The Big Fate Secret

The Big Fate Secret
Kecerobohan Yang Sama


__ADS_3

Seperti hukum alam pada dasarnya, bahwa sebuah pertemuan dan perpisahan sudah tertulis dalam buku takdir. Sekencang apapun berlari tetap saja tak akan bisa menghindari --Ellena--


Sinar mentari pagi mulai berubah menjadi senja dengan sejuta misteri. Ya.. waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 , saatnya para mencari nafkah menghentikan aktivitasnya, begitu juga Ellena dan Vanya.


Ellena mulai merapikan pekerjaannya yang hampir selesai.


"Mbak Lia, Ellena sudah selesai merapikan semua berkas-berkasnya, Ellena pamit pulang dulu ya"


"Okeh Ell terimakasih"


" Sama-sama mbak"


Baru saja Ellena melangkahkan kakinya keluar ruangan, terdengarlah dering ponsel dari tasnya.


Kringg...kringg ..


Terlihat nama "Bawell Vanya" di layar ponsel


"Hallo Van" ucap Ellena sembari melangkahkan kakinya dengan ponsel di telinga kirinya yang di apit dengan kepalanya, sedangkan tangannya sibuk merapikan tasnya.


"Lu dimana?? gue udah di lobby, buruan El, sumpah gue udah kangen pulau kapuk gue nih, mana badan gue pegel semua" cerocos Vanya


" Iya.. iya bawell" balas Ellena, dan tiba-tiba


Bruukk...


"Aw.."


Ellena meringis sakit dengan mengusap usap kepalanya, yang terpental karena menabrak sesuatu yang keras tapi bukan dinding.


duh dasar dinding ucap Ellena yang masih meringis dengan tangan yang masih mengusap usap kepalanya


"apa mata anda ketinggalan di tas anda nona"

__ADS_1


Terdengar suara yang tak asing di telinga Ellena


Eh.. kok gue pernah denger ya suara ini


dengan perlahan Ellena mendongakkan kepalanya dan ternyata, yang dia tabrak bukanlah dinding, melainkan dada seorang


"Eh.. pak Presdir' ucap Ellena cengengesan


Ya.. ternyata yang di tabrak Ellana adalah orang yang sama yang telah ditabrak Ellena siang tadi.


"Kamu!!!" ucap Sehun dengan mata yang sudah melotot. "apa kamu gak punya mata hah?" bentaknya lagi.


"Ma.. maafkan saya tuan" kata Ellena yang hanya bisa tertunduk


"Apa kamu sudah bosan hidup hah? Rasanya hidupku sangat sial hari ini semenjak bertemu denganmu" ucap Sehun, lalu meninggalkan Ellena


Ellena masih ditermangu di tempatnya.


"Apa kamu tidak apa-apa??" dilihatnya ada sebuah tangan yang terulur untuk membantunya


"Kenalin aku Leo, kamu?"


"Ellena" Jawab Ellena singkat


Cantik batin Leo


"Jangan di ambil hati omongan nya Sehun, dia sebenarnya baik kok"


" Ah.. iya gak apa-apa kok"


Di tempat lain Vanya yang sedang menunggu Ellena masih terus mengomel gak sabaran menunggu Ellena yang belum terlihat batang hidungnya.


"Ellana kemana sih ... lama banget" kata Vanya menggerutu

__ADS_1


Tak henti hentinya Vanya menggerutu, menghentak hentakkan kakinya dan mengedarkan seluruh pandangannya, mengusir rasa bosan dan mungkin saja ketemu sama orang yang sedang dia tunggu.


Dan benar saja, Vanya melihat sosok yang tak asing yang dia tunggu sedang berdua dengan seorang.


Dengan langkah lebar sedikit berlari Vanya menghampiri Ellena, sesekali menyipitkan matanya melihat siapa yang sedang bersama sahabatnya itu.


"Duh gue tungguin dari tadi juga, eh malah asik berdua" sungut Vanya setelah tiba di posisi Ellena


"Eh Vanya, sorry.. sorry"


"Gue udah kayak jamur kuping tau gak, dari tadi nungguin lu"


" iya.. iya, kan gue udah minta maaf"


Senyum tipis tergambar di wajah Leo melihat drama dua perempuan di hadapannya itu.


"ehem.."


Terdengar suara deheman yang cukup menyadarkan mereka bahwa, bukan hanya mereka berdua mahluk yang da disitu


"Eh.. duh.. sorry Leo gue jadi ngacangin lu hehe" sesal Ellena


"Kenalin, Vanya ini sahabat gue"


Wah ganteng banget ni cowok. Malaikat dari kayangan mana batin Vanya


"Leo" ucap Leo mengulurkan tangannya, yang hanya dibiarkan menggantung oleh Vanya. Ellana yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Vanya!!!" bisik Ellena


"Eh.. ah.. iya, gue Vanya"


Senyum tipis tersinggung lagi di wajah Leo

__ADS_1


"Kita duluan ya Leo, udah sore" Ellena mengakhiri "Bye Leo" ucap Ellena sambil menyeret Vanya yang masih dalam mode setengah on


###########


__ADS_2