
"CK... Kenapa tidak dari semalam saja aku tunggu kamu pulang di apartments mu ini dan memberimu suprise.Mana menyiksa diri sendiri dengan kesibukan yang tidak ada habisnya agar waktu berlalu dengan cepat."Ucap Veron pada dirinya sendiri yang baru saja terpikirkan hal ini dan merasa dirinya sangat lucu dengan kebodohan dirinya sendiri.
Lalu dengan pelan Veron pun membuka pintu apartment Alisha dan dengan pelan Veron berjalan dengan pelan masuk ke dalam apartment Alisha kemudian menutup kembali pintunya dengan pelan.Bukan bermaksud ingin seperti seorang maling tetapi rasanya sudah lama Veron tidak datang ke sini,semalam saat Veron mencari Alisha, Veron pun tidak sempat masuk ke dalam apartment Alisha karena semalam Alisha sangat terkejut dengan kedatangan Veron yang sudah lama tidak mencari Alisha di apartmentnya, apalagi tanpa aba-aba Veron langsung memeluk Alisha dan Alisha juga sangat terkejut karena Veron sudah mengingat semuanya jadi Alisha pun tidak kepikiran mempersilakan Veron masuk ke dalam apartmentnya apalagi kedatangan Rosalie juga tiba-tiba.
Veron berdiri diam di dekat pintu melihat seisi rumah Alisha, ternyata tidak banyak yang berubah hanya beberapa dekorasi berpindah tempat saja dan juga menambah sedikit dekorasi rumah di bagian dinding yang dulu kosong.Melihat salah satu bagian dekorasi di dinding mata Veron pun langsung menatap ke bagian dinding di bawa jam dinding itu,ternyata di sana ada yang berubah juga dan itu membuat Veron merasa kecewa .
Dulu photo yang di gantung di bawa jam dinding itu adalah photo dirinya dan Alisha tetapi sekarang di sana sudah tidak ada photo mereka berdua lagi yang ada hanyalah sebuah gambar pemandangan yang sangat indah.Lalu tiba-tiba Veron pun merasa tidak terbiasa dengan wangi yang sekarang ia hirup, dulu ketika setiap pagi Veron datang ke sini dan membuka pintu apartment Alisha , Veron sudah mencium wanginya kopi yang sudah Alisha sediain untuknya tetapi pagi ini hanya ada wangi lavender yang masuk ke dalam penciuman Veron.
Mendengar ada suara di ruangan dapur, Veron pun melangkahkan kakinya berjalan ke sana dan nampaklah sosok yang sangat ia cintai itu sedang mencuci alat-alat dapur yang tadi ia pakai.
"Alisha..."Panggil Veron dengan suara yang pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Alisha.
Alisha yang merasa ada yang memanggil namanya dengan suara yang tidak asing di telinganya ia pun menghentikan aktivitasnya sejenak tanpa membalikkan badannya, sesaat kemudian Alisha pun melanjutkan aktivitasnya lagi karena Alisha berpikir mungkin ia salah mendengar suara seseorang yang ia kenali itu memanggil namanya apalagi Alisha juga merasa mana mungkin Veron berada di sini mengingat Veron juga sudah lama tidak datang ke sini pada pagi hari.Ternyata Alisha lupa baru semalam Veron datang ke sini dan mengatakan ia sudah mengingat semuanya tentang mereka.
"Gila memang sampai suaranya pun aku halu di telinga ku."Batin Alisha dengan tersenyum sendiri sambil melanjutkan membersihkan alat-alat dapur yang ia pakai tadi.
"Alisha..."Panggil Veron lagi dan kini suara itu semakin dekat di telinga Alisa, karena Veron berjalan lebih dekat dari Alisha dan suaranya lebih tinggi sedikit dari tadi.
Alisha menjadi terkejut mendengar suara yang ia kenali itu memanggil namanya lagi.Lalu Alisha pun membalikkan badannya dan Alisha sangat terkejut ketika melihat Veron sudah berada di belakangnya.
"Astagaaa..."Ucap Alisha mengelus dadanya karena Alisha benar-benar sangat terkejut dengan keberadaan Veron yang sudah berada di belakangnya.
"Maaf.. Apakah aku telah mengejutkan mu."Ucap Veron dengan rasa bersalah karena telah membuat Alisha terkejut.
"Sangat... Kamu membuat ku sangat terkejut, Veron.Untung saja aku tidak mempunyai riwayat sakit jantung kalau tidak benar-benar sangat bahaya."Ngomel Alisha seperti dulu jika Veron membuatnya terkejut dan Veron ia malah tersenyum melihat kebiasaan Alisha ini tidak pernah berubah.
__ADS_1
"Maaf.."Ucap Veron sekali lagi.
"Kamu kok bisa berada di sini."Tanya Alisha heran.
"Ya.. Karena kamu masih menggunakan kode hari jadi kita,jadi aku bisa masuk dengan bebas seperti dulu."Ucap Veron membuat Alisha terdiam.
Ya.. Alisha baru ingat bukankah semalam Veron sudah bilang dengannya kalau ia sudah mengingat semua tentang mereka berdua jadi tentu saja Veron juga masih ingat tanggal hari jadi mereka berdua.
"Sepertinya aku harus ganti kode kunci pintu itu."Batin Alisha.
"Kamu tidak lagi berpikir mau ganti kode kunci pintu itu kan, Alisha."Tanya Veron yang selalu bisa tebak apa yang Alisha pikirkan.
"Kamu dari dulu kayak cenayang saja selalu tau apa aku pikirkan."Ucap Alisha membuat Veron tersenyum.
"Aku bukan cenayang,tetapi aku sangat mengerti mu, Alisha."Ucap Veron tetapi Alisha tidak menggubrisnya.
"Maaf ...Rumah ku sudah lama tidak tersedia kopi,yang ada hanya susu coklat atau teh saja."Ucap Alisha bohong agar Veron bisa mengerti kalau mereka sudah tidak seperti dulu dan juga harap Veron mengerti tidak seharusnya ia sekarang seperti dulu lagi dengan bebas masuk ke dalam apartmentnya.
"Jangan mencoba mengbohonginku lagi, Alisha.Aku tau rumahmu masih ada tersedia bubuk kopi, karena sahabat mu, Roselie pecinta kopi tidak mungkin kamu tidak stokin bubuk kopi untuk Rosalie yang sewaktu-waktu akan ke sini mengunjungin mu."Ucap Veron yang sebenarnya membuat Alisha sedikit cemburu karena Veron tau Rosalie pecinta kopi.
"Kamu sangat mengenal Rosalie, Veron.Tapi aku senang melihatmu seperti itu"Ucap Alisha lalu ia pun membuat kopi susu untuk Veron karena apa yang Veron katakan memang benar tidak mungkin Alisha tidak stockin kopi bubuk karena sekarang Rosalie sudah menetap di kota ini juga sewaktu-waktu Roselia mengunjungin Alisha.
"Kamu cemburu.."Tanya Veron yang menangkap nada cemburu Alisha.
"Ngak kok, kenapa pula aku cemburu,malah aku sangat senang karena kamu tau kesukaan Rosalie itu apa dan itu tandanya kamu sangat memperhatikannya."Ucap Alisha tanpa menoleh ke arah Veron.
__ADS_1
Mendengar Alisha berkata begitu membuat Veron tidak suka mendengarnya lalu Veron memeluk Alisha dari belakangnya.
"Veron..Lepas.. Jangan begini."Ucap Alisha hendak melepaskan pelukan Veron.Tetapi Veron memeluk Alisha dengan erat dan membuat Alisha susah melepaskan dirinya dari Veron.
"Aku tidak suka kamu ngomong seperti itu, Alisha.Mengenal Rosalie begitu lama tentu saja aku jadi tau kalau Rosalie pecinta kopi, kenyataannya bukankah begitu jika kita sudah lama mengenal seseorang kita otomatis akan tau kesukaannya."Ucap Veron.
"Iya iya,,jadi sekarang boleh kamu lepaskan aku, kalau kamu tidak melepaskan aku bagaimana aku membuat kopi susu untukmu."Ucap Alisha.
"Kita buat sama-sama seperti dulu gitu mau."Ucap Veron lalu kedua tangannya memegang kedua tangan Alisha yang hendak membuat kopi susu untuknya tetapi Alisha sama sekali tidak menggerakkan tangannya, sesaat kemudian Alisha melepaskan kedua tangannya dari tangan Veron lalu membalikkan badannya menghadap Veron.
Glekkkk...sesaat kemudian Alisha dan Veron saling bertatapan dengan wajah yang sangat dekat ,hidung mereka sedikit lagi sudah bersentuhan.
"Jangan begini lagi, Veron."Ucap Alisha mendorong Veron agak berjauhan dengannya lalu Alisha pun menggeserkan dirinya ke samping selangkah agar tidak begitu berhadapan dengan Veron.
"Kenapa Alisha."
"Kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi,jangan lupa kamu sekarang adalah calon suami Rosalie."Ucap Alisha membuat Veron terdiam.
"Jangan menyakiti Rosalie,dia sangat mencintaimu."Ucap Alisha lagi.
"Lalu kamu,,, Apakah kamu sudah tidak mencintaiku lagi, Alisha."Tanya Veron.
"Sejak kita tidak pernah saling menghubungi lagi perasaanku terhadap mu sudah memudar."Ucap Alisha setelah diam sejenak.
Degggggg... Veron tidak terima alasan Alisha berkata begitu,karena selama ini Veron bukan tidak mau menghubungi Alisha tetapi Veron lupa semua kisah mereka dan juga Veron kehilangan ponselnya.
__ADS_1
"Selama ini aku bukan tidak mau menghubungi mu, Alisha.Tetapi aku tidak sengaja melupakan semua tentang kita dan aku juga kehilangan ponselku saat aku mengalami kecelakaan."Ucap Veron.