Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 23


__ADS_3

"Naura," ucap seseorang itu yang ternyata Mila, Ibu nya Kenzo,


"Tante," balas Naura dengan wajah yang masih terkejut.


"Aduh, sayang. How are you?" tanya yang langsung memeluk tubuh Naura.


Naura dan Mila memang sudah saling mengenal karena Kenzo beberapa kali pernah menyambungkan panggilan video dengan Mila dan Naura.


"Baik-baik, Tante," balas Naura yang berada di pelukan Mila.


"Aduh, gimana ini," batin Naura yang kini sudah sangat gelisah.


"Ternyata kamu aslinya lebih cantik banget, emang pinter banget Kenzo nyari cewek. Mana imut, gemesh deh," ujar Mila sembari mencubit gemash pipi Naura. Dan Naura hanya tersenyum kikuk.


"Oh, jadi beliau ibu nya anak itu," ucap Reno dalam batin nya, yang juga sedari tadi bertanya-tanya wanita paru baya yang berpenampilan modis itu siapa.


"Ini siapa, sayang?" tanya Mila kepada Naura.


"Emhh,emh_"


"Saya Om nya Naura," sela Reno dengan cepat, karena ia tak ingin membuat Naura nantinya akan dikenal wanita tidak benar, jika ibu Kenzo tau bahwa Naura adalah istri Reno, sedangkan Naura belum putus dengan Kenzo.


"Oh, Om nya, masih muda banget," ucap Mila kepada Reno.


"Kalau gitu, kita duluan ya Tante," ucap Naura.


"Mampir dulu ke rumah yuk, dari sini rumah Tante deket kok," ujar Mila yang mengajak Naura untuk mampir ke rumah nya.


"Maaf aku gak bisa Tan, soalnya aku mau beresin pakaian, besok mau pulang," jelas Naura.


"Oh iya, kalau gitu. Tapi kok Kenzo gak bilang kalau kamu kesini ya, biasa nya dia kalau cerita tentang kamu selalu ke Tante," ujar Mila.


"Kayak nya Kenzo benar-benar mencintai Naura," batin Reno.


"Emh, itu anu, jadi aku mau kasih surprise, Tan," jawab Naura sedikit ngaco.


"Surprise?" tanya Mila.


"Maaf Bu, kami permisi," ucap Reno yang langsung menggenggam tangan Naura dan pergi dari sana.


"Duluan, Tan," ucap Naura dengan melirik ke arah Mila, karena ia sudah di bawa Reno.


***

__ADS_1


"Om, maafin aku ya," ucap Naura yang dimana kini mereka sudah berada di kamar Hotel.


"Iya gapapa," balas Reno seperti tidak apa-apa, padahal jauh di lubuk hatinya ia sangat merasa sakit ketika tidak di akui sebagai suami oleh Naura di hadapan orang-orang.


"Tapi Om gak marah, kan?" tanya Naura yang kini sudah berada di pangkuan sang suami sembari bergelayut manja.


"Enggak sayang," balas lembut Reno.


"Cium," pinta Naura dengan manja, dan dengan senang hati Reno pun langsung mencium nya.


"Om tau gak?" tanya Naura.


"Enggak, emang apa, sayang?" tanya balik Reno.


"Tadi mantan istri Om bilang, kalau dia hamil anak Om," ujar Naura dengan mencebikkan bibir nya.


"Dia pasti bohong sayang, dia pasti hanya ingin membuat kita nantinya bertengkar," ucap Reno.


"Tapi aku tetep kesel, karena Om pasti dulu sering anu-anuan sama dia," ucap Naura yang kini bibir nya sudah memanyunkan bibirnya.


"Itukan dulu, lagian udah lama. Karena sekarang yang menjadi candu untuk aku adalah kamu," jelas Reno.


"Masa sih, padahal aku kan main nya gak bisa," ucap Naura yang tidak percaya diri dengan kemampuan nya di ranjang.


"I love you my little wife," bisik Reno di sebelah Naura.


"Love you too, Om suami tampan," balas Naura yang langsung memeluk tubuh sang suami, yang sudah berkeringat tapi tetap wangi.


****


Kini Naura dan Reno baru saja tiba kota J, kota asal mereka. Naura dan Reno sedang berada di mobil untuk pulang ke rumah. Mereka di jemput oleh Asisten pribadi Reno. Sedangkan Gilang sudah pulang dengan memesan taxi, karena itu kemauan nya sendiri, padahal Reno sudah menawarkan untuk pulang dengan di antarkan nya.


Setelah hampir 30 menit menempuh perjalanan dari Bandara, kini Naura dan Reno telah tiba di kediaman besar milik Reno itu.


Mereka langsung memasuki rumah dan di rumah terlihat sangat sepi.


"Kayak nya orang-orang rumah lagi keluar, kita masuk aja buat langsung istirahat," ajak Reno kepada Naura, dan Naura pun langsung berjalan dengan memegangi lengan sang suami.


Di kamar, Naura langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan ia tiba-tiba teringat akan Kenzo.


"Ternyata Kenzo sesayang itu sama gue, sampai dia selalu ceritain gue ke Tante Mila," ucap Naura dalam batin nya.


"Sayang, kamu lagi mikirin apa?" tanya Reno ketika melihat Naura sedang bengong.

__ADS_1


Ketika Naura tidak menjawab, kini Reno naik ke atas ranjang dan ia langsung tidur di sebelah istri nya itu, yang memang pikiran nya masih labil. Di satu sisi Naura sangat menyayangi Kenzo yang sudah satu tahun lebih menjalin hubungan dengan nya. Dan di sisi lain kini Naura mencintai Reno, bahkan nyaman, dan takut jika harus kehilangan.


"Sayang, aku tadi nanya lo. Kamu lagi mikirin apa?" tanya Reno dengan menghadap ke arah Naura.


"Emh, emang iya, kok aku gak denger," ucap Naura.


"Ya karena kamu bengong. Cerita aja, kamu lagi mikirin apa? Apa pengen sesuatu?" tanya Reno dengan lembut.


"Gak kok, aku gak pengen apa-apa," balas Naura yang langsung memeluk tubuh sang suami yang selalu wangi.


Drtt... Drtt...


Ponsel Naura bergetar, sontak ia melerai pelukan nya, dan langsung menjawab telepon masuk itu.


"Hallo, Ken," seru Naura ke lawan bicara nya, yaitu Kenzo, orang yang tadi sedang di pikirkan nya.


Mendengar itu, Reno langsung memasang tajam pendengaran nya, dan ketika ia tidak mendengar apa-apa, akhirnya Reno mendekat dengan memeluk Naura dari belakang.


"Kamu lagi ngapain, sayang?" tanya Kenzo dari seberang sana.


"Emh, aku lagi ini, lagi anu." Naura giba-tiba menjadi bingung hendak menjawab apa, karena ia tentu kini sedang di peluk sang suami dari belakang.


"Anu apa?" tanya Naura.


"Aku lagi tiduran, Ken," jawab Naura akhirnya.


"Sayang, kamu kenapa akhir-akhir ini beda banget. Udah jarang ngabarin aku, terus kamu udah gak panggil aku dengan sebutan sayang lagi," ucap Kenzo dari seberang sana.


"Masa sih," balas Naura, dan Kini tangan Reno


mulai nakal, sehingga membuat Naura merasa geli. Dan sempat tertawa kecil.


"Iya, kamu lagi apa sayang? Kenapa ketawa?" tanya Kenzo.


"Enggak, aku tadi liat kucing lucu."


"Nanti sore kita ketemu ya. Aku jemput kamu, aku udah rindu sama pacar cantik aku ini," ujar Kenzo, namun Naura tidak menyaut karena ia takut sang suami akan marah, jika ia mengiyakan ajakan Kenzo.


"Emh... iya, iya," balas Naura akhirnya, ketika Reno telah mengijinkan nya.


"Yaudah, kalau gitu aku tutup telepon nya ya. Bye. I love you, Naura Adeeva," ucap Kenzo sebelum menutup telepon nya.


"Love you too," balas Naura, namun ia berbicara itu dengan menghadap ke arah sang suami.

__ADS_1


"Yaudah aku tutup. Dah... sayang," ucap Kenzo yang langsung memutuskan sambungan telepon nya.


__ADS_2