
Ku tak mengerti akan jalannya hatiku. Bahkan semua nampak jelas "mustahil" tapi kenapa hati ini tak ingin di sangkal atas pendapatnya. Biarlah.. terkadang hati lebih mengerti daripada akal --Ellena--
Indonesia
Malam itu, di sebuah rumah kontrakan sederhana, terlihat seorang gadis cantik tengah bersandar di sebuah sofa sederhana, sedang asyik berselancar di dunia halu yang ada di ponselnya.
"idih.. kenapa lu?? senyum-senyum gak jelas gitu! entar kesambet nenek vacum cleaner gue sukurin Lu! eh tapi kalau lu kesambet nenek vacum cleaner ada bagusnya sih, gue bisa rekam terus gue upload tuh ke YouTube terus gue kasih judul "Ellena Aurora Ibriza, primadona kampus XX kesambet nenek vacum cleaner" huwahahaha 🤣" cerocos Vanya yang sedari tadi ngelihatin sahabatnya yang lagi asyik sama ponselnya. Entah apa yang membuat sahabatnya itu senyum-senyum gak jelas kayak orang yang sering dilihat di jalanan.
"ih.. ogah!! enak di elu dong kalau gue viral!!" sahut Ellena tak mau kalah.
"lu lihat apa'an sih El, bagi-bagi dong kalau seneng, jangan derita mantan aja yang lu bagi!!!" sungut Vava kepo
"haha, tampang lu emang cocok sama derita 🤣🤣" sahut El.
Dengan sigap Vava mengambil ponsel Ellen, karena penasaran, apa yang membuat sahabatnya itu jadi agak gesrek.
"ih.. Vava!!" ketus Ellen merebut ponselnya. "siniin, ponselku, aku masih mau kencan sama babang Al yang ganteng nya Paripurna tiada tara!!" ucap El yang sudah mendapatkan kembali ponselnya.
Vava hanya melongo tanpa mengeluarkan satu katapun dari mulutnya, melihat apa yang di lakukan sahabatnya itu. Bagaimana mungkin sahabatnya itu dengan sangat amat bangganya bilang kencan sama tokoh yang ada di novel! "gak ada obat ni anak kayaknya" pikir Vava yang masih melihat Ellena tak percaya.
__ADS_1
"kayaknya lu kebanyakan di pecundangi dunia deh El, sampai sampai otak lu radak gesrek" ucap Vava sembari berjalan mendekati Ellena yang masih asyik dengan dunia halunya.
"apa sih lu Va!" sahut El tak terima. "ini tu gue lagi baca novel online, lu tau gak, ceritanya tu.. ihhhhh buat gue melting 🥺🥺" tambah Ellen menjelaskan, sedangkan Vava hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu seperti sudah tidak berada di dunia nyata, kayaknya sih udah pindah di dunia lain, dunia halu begitu pikir Vava.
"sejak kapan lu suka novel online kayak gitu?" selidik Vava. Pasalnya Ellena yang biasa berkutat dengan buku-buku ilmiah tiba-tiba jadi berpindah haluan ke novel online yang bergenre Romance.
Ellena adalah mahasiswa yang mendapat, beasiswa. Tak heran jika selama ini dia hanya bergelut dengan buku-buku ilmiah agar beasiswanya tidak di cabut dan bisa lulus lebih cepat. Bahkan Ellena tak pernah tertarik dengan hal-hal nya yang berbau Romance atau sekedar punya gebetan, boro boro mikirin gebetan, Ellena harus bekerja part time agar kebutuhan hidupnya terpenuhi dan bisa mengirim uang untuk ibu panti yang sudah berjasa membesarkan Ellena selama ini
"gue kemarin lihat si Dewi, baca novel online, dan Castnya tu cowoknya ganteng bangetttt Vaaaa!!!" jelas Ellena menggebu-gebu dengan membayangkan model dari tokoh novel nya. "Tapi tenang aja, gue cuma penasaran aja kok hehe" tambah Ellena
"Haishhh, emang lu tau cowok ganteng tu kayak gimana? lu aja lihat Aldo yang gantengnya kayak Afgan aja lu bilang dia biasa aja!!" cibir Vava
"Sehun???" Ucap Vava datar.
"Siapa Va? lu tau namanya?" tanya Ellen antusias.
"lu gak tau tu siapa??" ucap Vava yang hanya di balas gelengan Ellen. "🤦🤦 ya ampun dasar kiper, itu namanya Sehun, dia tu salah satu member KPop gitu" jelas Vava, sedangkan Ellena hanya membalas dengan ber "o"ria. "Udah .. udah yuk tidur, besok kita harus ke dosen buat ngurus magang, biar cepet lulus"
__ADS_1
Akhirnya mereka memutuskan untuk tidur karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00
Vanya Anastasia
Vanya Anastasia biasa di panggil Vava, gadis manis dan periang, sahabat baik sekaligus teman kos Ellena saat mereka masih duduk di bangku kuliah. Mereka sebenernya seumuran, hanya selisih 4 bulan dengan Ellena.
Ellena Aurora Ibriza
El, begitulah sapaan akrab gadis 23 tahun ini. Miliki paras cantik, cerdas, mandiri, dan sedikit tertutup. Kedua orang tuanya entah kemana. Dia berasal dari salah pantai asuhan di Bandung. Karena kecerdasannya, El mendapatkan beasiswa kuliah di Jakarta, selain itu El juga bekerja part time untuk membiayai hidupnya dan mengirimkan uang ke Bunda panti yang merawatnya sejak kecil.
🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️
maaf ya kalau masih rada gak nyambung hehe maklum la.. lagi pertama nulis..
thanks ☺️☺️
__ADS_1