The Big Fate Secret

The Big Fate Secret
Hanya Kebetulan


__ADS_3

Kadang ku tak tahu arah pikir sebuah waktu, sehingga ku di pertemukan lagi dan lagi --Sehun--


Vanya dan Ellenapun berlalu meninggalkan Leo, melanjutkan rencana mereka yaitu pulang.


Akhirnya mereka sampai di sebuah halte bus 150 meter dari OS Grup. Sengaja mereka berjalan kaki, itung itung menghemat pengeluaran.


Di sepanjang perjalanan, tak henti hentinya Vanya berceloteh tentang Leo.


"Gila, tu cowok ganteng bangetttt..." dan hanya di tanggapi dengan "hemm" oleh Ellena yang sibuk menggeser geser benda pipih, satu satunya benda berharganya


"Trus ya.. senyumnya itu Lo.." kini wajah nya sudah memerah entah apa yang sedang di bayangkan "uwuwuuu..." lanjut Vanya


Sadar tak ada respon yang berarti dari sahabatnya, Vanya akhirnya merebut ponsel Ellena


"Ih.. Ell.. gue dari tadi ngomong sama eluuu"


sambil menjauhkan ponsel Ellena


"Iya iya gue dengerin" singkat Ellena sekenanya


"Lagian, lu kenapa sih masih baca tu novel online, gak bosen apa!!"


"Eh.. emm.. gakpp kok" Ellena juga bingung kenapa aplikasi itu masih saja ada di ponselnya. Pasalnya jarang sekali Ellena menginstal aplikasi seperti itu.


"Eh Ell, gue baru inget" kini nadanya Vanya terdengar serius. "Presdir kita.."


"Ya gue tau" potong Ellena


"Daan novel itu???" selidik Vanya "Lu gak bener-bener suka sama Presdir kan"


"Ah.. Ap-apa maksud lu, ya Ndak la.. ya kali" sahut ellena cepat "Eh tu bisnya udah dateng, yuk jam 20:00 gue harus ke kafe"


Ellena berjalan memasuki bus karena bus ditumpangi sudah datang, terlebih sebenarnya Ellena menghindar dari pertanyaan Vanya.


Di dalam bus


Untung hari itu mereka mendapat kursi sehingga, Ellena dan Vanya bisa sedikit istirahat dengan menyandarkan punggungnya.


earphone dengan warna pink soft terpasang di kedua telinga Ellena, siap menemani Ellena di sepanjang perjalanan dengan memberikan bait-bait merdu dari musisi tanah air maupun dari beberapa negara di dunia. Sedangkan Vanya, dia sudah sampai di belahan dunia entah di mana, sepertinya Vanya benar benar menepati janji, kalau dia sudah sangat merindukan pulau kapunya. Dia tertidur


Disepanjang perjalanan, Ellena melihat keluar jendela, menikmati pemandangan ibu kota yang di padati oleh berbagai penghasil gas monooksida, dan di temani suara merdu boyband asal Korea Selatan.


🎢🎢🎢


그랬던 널 μš°μ—°νžˆ 마주친 κ±°μ•Ό


(Saya kebetulan bertemu dengan Anda)


ν•˜μ–—κ²Œ μžŠν˜€μ§„ λ„ˆλŠ” 또 κ·Έλ ‡κ²Œ


(Anda lupa dalam wana putih)


슀쳐 μ§€λ‚˜κ°€λŠ” λ°”λžŒμ²˜λŸΌ λ„Œ


(Seperti angin yang lewat)

__ADS_1


사라져가 μžμ—°μŠ€λ ˆ


(Menghilang secara alami)


🎢🎢🎢


--Smile on my face--EXO


Entah kenapa akhir akhir ini, playlist lagu Ellena bertambah satu genre yaitu KPop


Sesekali ingatan Ellena kembali ke beberapa jam lalu, memutar apa yang telah terjadi. Sampai detik ini Ellena masih tak percaya kalau mata cantiknya itu telah melihat sosok yang selama ini ada di pikirannya.


Terdapat perasaan entah apa itu namanya setiap Ellena berpapasan dengan Sehun seorang Presdir di perusahaan tempat dia magang. Bahkan tubuhnya memberikan respon seakan-akan mereka pernah bertemu sebelumnya, tapi entah di mana.


Kayaknya aku pernah ketemu di sebelumnya sama Tuan Sehun, tapi di mana ya??


Kayak gak asing gitu


Sesekali Ellena bermonolog sendiri dalam hati


aah gak mungkin, mungkin Karena novel itu. Ya.. gue lihatnya di novel


"Mbak udah sampai, itu sekalian sama temannya ya" Ellena akhirnya keluar dari dunia yang seakan berbentuk abstrak di kepalanya.


"Ah iya mas terimakasih"


"Van..Van.. yukk, udah sampai" tak lupa Ellena membangunkan sahabatnya itu


"Hoammmmm, Aww" cicit Vanya setelah mendapat satu sentilan di keningnya


"Hehe.. iya iya sorry, gue ngantuk bangetttt"


"Ya sudah yuk turun, habis itu lu bisa tidur lagi"


###


Jam sudah menunjukkan pukul 18:30 Ellena sudah sampai di rumah kontrakan begitu juga Vanya. Ellena langsung bergegas mandi dan bersiap untuk pergi ke kafe.


"Van gue berangkat dulu ya"


"Lu gak capek apa? udah seharian magang trus sekarang kerja lagi" sahut Vanya menghampiri Ellena yang masih sibuk mengikat sepatunya


"Gak apa-apa, lagian gue juga butuh banget sama uang ini"


"Ya sudah kalau gitu, jaga diri ya" akhirnya Vanya pun mengalah, dia tau kalau sahabatnya itu keras kepala


"Eh lu udah makan? tambah Vanya


" Gue udah minum susu, lagian gue belum laper" jawab Ellena bergegas keluar "Dah Vanya"


Vanya hanya bisa menggelengkan kepalanya


Semoga lu nanti bisa nemuin kebahagiaan lu El


Gold's Cafe

__ADS_1


Seorang pemuda memasuki sebuah kafe, dengan langkah lebar dia menaiki tangga lantai dua Cafe tersebut. Bersama asisten pribadi sekaligus sahabatnya yaitu Sam


Gold Cafe merupakan salah satu cafe terkenal yang ada di kota tersebut. Mengusung gaya klasik modern dan desain yang Instagrameable yang cocok untuk kaum millenial. Menyajikan menu yang berbeda setiap hari membuat pengunjung dibuat penasaran dengan menu baru setiap hari. Lantai bawah adalah bagian indoor sedangkan lantai dua merupakan outdoor yang didesain khusus untuk para pengusaha ataupun orang orang tertentu saja.


Seperti malam ini, salah satu meja yang sudah disiapkan khusus oleh pemiliknya untuk acara reuni sahabatnya.


"Sehun, kita disini!!" teriak David mengangkat tangannya


Sehun melangkah menuju ke meja tempat sahabatnya itu berkumpul.


"Welcome back bro" sapa Frans membuka tangannya, begitu juga Leo dan David


"λ―Έμ•ˆ/maaf, baru sampai, jalanan macet banget soalnya" ucap Sehun


"Ah its oke, kita juga baru sampai" sahut Frans dan Leo


"Udah ni gini aja?? gak ada makanan kek atau minum kek buat kita" celetuk Sam melirik David, pemilik cafe tersebut


"oh iya iya, maaf maaf" sahut David "Sebentar gue panggil pelayan dulu.


"Ell..." panggil David


Ellenapun berjalan menuju David dengan membawa buku menu.


"Eh tu pegawai lu?" kata Frans yang melihat Ellena berjalan kearah mereka. " Wah gue juga mau punya pegawai kayak gitu"


Ellena sampai di meja David



"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" ucap Ellena sopan


David melihat teman temannya yang masih asyik ngobrol


"Eh.. eh.. jadi kalian mau pesen apa"


"Ristretto" singkat Sehun yang masih asyik dengan gadgetnya


"Aku.." belum sampai menyebutkan apa yang akan dipesan, Leo dibuat kaget dengan siapa yang di hadapannya


"Ellena!" imbuhnya lagi


Kini pandangan kelima orang yang ada di meja itu reflek mengarah ke arah Ellena.


"Eh.. Tu tuan Leo" ucap Ellena kikuk. Tak sengaja Ellena beradu pandang dengan Sehun yang ikut menoleh saat itu


"Bapak!!"


"Kamu!!"



#########


🐣🐣🐣🐣🐣

__ADS_1


__ADS_2