Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 21


__ADS_3

Di tempat lain, tepat nya di kamar hotel yang di tempati Nadira. Kini gadis itu sedang merasa kesal kepada Naura, gadis yang di anggap nya songong, dan telah merebut mantan suami nya.


"Awas aja lo bocah ingusan, gue bakal singkirin lo dari kehidupan Reno," ucap Nadira dengan menyeringai.


Kini wanita itu menyalakan sebatang r*kok, lalu ia menghisap nya sembari melihat-lihat foto Reno yang masih berada di dalam galeri ponsel nya.


"Reno, Reno. Kamu pikir, kamu akan mudah untuk lepas begitu aja dari aku. Eggak, karena aku akan membawa kamu kembali ke dekapan aku," ucap Nadira sembari memandang foto Reno di ponsel nya.


Di kamar, Gilang sedang merasa kesal kepada Reno dan Galvin yang meninggalkan dirinya begitu saja di pantai. Dan lelaki itu sedari tadi terus mengomel sendiri seperti ibu-ibu yang sedang sensi.


"Tutup mulut lo, Vin. Gue jadi gak fokus nih kerja nya," perintah Galvin yang memang satu kamar dengan Gilang.


"Ya siapa suruh kalian tadi ninggalin gue," balas Gilang.


"Yaelah, di tinggalin deket aja udah rewel lo."


"Bukan masalah deket atau jauh, Vin. Tapi gara-gara kalian ninggalin gue, tadi gue jadi di kerumuni sama wanita berbatang," terang Gilang yang langsung membuat Galvin tertawa nyaring.


"Oh, jadi karena itu alesan Lo uring-uringan dari tadi," ucap Galvin sembari terkekeh.


"Seneng lo, seneng kalau liat gue sengsara," kesal Gilang.


"Bukan nya seneng, tapi lucu aja kalau batang main batang," ujar Galvin yang masih tertawa, lalu Gilang pun melemparkan bantal ke arah rekan kerjanya itu.


***


Di kamar sepasang suami istri yang masih sama-sama belum menyadari perasaan nya masing-masing, kini sang suami sedang memeluk tubuh istri kecil nya yang ingin tertidur dengan di peluk nya.


"Kata nya mau tidur, kok masih di buka mata nya," ujar Reno kepada Naura yang berada di pelukan nya.


"Saya gak bisa tidur, karena di hati saya kayak ada yang ngeganjel gitu," terang Naura.


"Ngeganjel apa?" tanya Reno.


"Om, kalau kita ngerasa nyaman sama orang, terus suka cemburu kalau liat dia di deketin cewek lain, itu nama nya cinta, ya?" tanya Naura kepada Reno.


"Iya, itu kamu tau," balas Reno.


"Berarti saya udah jatuh cinta sama Om, dong," ujar Naura sembari mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan sang suami.

__ADS_1


Mendengar itu, Reno mengulum senyum nya, lalu ia semakin mempererat pelukan nya.


"Saya seneng bisa denger itu dari kamu. Saya juga merasakan seperti apa yang kamu rasakan. Yang artinya, saya juga sudah jatuh cinta kepada kamu Naura," jelas Reno sembari memeluk Naura, lalu mencium puncak kepala istri nya itu.


"Om beneran cinta sama aku?" tanya Naura dengan menatap lekat wajah Reno.


"Iya, sayang. Reno Nathan Pradana sudah jatuh cinta kepada Naura Adeeva," terang Reno, lalu Naura pun langsung memeluk tubuh suami nya itu, yang wangi tubuh nya sudah menjadi candu untuk nya.


"I love you, Om suami," bisik Naura di dekat telinga Reno.


"Love you too, istri kecil," balas Reno juga dengan berbisik.


"Ihh, geli tau," ucap Naura dengan terkekeh ketika Reno mencium telinga nya.


"Om saya mau jadi istri Om seutuh nya," ucap Naura yang sedari tadi tidak melerai pelukan nya.


"Maksud kamu, kamu udah siap untuk melakukan kewajiban kamu sebagai seorang istri?" tanya Reno, dan Naura membalas dengan menganggukkan kepalan nya.


Reno tersenyum ketika mendengar itu, dan tanpa berlama-lama, Reno langsung memulai pemanasan dengan sebuah cium*n panjang.


Kini Reno perlahan membuka pakaian istri nya. Dan ini adalah pertama kalinya Reno bisa melihat semua tubuh istri nya tanpa terhalangi apapun.


"Are you ready, baby?" tanya Reno kepada Naura. Dan Naura kembali menjawab dengan menganggukan kepala nya.


Ketika melihat bercak darah di seprai, sebagai seorang lelaki, Reno merasa bangga, lalu ia langsung berbaring di dekat Naura.


"Terimakasih, kamu sudah menjaga nya, dan sekarang telah memberikan hal berharga itu kepada saya," ucap Reno yang langsung mengecup singkat bibir Naura.


"Sama-sama. Tapi maaf, aku tadi main nya gak bisa," ujar Naura yang membuat Reno terkekeh.


"Gapapa sayang, lagian kamu kan tinggal diem aja, aku yang kerja," terang Reno, lalu Naura pun langsung memeluk tubuh suami nya itu.


"Sayang, kamu mau kan putusin pacar kamu itu?"tanya Reno kepada Naura.


"Hm, maaf, untuk saat ini aku belum bisa. Karena aku mau putus secara baik-baik. Aku gak mau tiba-tiba minta putus tanpa alasan ke Kenzo," jelas Naura dengan wajah sendu nya.


"Hm, gitu," balas santai Reno yang sebenarnya ia merasa sakit hati ketika Naura berkata seperti itu.


"Mungkin Naura memang belum bisa melepaskan Kenzo, dan dia pasti butuh waktu untuk menyelesaikan semua nya," batin Reno berusaha mengerti kepada istri nya.

__ADS_1


"Om gak marah, kan?" tanya Naura kepada Reno.


"Enggak kok, asal kamu janji buat nanti menyudahi hubungan kalian."


"Iya, aku janji bakal menyudahi hubungan nya. Karena aku sekarang udah cinta dan nyaman sama suami aku," terang Naura yang langsung mencium pipi sang suami.


***


Di pagi hari nya, Naura baru saja terbangun dari tidur nya, sedangkan Reno masih tertidur dengan tangan yang melingkar di pinggang Naura.


Naura langsung mencium pipi suami nya, dan Reno pun terbangun ketika merasakan bibir hangat dari istri nya itu.


"Good morning, my little wife" ucap Reno dengan suara serak khas bangun tidur.


"Morning, Om suami," balas Naura.


"Sayang, nanti siang aku ada meeting sama klien. Kamu mau ikut atau tunggu di Hotel aja?" tanya Reno.


"Aku mau ikut, soalnya aku takut kalau ada ulat bulu di sekililing kamu," terang Naura yang meningat di sini ada Nadira.


"Yaudah kita mandi, yuk," ajak Reno.


"Maksud nya mandi bareng?"


"Iya, sayang," balas lembut Reno.


"Iii... Aku malu tau," ujar Naura.


"Malu apasih? Kan sama suami, masa malu."


Reno langsung bangkit dari tiduran nya, lalu ia langsung menggendong Naura ala bridal style untuk ke kamar mandi.


Selepas mandi bersama, sepasang pengantin baru itu kini sudah rapih dengan pakain yang di kenakan nya. Dan Naura kini terlihat kesusahan berjalan karena ia merasa sakit di area int*m nya.


"Sayang, kamu tunggu di hotel aja. Jangan di paksain, itu kamu jalan nya aneh gitu loh, pasti kamu sakit," ujar Reno yang sedari tadi sudah melarang Naura untuk ikut, karena Naura mengalami sakit di area tertentu akibat olahraga semalam.


"Tapi aku takut kamu di tempelin ulat bulu," terang Naura.


"Enggak sayang, aku gak bakal tergoda sama jenis ulat bulu apapun, karena aku udah punya istri yang baik, cantik dan juga masih muda. Jadi buat apa aku nyari yang lain," jelas panjang Reno.

__ADS_1


"Yaudah deh, tapi janji jangan lama ya."


"Iya, sayang," balas lembut Reno yang langsung mengecup singkat bibir mungil istri nya.


__ADS_2