
Dering alarm membangunkan Sheira dari tidur nyenyak nya. Ia menggeliat, meraba nakas disamping tempat tidurnya untuk mematikan benda yang dari tadi mengganggu gendang telinga nya itu.
Perlahan ia turun dari tempat tidur kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Namun langkahnya berhenti tepat di depan kaca, menyibak gorden sehingga ia bisa melihat lalu lintas di bawah sana. Walaupun hanya sebatas kerlipan lampu mobil yang sedang berjalan.
Pagi ini di sambut hujan rintik-rintik, langit mendung dan air hujan menciprati kaca. Terasa sejuk. Senyum ringan terlukis di wajah Sheira pagi ini. Setelah berpikir semalaman, ia telah membulatkan tekadnya untuk berdamai dengan masa lalu.
Tuhan menghadirkan masalah dalam hidup nya mungkin tujuannya agar Sheira menjadi manusia yang lebih kuat, manusia yang lebih tegar. Jadi kali ini Sheira akan mendengarkan nasihat dari sahabatnya, mencoba membuka hati. Ia meyakinkan dirinya bahwa membuka hati akan membuatnya bahagia dan bisa melupakan masa lalu nya.
Ada satu pria yang membayangi benak Sheira selama ini. Namun Sheira takut jika pria tersebut tidak bisa menerima kekurangannya. Tampan, mapan, dan juga baik. Tidak pantas rasanya jika harus bersanding dengan Sheira. Ada banyak wanita diluar sana yang mengejarnya namun sepertinya selama ini pria itu hanya bisa melihat Sheira seorang.
(Apa aku pantas untuknya? Dia terlalu sempurna untuk ku yang rendahan ini) batin Sheira, ia kembali cemas dan tidak percaya diri dengan keadaannya.
Setelah membersihkan diri di kamar mandi, Sheira mematut pantulan dirinya di cermin. Lipstik warna merah muda dipoleskannya pada bibirnya yang pias. Pulasan make up natural dengan aplikasi yang ringan membuatnya terlihat sangat cantik pagi ini.
(Ternyata aku cantik juga) batinnya, ia tersenyum lebar menertawakan isi pikirannya sendiri. Kemudian ia segera bersiap untuk pergi bekerja, memulai kehidupan baru dengan semangat yang baru juga tentunya.
* * * * *
CG Group
Setelah beberapa puluh menit perjalanan, akhirnya taksi yang membawa Sheira sampai di depan perusahaan besar dan megah yang berlogokan CG Group.. Perusahaan ini adalah tempat Sheira dan Lili bekerja selama 6 bulan ini.
Udara pagi ini terasa sangat segar, setelah turun dari mobil ia berdiri dan menghirup udara segar hingga mengisi penuh paru-paru nya.
Ia berjalan memasuki perusahaan dengan elegan. Seperti biasa, ia selalu jadi pusat perhatian semua orang. Ada yang memandangnya iri, kagum, tertarik. Ah begitulah kira-kira ketika melihat seorang wanita cantik, pandangan semua orang akan teralihkan.
"Sheira?" Pekik Lili yang baru saja datang.. Yang di panggil menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.
Lili berlari sambil tersenyum mendekati Sheira.
"Lili, kenapa kau berteriak-teriak?" memasang wajah jutek
"Hmm apa kau tau, kau terlihat sangat cantik hari ini" ia bergelayut manja di lengan Sheira sambil tertawa
__ADS_1
Sheira memutar bola matanya, ia jenuh dengan apa yang di katakan Lili. Kalimat itu sudah ia dengar ribuan kali. Dan tujuan Lili hanya untuk menggodanya dan membuatnya kesal.
* * * * *
Sheira dan Lili berjalan bersama yang lainnya untuk mencari makan, Saat mereka hampir sampai di pintu utama, tampak kegaduhan terjadi di depan pintu utama. Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di teras, terlihat sejumlah orang berjas bertubuh kekar berdiri di luar mobil. Mungkin mereka adalah pengawal pribadi orang yang berada di dalam mobil tersebut.
"Wow, apa itu presdir yang katanya baru kembali dari New York?" tanya salah satu dari mereka
"Iya benar, itu dia. Ya tuhan tampan sekali"
"Sheira lihat, dia sangat tampan" sahut Lili, ia menarik-narik lengan Sheira tanpa mengalihkan pandangannya dari Presdir tampan itu.
Sheira menyipitkan matanya, sesaat langsung melotot di detik berikutnya. Netranya menangkap siluet tubuh seseorang yang selama ini telah banyak membuatnya menangis.
Deg.. seketika tubuh Sheira membeku
"Alex" gumamnya
Dadanya terasa panas, ia merasa tertampar seketika. Jadi selama ini ia bekerja di perusahaan milik Alex, pria yang sangat ia benci selama 5 tahun ini.
"Iya, tapi apa kau tau? Dia itu akan segera bertunangan"
Lagi-lagi Sheira merasa tertampar untuk yang kedua kalinya. Ia tidak tau kenapa hatinya masih merasa sakit mendengar pria itu akan segera bertunangan. Bukankah selama ini ia sangat membencinya?
Dan siapa wanita yang akan bertunangan dengannya? Apa itu gadis yang bernama Laura?
Dadanya kembali sesak membayangkan Alex dan Laura akan bertunangan. Sekali lagi, ia hanya akan menjadi butiran debu.
Alex tertegun menghentikan langkahnya. Ia langsung membatu di tempatnya berdiri ketika melihat ke arah tempat berdirinya seorang gadis cantik yang kini juga tengah menatapnya. Oksigen disekitarnya seolah berhenti untuk berputar.
Nafasnya tercekat, ia terpaku melihat siapa wanita yang ada di hadapannya. Wanita yang mengenakan pantsuit warna broken white dengan kombinasi daleman rajut warna beige dengan kerah hingga leher yang sangat pas di badan membuat tubuh ideal nya terlihat sangat sempurna.
Wajah cantiknya kini terlihat lebih dewasa dari 5 tahun silam.
__ADS_1
Rambut panjangnya terurai dengan begitu indah hingga sepinggang membuatnya terlihat sangat menawan.
"Rachel....."
Alex mengulas senyum tipisnya. Perasaan bahagia membuncah dalam dadanya melihat wanita yang ia cari selama 5 tahun ini ada dihadapannya.
Dengan perasaan takut bercampur ragu berharap ini bukanlah mimpi, Alex memberanikan diri untuk berjalan mendekati Sheira. Jantungnya saat ini tengah berdegup kencang. Tak pernah terbayangkan sebelumnya ia akan di pertemukan kembali dengan wanita yang selalu ia kenang selama 5 tahun ini.
"Rachel...." Panggilnya dengan lembut
Alex menatap Sheira dengan penuh perasaan bersalah. Wanita yang telah ia sia-siakan cintanya.
Semua orang menatap terkejut, heran, bertanya-tanya.
Apa mereka saling mengenal?
(Jadi ini nona Rachel, pantas tuan muda tidak bisa melupakannya. Dia bahkan lebih cantik dari Laura dan Naomi. Tapi kenapa tuan muda menyia-nyiakannya. Bodoh sekali) batin David
Sheira dengan wajah dinginnya hanya terdiam. Namun percayalah sekarang hatinya benar-benar hancur. Dadanya terasa sesak menahan tangis mendengar Alex memanggil namanya sama seperti saat mereka masih bersama.
"Lama tidak bertemu tuan Alex" Sheira membungkukan badannya memberi hormat pada Alex.
"Tidak menyangka akan bertemu lagi. Saya baru tau jika selama ini saya bekerja di perusahaan anda" lanjutnya dengan wajah datar
Seketika Alex terdiam, entah mengapa wanita yang ada dihadapannya terasa asing. Ia bukan lagi seorang gadis lugu yang ceria. Bahkan dari cara berbicaranya pun terkesan cuek dan dingin.
Ada perasaan sedih dihatinya melihat perubahan sikap Sheira. Bibirnya kelu, tak ada satupun kata yang terucap. Ia hanya memandangi wajah yang ada dihadapannya. Wanita yang sangat ia rindukan kehadirannya, sangat tidak tahu malu jika ia masih berharap Sheira akan kembali padanya setelah semua rasa sakit yang di berikan olehnya 5 tahun yang lalu.
Melihat Alex yang hanya diam, Sheira kembali melanjutkan ucapannya
"Jika tidak ada hal yang ingin dibacarakan, saya permisi tuan" kembali membungkukan badan dan segera berlalu dari hadapan Alex.
Sejenak Alex termenung namun kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju ruangan Presdir.
__ADS_1
Kepulangannya ke negara ini adalah untuk melupakan Sheira, wanita yang sudah membuatnya begitu putus asa. Tapi ternyata takdir berkata lain, tuhan mempertemukan mereka kembali disaat Alex telah memutuskan untuk bertunangan dengan Naomi. Aagggh Alex benar-benar ingin menjambak rambutnya sendiri sekarang.
Sedangkan para karyawan saat ini sedang dalam sesi rumpi secret membahas kejadian yang baru saja mereka lihat.