itu di sana.


"Oh, dia mantan istri saya," jawab Reno.


"What?! Jadi om seorang duda," pekik Naura yang baru mengetahui nya.


"Iya," balas Reno.


"Curhat dong sama saya, kenapa bisa cerai. Siapa tau bisa jadi tutor buat saya," ucap Naura.


"Maksud kamu?" tanya Reno yang melihat ke arah Naura.


"Emh... E-e-engak," balas Naura dengan gelagapan, karena ia merasa jantung nya berdegup kencang ketika Reno menatap nya seperti itu.


"Aduh, jantung gue kenapa suka tiba-tiba maraton sih, kalau di liat sama nih om-om," ucap Naura dalam batin nya.


"Cantik juga mantan istri nya, kenapa bisa udahan," sambung lagi Naura dengan bertanya.

__ADS_1


"Udah takdir," balas datar Reno.


Setelah melajukan mobil selama 20 menit, kini Reno dan Naura telah tiba di depan sekolah, dan Naura pun langsung keluar dari mobil nya.


Saat Naura keluar, terlihat Kenzo juga baru datang. Lelaki itu langsung menghampiri Naura dan ia melihat ke arah mobil yang baru saja di tumpang kekasih nya.


"Aduh, gimana ini. Mana om Reno belum pergi lagi," ucap Naura dalam batin nya.


"Sayang itu siapa? Kok keliatan nya dia bukan sopir," tanya Kenzo ketika ia melihat Reno yang berada di dalam mobil.


Reno kini keluar, lelaki itu menghampiri Naura dan Kenzo.


"Ini ponsel kamu ketinggalan," ucap Reno yang memberikan ponsel itu kepada Naura.


"Iya, makasih Om," balas Naura.


"Oh, jadi ini Om kamu, sayang" ucap Kenzo.


"Apa kabar, Om? Kenalin saya Kenzo, pacar nya Naura," ucap Kenzo yang mengulurkan tangan nya ke arah Reno.


"Aduh, jangan sampai om Reno ngasih tau kalau dia suami gue," batin Naura dengan gelisah.


"Saya Reno, Om nya Naura," ucap Reno sembari menjabat tangan Kenzo.


Bukan nya senang, entah kenapa Naura merasakan sakit hati ketika Reno berbicara seperti itu.


"Gue kenapa sih, harus nya gue bisa bernafas lega, bukan nya nyesek," ucap Naura dalam batin nya.


"Permisi," ucap Reno yang langsung berjalan untuk kembali ke mobil nya.


"Om kamu ternyata masih muda banget, ya. Aku pikir udah tua," ujar Kenzo.


"Hm, iya," balas Naura dengan wajah sendu.


"Kamu kenapa? Kok muka nya sedih," tanya Kenzo.


"Kenapa gue jadi melow gini, sih." ucap Naura dalam batin nya.


"Enggak sayang. Ayo kita masuk," pungkas Naura.

__ADS_1


***


Di tempat lain, tepat nya di salah satu kampus ternama. Kini Agnes sudah berada di kelas bersama Yura. Dan mereka sedang berbincang-bincang di tempat duduk nya yang berdekatan.


"Si Viona udah bayar hutang belum sama lo?" tanya Yura.


"Belum," jawab Agnes.


Tak berselang lama kini orang yang di bicarakan telah datang, dan Viona langsung gabung bersama sahabat nya.


"Hai, guys," sapa Viona.


"Hai," balas kedua nya.


"Oh, ya. Mumpung kalian udah ada, gue mau cerita tentang Kakak gue, nih," ujar Agnes.


"Apa, Nes? Apa dia mau di combaling sama gue?" tanya Yura, dan Agnes menggelengkan kepala nya.


"Sama gue gimana? Pasti dia mau, kan?" timpal Viona.


"Enggak, Kakak gue gak mau di combaling sama lo, lo pada. Karena sekarang dia udah nikah," terang Agnes.


"What?!" pekik kedua nya dengan terkejut.


"Nikah sama siapa Agnes? Baru 2 hari yang lalu lo ngomong kalau Kakak lo itu seorang duda," timpal Viona.


"Iya, lo ngarang deh. Bukan nya Kak Reno sulit di deketin sama wanita," sambung Yura.


"Iya... iya, diem dulu maka nya, gue mau cerita nih," ujar Agnes.


"Yaudah buruan," timpal Viona.


"Jadi satu hari yang lalu Kakak gue tuh nikah sama anak SMA. Mereka nikah karena di gerebek masa, karena mereka di tuduh udah ngelakuin sesuatu. Padahal waktu itu kakak gue cuman ngebantun si anak itu, tapi jadi nya kena fitnah. Dan mereka langsung di nikahin malam itu juga," jelas panjang Agnes.


"Wait... Anak SMA?" tanya Yura, dan Agnes menganggukan kepala nya.


"Idih, enak di anak itu nya dong. Hoki banget dia bisa nikah sama Kak Reno, udah ganteng terus tajir lagi," ujar Viona.


"Iya, makanya gue juga gak suka sama tuh anak, karena semenjak ada dia, Bokap sama Nyokap gue jadi kurang perhatian sama gue," terang Agnes.

__ADS_1


"Oh, ya. Nama nya siapa?" tanya Yura.


"Gak tau deh, gue lupa. Waktu dia kenalan gue gak denger jelas, karena males banget gue denger nya," ujar Agnes.


__ADS_2