
"Jangan berubah pikiran tetaplah menunggu ku pulang .Aku mencintai mu,Alisha Yunarti."Ucap Veron lalu menurunkan kedua tangan punggung Alisha yang menutup mulutnya tadi, kemudian...
Cup...
Veron mencium bibir Alisha dan menempelkan bibirnya dengan bibir Alisha sejenak lalu dengan pelan Veron pun melepaskan tempelan bibirnya dari bibir Alisha.
"Tetaplah begini jangan berubah lagi dan ingat harus tunggu aku pulang menikahi mu juga tidak boleh berubah pikiran ."Ucap Veron membuat Alisha tersenyum menganggukkan kepalanya.
"Dan satu lagi,, jangan coba-coba melirik pria lain ketika aku tidak ada di sini."Ucap Veron.
"Kamu juga,, jangan coba-coba melirik wanita lain atau sampai membawa wanita lain pulang bersama mu, kalau tidak aku pasti tidak mau mengenali mu lagi juga tidak mau mengakui mu dan di saat itu juga aku akan segera melupakan mu."Ancam Alisha membuat Veron semakin ingin menciumnya.
"Jangan coba-coba ancam aku dengan gaya mu itu,Alisha.Kamu tau gaya mu itu sungguh membuatku ingin mencium mu sekarang juga."Ucap Veron membuat Alisha langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya lagi membuat Veron tidak bisa menahan tawanya lagi.
"Baiklah.. Sekarang aku sudah harus berangkat."Ucap Veron memeluk Alisha dengan erat .
"Dihh... Katanya sudah harus berangkat tapi ini masih peluk aja bukannya jalan masuk ke sana."Ucap Alisha karena Veron masih tidak melepaskan pelukan mereka berdua
"Yahh mau gimana dong, lem yang di tubuh ku ini sangat kuat tidak mau lepas dari mu."Goda Veron.
"Udah deh,cepat sana berangkat biar masalahnya cepat selesai dan bisa segera pulang.
"Kamu usir aku.."
"Ngak kok...Aku hanya mau kamu cepat selesaikan masalah mu di sana dan cepat pulang."
"Baiklah.. Kalau begitu aku berangkat ya.. Hati-hati nanti pulangnya..Aku mencintai mu."Ucap Veron lalu mengecup kening Alisha dan segera pergi dari sana .
Glekkkkkk...
"Alisha..."Gumam Veron saat sudah sadar dari pingsannya .
"Aku....Aku sudah mengingat semuanya.Kamu telah menerima lamaran ku dan kamu akan menunggu ku pulang lalu aku akan membawa mu bertemu dengan kedua orang tua ku dan kita akan segera menikah,Alisha."Batin Veron dengan sangat senang.karena kali ini seorang wanita yang selalu muncul di dalam mimpinya itu terlihat sangat jelas dan dia adalah Alisha Yunarti.
Ceklekkk...Pintu kamar rawat Veron di buka oleh Rosalie.
__ADS_1
"Kamu sudah sadar, Veron. Bagaimana keadaan mu, apakah kamu masih merasa sakit kepala."Tanya Rosalie.
"Ros..."Panggil Veron.
"Ya.."
"Maaf..."
"Maaf...Untuk..."
"Untuk semuanya."
"Ck... Jangan aneh kamu, Veron.. Apakah amnesia mu semakin parah tanpa berbuat salah tiba-tiba minta maaf dengan ku."Ledek Rosalie dengan tersenyum.
"Aku sudah mengingat semuanya Rosalie,tapi aku tidak tau harus bagaimana memberitahukan kepada mu bahwa sahabat mu adalah kekasih ku yang tidak sengaja aku melupakannya dan sekarang aku sudah mengingat semua tentang kami."Batin Veron.
*
Ceklekkk....
"Veron. "Panggil Alisha terkejut karena Veron tiba-tiba datang ke apartmentnya.Semenjak Veron kembali ke sini Veron tidak lagi pernah mengunjungin apartment Alisha, tetapi kenapa hari ini Veron bisa ke sini.Jangan-jangan....
Veron yang sudah tau Alisha dan Fendy hari ini sudah kembali ke Jakarta dan setelah menyelesaikan semua pekerjaannya di kantor dengan tidak sabar Veron pun segera mengunjungin Alisha di apartmentsnya.
"Veron..Kamu..."Jeda Alisha yang hendak melepaskan pelukan Veron.
"Aku sudah mengingat semuanya, Alisha."Ucap Veron membuat Alisha langsung terdiam .
"Aku sudah mengingat semua tentang kita,Aku juga ingat janji ku pada mu setelah aku menyelesaikan semua masalah bisnis orang tua ku di Singapura.Aku sudah mengingat semuanya ,Alisha."Ucap Veron tetapi Alisha masih berdiri diam di pelukan Veron,lalu dengan pelan Veron pun melepaskan pelukannya dengan Alisha tetapi kedua tangannya tetap masih memegang kedua bahu Alisha.
"Janji.."Gumam Alisha menatap Veron.
"Ya...Lebih tepatnya janji kita."Ucap Veron menatap Alisha.
"Kamu...Benaran sudah mengingat semuanya, Kapan."Tanya Alisha.
__ADS_1
"Semalam."Ucap Veron.
"Kenapa selama ini kamu tidak mau jujur pada ku, Alisha.Kamu adalah calon istri ku yang sudah aku mengikat mu sebelum aku berangkat ke Singapura.. Tetapi kenapa kamu tidak mau mengakui ku yang adalah calon suami mu..Apakah karena aku membawa Rosalie pulang bersama ku dengan status ku adalah calon tunangannya."Ucap Vero lagi.
"Kalau benar begitu,kamu salah paham Alisha.Aku bukan sengaja tidak menempati janji kita.Tetapi aku mengalami kecelakaan saat di Singapura dan aku mengalami amnesia,aku melupakan semua tentang kita.Maaf Alisha,maafkan aku telah menyakiti mu dengan status ku adalah calon tunangan Rosalie saat aku kembali ke sini lagi."Sambung Veron lagi, tetapi Alisha malah mengabaikan penjelasan dari Veron dan bertanya pada Veron kapan ia mulai mengingat semuanya karena tentang Kecelakaan Veron, Alisha sudah mendengar semua dari Rosalie.
"Jadi..Apa yang membuat mu bisa mengingat kembali, apakah kamu semalam pingsan karena kamu mengingat sesuatu lalu membuat mu berpikir keras sampai kamu pingsan dan sekarang kamu.."Jeda Alisha menatap Veron dengan mata berkaca-kaca.Entah apa yang harus Alisha rasakan sekarang,senang dan takut menjadi satu.
"Lamaran yang di ucapkan oleh Rosalie."Ucap Veron membuat Alisha menatapnya dengan bingun.
"Aku ingat kamu telah menerima lamaran ku dan kita juga sudah berjanji akan segera menikah kalau aku sudah pulang dari Singapura,Alisha."Ucap Veron.
Brakkkkk...
Tiba-tiba ada suara benda yang jatuh dari luar pintu apartment Alisha.Lalu Alisha dan Veron pun melihat keluar pintu yang tadi memang belum di tutup oleh Alisha karena sedari tadi Veron dan Alisha masih berdiri di depan pintu.
Glekkkk...
"Rosalie..."Gumam Alisha dengan sangat terkejut karena tiba-tiba Rosalie sudah berdiri di sana dengan wajah yang sudah di basahi oleh air matanya.
Rosalie yang juga sudah tau Alisha dan Fendy hari ini sudah kembali ke Jakarta ia pun memberi beberapa suplemen kesehatan untuk Alisha, mengingat semalam Alisha kurang sehat di Surabaya.
"Rosalie.."Panggil Alisha lagi dan hendak berjalan mendekati Rosalie, tetapi Rosalie menghentikan langkah Alisha dengan mengakat satu tangannya.
"Jangan mendekat ku, Alisha."Ucap Rosalie mengakat satu tangannya menghentikan langkah Alisha dan Rosalie melangkah mundur satu langkah.
"Rosalie..."Panggil Alisha lagi dan Alisha pun sudah tidak bisa menahan air matanya juga.
"Kamu pasti salah mengenal orang,Veron.Apakah kamu benar-benar sudah mengingat semuanya, tidak mungkin wanita itu adalah Alisha,,Jika wanita itu benar adalah Alisha tidak mungkin Alisha tidak bilang sama aku kalau sebenarnya kamu adalah kekasihnya dan juga tidak mungkin Alisha tidak mengenal mu saat kalian pertama kali bertemu lagi.Apalagi kalian pun sudah berencana mau..."Jeda Rosalie tidak bisa melanjutkan katanya yang tadi sudah ia dengar semua apa yang Veron katakan tadi pada Alisha.
"Kamu tidak mungkin menutupi hal ini pada ku kan, Alisha."Tanya Rosalie mengalihkan tatapannya pada Alisha dengan wajah kecewa karena Alisha menutupi hal ini padanya.
"Maaf Rosalie,,"Ucap Alisha menundukkan kepalanya dan Rosalie menggelengkan kepalanya menandakan ia tidak percaya.
"Tidak mungkin...Ini semua tidak mungkin.Dan kamu Veron apakah kamu yakin wanita itu adalah Alisha, apakah kamu yakin kamu tidak salah orang dan apakah kamu bisa melihat dengan jelas wanita itu yang selalu muncul di dalam mimpi mu itu.Bukankah selama ini kamu bilang kamu tidak bisa melihat dengan jelas siapa wanita yang selalu muncul di dalam mimpi mu itu."Ucap Rosalie.
__ADS_1
"Aku sudah mengingat semuanya Rosalie dan aku tidak mungkin salah mengenal orang.Tulisan VA yang ada di minyak angin itu yang pernah aku ceritakan Kepada mu itu adalah Veron, Alisha dan semalam saat aku pingsan aku mimpi wanita itu lagi dan aku melihat sangat jelas wajah wanita itu yang ternyata benar adalah Alisha."Ucap Veron menatap Rosalie dengan perasaan bersalah terhadap Rosalie karena Veron tau Rosalie pasti tersakiti oleh dirinya.
"Benarkah wanita itu adalah kamu Alisha.Kenapa kamu menutupi semua itu Alisha,jika Veron tidak mengingat semuanya dan aku tidak mendengar semua apa yang Veron katakan kepada mu tadi apakah kamu akan menutupi itu selamanya."Tanya Rosalie menatap Alisha yang hanya diam menundukkan kepalanya, karena memang seperti itulah yang akan ia lakukan.