
Hati memang ajaib, aku lebih tak mengerti hatiku dibanding dengan diriku --Sehun--
Sepersekian detik mereka saling mengunci pandangan dalam diam dan detik selanjutnya saling memutus pandangan itu.
Ellena menundukkan pandangannya, dia sangat malu sekaligus takut menatap mata itu. Sorot mata yang seakan tak asing baginya.
Ah sial, bisa gila lama-lama kalau aku ketemu si bos terus, sebenarnya apa sih yang ada di otakku batin Ellena
Dengan ragu Ellena melanjutkan pekerjaannya
"Mohon maaf tuan, bisa saya lanjutkan untuk mencatat pesanan anda?" lanjut Ellena tak ingin berlama-lama. Sedangkan ekor matanya menangkap sosok yang satu hari ini berkeliaran seperti hantu yang menerornya, sedang menatapnya.
Akhirnya Ellenapun meninggalkan meja horor itu dengan perasaan yang masih tak karuan
"Kau mengenalnya Leo??" tanya David
"Tadi pas aku habis ketemu Sehun gak sengaja ketemu dia, habis dimarahin tu sama si Oppa Presdir" jelas Leo
Sehun hanya melirik sekilas, tak berniat menimpali, otak jeniusnya masih membongkar lemari memori untuk menemukan sesuatu yang membuatnya janggal
Sial, mata itu?
Dimana aku pernah melihatnya!! batin Sehun bermonolog
"Eh oppa, bengong aja!!" ucap Frans sambil melemparkan tissue ke arah Sehun
"Apa sih!!" sewot Sehun, "Lagian sial banget aku hari ini, baru hari pertama aja udah di hancurin aja moodku sama tu cewek"
"Lagian, kerjaan kamu selama ini apa sih Sam? kenapa bisa tu cewek bisa kerja di perusahaanku!" hardik Sehun
"Eh bos.. kok jadi marah marah sih.. " balas Sam cengengesan "Tapi tunggu, kayaknya dia bukan karyawan OS deh" bela Sam
Tiba-tiba Sam menepuk jidatnya
"Oh iya bos aku lupa, kayaknya dia anak magang deh"
"Tapi dia cantik banget" celetuk Frans "Cocok lah sama abang ganteng Frans"tambah Frans percaya diri.
Suasana hening seketika, sedetik kemudian hanya suara sorak dari keempat sahabat itu dengan melempari Sam dengan tissue yang ada di depan mereka.
10 menit kemudian...
Ellena sudah siap mengantarkan pesanan Tuan David CS
"Permisi tuan, ini pesanan anda" satu persatu meletakkan pesanan
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi??" tawar Ellena
"Boleh minta no hp nya non?" tanya Frans dengan terus memandang Ellena dan reflek membuat Sehun memberikan tatapan membunuhnya
"Eh maaf tuan, saya tidak hafal nomer saya, kalau tidak ada yang dibutuhkan lagi saya permisi" dengan tulus Ellena memberikan senyumnya.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul 22.30. Ellena bersiap menuju lokernya untuk mengganti pakaiannya, karena 20 menit lagi cafe akan tutup.
Ellena melakukan sedikit gerakan Stretching untuk mengusir rasa pegalnya. Sebenarnya hari ini bukan weekend tapi entah kenapa hari ini cafe begitu ramai, mungkin kedatangan Sehun bisa jadi menjadi faktor pendukung.
"Hoammmmm... akhirnya setelah ini aku bisa kencan di pulau kapukku" ucap Ellena dengan menggelengkan kepalanya
"Hah? Pulau kapuk??" Desi mengernyitkan dahinya. "Dimana tu Ell?? kok aku gak tau kalau kamu punya pulau?" tanyanya lagi
"Haha.. kamu tu ya" balas Ellena
"Oh iya Ell, tadi temennya Pak David ganteng ganteng ya? oh iya dan itu juga siapa sih namanya, yang aktor, sekaligus penyanyi itu siapa sih haduh kok aku lupa yaa" ucap Desi semangat
Ellena hanya diam dan menyunggingkan senyuman tipis, membiarkan Desi berkelana dalam ingatannya
"haduh Ell, itu Lo yang di Drakor Drakor itu Lo, trus dia juga salah satu member boyband Korea. Haduh aku lupa namanya!!" lanjut Desi sambil mengacak acak rambut nya, berusaha mencari yang ada di daftar ingatannya
"Apa sih dess!!" cubit Ellena gemas
"Itu Lo Ell, Hun.. hun..hun?"
"Bihun??" asal Ellena
"Ih kok Bihun sih, gak sekalian aja kwetiau!!" balas Desi cemberut
"Sehun Des, Sehun??" akhirnya Ellena mengalah
" Ah yaa itu" Desi menampilkan senyum lebarnya. "Ganteng banget gak sih Ell"
Elena hanya geleng-geleng mendengar sahabatnya itu.
Ellena berjalan menuju halte bus, sesekali dia bersenandung demi mengusir rasa kantuk dan bosan, tak lupa earphone sebagai teman setianya yang selalu menemani Ellena. Jarak halte dengan cafe tempat dia bekerja cukup dekat, hanya sekitar 10 menit jika berjalan kaki.
Tin...tin...
Suara klakson sebuah mobil di belakang Ellena.
Tin..tin..
Lagi, suara klakson yang sepertinya ditujukkan untuk seorang gadis yang masih asyik berjalan itu, tapi sayangnya gadis itu tak mendengarnya, dia sedang menikmati alunan nada yang terdengar di telinganya.
Seakan menyerah sang pemilik mobil itupun turun dan menghampiri Ellena lalu memegang lengan Ellena
"Ell.." sapanya
Hmm, pantas saja dia gak dengerin aku batinya melihat earphone masih menempel cantik di telinga Ellena.
"Eh, Tuan Leo, maaf ada apa ya?" Ellena terkaget.
Huft Leo membuang nafasnya perlahan dan dengan wajah memelas "Aku dari tadi membunyikan klaksonku, tapi kau tak mendengarnya"
"Hehe.. maaf tuan, saya gak denger"
__ADS_1
"Wah.. jadi kau mengabaikanku??" goda Leo
"Ah.. tidak .. tidak tuan, sungguh" bela Ellena "Saya tadi memakai earphone, jadi saya benar benar gak dengar"
"hemm.. okeh okeh, bagaimana kalau aku mengantarmu pulang, sebagai balasan agar aku tidak kecewa karena sudah kau abaikan"
"Tapi Tuan.. sa- saya kan tadi sudah menjelaskan kalau memang saya gak denger tuan" sungut Ellena
"Jadi kau mau aku kecewa??" kata Leo dengan nada di buat semelas mungkin
Haduh ini kok jadi aku yang riweh sih.. omel Ellena Dalam hati. Hemm, ya sudah deh daripada tambah pajang, iyain aja biar cepet
"Baik.. baik tuan, anda bisa mengantarkan saya"
"Yeesss!!" Leo bersemangat, dengan gesit membuka pintu mobil untuk Ellena "Silahkan masuk.."
Ellena hanya tersenyum kikuk. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata elang yang memperhatikan dua mahluk berbeda jenis itu.
##########
Epilog:
"Kapan-kapan kita kumpul lagi ya!" ucap Frans berjalan bersama ke empat sahabatnya itu.
Terlihat dari kejauhan Ellena yang melambaikan tangan ke Desi berpamitan pulang "Aku duluan ya Des"
"Eh.. itu kan si Ellena" kata Sam
"Aku duluan ya.." potong Leo
Sehun hanya melirik Leo "Hemm, aku juga duluan, 만나서 반가워요/senang bertemu kalian" balas Sehun yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban.
"Eh hun-" belum sempat Sam melanjutkan kalimatnya Sehun sudah tak terlihat
"Lalu aku pulang sama siapa????" kata Sam dengan nada melas.
"Haha... Dah dah Sam.." Satu per satu mereka meninggalkan Sam sendiri
" Dasar sahabat laknat!!!"
Sehun mengikuti Leo dari jarak aman. Sehun melihat Leo yang terlihat sedang bercanda dengan Ellena
Damn..
Ngapain aku ngikutin mereka, dan lagi, apa urusannya aku dengan tu cewek ceroboh itu.
Sehun bermonolog dan sesekali memukul stir mobil karena kesal.
__ADS_1
Sehun pun Akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
#########