Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda

Terpaksa Menikah Saat SMA Dengan OM Duda
BAB 8


__ADS_3

Satu minggu berlalu...


Naura selama satu minggu ini merasakan hidup tenang di kosan, karena tidak ada lagi yang menyuruh-nyuruh nya seperti Babu.


Di malam ini Naura telah bersiap dan telah mengenakan pakaian terbaik nya, karena ia akan di jemput Kenzo untuk ke sebuah tempat.


Naura malam ini telah mengenakan dres berwarna dusty pink yang sangat terlihat elegan ketika di pakai Naura.


Naura kini keluar dari kosan nya karena Kenzo sudah menjemput nya. Saat Naura keluar, terlihat orang-orang yang berada di kosan sebelah melihat ke arah nya yang di jemput sebuah mobil mewah yang di bawa Kenzo.


Kenzo keluar dari dalam mobil, dan gadis-gadis yang berada di kosan sebelah menatap kagum kepada lelaki tampan itu.


"Ganteng banget," ucap salah satu orang gadis kepada teman nya.


"Iya, tapi serasi sih, karena anak itu juga cantik," balas teman nya.


"Sayang, kamu wangi banget, deh," ujar Naura ketika ia telah memasuki mobil nya.


"Masa, sih."


"Iya, aku jadi pengen meluk kalau nyium aroma farfum kamu tuh," terang Naura.


"Yaudah, peluk nya nanti, sekarang kita pergi dulu dari sini," pungkas Kenzo.


"Kita emang nya mau kemana, sih?" tanya Naura ketika mereka telah melaju.


"Kalau aku kasih tau sekarang, itu gak surprise dong."


"Sayang, makasih," ucap Naura tiba-tiba.


"Makasih buat apa?" tanya Kenzo melihat ke arah Naura.


"Makasih kamu udah bawa kabur aku, terus nyewa kosan buat aku, selalu ngebahagiain aku," jelas Naura.


"Iya sayang, sama-sama. Apapun untuk kebahagian kamu pasti aku bakal lakuin," ujar Kenzo.


"Kamu tuh emang terbaik," ucap Naura.


"Kamu juga," balas Kenzo sembari mencubit pipi gemash pipi Naura.


Tak berselang lama, kini sepasang kekasih itu telah tiba di sebuah Restoran dan mereka langsung memasuki Restoran itu.


"Jadi kita mau Dinner, Yang?" tanya Naura.


"Iya sayang. Ayo," ajak Kenzo menggenggam tangan Naura.


Kenzo membawa Naura ke sebuah private room yang berada di Restoran itu, dan saat Naura memasuki ruangan itu, ia menatap takjub ruangan yang sangat terkesan romantis, karena ada lilin dan juga ada taburan bunga berbentuk love di lantai nya. Entah kapan Kenzo telah mempersiapkan semua ini untuk Naura.


"Sayang, kamu sweet banget," ucap Naura dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Kamu jangan mau nangis gitu dong," ujar Kenzo ketika menatap wajah kekasih nya.


"Ayo kita duduk," ajak Kenzo, lalu mereka pun langsung melaksanakan dinner romantis nya.


Setelah makan kini Kenzo mengajak Naura untuk berdansa, dan Naura tentu bersedia untuk berdansa bersama kekasih nya itu.


Kenzo mengulurkan tangan nya ke arah Naura, lalu Naura pun bangkit dari duduk nya dan di bawa Kenzo ke lingkaran taburan bunga berbentuk love itu.


Kini musik romantis menyala di sana, lalu Kenzo pun langsung menyimpan tangan Naura di pundak nya, dan tangan yang satu nya di genggam nya.


Mereka kini berdansa mengikuti alunan musik dan Naura menatap lekat wajah tampan milik kekasih nya.


"Ini musik, kamu juga yang nyiapin?" tanya Naura, dan Kenzo pun menganggukan kepala nya.


Setelah selesai melakukan dansa, kini kedua nya berniat akan ke tempat lain dan mereka pun keluar dari Restoran itu.


Kini Naura dan Kenzo kembali menyusuri jalanan ibu kota yang sangat padat, dan selama 15 menit menyusuri jalanan kini mereka telah tiba di tempat tujuan.


Naura dan Kenzo tiba di sebuah cafe yang terkenal keindahan dari atas rooftop nya, dan Naura senang bisa ke tempat itu, karena ia bisa melihat bintang-bintang dan cahaya lampu yang menghiasi ibu kota dari atas sana.


"Ayo sayang," ajak Kenzo yang menggandeng Naura untuk segera memasuki cafe itu.


Mereka di sana memesan minuman dan cemilan, dan tidak berselang lama dua orang gadis yang sangat di kenali mereka terlihat berjalan ke arah nya. Dan itu membuat Naura seketika menjadi kehilangan mood nya.


"Hai, Kenzo," sapa Claudia kepada Kenzo.


"Iya," balas cuek Kenzo.


"Woii... lo pikir gue ghaib," kesal Naura.


"Ehh... ternyata ada orang di situ," ucap Claudia dengan wajah tengil nya.


"Kalian pergi, jangan ganggu kita," perintah Kenzo.


"Kenzo, kamu apaan, sih? Kan tadi kamu sendiri yang nyuruh aku kesini," ujar Claudia.


"Oh, jadi gitu," timpal Naura yang sudah merasa kesal, lalu ia pun pergi meninggalkan Kenzo.


"Nau, tunggu," teriak Kenzo ketika Naura telah berlari kecil untuk turun dari atas rooftop.


"Ini semua gara-gara lo! " ucap tajam Kenzo kepada Claudia, lalu ia pun segera pergi untuk menyusul Naura.


Claudia dan Della tertawa bahagia, karena baru kali ini dia berhasil membuat Naura marah seperti itu.


Kini Naura menangis di tengah jalan sembari berjalan lemas, dan tiba-tiba saja dua orang yang memakai penutup kepala dengan mengendari sepeda motor menjambret tas nya.


"Jambret! Jambret! " teriak Naura sembari berlari mengejar jambret nya, namun tentu jambret itu sudah melesat dengan motor nya.


Saat berlari tiba-tiba saja kaki Naura terkilir dan ia pun meringis kesakitan di tengah jalan.

__ADS_1


Hiksss... Hikss...


Naura semakin menangis dengan duduk di tengah jalan, karena ia merasakan sakit yang berkali-kali lipat di malam ini.


Saat Naura masih terduduk di tengah jalan, tiba-tiba sebuah mobil mewah hampir saja menabrak nya.


Ckittt...


Terdengar suara decitan mobil ketika pengemudi itu mengerem mendadak mobil nya.


"Woii, gak liat apa? Ini ada orang," teriak Naura kepada orang yang berada di dalam mobil.


Pemilik mobil itu turun dari mobil nya, dan Naura menatap dari atas hingga ke ujung kepala orang yang kini berdiri di hadapan nya.


Terlihat orang yang berada di hadapan Naura ternyata orang yang di kenali Agnes, dan juga di sebut nya kakak ketika bertemu di Mall waktu itu.


"Kalau bawa mobil tuh liat-liat, ini saya manusia. Apa Om juga anggap saya ghaib seperti si Claudia," kesal Naura sembari memegangi kaki nya yang terkilir.


Lelaki itu hanya diam, lalu ia memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada Naura.


"Apa?" tanya Naura ketika di beri uang itu.


"Ini uang nya, kalau ngemis jangan di tengah jalan, bahaya!" ujar lelaki ber stelan jas itu.


"What? saya ngemis?!" pekik Naura.


"Saya tuh bukan ngemis, tapi saya duduk di sini karena kaki saya sakit, dan om hampir aja nabrak saya, kalau saya sampe ke tabrak pasti saya semakin merasakan sakit," jelas panjang Naura.


"Oh..." balas cuek lelaki itu.


"Apaan, sih? Kayak cewek cantik lagi ngambek aja pake jawab "Oh" Saya tuh udah ngejelasin panjang lebar tau," kesal Naura.


"Ya terus saya harus apa?" tanya lelaki itu.


"Om harus anterin saya, karena kaki saya sakit. Ponsel dan uang 20 ribu saya juga udah di jambret. Saya bingung mau pulang gimana," jelas Naura dengan jujur menyebutkan hanya membawa uang 20 ribu di dalam tas yang di jambret tadi.


"Jangan panggil saya Om, karena saya bukan Om kamu," ucap datar lelaki itu.


"Tapi Om pake jas, kayak om-om," balas Naura.


"Kalau gue biarin dia disini sendiri kasian juga, mana udah malem, pasti bahaya buat cewek di jalanan sepi seperti ini," ucap lelaki itu dalam batin nya.


"Yaudah masuk," ajak lelaki itu kepada Naura.


"Udah tau kaki saya sakit, bantuin dong," timpal Naura dengan kesal.


Laki-laki itu tidak banyak bicara ia langsung menggendong Naura ala bridal style ke dalam mobil nya. Naura menatap wajah tampan lelaki itu, dan ia merasa jantung nya berdegup kencang ketika ia berada di posisi seperti itu.


"Aduh, ini om-om kenapa bikin jantung gue maraton," ucap Naura dalam batin nya.

__ADS_1


Setelah menggendong Naura untuk duduk di jok depan, lelaki itu juga langsung menaiki mobil nya, lalu ia melajukan nya untuk mengantarkan gadis yang hampir saja di tabrak nya.


__ADS_2